Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Kedatangan tante Diana


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Mama kok tidak kasih kabar dulu sih kalau tante Diana mau datang?." Seru David yang saat ini sudah menjauh dari keluarga yang lainnya.


David memang kurang suka dengan adik dari mamanya, sebab menurut David tantenya itu selalu bicara ketus dan tidak punya perasaan. Terlebih suka menghina orang yang menurutnya tidak selevel dengan nya.


Padahal David juga sombong dan angkuh ya? Tapi biarpun sombong, angkuh dan arogan. David ada sisi baiknya, bisa dibilang dia itu tegas.


"Kamu ini kenapa sih sepertinya tidak suka dengan tante Diana? Dia itu adik mama loh, David?."Tanya Karmila heran.


"Bukan tidak suka ma, David hanya tidak mau mendengar kata-kata tante Diana yang selalu saja menghina. Mama tahu kan David dari dulu memang tidak cocok dengan tante Diana." Deru David ketus lalu pergi meninggalkan mamanya.


David tidak mau tante Diana menghina Nia dan menyakiti perasaan Nia. Adik mamanya itu akan baik saat butuh sesuatu saja, jika butuh bantuan uang pasti selalu datang dan baik-baik bersikapnya. David sudah hafal betul bagaimana sifat tantenya dan suami tantenya itu.


"Kak mana menantu kamu? Mertua dan saudara datang kok tidak disambut, malam diam saja dikamar?."Tanya tante Diana dengan ketus mulai membuat suasana tidak baik.


"Nia lagi sholat. Dia memang tidak tahu kok kalau kita mau datang, makany dia tidak menyambut kita."Jawab Karmila jujur.


Memang Nia tidak tahu jika mereka semua mau datang, Nia memang tidak tahu dari mulut mama mertuanya. Tetapi dia tahu dari mulut bik Jum. Saat Nia mengkonfirmasikan kepada David, justru David bilang jika pura-pura saja tidak tahu jika mereka akan datang. Nia merasa tidak enak dengan mertuanya, namun dia tetap mengikuti apa yang dikatakan suaminya.


"Memang kak Mila tidak memberitahu istrinya David kalau kita mau datang kesini?."Tanya Diana dengan heran.


"Tidak. Karena aku mau memberitahu kepada menantuku."Jawab mamanya David semnari tersenyum.


Diana hanya melongos lalu kembali memainkan ponselnya, sedangkan Kelly sedang sibuk dengan mek up nya yang sudah tebal. Biarpun sudah tebal tetap saja dipoles sana-sini sehingga membuat semakin tebal. Miska saja sampai bergerdik ngeri melihat mek up tebal diwajah Kelly.


Pandangan mereka beralih kearah tangga semua, dimana disana ada David dan Nia yang menuruni anak tangga dengan tangan saling bergandengan. Kelly melihat itu semua hanya bisa mendengus dengan kesal. Gadis yang umurnuya 3 tahun lebih tua dari Miska itu memang menyukai David, dan berambisi ingin memiliki David seutuhnya.


"Oh ini dia istrinya David? Sudah tahu saudara dan mertua datang bukannya disambut malah dikamar saja."Seru Diana belum apa-apa sudah berucap seenaknya.


"Maaf tante, tadi saya sedang sholat. Emm saya juga tidak tahu kalau tante dan mama mau pada datang."Jawab Nia masih dengan senyum ramahnya.


"Halaah kamu pasti pura-pura dan hanya cari alasan saja. Bilang saja kalau kamu memang tidak suka didatangi saudara."Seru Diana masih saja menganggap apa yang dia katakan paling benar.


"Kalau tante Diana datang kesini untuk cari ribut, lebih baik tante pulang dan jangan pernah datang kerumahku lagi !."Seru David penuh penekanan.


Semua yang ada diruang keluarga langsung diam, begitupun dengan tante Diana. Dia tidak lagi banyak bicara namun mulutnya hanya bersungut-sungut saja. Nia mengusap lengan suaminya agar tidak terbawa emosi.


"Lebih baik kita makan malam dulu saja, nanti dilanjut lagi ngobrolnya."Seru Nia mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


Mama mertua Nia mengangguk, lalu mengajak semuanya untuk makan malam. Tidak menunggu lama, mereka semua sudah berkumpul di ruang makan. Nia, David dan Nada duduk bersebelahan. Nia mengambilkan makan untuk suaminya terlebih dahulu, baru Nada lalu dirinya.


"Siapa ini yang masak? Kamu?." Tanya Diana memandang sinis kearah Nia.


"Bukan tante. Semua yang memasak bik Jum dibantu dengan yang lainnya."Jawan Nia dengan jujur. Memang menu makan malam kali ini semua dimasak oleh bik Jum. Sebab bik Jum tidak memperbolehkan Nia membantunya.


"Jadi istri itu harus bisa merawat suami. Manjakan juga lidahnya, jangan malas memasak. Kamu seharusnya beruntung bisa dinikahi oleh David. Jangan sampai menikah karena mau mengeruk hartanya saja.


Braakkkkk


Dengan geram David menggebrak meja makan cukup kuat sehingga menimbulkan suara yang nyaring. Baru juga dia mau mulai makan malam, mulut tantenya sudah tidak bisa di diamkan lagi.


