
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sudah 2 hari Nia diluar kota untuk ikut seminar, David sama sekali tidak membalas pesan Nia dan tidak mau mengangkat sambungan telepon dari Nia. Nia mencoba menghubungi Rendi assisten sang suaminya, tetapi Nia hanya mendapat balasan jika David sedang sibuk.
"Dokter Nia apa ada yang sedang difikirkan? Kok kelihatannya gelisah begitu?."Tanya Dikter Hanum teman dokter satu rumah sakit dengan Nia.
Nia hanya menggeleng sembari mengulas senyum, dia tidak mungkin memberitahu jika sedang memikirkan suaminya. Sedangkan dirumah sakit hanya dokter Irawan dan Kesa saja yang tahu Nia sudah menikah.
"Tidak kok Kak. Hanya keingat orang tua saja, Kak Hanum sudah makan siang?." Tanya Nia mengalihkan pembicaraan.
"Ini lagi mau makan siang, kita turun ke restoran bawah yuk untuk makan siang. Yang lain pasti sudah disana, kita harus cepat. Soalnya jam 2 kita ada pembahasan lagi."Ucap Hanum dengan senyum mengembang.
"Iya Kak. Hampir saja lupa, ya sudah yuk kita kebawah."Seru Nia.
Nia dengan Hanum, bersama-sama turun kelantai dasar hotel untuk makan siang. Dilantai dasar ada restoran yang biasa dijadikan tempat nongkrong para pengunjung hotel.
Sementara itu saat ini David sudah pulang dari luar kota, dia memilih pulang cepat sebab pekerjaannya bisa di handel oleh perusahaan cabangnya sendiri. David langsung pulang kerumah pribadinya dan hanya disambut oleh bik Jum. Sebab Nada juga ada dirumah Omanya bersama mbak Nur.
"Loh kok tuan David sudah pulang?."Seru mbok Jum dengan heran.
"Iya."Jawab David dengan singkat.
David naik ke lantai dua menuju kamarnya, disana dia merebahkan tubuhnya yang sangat lelah. David merogoh kantong celananya dan mengambil ponsel serta membaca pesan-pesan yang dikirim Nia.
[ Hubby keluar kota kok tidak kasih tahu aku?.]
[Hubby sudah sampai ya? Aku juga baru sampai 10 menit yang lalu nih.]
[Kok pesan ku cuma dibaca saja? Telepon juga tidak dibales.]
[ Aku salah apa? Kamu mendiamkan ku seperti ini, Hubby?]
Dan masih banyak lagi pesan yang dikirimkan oleh Nia, namun satupun tidak ada yang dibalas oleh David. David meletakkan ponsel di samping bantalnya. Dia memandang kelangit-langit kamarnya sembari memikirkan istrinya.
__ADS_1
"Nia ? Heeemmmm aku memang jatuh cinta dengannya, makanya aku juga mau menikah dengannya. Sepertinya aku harus membicarakan masalah ini dengan Nia, aku tidak mau berlarut-larut dengan rasa kesalku ini. Aku akui, dari sekian wanita diluaran sana hanya Nia yang bisa membuat aku jatuh cinta."Ucap David bermonolog sendiri.
Tubuh David sangat lelah dan diapun tertidur dengan masih memakai sepatu dan kemeja kerjanya. Saat David tertidur ponselnya terus berdering, ada panggilan masuk dari Nia. Namun sudah berulang kali berdering David tak kunjung juga mengangkat teleponnya.
Hari berganti malam, David terbangun saat mendengar Adzan maghrib. David langsung bangun dan mandi, selesai mandi dia melaksanakan sholat maghrib sendirian. Setelah menikah dengan Nia, David memang sudah mulai rajin sholat lagi.
Tok Tok Tok
Mbok Jum datang kekamar David, memberitahu jika makan malam sudah siap. David membuka pintu dan dia mendapati mbok Jum berdiri didepan pintu kamarnya.
" Makan malamnya sudah siap, Tuan."Seru mbok Jum memanggil David.
"Heeemm bawakan saja makan malam ku kekamar. Jangan sekalian kopi untuk ku."Jawab David dengan nada bicara terkesan cuek dan dingin.
"Baik Tuan."Seru mbok Jum sembari menganggukkan kepalanya.
Mbok Jum pun langsung menuruni anak tangga dan berlalu menuju meja makan untuk mengambilkan makan malam sang majikan.
"Mana tuan David, mbok?." Tanya Hilman sopir pribadi David.
"Tuan tidak mau turun, Man. Dia mintak dibawakan makan kekamarnya. Mungkin saja tuan capek ya, Man."Seru mbok Jum beranggapan jika David masih lelah.
