
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Nia menemui Bik Jum yang sedang sibuk di dapur. Nia ingin menyampaikan pesan David kepada Bik Jum soal mie instan. Meskipun rasa aneh dan penasaranya belum terjawab, kenapa David jadi menyukai mie instan? Nia tetap meminta bik Jum untuk menyetok mie instan di rumah.
"Bik Jum, nanti beli mie instan ya bik. Sediakan 10 atau 15 bungkus di dapur dan simpan saja di lemari dapur. Jangan di sumputin lagi , heheee."Ucap Nia sambil terkekeh.
"Loh memangnya kenapa, Non? Itu juga di kotak sampah ada bekas mie instan, memangnya Non yang makan? Apa tidak di marah sama Tuan David. Memang itu sengaja di umpetin biar tidak ketahuan Tuan."Jawab Bik Jum.
"Bukan saya bik.Tapi suami saya yang makan mie instan itu dan dia juga yang minta untuk dibelikan lagi."Seru Nia menjelaskan dan membuat bik Jum kaget dengan mulut menganga.
Hahhh.. Tuan David?
Bik Jum kaget dengan mulut yang terbuka lebar, setahu dia David paling anti yang namanya mie instan. Tapi kenapa justru sekarang dia mau mie instan. Bik Jum seakan tidak percaya dan mencoba menanyakan kembali kepada Nia.
"Tuan David? Non Nia tidak salah?." Tanya Bik Jum seakan tidak percaya jika David mau mie instan.
"Iya bik. Semalam sekitar jam satu suamiku minta masakin mie instan. Beruntung setelah korek-korek semua lemari nemu 1 bungkus. Jadi deh itu sebungkus mie instan dimakan suamiku. Heran ya bik? Sama bik, saya juga heran kenapa suamiku mau mie instan. Padahal diakan suka marah kalau dirumah ini ada yang makan mie instan, eh sekarang dia yang meminta nya sendiri."Seru Nia sambil mengangkat kedua bahunya.
"Iya bibik heran. Tapi ya sudah tidak apa-apa Non. Mungkin Tuan lagi cosplay menjadi orang susah. Hahaaa."Seru bik Jum lucu dan dibarengi dengan tawanya.
Haahaaahaaa
Nia juga ikut tertawa mendengar kata-kata aneh dari bik Jum, sampai dibilang Cosplay menjadi orang susah segala.
"Sayang kenapa kamu tertawa seperti itu?." Tanya David yang tiba-tiba menghampiri Nia dan bik Jum.
Melihat kedatangan David, bik Jum segera menunduk lalu kembali mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena Nia datang.
"Ehh Hubby. Tidak ada apa-apa, hanya cerita lucu saja tadi. Hubby sudah siap, sekarang kita sarapan dulu yuk. Pasti Nada sudah menunggu di meja makan."Seru Nia mengajak David untuk sarapan.
"Oh kirain ada apa. Oh iya sayang, apa kamu sudah memberitahu bik Jum untuk membeli mie instan?."Tanya David.
__ADS_1
"Sudah Hubby. Ya sudah yuk sarapan, kasihan Nada menunggu lama."Ucap Nia lagi.
David mengangguk lalu dia dan Nia jalsn beriringan menuju meja makan. Benar saja disana sudah ada Nada yang menunggu dengan ditemani mbak Nur sang pengasuh tercintanya.
"Mbak Nur sarapan saja dulu. Nada biar sama saya."Ucap Nia dengan ramah.
"Iya Non."Jawab mbak Nur lalu meninggalkan Nada dan menuju dapur untuk sarapan.
Sebenarnya Nia sudah sering mengajak pekerja didalam rumah untuk makan di meja yang sama. Akan tetapi mereka menolaknya, mereka sungkan untuk makan satu meja dengan majikan. Apalagi majikan yang satunya galak dan dingin.
"Hubby mau makan pakai apa?."Tanya Nia mulai mengambilkan makanan untuk suaminya.
"Pakai sayuran sama telor saja. Lagi malas pakai daging."Ucap David.
Nia mengangguk dan segera mengisi piring David dengan tumis brokoli dan telor mata sapi. Sedangkan untuk piring Nada diisinya dengan semur daging dan tumis brokoli sesuai dengan permintaan Nada.
"Mama nanti antar Nada sekolah kan?." Tanya Nada sebelum menyuapkan makanan kemulutnya.
"Iya sayang."Jawab Nia dengan lembut.
"Aku sudah tahu. Jangan diteruskan lagi, lebih baik sekarang sarapan dulu."Seru David memotong pembicaraan Nia.
