
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Satu tahun berlalu, Nada saat ini sudah masuk SD. Dan hari ini adalah hari ketiga Nada masuk sekolah dasar. Nia yang sudah mengurangi kegiatan di rumah sakit, lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya.
Nia hanya mengambil jadwal praktek 2 hari saja dalam seminggu. Semua itu Nia lakukan demi bisa mengawasi perkembangan anak-anaknya. David mendukung apa saja yang dilakukan oleh Nia.
Bicara soal Miska, Miska dan Rendi disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing. Rendi sudah tidak menjadi assisten David, melainkan sudah menjadi wakil Ceo. Miska juga sibuk dengan urusan rumah sakit.
Rindi dan Vito, baru saja di karuniai seorang anak berjenis kelamin perempuan. Cantik seperti Rindi, kebahagiaan Rindi dan Vito sudah lengkap dengan hadirnya seorang anak.
" Mama, nanti pulang sekolah mau lihat adik bayi aunty Rindi ya?."Tanya Nada saat baru saja turun dari mobil.
" Iya sayang, nanti mama jemput ya. Terus kita langsung kerumahnya Aunty Rindi, dedek bayinya sudah dibawa pulang jadi kita tidak ke rumah sakit."Jawab Nia dengan lembut.
" Iya ma. Nada masuk dulu ya Ma, assalamualaikum."Ucap Nada menyalami tangan Nia lalu mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam, belajar yang rajin ya."Jawab Nia sambil melambaikan tangannya.
Nia masih saja memandang kearah Nada, dimana saat ini Nada sudah masuk ke area halaman sekolah. Nia sangat bahagia bisa menjadi mama serta teman untuk Nada. Sampai kapanpun, Nada adalah anak pertamanya meskipun bukan dia yang melahirkan.
Kasih sayang nya untuk Nada sama juga dengan yang dia berikan kepada Sultan. Sedikitpun tidak ada niat untuk membeda-bedakan antara Nada dan Sultan.
" Alhamdulillah, Nada sekarang sudah SD. Semoga Nada bisa menjadi anak dan kakak yang membanggakan kami semuanya. Aamiin."Ucap Nia bermonolog pada dirinya sendiri.
Nia masuk ke mobil dan melaju meninggalkan gedung sekolahan. Nia hari ini tidak ada jadwal praktek, sehingga setelah mengantat Nada dia pergi ke pasar tradisional terlebih dahulu untuk mencari sayuran segar.
" Jika belanja sayuran di pasar seperti ini aku jadi ingat masalalu. Dimana dulu aku dan ibu menanam sayuran dan ibu menjualnya ke pasar, tidak jarang saat aku libur sekolah aku juga ikut berjualan. Dan saat pulang beli sebungkus bakso lalu kami makan berdua. Ibu hanya makan nasi dan kuah baksonya saja, dia memberikan semua pentol bakso untukku. Kini semuanya sudah berubah, hidupku sudah lebih baik lagi. Tapi aku tidak boleh berbangga diri, dengan Allah memberikan kehidupan ku yang lebih baik begini berarti aku juga harus banyak bersyukur."Ucap Nia bermonolog sendiri sembari dia memandangi sayuran yang ada di depannya.
" Mau beli sayuran apa, Non?." Tanya bapak penjualnya mengagetkan Nia.
Hhaaahhhh
__ADS_1
Nia pun langsung memandang bapak penjualnya sambil mengulas senyum ramah. Dia sadar jika tadi sudah melamun, sehingga membuat bapak pedagang menegurnya.
" Oh saya mau beli kangkungnya 3 ikat sama bayam nya 2 ikat ta pak. Oh ini ada tempe juga, minta 3 papan ya pak."Ucap Nia mulai mengambil sayuran dan menyerahkannya kepada pedagangnya untuk di masukkan dalam plastik. Nia memang belanja sayuran tidak sekaligus banyak, hanya cukup untuk dua hari saja dan setelah habis dia akan belanja lagi.
" Totalnya 25 ribu Non."Ucap bapak pedagang dengan ramah.
Nia mengangguk lalu mengambil dua lembar uang berwarna merah dan menyerahkannya kepada pedagang sayur tadi.
" Non ini kebanyakan, selembar saja masih sisa kok."Ucap bapak pedagang.
" Sisanya untuk bapak, mohon di terima ya. Kalau tidak mau, nanti saya tidak mau belanja sama bapak lagi."Ucap Nia sambil terkekeh dan sedikit mengancam.
" Alhamdulillah terima kasih ya Non, semoga rezeki Non semakin lancar."Ucap pak pedagang.
" Aamiin."Jawab Nia.
