Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Syarat dari Leni


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Untuk apa kamu datang kesini? Apa kurang puas kamu menghancurkan hidupku? Di antara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi lebih baik kamu pergi dari sini!."Seru Leni mengusir Bella begitu saja, padahal Bella baru saja sampai di rumahnya.


Tujuan utama Bella datang kerumah mamanya untuk meminta maaf dan untuk meminta tolong mamanya. Dia ingin meminta tolong agar mamanya bisa membantunya menjauh dari Baskoro. Bella benar-benar sudah tidak kuat lagi hidup dengan Baskoro.


" Ma,tolong maafkan Bella. Bella sangat menyesal sudah membuat marah dan bersedih. Mama, apa sudah tidak ada lagi pintu maaf mama untuk Bella. Bella, mohon maafkan Bella, Ma."Seru Bella memohon maaf kepada Leni.


Leni tak bergeming, sebenarnya dia sudah memaafkan Bella. Tapi bukan berarti dia melupakan perbuatan Bella, namun Leni tetap berusaha untuk tidak peduli dengan Bella. Semenjak Bella menikah dengan Baskoro, saat itu juga tanggung jawan Leni sudah hilang. Leni membebaskan Bella dan tidak mau ikut campur dengan urusan Bella.


" Ma,Bella saat ini sudah hamil besar ma. Tapi kehidupan Bella tidak bahagia, pria tua itu sekarang kasar dan suka memukul Bella, Ma. Tolong Bella agar bisa lepas dari pria itu, Ma."Seru Bella sambil terisak.


* Ya Allah.. Aku memang bukan wanita yang suci, bahkan aku juga wanita yang kotor. Mungkin apa yang dilakukan Bella memang balasan akan perbuatanku sendiri. Meskipun aku sudah memaafkannya,tapi hati ini sulit untuk melupakan kesalahan Bella. Dan sekarang dia datang dengan menangis karena hidupnya tidak bahagia. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan.*Gumam Leni dalam hatinya.


" Bukannya ini pilihan hidup kamu? Aku tidak bisa membantumu, terima saja apa yang sudah menjadi pilihanmu. Jangan menambah masalah ku lagi, Bella. Saat ini aku banyak masalah, jadi aku minta kamu cepat tinggalkan rumah ini."Ucap Leni bicara tanpa mau melihat wajah Bella.


Hiiikksss


Hiiikksss


Bella semakin terisak, dia tidak tahu harus meminta tolong sama siapa lagi. Mama yang dia harapkan ternyata tidak peduli dengannya. Hangus sudah harapan Bella untuk bisa segera terbebas dari Baskoro.


" Ma, tolong kali ini saja Bella mohon sama mama. Bella tidak sanggup lagi hidup dengan Baskoro, Ma. Dia itu kasar, dia psikop4t dan Bella takut dihajarnya lagi, Ma."Seru benar-benar memohon.


Melihat Bella yang menangis terisak dan memohon seperti itu membuat Leni tidak tega. Lenipun memutuskan akan menolong Bella tapi dengan satu syarat.


" Baiklah. Aku akan menolong kamu, tapi dengan satu syarat."Ucap Leni dengan tenang.


" Syarat? Syarat apa ma?." Tanya Bella sambil mengusap air matanya.


" Kamu harus ikut mama kerumah istri pertama Baskoro, untuk meminta maaf dengannya dan juga dengan anaknya."Seru Leni dengan serius.


Deeghhh

__ADS_1


Mata Bella langsung memandang mamanya dengan penuh tanda tanya. Dia sama sekali tidak menyangka jika syarat itu yang akan mamanya ajukan.


" Ma, apa mama serius? Tidak adakah syarat yang lain?." Tanya Bella dengan wajah masih keheranan.


" Serius. Jika kamu tidak mau ya sudah, aku juga tidak akan menolong kamu. Silahkan kamu pergi dari rumahku, sekarang juga."Ucapan Leni benar-benar terdengar tegas di telinga Bella.


" Tapi Ma, untuk apa mama meminta maaf kepada mereka. Dan kenapa juga aku harus ikut?." Tanya Bella masih tidak paham dengan mamanya.


" Jangan pura-pura lupa kamu Bella. Kamu dulu yang pernah merebut Vito dari tangan anak wanita itu dengan cara licikmu. Kamu dan Hesti itu juga yang sudah mencelakai wanita itu. Jangan kamu kira aku tidak tahu sepak terjang kamu, Bella. Aku selama ini diam dan pura-pura tidak tahu saja."Ucapan Leni benar-benar membuat Bella mentok dan tidak bisa mengelak lagi.


Bella membenarkan posisi duduknya. Kini dia sudah kembali duduk di sofa. Dia terus berfikir untuk menerima syarat dari mama nya atau tidak. Jika dia menolak, tentunya dia akan lebih lama lagi bersama Baskoro dan akan terus mendapat perlakuan kasar darinya.


Tapi, jika dia menerima syarat mamanya. Bella gengsi dan malu harus meminta maaf langsung kepada Nia.