David tidak mau membicarakan soal Baskoro, sebab ada Nada dan dia juga tidak mau kehilangan nafsu makannya yang akhir-akhir ini semakin meningkat.
"Iya Hubby."Jawab Nia dengan menganggukkan kepalanya.
Nia pun mulai memakan sarapannya dan setelah itu dia akan mengantar Nada berangkat ke sekolah.
"Anak papa sekolah yang rajin ya, jangan lupa selalu menghormati guru."Seru David setelah mencium pipi Nada.
Mereka sama-sama akan berangkat ke tempat tujuannya masing-masing. Dengan mengendarai mobil yang berbeda.
"Iya papa."Jawab Nada patuh.
"Sayang, hati-hati ya bawa mobilnya. Jangan lupa nanti siang antarkan makan siang. Aku lagi ingin makan sayur asam buatan kamu, Sayang."Seru David terdengar lebih manja.
"Iya Hubby nanti aku pasti ke kantor untuk mengantarkan makan siang kamu."Ucap Nia.
__ADS_1
"Ok aku tunggu."Seru David.
David masuk ke mobilnya lebih dulu dan berangkat ke kantor, begitupun dengan Nia dan Nada juga segera berangkat ke sekolahan dengan Nia mengendarai mobilnya sendiri tanpa memakai bantuan sang sopir.
*******
Hari ini Baskoro datang kembali ke rumah Ibu Karti, Baskoro tidak henti-hentinya terus menemui dan mengganggu Ibu Karti. Dia mengharap, agar dia bisa kembali lagi dengan Ibu Karti. Namun sedikitpun Ibu Karti tidak ada niatan untuk kembali, bahkan terfikirkan pun tidak pernah.
" Sudah berapa kali aku bilang kepada kamu Baskoro, jika aku tidak mau rujuk ataupun kembali denganmu lagi. Kamu sudah punya kehidupan kamu sendiri dan aku juga sudah punya kehidupanku sendiri."Ucap Ibu karti mencoba bicara baik-baik dengan Baskoro, dengan mempersilahkan Baskoro masuk dan duduk berdua dengannya di ruang tamu.
" Aku dan Leni akan bercerai, Karti. Saat ini aku dan Leni sedang proses perceraian dan menunggu pihak pengadilan mengesahkan perceraian kami. Aku hanya ingin memperbaiki kesalahan yang dulu pernah aku lakukan kepadamu. Aku ingin menghabiskan waktu tuaku bersamamu, sebab kamu cinta pertama ku,Karti."Ucap Baskoro dengan mencoba meyakinkan Ibu Karti.
" Enak banget kamu bicara Baskoro !! Dulu saat kamu masih muda, kamu masih gagah. Kamu meninggalkan aku dan anak kamu !! Dan kamu lebih memilih seorang janda kaya itu, dan membesarkan anak janda itu dengan penuh kasih sayang. Sedangkan sekarang, saat kamu sudah tua dan kamu tidak mempunyai pekerjaan. Kamu datang kepadaku dan mengharap untuk kembali kepadaku. Apa kamu tidak malu Baskoro?."Seru Ibu Karti bicara penuh penekanan.
Baskoro terlihat menundukkan kepalanya, dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Leni. Namun dia tetap akan mencoba dan berusaha untuk bisa rujuk dengan ibu Karti. Terlebih sekarang dia sudah tahu jika David adalah anak menantunya. Dia akan memanfaatkan Nia untuk bisa mendapatkan uang dari David.
"Papa !! Kenapa papa ada di rumah wanita tua ini?." Seru Bella yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu.
Deghh
Baskoro langsung memandang ke arah pintu, disana ada Bella yang berdiri dengan nafas tersengal-sengal dengan tatapan tajam kearah ibu Karti.
"Bella."Seru Baskoro.
"Haii pelakor !! Kamu sudah menggoda papaku dan mencoba untuk merebut papa ku, dasar wanita miskin pelakor.!!."Teriak Bella dengab berjalan mendekati ibu Karti.
Pplaakk
Ppllaak
Dua tamparan ibu Karti langsung dia hadiahkan di pipi Bella. Bella syok dengan mata melotot, dia tidak tahu jika dia akan mendapat tamparan secara tiba-tiba seperti barusan yang dia alami.
"Jangan mulut mu !! Jangan asal bicara jika kamu tidak tahu titik masalahnya. Kamu itu sedang hamil jangan sampai anak itu nanti membenci kelakuan ibunya sendiri."Seru Ibu Karti dengan menunjuk langsung didepan wajah Bella.
Baskoro sendiri terdiam, dia seakan mati kutu saat Bella datang.
********
__ADS_1