Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Gambar dari Nada


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Loh mama , Bella kalian ada disini?" Tanya Vito yang melihat keberadaan Bella dan Mamanya.


Vito baru saja selesai menemani David meeting dengan salah satu klien dari luar negeri, sebagai manajer keuangan Vito dilibatkan dalam meeting ini. Sebab kerjasama yang akan terjalin ini berhubungan dengan pekerjaan Vito.


Bella sangat senang bisa bertemu Vito di restoran itu, sebenarnya Bella memang tadi ingin menghubungi Vito untuk makan siang bersama mereka. Tanpa diduga ternyata Vito juga ada di restoran tempat dia akan makan siang bersama Hesti.


" Vito kamu habis meeting?." Tanya Hesti sambil melirik ke arah tas kerja yang dibawa Vito.


" Oh iya Ma, ini tadi Vito habis ikut meeting bersama Tuan David juga. Ada proyek kerjasama baru yang harus Vito ikut tangani, jadi tuan David tadi mengajak Vito. Ini baru saja selesai dan Tuan David juga baru keluar dari restoran." Ucap Vito menjelaskan.


" Yaahh jadi kita tidak bisa makan siang bersama dong sayang ? Padahal aku sangat ingin makan siang bersama kamu." Ucap Bella dengan nada manjanya.


Vito hanya melirik sekilas ke arah Bella, sebenarnya sampai detik ini Vito belum bisa melupakan Nia. Rasa cintanya untuk Nia masih terukir dalam hatinya. Dia menerima pertunangan dengan Bella hanya untuk pelarian saja, sedikitun Vito tidak ada rasa untuk Bella.


" Iya Vito apa kamu tidak mau makan siang bersama mama dan Bella? Kebetulan mama sama Bella belum makan siang." Ucap Hesti mencoba mengajak Vito untuk makan siang bersama.


" Maaf Ma, Bel. Vito tadi sudah makan siang bersama Tuan David dan klien, sekarang Vito harus kembali ke kantor. Karena sebentar lagi jam istirahat juga sudah mau habis." Ucap Vito sambil melirik jam tangan nya.


" Ya sudah kalau begitu nanti malam saja kita makan malam bersama. Bagaimana kamu bisa kan ? "Tanya Bella sambil melingkarkan tangannya di lengan Vito


Vito sendiri terlihat risih dengan perlakuan Bella , apalagi saat ini Restoran sedang ramai pengunjung. Vito benar - benar tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Bella.


" Aku tidak bisa janji Bella. Siapa tahu malam ini aku tidak bisa pulang cepat. Rencananya sih memang aku mau lembur tapi aku usahakan pulang sebelum jam makan malam." Ucap Vito sedikit mengulas senyum tipisnya untuk Bella.

__ADS_1


" Baiklah. " Jawab Bella dengan cemberut.


Setelah berpamitan Vito segera keluar dari Restoran, banyak pekerjaan yang sudah mensntinya saat tiba di kantor. Kali ini Vito sangat senang bisa dilibatkan dalam proyek kerja sama besar yang saat ini sedang dijalani oleh Perusahaan tempatnya bekerja.


Sepanjang perjalanan menuju perusahaan, Vito teringat dengan Nia. Sudah seminggu lebih dia tidak bertemu dengan Nia. Bahkan tidak berkomunikasi, Vito memang sengaja memblokir nomor Nia. Sebenarnya dalam hatinya masih tersimpan rasa cinta untuk Nia. Namun kejadian di hotel waktu itu sudah membutakan mata hati Vito. Sehingga Vito tidak mau lagi mempercayainya, meskipun masih mempunyai rasa cinta yang utuh.


" Apa kabar dengan Nia ya? Apa dia juga merindukanku seperti aku saat ini nerindukan dia? Ahhh tapi tidak mungkin buktinya saja Nia tidak pernah mencari keberadaanku. Pasti saat ini juga dia lagi bersenang-senang dengan teman prianya. Ternyata menjadi dokter hanya sebagai kedoknya saja." Ucap Vito bermonolog pada dirinya sendiri.


* Apa pilihanku menerima Bella sebagai pengganti Nia itu sudah benar? Bahkan seminggu lagi aku dan Bella akan melaksanakan pertunangan. Jujur aku masih sangat mencintai Nia tapi aku juga tidak mau mendapatkan bekas orang lain. Pasti sudah banyak pria yang menikmati tubuh Nia.* Gumam Vito dalam batinnya.


Aaarrrggghhh...


Vito memukul setir mobilnya sambil berteriak, dia masih belum terima dengan penghianatan dan kebohongan yang dilakukan oleh Nia. Selama ini Vito sudah sangat percaya kepada Nia, tetapi justru Nia hanya membohongi Vito. Padahal semua apa yang sudah Vito tuduhkan kepada Nia itu tidaklah benar, semua itu hanya rekayasa Mamanya dan Bella saja.


