
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Kamu sedih bertemu dengan Vito dan Istrinya?." Tanya David saat mereka sudah sampai dirumah.
Nia yang sedang menghapus make up nya di depan meja rias langsung memandang ke arah David dimana David saat ini sedang duduk di pinggir ranjang. Dan sama-sama memandang dimana dia saat ini juga sedang duduk.
" Tidak Hubby, aku tidak memikirkan soal Vito dan Bella. Bagiku mereka sudah masa lalu dan masa depanku ada bersamamu, Hubby. "Jawab Nia dengan jujur. Memang dia sudah tidak memikirkan soal Vito dan Bella lagi, akan tetapi dia sedang memikirkan soal Baskoro yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.
" Kalau bukan soal mantan kamu itu, apa kamu sedang memikirkan Baskoro?."Tanya David dengan sangat serius.
Deeggghhh
Nia langsung terkejut, sebab David tahu apa yang saat ini sedang dia pikirkan. Kenapa David bisa tahu jika saat ini dia sedang memikirkan Baskoro? Banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepala Nia yang ingin dia tanyakan kepada David. Nia menyakini jika pasti David tahu sesuatu tentang Baskoro.
" Apa yang Hubby ketahui tentang Baskoro?."Tanya Nia dengan serius dan penasaran yang besar.
" Aku tahu siapa Baskoro? Baskoro itu ayah kandung kamu kan?."Tanya dan jawab David secara bersamaan.
Ternyata apa yang dipikirkan oleh Nia benar adanya, jika David memang sudah tahu siapa Baskoro yang sesungguhnya. Sepertinya David memang sengaja menyembunyikan kenyataan yang sudah dia ketahui tentang Baskoro.
" Sejak kapan hubby mengetahui jika Baskoro itu Ayah kandungku?."Tanya Nia ingin lebih memastikan seberapa jauh David tahu tentang Baskoro.
" Sudah lama, tepatnya kapan aku lupa. Yang pasti saat itu kita belum lama menikah dan aku sudah mengetahui siapa Baskoro yang sesungguhnya. Dan aku juga tahu jika kamu sudah mengetahui dimana Baskoro, saat kamu sebelum menikah denganku. Tetapi kamu tidak mau menjadikan Baskoro sebagai wali nikah kamu."Seru David semakin membuat Nia bingung harus bersikap bagaimana.
" Bagaimana kamu tidak tahu jika aku memang sudah tahu Baskoro dimana, sedangkan waktu kamu mengajakku ke pesta pertunangan Bella dan Vito aku melihat ada Baskoro di sana. Aku hanya tidak mau membuat Ibu bersedih, Hubby. Aku sudah pernah membicarakan soal Baskoro kepada Ibu, akan tetapi ibu tidak mau jika Baskoro datang saat aku menikah. Ibu sepertinya sangat membenci ayah ku dan tidak mau bertemu dengan ayahku. Sebagai anak aku tahu apa yang sudah dilakukan Ayahku terhadap Ibuku, sehingga saat itu kami benar-benar hidup susah dan menderita."Ucap Nia menceritakan apa yang pernah terjadi dalam hidupnya kepada David dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
Tanpa Nia ketahui David saat ini sudah mengepalkan tangan kanannya. Rasanya ingin sekali dia menghajar wajah Baskoro. David berjanji akan membalaskan rasa sakit hati istrinya kepada Baskoro dan istri barunya yang tega merebut kebahagiaan Nia dari Nia umur 5 tahun.
" Sekarang kamu tidak boleh bersedih lagi. Sekarang kamu sudah mempunyai suami yang bisa menyayangimu melebihi Baskor. Ada satu rahasia yang pasti belum kamu ketahui tentang ayah kandungmu dengan anak tirinya yang bernama Bella itu yang saat ini sudah menjadi istri Vito."Ucap David ingin memberitahu tentang hubungan Baskoro dan Bella. Agar suatu saat jika fakta tentang Baskoro dan Bella terungkap, Nia tidak akan kaget lagi.
" Maksudnya hubungan yang bagaimana, hubby."Tanya Nia belum paham dengan apa yang dikatakan oleh David.
" Ayahmu ada hubungan khusus dengan anak tirinya yang bernama Bella. Bahkan hubungan mereka sudah terlalu jauh, bisa dikatakan mereka sudah sering melakukan hubungan terlarang selama bertahun-tahun."Ucap David memberitahu apa yang sesungguhnya terjadi di antara Ayah kandung Nia dengan Bella, anak tirinya sendiri.
Jjddeerrrrr
Bagaikan disambar petir di siang hari, wajah Nia langsung terasa memanas. Bagaimana bisa Ayah kandungnya mempunyai hubungan spesial dengan Bella, yang notabennya adalah anak tirinya sendiri. Bahkan hubungan mereka sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Hanya binatanglah yang tega bermain dengan anaknya sendiri meskipun itu hanya anak tirinya.
Akan tetapi mereka melakukan itu atas dasar mau sama mau dan suka sama suka. Sehingga antara ayah dab anak tiri sama-sama tidak waras lagi.
Nia seakan malu mengakui Baskoro sebagai ayah kandungnya, karena kelakuan Baskoro sudah seperti binatang yang tidak tahu malu. Ayah yang seharusnya menjadi pengayom untuk anak-anaknya meskipun hanya anak tiri, namun justru sang ayah juga yang menjerumuskan anaknya ke dalam lubang dosa yang sangat besar dan tidak dapat termaafkan.
