Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Cinta selamanya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Perjalanan cinta terkadang memang tidak mulus sesuai dengan harapan. Setiap hubungan pasti ada saja ujiannya, bisa dari orang terdekat ataupun orang yang jauh sekalipun. Begitupun dengan rumah tangga Nia dan David. Rumah tangga mereka memang harmonis dan bahagia, namun dibalik itu semua siapa sangka Nia merasa takut jika suaminya akan meninggalkannya dan pergi dengan wanita yang lebih dari dirinya.


" Sayang kamu kenapa?."Tanya David menghampiri Nia yang termenung seorang diri di taman belakang rumahnya.


" Tidak apa-apa Hubby. Aku hanya sedang memperhatikan Nada yang sedang bermain. Mungkin kalau adiknya nanti sudah lahir, Nada sangat senang karena dia punya teman untuk bermain."Jawab Nia sambil mengusap perutnya yang sudah besar.


Kandungan Nia saat ini sudah berusia 6 bulan, 3 bulan lagi Nia akan melahirkan dan dia belum mau untuk berhenti bekerja.


" Iya sayang, Nada juga sudah tidak sabar melihat sang adik. Oh iya sayang apa kamu belun mau berhenti bekerja? Perut kamu sudah besar loh, aku tidak mau kamu kelelahan sayang."Ucap David yang memang tidak mau Nia kelelahan.


" Nanti hubby, kalau usia kandunganku sudah 8 bulan aku akan berhenti."Jawab Nia dengan lembut.


" Baiklah, tapi kalau kamu merasa lelah segera istirahat ya. Makan juga yang teratur, biar kamu semakin gemuk."Seru David sambil mencubit pipi Nia yang memang lebih terlihat mengembang.


Nia langsung memandang David dengan tatapan aneh, namun tiba-tiba Nia cemberut sehingga membuat David semakin senang menggoda sang istri.


" Kenapa sayang? Kok cemberut, tidak suka aku bilang gemuk? Tapi memang kamu sekarang gemuk sayang, tapi aku suka dan aku makin cinta sama kamu."Ucap David membuat Nia semakin kesal.


" Jadi hubby lebih suka kalau aku gemuk? Biar ada alasan untuk bisa mencari yang baru? Hubby keterlaluan, pasti Hubby sudah bosan sama aku karena aku yang sekarang gemuk. Hubby jahat !"Seru Nia yang tiba-tiba marah dengan mata yang berkaca-kaca.


Hhhahhhh


Mata David langsung membulat sempurna, dia heran dengan sikap Nia. Nia sekarang sangat sensitif, dia sering marah dan suka salah mengartikan perhatian David. David sendiri menjadi salah tingkah dan bingung untuk bersikap. Kata-kata gemuknya tadi sudah membuat Nia menangis dan salah paham.


" Sayang, kenapa kamu menangis? Jangan menangis ya, aku tidak akan pernah meninggalkan mu ataupun mencari penggantimu. Mau kamu segemuk apapun aku akan tetap mencintaimu dan memilih mu, jangan menangis ya."Ucap David sambil mengusap air mata Nia yang sudah membasahi pipinya.


" Tapi aku yang sekarang gemuk, nanti hubby malu."Seru Nia merasa minder dengan tubuhnya.


" Sssssttt.. Istriku gemuk karena sedang mengandung anakku. Jadi aku tidak akan pernah malu, gemuk itu s3ksi juga sayang. "Ucap David sambil tersenyum.


" Jadi Hubby senang melihat wanita gemuk di luaran sana? Karena menurut hubby itu s3ksi? Menyebalkan sekali."Ucap Nia salah lagi apa yang dikatakan David.


* Hhhaaahh... Kenapa istriku jadi seperti ini ya? Apa karena dia sedang hamil dan hormannya berubah ubah. Tapi awal-awal dia tidak sesensitif ini, lantas kenapa sekarang jadi mudah tersinggung dan marah. Hemm sepertinya aku harus ekstra sabar lagi menghadapi istriku.*Gumam David merasa ada yang aneh dengan Nia.

__ADS_1


" Sayang, maksud ku tidak begitu. Hanya kamu wanita yang ada dihatiku dan aku cintai kamu untuk selamanya." Ucap David lagi.


