Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Ambisi Vito


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ibu-ibu yang lainnya pun kini sudah duduk di sofa, mereka masih saling diam. Tidak ada yang berkomentar ataupun menyombongkan diri masing-masing lagi. Bahkan ibu Hani dan ibu Jelita yang biasanya paling heboh dan paling suka pamerpun hanya diam saja.


Mereka sadar jika suami mereka bukanlah apa-apa tanpa Widjaya Group.


" Emm.. Mbak Nia beneran istri dari Ceo Widjaya Group?."Tanya ibu Jelita mulai membuka obrolan.


" Benar bu, Jelita. Tapi kalian semua tidak perlu sungkan ataupun hormat secara berlebihan dengan saya. Saya tidak gila hormat, kalian semua cukup menghargai saya seperti kalian menghargai diri anda sendiri. Sebab, saya tidak suka ada orang yang terlalu over di depan saya."Ucap Nia dengan tegas.


Semua ibu-ibu yang suka pamer dan sombong hanya bisa diam dan menunduk malu. Sepertinya hari ini akan menjadi hari termalu untuk mereka semua, terkecuali bukan bagi orang yang suka pamer.


" Maaf ya mbak Nia kalau saya pernah pamer atau menganggap mbak itu hanya orang biasa. Tolong jangan adukan sama Tuan David, kasihan para suami kami yang bergantung di perusahaan Widjaya Group. Saya mengaku salah pernah memandang rendah mbak, Nia."Ucap ibu Jelita dengan takut-takut.


" Saya memang orang biasa, Bu Jelita. Anda tidak perlu menghormati saya secara berlebihan seperti itu. Saya tahu kok jika ibu Jelita dan ibu Hani berniat memviralkan saya jika saya tidak bisa bayar arisan.Tapi ibu tidak perlu takut, aku tidak akan jahat sampai mengadukan semua ini kepada suami saya. Masih banyak urusan saya untuk hal yang lebih penting. Oh iya, sebelumnya maaf jika saya harus pulang lebih dulu. Saya ada keperluan lain yang mendadak." Ucap Nia langsung berpamitan. Padahal dia memang sudah tidak cocok berada di perkumpulan itu.


Nia mengambil uang 20 juta untuk arisannya kali ini dan 2 minggu kedepan. Sepertinya dia akan lebih memilih transfer saja ketimbang ikut berkumpul dengan para orang sombong.


" Ini uang arisan saya untuk dua kali kocokan. Nada yuk kita pulang sayang."Seru Nia memanggil Nada yang sedang asik bermain dengan temannya.


" Iya ma."Jawab Nada patuh.


Nia dan Nada keluar dari rumah ibu Jelita, dia menghampiri mobilnya dan segera melaju dengan pelan meninggalkan komplek perumahan elit itu. Nia melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya.


" Mau kerumah Nenek ya, Ma?." Tanya Nada yang memang sudah hafal dengan jalan yang dilewati.


" Iya sayang. Suka tidak kerumah, nenek?." Tanya Nia.


" Suka dong ma. Nada mau ikut panen dan tanam sayuran sama nenek dan mbak Wati. Ma, dedek bayinya lagi apa y?." Tanya Nada dengan wajah polosnya.

__ADS_1


" Dedek bayinya masih bobok sayang. Oh iya kita mampir minimarket dulu ya, Sayang."Ucap Nia lalu membelokkan mobilnya ke plataran minimarket yang ada di pinggir jalan.


Nia hanya ingin membeli buah dan cemilan untuk Nada. Sebab mereka datang kerumah ibu Karti tanpa memberitahu terlebih dahulu, khawatir jika disana Nada tidak ada cemilan. Apalagi Nada hoby makan buah-buahan.


" Mama boleh minta ice cream?." Tanya Nada izin terlebih dahulu.


" Boleh tapi tidak boleh banyak-banyak ya sayang."Jawab Nia dengan lembut.


" Nada mau 4 Ma, buat Nada, mama, nenek sama mbak Wati. Mau yang cokelat semua ya ma."Seru Nada dengan wajah sumringah bahagia.


Nia mengangguk sambil mengulas senyum lembut. Ternyata Nada juga peduli dengan dua orang yang ada di rumah ibunya. Nada berlari masuk lebih dulu masuk ke minimarket, sedangkan Nia sedang mencari dompet dalam tasnya.


Brrrukkkkk


Saat berlari Nada tidak melihat orang yang baru saja keluar dari mini market sehingga dia menabraknya. Beruntung orang itu sigap memegangi Nada, sehingga Nada tidak sampai jatuh tersungkur.


" Maaf Om."Ucap Nada menunduk dengan takut.


" Tidak apa-apa sayang. Kamu tidak apa-apa kan? Lain kali jangan lari-lari seperti tadi ya, bahaya. Bisa-bisa tadi pintu kacanya kamu tabrak."Ucap pria itu dengan lembut.