" Hubby kamu bicara serius?."Tanya Nia sembari menghapus air matanya.
" Aku serius sayang mana pernah sih aku bicara bohong kepadamu. Jika kamu mau aku bisa menunjukkan video mereka saat mereka melakukan di ruang kerja Baskoro saat dia masih menjabat sebagai manajer di perusahaanku."Ucap David semakin membuat Nia percaya dengan apa yang dia katakan.
David membawa Nia duduk di pinggir ranjang tepat di sampingnya. David menyelipkan rambut Nia ke belakang telinga, lalu dia mengusap air mata yang tadi membasahi pipi Nia.
"Sayang, air matamu terlalu berharga untuk menangisi pria bejat seperti Baskoro. Kamu tidak boleh menangis, sekarang ada aku yang akan membahagiakan kamu. Sekarang kita sama-sama bahagiakan ibu, sekarang sudah waktunya kamu dan ibu hidup bahagia. Buang jauh-jauh rasa sedih kalian, aku berjanji penderitaan yang diberikan Baskoro suatu saat akan berbalik dalam hidup Baskoro dan keluarga barunya. Mereka pantas mendapatkan balasan, apalagi wanita yang bernama Leni. Gara-gara dia, kalian kehilangan sosok ayah dan suami. Namun Baskoro juga tetap salah yanh sudah meninggalkan kalian tanpa memikirkan kebahagiaanmu."Ucap David membawa Nia dalam pelukannya.
Tanpa terasa, justru Nia menangis terisak didalam pelukan sang suami. David membiarkan Nia menangis dipelukannya. Nia menangis bukan menangisi ayahnya, tetapi dia menangis bahagi karena merasa sangat beruntung dan bersyukur sekali bisa mempunyai seorang suami yang menyanyanginya apa adanya dan dengan tulus.
"Terimakasih, Hubby. Aku tidak tahu akan bagaimana hidup ini jika aku tidak bertemu denganmu. Hubby, maaf."Seru Nia.
"Maaf untuk apa sayang?."Tanya David sambil mengernyitkan keningnya.
"Maaf untuk semua kesalahan yang aku perbuat. Aku malu sama kamu, Hubby. Dulu aku pernah melakukan kebodohan dengan menunda kehamilan dengan cara meminum pil penunda kehamilan. Aku memang wanita yang bodoh. "Ucap Nia menyesali segala perbuatannya.
__ADS_1
"Ssstt... Kamu jangan bicara seperti itu sayang. Aku tidak suka dengan Istriku yang terlalu merendahkan dirinya seperti itu. Biarlah masa lalu menjadi masa lalu, jangan lagi mengingat-ingat kesalahan yang pernah kita perbuat. Sekarang ini kita menata masa depan kita secara bersama-sama untuk mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya."Ucap David dengan bijaknya.
Aamiin
Nia mengangguk dengan gerakan cepat, dia tidak akan pernah lagi melakukan mesalah yang sama seperti dulu. Kini kebahagiaan nya bersama David, sudah ada di depan mata. Nia tidak akan pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama.
*********
Braakkk Braakkk
Praanng Praaangggg
Dirumahnya saat ini Vito sedang mengamuk hebat didalam kamarnya. Vito memukul-mukul nakas lalu membuang gelas dan botol minuman dari kaca.
"Vito !! kamu ini kenapa sih? Apa karena tadi kamu bertemu dengan mantan pacarmu itu, sampai kamu marah dan banting-banting barang seperti ini?."Tanya Bella dengan kesal.
"Iya ! Aku memang memikirkan Nia, dan aku sampai sekarang masih mencintai dan menyayangi Nia. Kamu yang tiba-tiba datang dihidupku dan menghancurkan hidupku!"Teriak Vito dengan lantang.
Plaaakkk
Bella menampar Vito, dia tidak terima dikatakan sudah menghancurkan hidup Vito. Bella dulu juga dapat dukungan dari sang mama mertua,Hesti. Jadi dia tidak mau jika hanya dirinya yang disalahkan oleh Vito.
"Aku sekarang ini istrimu dan aku sedang mengandung anak kamu. Apa kamu tidak bisa bersikap manis sedikit saja denganku, Vito. Jangan kamu terus menyalahkanku, jika mau menyalahkan salahkan juga mama kamu. "Bentak Bella tidak kalah berani.
Aarrrggghhhh....
Vito berteriak sembari mengusap wajahnya dengan kasar. Bella dan mamanya adalah paket komplit, sama-sama wanita yang mempunyai ambisi yang tinggi.
"Mau kemana kamu? Ini sudah malam waktunya kita untuk istirahat, Vito sayang."Ucap Bella sudah memelankan suaranya.
"Aku mau tidur dikamar tamu, dan tolong malam ini saja jangan ganggu aku. Aku butuh waktu untuk sendiri, tolong kamu bisa mengerti aku, Bella."Seru Vito.
__ADS_1
Bella mencebikkan bibirnya dengan kesal, Vito terlalu egois yang hanya mau untuk dimengerti perasaannya. Tetapi Vito tidak bisa menghargai dan mengerti perasaan Bella. Bella harus bisa menerima apapun yang dilakukan Vito, sebab Vito menikahinya pun karena terpaksa bukan karena adanya perasaan cinta dan sayang.
*********((