"Ternyata orang kaya itu juga punya banyak masalah ya, Man. Mbok kira tuh kalau sudah kaya dan banyak uang sudah tidak lagi punya masalah. Tidak seperti kita yang orang miskin begini. Ya sudah saya mau mengantar makanan sama kopi tuan David dulu. Kamu kalau mau makan, ya makan saja. Bawa sebagian makanan kedepan, kasih sama Ujang juga."Ucap mbok Jum.
Mbok Jum menaiki anak tangga lagi untuk menuju kamar David untuk mengantarkan makan malam David.
"Makanannya saya letakkan diatas meja, Tuan."Ucap mbok Jum dengan sopan.
"Hemmmm."Jawab David sambil berdehem.
*Huuh kok Tuan David mengerikan begitu sih, dinginnya mulai terlihat lahi. Hemm, apa karena Non Nia tidak ada dirumah?.*Gumam mbok Jum dalam hatinya.
**********
Nia pulang dari luar kota langsung menuju ke rumah mertuanya, untuk menjemput Nada. Sebab Nia, sampai di bandara sudah sore dan Pak sopir juga hendak menjemput Nada. Sehingga dia memutuskan untuk sekalian ke rumah mertuanya ikut menjemput Nada.
"Pak maman selama saya diluar kota, Nada dirumah mama terus kan?."Tanya Nia.
"Iya Non. Kemarin sebenarnya saya jemput pulang, sebab Tuan sudah pulang dari kemarin lusa tetapi Nom Nada tidak mau. Alasannya karena non Nia tidak ada?." Jawab pak Maman.
__ADS_1
Haaahhh ?
David sudah pulang ? Nia kaget saat Pak Maman mengatakan jika David sudah pulang dari kemarin lusa. Sebab sampai saat ini juga David belum membalas pesan dari Nia. Bahkan menghubunginya lebih dulu pun tidak ada, Nia semakin yakin jika David memang sedang marah dengan dirinya. Tetapi dia bingung salah apa yang dilakukan oleh dirinya.
*Kenapa David tidak memberitahuku jika dia sudah pulang. Katanya dia seminggu diluar kota? Ya Allah sebenarnya apa salahku dan apa yang terjadi dengan suamiku sampai dia mendiamkan aku begini. Apa aku salah langkah, salah memutuskan menikah dengan David tanpa aku mengenalnya lebih dalam lagi. Apakah aku akan gagal menjalani pernikahan ini?*Gumam Nia dalam hatinya.
Mobil yang dikendarai Pak Maman sudah sampai di depan gerbang rumah utama. Pak satpam segera membukakan pintu gerbang agar mobil Pak Maman bisa segera masuk.
" Mama."Seru Nada dengan senang saat melihat Nia turun dari mobil.
Nada langsung berlari menghampiri Nia dan memeluknya serta mencium Nia. Tidak lupa Nada juga meminta gendong oleh Nia, Nia yang memang sudah sangat merindukan Nada langsung saja memeluk, mencium serta menggendongnya.
" Sayang apa kabar? Maaf ya mama baru pulang?."Seru Nia sembari mengusap pipi Nada dengan lembut.
" Iya mama, tidak apa-apa. Mamakan kerja sebagai dokter, nanti kalau besar Nada juga mau jadi dokter."Jawab Nada sembari mengalungkan tangannya di leher Nia.
" Nada turun dong, kasihan mama loh. Mama baru pulang pasti capek, turun dong biar mama masuk dulu. Biar mama minum dan makan dulu."Ucap Karmila dengan lembut sembari berjalan menghampiri Nia dan Nada.
Nia menghampiri mertuanya lalu mencium tangan mertuanya dengan sopan.
" Maaf ma, sepertinya Nia mau langsung pulang saja. Soalnya ini sudah sore dan sebentar lagi pasti Papanya Nada akan pulang."Ucap Nia menolak secara halus tawaran dari mama mertuanya.
" Oh ya sudah. Kalau begitu nanti pas libur kita makan malam bersama ya."Ucap Karmila.
"Iya ma."Jawan Nia dengan sopan sembari mengulas senyum manisnya.
Mbak Nur sudah siap dengan barang-barang Nada dan memasukannya kemobil. Setelah berpamitan dengan mertuanya, Nia juga langsung masuk mobil. Pak Maman dengan segera melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah yang mewah dan megah itu.
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Nada terus bercerita tentang hari-harinya disekolah. Nia menanggapinya dengan antusius, dia sangat senang melihat tingkah polos dan menggemaskan Nada saat bercerita.
Mobil yang dikendarai pak Maman sudah sampai didepan rumah, bertepatan dengan David yang juga baru saja pulang. David turun dari mobil lalu melirik kearah Nia, Nia menghampiri David.
"Baru pulang kamu?." Seru David dengan ketus.
Deggghhh
Nia langsung terhenyak dengan pertanyaan David yang ketus dan dingin. Padahal dia menghampiri David ingin mencium tangannya, namun David dengan cepat masuk kerumah.
**********
__ADS_1