
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sebuah kecelakaan mobil dengan mobil terjadi tepat di hadapan Nia. Bahkan mobil yang bertabrakan adalah mobil yang berada tepat di depan Nia. Beruntung Nia langsung mengerem sehingga tidak terjadi tabrakan beruntun dan jarak mobil di belakang Nia terbilang cukup jauh.
Nia gemetaran dan syok saat melihat ada kecelakaan didepannya. Mobil yang berjalan beda arah tergelincir dan keluar jalur sehingga menabrak mobil yang ada di depan Nia.
"Ya Allah, aku harus melihat keadaan orang yang saat ini mengalami kecelakaan. Aku sebagai dokter tidak bisa membiarkan begitu saja, urusan David marah itu belakangan."Seru Nia lalu dengan segera dia turun dan ingin melihat korban kecelakaan.
"Permisi pak, bu. Apa saya bisa melihat korban yang kecelakaan ?."Tanya Nia meminta jalan agar diperbolehkan untuk melihat korban.
"Mbak siapa?."Tanya salah satu orang yang berkerumun.
"Saya kebetulan seorang dokter, jadi saya ingin melihat keadaan korban."Jawab Nia jujur.
Setelah mengetahui jika Nia seorang dokter, orang itupun membantu Nia untuk melihat korban. Ternyata mobil yang ditabrak orangnya tidak luka terlalu parah, hanya ada luka memar di keningnya saja. Namun berbeda dengan mobil yang tergelincir dan menabrak, korban lukanya cuku serius sehingga dia tidak sadarkan diri.
Nia terdiam saat mengetahui siapa orang yang saat ini menjadi korban kecelakaan itu. Ingin rasanya dia meninggalkan korban kecelakaan itu, namun jiwa seorang dokternya tidak bisa dipungkiri jika dia sangat peduli dan kasihan dengan keadaan korban.
*Ayah ? Apa aku harus membiarkan ayah begitu saja. Tapi aku ini seorang dokter, aku sudah di sumpah untuk bekerja secara profesional. Aku tidak mungkin membiarkan ayah seperti ini, biarlah aku menolongnya dan jika aku tidak mampu biar di rujuk ke rumah sakit.*Gumam Nia dalam batinnya.
Pria yang saat ini terluka itu adalah Ayahnya, Baskoro. Nia menepis rasa bencinya demi kemanusiaan. Diapun mulai memeriksa keadaan Baskoro, sepertinya Baskoro harus dirujuk kerumah sakit.
"Pasien harus dibawa kerumah sakit, maaf apa ada yang sudah memanggil ambulance?." Tanya Nia dengan serius.
"Sudah mbak, saya sudah memanggil ambulance mungkin sebentar lagi akan sampai."Jawab salah satu warga.
Nia mengangguk dan kembali fokus kearah Baskoro. Nia mencoba membersihkan darah yang ada di kening Baskoro. Untuk pertama kalinya Nia memegang wajah sang Ayah setelah 19 tahun lamanya sang Ayah pergi meninggalkannya dan ibunya.
__ADS_1
*Seandainya ayah tidak meninggalkan aku dan ibu mungkin saat ini aku akan menangis meraung dan terisak melihat keadaan ayah seperti ini. Saat ini aku tidak tahu perasaan apa yang bersarang dihatiku. Sedih, bahagia atau kecewa melihat ayah yang terkapar seperti ini.*Gumam Nia tanpa terasa air matanya sudah membasahi pipinya.
"Mbak kenapa menangis?." Tanya seorang wanita yang menjadi korban kecelakaan.
"Emm.. Tidak bu. Saya hanya tidak tega melihat keadaan bapak ini. Saya memang seperti ini bu, suka mewek dan sedih kalau melihat orang yang terluka."Jawab Nia mencoba menutupi kenyataan pahit yang saat ini dia rasakan.
Terdengar sireni mobil ambulance yang sudah mendekat. Orang-orang yang berkerumun segera menei agar petugas bisa segera membawa korban naik ke mobil Ambulance.
"Dokter Nia?." Seru dokter yang ikut dengan mobil Ambulance.
"Iya dokter Musa. Ini korban sudah saya beri pertolongan pertama, tolong segera dibawa kerumah sakit agar segera mendapatkan perawatan yang lebih baik."Ucap Nia.
Ternyata mobil ambulance yang datang adalah mobil ambulance dari rumah sakit tempatnya bekerja. Dokter Musa salah satu dokter yang Nia kenal dengan baik.
"Baik dokter Nia. Terimakasih atas pertolongan pertamanya pada korban. Kalau begitu saya permisi akan segera membawa korban kerumah sakit."Ucap dokter Musa dengan ramah dan sopan.
"Silahkan dokter, Musa."Seru Nia dengan singkat.
Mobil ambulance pun menjauh dan kerumunan warga dan pengguna jalan sudah mulai berkurang. Mobil Baskoro sudah diurus oleh polisi yang memang sudah ada saat kejadian terjadi. Untuk mobil yang berada tepat di depan Nia juga akan dibawa ke kantor polisi. Jalanan sudah mulai lenggang dan kemacetan sudah mulai berkurang.
"Sudah tidak apa-apa mbak, ini hanya memar dan lecet sedikit kok. Sabuk pengaman tadi sudah menyelamatkan saya, mungkin jika tanpa sabuk pengaman saat ini kepala saya akan luka parah seperti bapak yang tadi. Sepertinya dia tadi tidak memakai sabuk pengaman dan dalam pengaruh minuman keras."Ucap ibu itu sedikit kesal dengan Baskoro.