David memeluk Nia dengan erat, sampai Nia memprotes karena dirinya susah untuk bernafas.


" Jangan erat-erat dong hubby, aku susah bernafas."Seru Nia lalu meminta David untuk melepaskan pelukannya.


Nada yang sedari tadi asik bermain sendiri pun menghampiri mama dan papanya lalu duduk di tengah-tengah antara Nia dan David.


" Mama kok papa di peluk, Nada tidak di peluk?."Seru Nada yang ternyata merasa iri kenapa mama dan papanya berpelukan dan dirinya di lupakan.


" Sini mama peluk, tadi Nada kan sedang bermain. Apa mainnya sudah selesa?."Tanya Nia sambil memeluk Nada.


" Sudah Ma, Nada juga sudah capek. Ma, bagaimana sih adik bayi bisa ada dalam perut mama? Dia lewat mana?."Tanya Nada membuat Nia kebingungan.


Uhuuukk uhhuukkk


David yang sedang meminum tehnya pun langsung tersedak dan batuk-batuk. Ada-ada saja yang ditanyakan anaknya, masa iya dia mau menjelaskan secara detail kenapa ada adek bayi didalam perut.


Nia dan David saling beradu pandang, mereka belum menemukan alasan yang tepat untuk pertanyaan Nada tadi.


" Emm.. Nanti kita tanyakan sama dokter ya sayang."Jawab David beralasan.


David melirik Nia meminta Nia untuk memberi penjelasan kepada Nada. Nia terlihat membuang nafas dengan berat, jawaban suaminya justru menyusahkan dirinya sendiri.


" Sayang, tidak semua dokter itu tahu. Nanti kalai sudah besar Nada pasti tahu jawaban dari pertanyaan Nada tadi. Sekarang Nada masih kecil tidak boleh menanyakan hal seperti itu ya sayang."Ucap Nia sambil mengusap kepala Nada dengan lembut.


" Itu urusan orang dewasa ya Ma. Ok deh Nada tidak akan tanya lagi Ma."Jawab Nada sambil mengacungkan jari jempol tangan kanannya.


" Anak pintar. Yuk sekarang kita masuk, sudah waktunya untuk mandi. Mau mandi sama mbak Nur atau mandi sama mama."Tanya Nia lagi.


" Nada mau mandi sendiri Ma. Nada sekarang kan sudah 5 tahun, sudah mau punya adik dan sudah mau jadi kakak jadi harus mandiri."Jawaban Nada membuat Nia dan David bangga.


Nia dan David secara bersamaan memeluk Nada dengan penuh kasih sayang. Anak kecil yang dulu apa-apa masih minta dilayani sekarang sudah belajar untuk mandiri, padahal dirinya juga masih kecil. Nia membiarkan Nada untuk mulai belajar mandiri, kalau tidak dibiasakan dari sekarang justru takutnya saat besar nanti menjadi anak yang manja dan apa-apa minta di layani. Namun tidak semua nya harus dikerjakan Nada sindiri, Nia hanya melatihnya sedikit demi sedikit.


" Tuan di depan ada Ibu Diana dan Non Kelly, mereka memaksa untuk masuk."Ucap salah satu pelayan menemui David.


" Mau apalagi mereka datang kemari? Pasti ada hubungannya dengan si Heru itu."Seru David pelan tapi Nia masih bisa mendengarnya.


Nia tidak mau bertanya lebih dulu apalagi ikut campur urusan Kelly. Nia mengajak Nada masuk lebih dulu, dan mengantarkan Nada masuk kekamarnya lalu menyuruh mbak Nur untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Nada. Setelah mengantar Nada, Nia kembali menemui Suaminya yang ternyata sudah ada di ruang tamu bersama Kelly dan Tante Diana.


" Mau apa kalian datang kesini?." Tanya David dengan malas.

__ADS_1


Saat ini perut Kelly juga sudah membesar, usia kehamilan Kelly dan Nia tidak jauh beda. Nia memandang Kelly dari atas sampai bawah, meskipun sedang hamil, Kelly tetap berpenampilan s3ksi sampai perutnya tercetak dengan jelas.


" Kenapa memandang ku seperti itu? Kagum, karena aku hamil dan tetap cantik dan menarik."Seru Kelly memandang sinis Nia yang hanya mengenakan baju daster rumahan.