" Aku tidak bisa, Ma. Mungkin jika dengan wanita tua itu, aku bisa. Tapi tidak dengan Nia, itu semua justru akan membuat Nia semakin besar kepala dan sombong. Memangnya siapa dia, aku harus meminta maaf dengannya."Seru Bella menolak syarat meminta maaf kepada Nia.


" Oh kalau begitu terserah kamu. Silahkan keluar dari rumahku."Seru Leni lalu dia bangkit dan meninggalkan Bella.


Bella mengepalkan kedua tangannya, disaat seperti ini kenapa harus Nia yang dijadikan syarat. Bella gengsi meminta maaf dengan Nia, bahkan rasa bencinya sampai sekarang masih mendarah daging.


Bella pun pulang dengan harapan kosong, dengan lemas dia masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan rumah mamanya. Rumah dimana dia dilahirkan dan dibesarka, namun sekarang dia berasa menjadi orang asing dirumah itu.


********


Plaakk


Plaakk


Baskoro marah saat dia pulang namun Bella tidak ada dirumah, bahkan rumah masih dalam keadaan berantakan dan makanan pun tidak ada.


" Kemana saja kamu seharian ! Aku pulang kamu tidak ada di rumah, makanan pun tidak ada. Atau jangan-jangan kamu jalan sama pria lain. Haahhh.... !!! Ju4l diri kamu, Bella."Seru Baskoro memarahi Bella.


Sikap Baskoro saat ini memang sudah berubah 180 derajat. Sudah tidak ada lagi yang namanya sabar, lembut dan penyayang. Baskoro yang sekarang sangatlah kasar, dan bentar-bentar marah.


" Aku tadi itu kerumah mama, aku kangen dengan mama ku. Apa aku salah berkunjung kerumah mama? Kamu itu jangan asal marah dan jangan asal main tampar, aku ini istrimu bukan sasak tinju yang semaunya kamu pukul. Jika kamu terus-terusan seperti ini, aku tidak segan-segan untuk meninggalkan kamu !!."Jawab Bella tidak kalah lantang dari suara Baskoro.


" Kurangajar !!."Seru Baskoro dengan tangan yang kembali terayun.


Pllaakk

__ADS_1


Pllaakk


Tidak hanya menampar Bella, Baskoro juga menarik rambut Bella dengan kuat sampai Bella kesakitan. Baskoro tidak peduli dengan rintihan Bella, bahkan dia juga tidak peduli dengan perut Bella yang buncit.


" Kamu memang harus dikasih hukuman biar tahu rasa."Ucap Baskoro menarik rambut Bella sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.


" Tolong lepaskan. Ini sakit, tolong jangan sakiti dan siksa aku. Sayang, maafkan aku."Seru Bella memohon karena dia sudah tidak bisa tahan lagi dengan sakit dikepalanya.


" Kamu tidak bisa di baik-baiki Bella, sekarang kamu harus merenungkan semua kesalahanmu disini. Jika kamu terus berontak, aku tidak segan-segan menendang perutmu itu."Seru Baskoro marah seperti orang yang keset4n4n.


Hhhhuuuuu Huuuuuu


Hhhuuuuuu Hhuuuuu


Bella menangis pilu, Baskoro sama sekali tidak kasihan dengan nya.


Byyurrr


Byyurr


Bergayung-gayung air dingin Baskoro siramkan di tubuh Bella. Siksan Baskoro kali ini tidak main-main, persis orang psikop4t.


Hahahaaaaaaaaa


Bukannya merasa kasihan, tapi dia malah tertawa dengan lebar. Padahal saat ini Bella sudah terlihat menggigil kedinginan, namun Baskoro tetap saja terus menyiram Bella.


" Ini hukuman yang pantas untuk wanita pembangkang seperti kamu !!."Seru Baskoro dengan keras.


Bella sudah tidak bisa lagi membantah, bibirnya sudah tidak kuat lagi untuk dia buka. Dia benar-benar kedinginan sampai bibirnya membiru.


" Bermalamlah disini, sampai aku puas menghukum mu. Untuk malam ini kamu bebas tidak melayaniku, tapi sebagai gantinya malam ini kamu harus tidur disini. Hahaaaa."Seru Baskoro.


Baskoro keluar dari kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi. Bella sudah lemas dan pucat, dia duduk di lantai sambil menyandarkan punggungnya di tembok. Dia menyesal tadi tidak menyetujui syarat dari mamanya,sekarang sepertinya sudah percuma. Nasi sudah menjadi bubur dan tidak akan bisa lagi untuk menjadi nasi.


Bella saat ini memang sudah tidak punya apa-apa, Atm,dan surat-surat mobil semua sudah di sita oleh Baskoro bahkan untuk tanda pengenal pun disita. Jadi Bella benar-benar tidak bisa kemana-mana tanpa bantuan dari mamanya. Tapi justru Bella tidak menerima syarat yang mamanya berikan.


Tujuan Bella meminta tolong kepada mamanya tadi, dia ingin mamanya membantunya untuk bisa keluar negeri tanpa bisa di temukan oleh Baskoro.


* Mama, tolong Bella.* Rintih Bella dari hatinya.

__ADS_1


***********


__ADS_2