Nia hanya mengangguk dengan senyum yang seperti dipaksakan. Meskipun begitu Nia tetap memnantu ibu itu mengobati lukanya dan memperban kening yang luka. Setelah mengobati luka ibu-ibi itu, Nia segera pamit untuk segera pulang. Ibu itu juga sudah di jemput anaknya, besok saja dia ke kantor polisi untuk mengurus kasus kecelakaan yang baru saja dialaminya.
"Haahhh jam 5 ?."Seru Nia saat melihat jam yang melingkar ditangannya.
Padahal dia tadi sudah berjanji akan sampai rumah sebelum David pulang. Sedangkan saat ini sudah jam 5 sore dan jalanan juga lumayan macet, mana bisa dia sampai rumah sebelum David pulang. Yang ada dia akan sampai rumah sekitar 40 menit lagi.
Meskipun begitu, Nia tetap memacu kendaraannya dengan tenang dan tidak mau membahayakan dirinya sendiri.
Setelah 40 menit mobil yang dikendarai Nia sudah sampai didepan rumah mewah yang saat ini dia tempati bersama sang suami. Benar saja, mobil David sudah terparkir rapi di garasi mobil.
Nia masuk kerumah dengan hati yang was-was takut David akan menyambutnya dengan amarah yang meluap-luap. Nia tahu betul bagaimana watak arogan sang suami.
__ADS_1
"Baru pulang?." Tanya David dingin menyambut Nia yang baru saja membuka pintu kamar.
"Emm.. Iya Hubby. Maaf aku terlambat pulang, ini tidak seperti yang Hubby fikirkan. Aku tidak main sampai aku lupa waktu, aku bisa jelaskan semuanya Hubby."Seru Nia mendekati David dan mencoba menjelaskannya.
"Maksud kamu ? Kamu sudah ingkar ! Aku sudah bilang pulang sebelum aku sampai rumah dan kamu mengiyakannya. Tetapi kenapa justru kamu baru pulang, bahkan aku sudah sampai rumah dari 50 menit yang lalu. Ini juga sudah mau maghrib, kamu bisa lihat 3 menit lagi maghrib dan kamu baru sampai rumah !!."Bentak David terlihat sekali rasa kesalnya.
Nia kaget dengan bentakan David sampai dia terlonjak kaget. Nia memang mengaku salah, tapi dia punya alasan tersendiri kenapa dia bisa terlambat pulang. Nia akan menjelaskannya dengan detail agar suaminya tidak salah paham dan menganggapnya istri yang suka main dan pembohong.
"Maaf Hubby. Aku mengaku salah, tapi aku pulang terlambat karena tadi dijalan ada keceakaan dan kecelakaan itu tepat didepan mobilku. Jadi jalanan tiba-tiba langsung macet dan aku juga mencoba menolong korban dengan memberikan pertolongan pertama sebelum dia dibawa kerumah sakit."Ucap Nia menjelaskan tanpa ada kebohongan.
Mendengar kata kecelakaan membuat David langsung mendekati Nia dan memegang pundak Nia lalu memutar tubuh Nia untuk memastikan Nia terluka atau tidak.
"Kamu tidak apa-apa, Sayang? Apa kamu ada yang terluka? Apa perlu kerumah sakit?."Tanya David secara beruntun dengan wajah cemasnya.
Haaaaahhhhh
Nia hanya bisa bengong seperti orang yang cengoh. David yang tadi marah-marah dengan lantang, seketika berubah menjadi lembut dan khawatir dengan Nia. Padahal tadi Nia sudah bilang jika yang kecelakaan adalah pengemudi mobil yang ada didepannya bukanlah dirinya, namun terlihat sekali kecemasan di wajah David.
"Emm Hubby aku tidak apa-apa. Yang kecelakaan itu orang lain, dan aku hanya menolongnya saja jadi aku tidak terluka sama sekali."Jawab Nia mencoba kembali menjelaskan.
"Kamu serius tidak kenapa-kenapa?." Tanya David kembali memastikan.
Terlihat sekali jika David sangat menyayangi dan mencintai Nia. Sehingga begitu saja dia sudah cemas dan khawatir, David takut jika Nia terluka parah. Namun rasa khawatirnya itu sudah bisa mulai hilang saat Nia mengatakan jika dia tidak apa-apa.
"Maaf sayang, tadi aku sudah membentakmu. Tidak seharusnya aku marah-marah sama kamu. Oh iya memangnya kamu tadi kenal dengan orang yang kecelakaan sampai kamu harus menolong mengobatinya?."Tanya David ingin tahu.
"Aku mengenalnya atau tidak aku akan tetap mengobatinya, Hubby. Aku seorang dokter dan tidak mungkin membiarkan orang terluka yang sangat membutuhkan pertolongan ku. Tapi aku tadi sangat mengenal orang yang kecelakaan itu."Ucap Nia dengan pelan.
"Siapa?." Tanya David dengan tegas.
"Ayah ku, Baskoro !!." Ucap Nia dengan suara bergetar.
*Baskoro? Jadi yang kecelakaan itu Baskoro? Hemm apa itu kecelakaan di jalan XX tadi ya? Tadi memang kata pak sopir ada kecelakaan di jalan XX itu, sehingga pak sopir cari jalan alternatif lain.*Gumam David dalam batinnya.
__ADS_1
*********