Selesai dengan sayur mayur, Nia berpindah tempat kepedagang daging dan ikan. Meskipun Nia dan David alergi seafod dia tetap membeli, untuk para pelayannya di rumah. Setelah hampir 1 jam di pasar, Nia sudah selesai berbelanja dan kini sudah dalam perjalanan pulang.
Setelah 20 menit dalam perjalanan, mobil Nia sudah sampai di rumah. Nia meminta tolong penjaga rumah untuk membawakan barang belanjaannya yang lumayan banyak.
*****
" Sudah siap?."Tanya Nia.
" Sudah ma. Ayok kita berangkat lihat baby girl nya aunty Rindi."Seru Nada dengan riang.
" Lets go."Seru Nia lagi.
Nia dan Nada duduk di kursi depan, sedangkan Sultan di pangku pengasuhnya duduk di kursi belakang.
Setelah menempuh perjalanan 20 menit, mobil yang di kendarai Nia sudah sampai di rumah Rindi.
" Aunty, nama baby Girlnya siapa?." Tanya Nada sangat penasaran ingin tahu nama anak Rindi dan Vito.
" Emm.. Siapa ya? Masih rahasia."Jawab Rindi sengaja membuat Nada penasaran.
" Ah Aunty Rindi tidak asik."Seru Nada sudah mengerucutkan bibirnya dan cemberut.
__ADS_1
" Loh kok cemberut ? Maaf deh, Aunty Rindi kan cuma bercanda. Nama baby girlya, Vindi Cantika Putri. Dan panggilannya Vindi, Bagaimana? Bagus tidak ?." Tanya Rindi.
Vindi diambil dari nama Vito Rindi, sehingga siapapun yang memanggil Vindi akan mengingatkan cinta Vito dan Rindi. Nada terlihat mengangguk dan sudah tersenyum lagi saat Rindi sudah memberitahu nama anaknya. Nada sibuk mengajak Baby Vindi bicara, padahal bisa bicara saja tidak.
" Nia, Sultan tidurkan saja disini. Kasihan itu kalau di pangku terus."Ucap Rindi.
" Iya Rind."Jawab Nia dengan singkat.
Nia pun meminta pengasuh Sultan untuk menidurkan Sultan diatas kasur. Sementara Sultan yang sudah tidur dan Nada bersama pengasuh Sultan sibuk dengan Baby Vindi. Rindi dan Nia juga tidak mau kalah sibuk, seperti biasa jiwa emak-emak pasti selalu ingin berghibah. Biarpun berghibah tapi tidak merugikan orang lain dan tidak membicarakan hal yang buruk.
" Mbak Nur sudah tidak kerja sama kamu lagi ya, Nia?." Tanya Rindi yang memang beberapa bulan terakhir tidak melihat mbak Nur pengasuhnya Nada.
" Oh mbak Nur memang sudah tidak kerja sama aku lagi, Rin. Dua bulan yang lalu mbak Nur pamit baik-baik, jika dia sudah mau menikah dan akan ikut suaminya pindah ke tempat tugasnya. Suambinya seorang abdi negara Rin, makanya mbak Nur ikut suaminya pindah. Sayangnya kami tidak bisa datang saat mbak Nur menikah, karena kesibukan suamiku yang over banget."Ucap Nia menjelaskan.
" Pantas saja, aku sudah tidak melihat mbak Nur lagi ternyata dia sudah berhenti dan menikah. Semoga bahagia untuk mbak Nur."Ucap Rindi dengan penuh harap.
Drrett Drreett Dreett
Saat asik berbincang, tiba-tiba ponsel Nia berdering. Dari nada deringnya itu panggilan dari David.
[ Hallo. Assalamualaikum Hubby ] Sapa Nia dengan lembut.
[ Waalaikumsalam, sayang kamu ada dimana? Apa masih dirumah Rindi? Sekarang kamu langsung kerumah sakit saja ya Sayang. Tinggalkan anak-anak disana, nanti biar sopir yang menjemputnya.] Ucap David membuat Nia kaget.
Apa yang sebenarnya tetjadi, dan kenapa suaminya meminta untuk datang kerumah sakit.
[ Ada apa Hubby? Apa yang terjadi? Kamu tidak apa-apakan?]
[ Aku tidak apa-apa sayang, ini Ayah Baskoro masuk rumah sakit. Dan katanya dia terus memanggil-manggil nama mu, polisi baru saja mengabariku.]
[ Rumah sakit mana?]
[ Rumah sakit BYKR dekat rumah tahanan. Aku juga mau langsung kesana.]
[ Iya Hubby aku kesana sekarang.]
***********
__ADS_1