" Tidak juga, justru aku heran sama kamu sudah tahu hamil tapi dandanan tidak bisa menyesuaikan. Sudah seperti mau ke club malam saja, apa tidak begah itu perut pakai baju super ketat seperti itu?." Seru Nia membuat Kelly hanya mendengus.


David sebenarnya malas menerima kedatangan Tante dan sepupunya itu. Tapi karena hari ini dia sedang berbaik hati, Davidpun meluangkan waktu untuk menerima kedatangan mereka.


" David !! Kenapa kamu mengancam akan memecat Pak Heru? Sudah hampir 2 bulan ini Heru tidak mau menemui Kelly dan baru hari ini tante tahu alasannya."Tanya tante Diana dengan kesal.


" Apa urusan kalian dengan pak Heru? Ohh iya aku lupa, Kelly kan wanita penggoda jadi siapapun akan dia goda salah satunya si Here itu. Tante Diana ini seorang ibu, seharusnya tante bisa menasehati Kelly agar dia tidak menggoda suami wanita lain. Apalagi Kelly juga sudah punya suamikan? Punya harga diri dikit dong tante."Seru David dengan kesal.


Tante Diana dan Kelly nampak salah tingkah, namun mereka sepertinya memang sudah tidak punya urat malu lagi. Rasa malunya sudah tergadaikan dan tidak bakal untuk mereka tebus lagi.


" Kak David, Heru memang ada hubungan dengan ku. Karena kami memang saling cinta, dan tidak sepatutnya kak David melarang Heru untuk berhubungan dengan ku."Seru Kelly.


" Suami kamu kemana? Aku tidak melarang Heru untuk berhubungan dengan mu, tapi aku tidak akan memperkerjakan orang yang suka main serong. Tapi Heru pintar, dia lebih memilih keluarganya dan kariernya. Lagi pula kamu ini sudah seperti piala bergilir saja, kamu ini hamil anak Keanu tapi mengakui hamil anak Heru."Ucap David lagi-lagi membuat Kelly dan mamanya tidak bisa berkutik.


" Jadi kamu yang sudah memberitahu jika Kelly sudah bersuami kepada Heru?." Tanya Tante Diana.


David tidak menjawabnya, namun hanya menganggukkan kepalanya saja. Nia yang sedari tadi hanya menyimak pun akhirnya paham jika Kelly ada hubungan dengan salah satu pegawai di kantor dan sudah diketahui oleh David.


" Aku terpaksa melakukan itu semua kak, karena suamiku tidak bisa memberikan nafkah yang layak. Bahkan sudah dua minggu ini dia tidak pulang dan tidak memberikan nafkah."Ucap Kelly beralasan.


Apapun alasannya tidak pernah dibenarkan yang namanya perselingkuhan. Apalagi masing-masing sudah berkeluarga.


" Keanu seperti itu juga karena ulah kamu sendiri. Kamu yang tidak pernah menghargai suami kamu dan tidak pernah cukup dengan nafkah yang suami kamu berikan. Lagi pula, bermain dengan para pria itu memang sudah permainan kamu. Jadi jangan banyak alasan, sekarang pergilah dari sini aku sudah tidak mau tahu lagi dengan urusan kamu."Seru David lalu dia bangkit dan berjalan meninggalkan Kelly dan tante Diana.


Braaakkk


Tante Diana menggebrak meja dengan cukup keras sehingga membuat David langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik memandang kearah mereka lagi.


" Gara-gara kamu, sekarang tidak ada lagi orang yang menopang hidup kami. Kamu terlalu ikut campur dengan urusan pribadi kami, David. Kamu sendiri pelit tidak mau menolong saudara yang kesusahan, tapi saat kami mempunyai sumber keuangan dari Heru kamu menghancurkannya."Seru Tante Diana dengan lantang.


" Memalukan !"Seru David dengan senyum sinisnya.


David mengajak Nia untuk naik kelantai atas menuju kamarnya dan tidak mau menanggapi tantenya lagi.


Tante Diana terus memanggil-manggil David tapi David tidak menghiraukannya. Setelah sampai di kamar, David menghubungi pihak penjaga rumah untuk mengusir tante Diana dan Kelly.


***********

__ADS_1


__ADS_2