
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Setelah memakan waktu selama 2 jam lagi akhirnya pembuatan iklanpun selesai. David mengantarkan Nia kembali kerumah sakit. Hari ini full seharian David mengikuti proses pembuatan iklan, David sengaja meminta dalam sehari proses syuting dalam sehari harus selesai. David tidak mau Nia semakin lama di pegang sana sini oleh orang, padahal yang namanya pembuatan iklan harus tahu resiko. Dipegang pun hanya bagian bahu , tangan diarahkan gayanya saja.
" Kamu senang menjadi model?" Tanya David membuka perbincangan.
" Tidak !" Jawab Nia dengan singkat tanpa melihat kearah David, Nia sibuk dengan pemandangan diluar jendela mobil.
" Kenapa? Bukannya malah kamu senang banyak orang yang memuji kamu cantik, banyak colek sana-sini. Jadi wanita itu jangan asal mau dipegang sama pria. Harus ada harga dirinya , lihat kamu tadi dipegang - pegang kok mau." Seru David yang sebenarnya dia itu cemburu tetapi hatinya mencoba menolaknya.
" Dipegang-pegang juga karena dia mengarahkan gaya, maklum aku kan memang bukan seorang model jadi tidak tahu harus bagaimana. Lagi pula bukannya Tuan sendiri yang memintaku jadi model? Lagi pula kenapa tuan protes? Ada yang salah gitu sama diriku? Sekarang tugasku sudah selesai, dan hutangku juga berarti sudah lunas. Cukup sekali ini saja aku menjadi model iklan."Seru Nia dengan kesal.
Nia merasa David terlalu over pritektif, padahal diantara mereka tidak ada hubungan yang spesial. Tetapi kenapa seolah Nia ini pacarnya atau istrinya saja, dan itu sama sekali tidak nyaman untuk Nia.
" Pintar sekali kamu menjawabnya. Ok, hutang kamu lunas." Jawab David melirik sengit kearah Nia yang justru lebih memilih melihat kearah luar jendela mobil.
Mobil sudah sampai di depan gedung rumah sakit, Nia langsung turun dan tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada David. David kesal dengan Nia, merasa jika Nia mengabaikan keberadaannya. David pun kembali menghidupkan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan gedung rumah sakit.
Sepanjang perjalanan menuju pulang, David hanya bisa mengerutu kebodohannya sendiri, yang tadi terlalu menunjukkan rasa kecemburuannya terhadap Nia. Beruntungnya Nia tidak banyak bertanya soal sikap David tadi, jika Nia tahu David sedang cemburu sudah pasti David akan malu sekali.
" Kenapa tadi aku bicara seperti itu kepada Nia? Bagaimana kalau dia menganggap aku ini cemburu? Aku memang sepertinya sedang cemburu, tapi masa iya aku cemburu karena Nia di pegang - pegang fotografer tadi." Seru David bermonolog pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Huuhh kalau tahu mau seperti ini kejadiannya, lebih baik aku tidak memakai Nia untuk menjadi model iklannya. Justru hatiku sendiri yang tidak menentu, tidak tenang dan aku tidak suka melihat dia dipegang oleh sang fotografer tadi. Benar-benar menyebalkan, bodoh kamu David. Kalaupun iklan tadi dibatalakan dan tidak jadi dipakai,justru aku yang akan malu."Seru David menggerutu memaki dirinya sendiri.
* Sekarang tinggal bagaimana aku menepati janjiku kepada Nada, yang akan menjadikan Nia sebagai mamanya yang sesungguhnya."Gumam David dalam batinnya.
Mobil David memasuki pekarangan rumahnya dan saat ini berhenti tepat di samping mobil Miska. Kedatangan David disambut bahagia oleh nada, nada langsung berlari menghampiri David yang baru saja turun dari mobil.
" Papa."Seru Nada memanggil David sembari berlari.
" Jangan berlarian Sayang, nanti kamu jatuh."Seru David memperingatkan Nada agar tidak berlari-larian.
" Iya pa. Pa, tadi nada di sekolah sudah bilang sama teman-teman kalau Nada sekarang sudah punya mama namanya Mama Nia. Kata teman-teman Nada bohong, soalnya mama tidak mengantar Nada sekolah."Seru Nada wajahnya langsung berubah menjadi sedih.
Deg
David paling tidak bisa melihat Nada bersedih, apalagi David sudah perjanjian akan selalu membuat Nada tersenyum dan bahagia. David pun memeluk dan menggendong Nada, lalu membawa Nada masuk ke rumah.