Tanpa melihat kearah pria yang saat ini sudah ada di depannya, Nia mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan Nada. Nia memeriksa tubuh Nada untuk memastikan jika Nada tidak apa-apa.


" Nia." Seru pria itu kaget.


" Vito." Seru Nia saat menyadari jika pria yang di tabrak Nada tadi adalah Vito.


" Jadi ini anak kamu?." Tanya Vito menunjuk ke arah Nada.


" Iya."Jawab Nia singkat. Nia tidak mau berinteraksi terlalu dekat dengan Vito. Dia tidak mau membuat suaminya salah paham, terlebih mereka memang masing-masing sudah berumah tangga.


Nia mengajak Nada untuk segera masuk mini market tanpa menghiraukan tatapan penuh arti dari Vito. Vito sendiri membiarkan Nia masuk ke minimarket dan dia akan menunggunya di luar minimarket.


" Mama tidak marah kan? Karena tadi Nada tidak hati-hati."Ucap Nada merasa bersalah.


" Tidak sayang. Tapi lain kali, Nada harus hati-hati ya. Tadi kalau Nada menabrak pintu kaca, bisa berdarah Nada dan mama papa pasti akan sedih banget."Seru Nia menasehati Nada.

__ADS_1


" Iya ma, lain kali Nada tidak lari lagi. Beruntung ada om baik tadi, Nada menabrak om baik itu dan om nya tidak marah."Ucap Nada lagi.


" Iya sayang. Ya sudah sekarang Nada ambil ice creamnya, mama ambil buah sama cemilan yang lain."Seru Nia mempersingkat waktu.


Nia dan Nada sibuk dengan barang pilihan mereka sendiri. Nia mengambil beberapa cemilan dan buah-buahan. Selesai belanja Nia segera membayarnya. Namun betapa terkejutnya Nia, saat dia keluar dari minimarket ternyata ada Vito yang sedang bersandar di mobilnya.


" Nia kamu sudah selesai?."Tanya Vito tersenyum ramah kearah Nia.


" Nada masuk duluan ke mobil ya. Mama mau bicara sama om ini dulu."Ucap Nia meminta Nada untuk masuk ke mobil lebih dulu.


Nada hanya mengangguk pelan, dia seperti takut jika Vito marah karena kejadian tadi. Sebab tadi rokok Vito sempat jatuh dan keinjak oleh Nada.


" Mau apa? Tolong menyingkir dari situ, aku ingin masuk."Ucap Nia meminta Vito menyingkir dari mobilnya.


" Aku hanya ingin menyapamu saja, Nia. Sudah lama kita tidak bertemu dan aku merindukan kamu, Nia."Ucap Vito dengan lesu.


" Jangan gila kamu, Vito. Kita sama-sama sudah menikah , jadi jangan ganggu hidupku lagi. Sudah cukup kan menyapany?." Seru Nia dengan kesal.


" Nia, aku sebentar lagi akan bercerai dengan Bella. Aku yakin kamu itu masih mencintaiku, jadi saat aku resmi bercerai nanti kamu juga bisa bercerai dan kita bisa hidup bahagia. Nia aku sangat mencintaimu dan aku tidak sanggup terus-terusan kamu bersama pria lain." Ucap Vito.


" Gila !! Sudah tidak waras kamu. Awas jangan ganggu aku, aku mau masuk."Ucap Nia lalu mendorong Vito menjauh dan segera Nia masuk mobil.


Tanpa menunggu lama, Nia menghidupkan mesin mobilnya lalu tancap gas. Vito hanya menyeringai dengan sinis, dia tahu kemana Nia pergi. Dan dengan santainya, Vito masuk mobilnya dan segera melaju ketempat tujuan yang sama dengan Nia.


* Kenapa dia mengikuti ku, aku tidak mau ada yang salah paham. Vito memang sudah tidak waras lagi. Nanti aku akan meminta Mbak Wati untuk mengusirnya, kebetulan mbak Wati memang bisa bela diri.*Gumam Nia dalam hatinya.


" Mama kenapa?." Tanya Nada.


" Tidak apa-apa sayang, sebentar lagi kita sampai rumah nenek kok sayang."Jawab Nia mengalihkan pembicaraan.


" Om yang tadi marahin mama ya? Tadi Nada lupa bilang mama, kalau Nada menginjak rokok om tadi. Nada lupa minta mama gantiin yang baru. Pasti om tadi marah karena rokoknya sudah patah."Ucap Nada terlihat menyesal.


" Tidak kok sayang, om tadi tidak marah. Dia itu teman mama kok. Tadi hanya mengobrol sebentar karena kami sudah lama tidak bertemu."Ucap Nia memberi pengertian Nada.


Nada terlihat hanya mengangguk namun bibirnya masih saja cemberut. Nia tidak bisa berbuat banyak, dia membiarkan Nada cemberut. Nanti juga saat sudah ikut berkebun pasti akan ceria kembali.

__ADS_1


**********


__ADS_2