Mobil Vito sudah sampai di parkiran Perusahaan, sebelum turun dari mobil, Vito lebih dulu menetralkan perasaan dan amarahnya. Tidak mau rasa emosi dan amarah mengganggu pekerjaannya.


*********


Selesai dengan prakteknya, Nia makan siang lalu sholat. Selesai sholat Nia menghampiri Nada di kamar rawatnya. Padahal bocah kecil itu tidak sedang sakit tetapi David tetap ingin Nada dalam pengawasan dokter. Dokterpun hanya mengikuti apa perintah dari sang pemilik rumah sakit saja.


" Mama Nia sudah datang ? Asiikk.. Aku sudah makan ma tadi makan sama sup dan ayam goreng." Jawab Nada dengan penuh binar bahagia.


" Wahh anak pintar. Makannya habis tidak?" Tanya Nia lagi.


" Habis dong Ma. Kata aunti Miska kalau makan itu harus dihabiskan, tidak boleh buang - buang makanan. " Ucap Nada lagi sembari melirik sang Aunti yang sedang duduk disampingnya.


Nia tersenyum juga kearah Miska, dia bangga dengan pola didik Miska. Meskipun masih terbilang remaja , pola asuh Miska patut diacungi jempol.


" Kak Nia aku titip Nada dulu ya, aku mau ke mushola untuk sholat Dzuhur dulu. Kak Nia sudah sholat belum?" Tanya Miska.


" Sudah tadi setelah makan siang aku sudah sholat terus aku kesini. Ya sudah sana kamu sholat saja dulu biar Nada sama saya." Jawab Nia dengan ramah.

__ADS_1


Miska bangkit lalu berjalan keluar menuju Mushola rumah sakit. Sebenarnya bisa Miska sholat diruangan itu , tetapi dia juga ingin ke minimarket dekat rumah sakit untuk membeli makanan ringan. Miska memang senang mengemil sehingga sehari saja dia tidak ngemil, mulutnya terasa gatal.


" Kenapa kamu ada disini Miska ?" Tanya David yang tiba - tiba mengagetkan Miska.


" Kak David ! Bikin kaget saja ! Aku mau ke mushola terus mau ke minimarket beli cemilan. Kakak ini kenapa sih datang - datang langsung bikin kaget saja." Seru Miska dengan kesal.


" Kalau kamu disini Nada sama siapa?" Tanya David balik tidak memperdulikan raut wajah adiknya yang sudah seprti kain yang di tekuk-tekuk.


" Nada sama Kak Nia. Sudahlah aku mau ke mushola, kak David sudah sholat?" Tanya Miska.


David tidak menjawab pertanyaan dari Miska, justru dia berjalan menjauhi Miska. Sepertinya David memang sengaja tidak menjawab pertanyaan dari Miska. Miska hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sang kakaknya sendiri.


Sementara itu David kini sudah berada didepan pintu kamar Nada, dari balik pintu dia bisa mendengar tawa riang Nada dan Nia. Semenjak kematian Hera, baru kali ini David melihat dan mendengar tawa riang anaknya, bahkan Nada bisa tertawa dengan lepas seperti itu. David membuka sedikit pintu kamar rawat Nada dan mihat Nia dan Nada sedang bercanda diatas karpet tebal yang sengaja dipasang dilantai kamar.


* Kenapa dengan wanita itu Nada bisa tertawa sangat lepas begitu ? Sedangkan denganku Nada tidak pernah seceria itu. Hemm.. Sepertinya wanita itu berhasil mendekati Nada, kamu pintar sekali wanita licik.* Gumam Dabid dalam batinnya.


Eeheemm Ehheemmm


David sengaja berdehem sembari masuk kekamar Nada. Seketika itu tawa Nia langsung berhenti dan mood nya tiba - tiba tidak baik.


Sedangkan Nada bangkit dan langsung menghampiri papanya. Dengan penuh rasa gembiranya Nada menunjukan gambar yang baru saja dia buat. Dikertas putih itu Nada menggambar dirinya dan dikanan dan kirinya ada papa dan mamanya.


Yang membuat David memicingkan matanya, karena dalam gambar Nada itu ternyata tertulis nama Mama Nia.


* Ini apa - apaan ? Kenapa wanita itu yang digambar sama Nada ? Wanita itu semakin tidak tahu diri, bisa -bisanya dia menyuruh Nada menggambar dirinya. Seharusnyakan nama yang tertulis disini nama Hera, ibu kandung Nada.* Gumam David dalam batinnya.


" Loh kenapa nama mamanya bukan mama Hera, sayang?" Tanya David mencoba protes.


" Mama Herakan sudah di surga Pa. Jadi sekarang yang Nada gambar ya Mama Nia. Mama Nia jugakan mamanya Nada." Jawab Nada dengan polosnya.


Haaahhh....

__ADS_1


David hanya bisa diam sembari mengumpat Nia dalam batinnya. David tetap menyalahkan Nia , dia tetap beranggapan jika Nia yang sudah mengajarkan Nada bicara seperti itu.


***********


__ADS_2