Hikss Hikss Hikkss
" Kamu apakan Nada David? Kenapa dia menangis seperti itu, padahal dari tadi dia di sini tertawa dan tidak menangis sama sekali? Kenapa justru saat kamu pulang dia menangis seperti itu? Kamu ini kalau galak jangan sama anak kamu, dia masih kecil. Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu dengan cucuku."Seru Karmila memarahi David, sebab dia mengira Nada menangis karena dimarah oleh David.
" Siapa yang memarahi Nada sih, Ma. David saja tidak tahu kenapa Nada menangis, tiba-tiba saja dia datang menghampiri David lalu dia menangis seperti ini. Makanya David bawa Nada masuk kerumah."Jawab David pura-pura tidak tahu, padahal dia tahu apa penyebab Nada menangis.
Nada turun dari gendongan David dan sekarang beralih duduk di pangkuan sang Opa. Nada pun menceritakan apa yang tadi terjadi di sekolahannya. Semua orang yang ada di situ merasa iba dan kasihan kepada Nada. Nada sepertinya memang sudah membutuhkan sosok Ibu yang bisa menemaninya dan menyayanginya.
" Tenang saja ya nanti Nada pasti ada mama baru. Nanti papa biar cari mama baru untuk Nada." Seru sang Opa dengan lembut.
" Nada maunya mama Nia. Pokoknya Nada mau mama Nia, Opa." Seru Nada semakin keras dia menangis.
__ADS_1
* Pintar juga Nada, dengan begitu pasti kak David tidak akan tega dan akan segera menikah dengan Kak Nia. Tapi apa kak Nia mau sama kak David? Soalnya mulut kasarnya itu selalu ketus saat bicara dengan kak Nia.* Gumam Miska dalam batinnya.
David semakin kasihan melihat tangisan Nada yang semakin keras, tidak ada pilihan selain selain mengiyakan permintaan Nada. Dengan segera David pun berjanji akan segera menjadikan Nia sebagai mama untuk Nada. Mendengar pernyataan David, membuat Karmila langsung menatap ke arah David. Bukan Karmila tidak suka dengan Nia, akan tetapi apa keputusan David itu sudah tepat menjadikan Nia sebagai mama untuk Nada.
" Tapi David, apa kamu yakin ingin menjadikan Nia istri kamu, David.? David, apa tidak ada pilihan lain selain Nia."Tanya Karmila memastikan.
" Mama tahu sendiri kan jika Nada maunya dengan Nia. Selama ini tidak ada perempuan yang dekat sama David, Ma. David sengaja tidak mencari pengganti Hera, tetapi ini demi Nada jadi David mengiyakan permintaan Nada. David hanya ingin melihat Nada bahagia, Ma."Jawab David dengan penuh keyakinan.
Jika David sudah berkehendak sang Mama pun tidak bisa berbuat apa-apa. Nia juga wanita yang baik dan penyayang. Sepertinya Nia akan menjadi mama sambung yang baik untuk Nada.
" Benar ya Pa? Nanti kalau mama Nia sudah jadi mama Nada, Nada mau meminta antar mama Nia ke sekolah biar teman-teman Nada tahu kalau nada punya mama. Jadi Nada tidak dibilanh berbohong sama teman Nada."Seru Nada mulai ceria kembali.
" Iya sayang tapi tunggu ya, tidak sekarang. Soalnya sekarang ibunya mama Nia sedang sakit. Jadi papa tidak bisa buru-buru menjadikan Nia sebagai Mama kamu. Anak papq paham kan dengan yang papa katakan?." Seru David bicara dengan lembut.
" Iya Pa, Nada paham."Jawab Nada singkat.
Nada sangat senang dan dia tidak henti-hentinya bersoral gembira. David meminta mbak Nur untuk membawa Nada kekamarnya. Kebetulan Nada memang belum mandi sehingga mbak Nur akan sekalianmemandikan Nada.
" Kak David serius mau menikah dengan kak Nia?."Tanya Miska dengan antusius.
" Anak kecil tahu apa kamu." Seru David ketus.
Hhuuuuhh
Miska langsung mencebikksn bibirnya dengan kesal, padahal dia juga sudah 21 tahun tetapi masih saja dianggap anak kecil oleh David. Dimata David Miska memang masih saja sebagai adik kecilnya.
" Jika ibunya Nia sudah sembuh kita langsung kerumah Nia untuk melamar Nia." Seru pak Widjaya.
__ADS_1
David hanya bisa mengangguk pasrah, demi kebahagiaan anaknya. Padahal dia sendiri juga sudah jatuh cinta dengan dokter cantik itu, tetapi mencoba menyembunyikan dari keluarganya.
*********