"Lebih baik tante pulang saja, disini kita ini mau makan malam dan bukan untuk mendengarkan ocehan tante, Diana. Memangnya tante siapa berani bicara seperti itu dengan istriku? Mama dan papaku saja dia tidak pernah mau memprotes ataupun bicara seperti itu kepada, Nia. Setiap kali tante Diana dan Om Haris datang pasti ada saja yang bikin ribut."Seru David dengan kesal.


Nia mencoba menenangkan suaminya dengan cara mengusap punggungnya dan memintanya duduk kembali. Baru kali ini Nia ada diposisi yang sulit, sebenarnya dia ingin sekali membantah perkataan dari sang tante itu. Namun dia tidak mau membuat suasana semakin panas dan berujung kemarahan David tidak bisa ditahan lagi.


"David, kendalikan emosimu."Seru pak Widjaya mulai buka suara.


"Diana, lebih baik makan saja makananmu dan jangan banyak bicara. "Seru Pak Widjaya dengan tegas.


"Kak David jangan galak-galak dong sama mama, aku jadi sedih loh."Seru Kelly bicara dengan suara manjanya.


*Idihhh ini si muka tebal mulai cari perhatian. Kak David tidak bakal mau melirik kamu, sudah dewasa juga manjanya minta ampun.*Gumam Miska dalam hatinya.


Sedangkan Haris sedari tadi hanya diam saja, dia sangat kesal dengan Istrinya. Padahal mereka datang kerumah David ada keperluan yang sangat penting. Tetapi justru istrinya sudah membuat David marah, dengan begitu urusan pasti akan semaki susah dan sulit.


"Iya pa."Jawab Diana pelan.


David hanya memandang sinis kearah om dan tantenya yang bicara dengan bisik-bisik.


"Makan lagi Hubby."Seru Nia dengan lembut.


"Iya sayang, terima kasih."Jawab David tersenyum kearah Nia.


Suasana meja makan kembali tenang, tidak ada lagi keributan yang diciptakan oleh Diana. Kini yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan piring yang sedang beradu. Setelah 15 menit mereka semua sudah selesai makan dan berkumpul kembali di ruang keluarga. Nia masih sibuk membuatkan minuman untuk mereka dibantu oleh Miska. Bik Jum dan Ani sedang membereskan peralatan makan, mbak Nur menemani Nada dikamarnya.


"Kak, jangan kaget ya dengan mulut embernya tante Diana. Tante Diana, om Haris dan Kelly itu paket komplit. Kalau bicara suka seenaknya tanpa peduli orang yang diajak bicara tersinggung atau tidak."Ucap Miska sembari mengaduk teh yang dibuat Nia.


"Iya Mis, kakak tidak akan mengambil hati ataupun tersinggung dengan perkataan tante Diana. Kalau boleh tahu, mereka itu usaha apa sih? Sepertinya juga pengusaha ya?." Tanya Nia ingin tahu soal pekerjaan keluarga tante nya.


"Mereka itu sebenarnya...Emm maaf bukan mau menghina ya kak. Mereka juga orang miskin, yang dulu hidupnya saja bergantung sama papa dan mama. Tetapi semenjak perusahaan di pegang Kak David, mereka sudah tidak bisa lagi seenaknya meminta uang. Kak David hanya memberikan modal usaha untuk mereka. Dan yang aku tahu mereka punya usaha jual beli mobil dan motor bekas gitu. Tapi masih berjalan atau tidak ya mana saya tahu, lihat saja mereka datang itu pasti ada maunya. Yang pasti soal uang yang membuat mereka datang kesini."Seru Miska seakan sudah hafal dengan kelakuan keluarga tantenya.


Nia hanya mengangguk paham saja, setelah itu Nia dan Miska membawa minuman serta cemilan keruang keluarga. Dengan pelan dan sopan Nia meletakkan teh itu satu persatu di hadapan para tamu dan mertuanya. Setelah urusan teh selesai, Nia dan Miska ikut duduk bergabung dengan mereka semua.


"Ngapain kamu iku duduk? Inikan ada pembicaraan keluarga, ada hal serius yang ingin aku bicarakan. Jadi kamu jangan ikut gabung dong, Nia. Kamu tidak akan pernah paham apa yang kami bahas. "Seru Diana dengan tidak tahu malunya bicara seperti itu.

__ADS_1


"Dia istriku ! Dan ini juga rumah istriku ! Jadi dia berhak ada disini? Jika ada yang ingin tante katakan, silahkan bicara. Karena aku ini capek, ingin segera istirahat. Satu lagi, tante jangan menghina ataupun merendahkan istriku. Istriku memang bukan dari keluarga kaya, tetapi dia itu terhormat. Dia punya pekerjaan yang pasti dia punya kepribadian yang baik. Jika ingin menghina istriku, kalian berkacalah lebih dulu. Lihat anak kalian, sudah dewasa masih saja manja dan jadi pengangguran!." Sentak David dengan kesal.


" Kamu ini kenapa sih, David. Sedari tadi kamu marah-marah terus sama tante. Memangnya Tante ini salah apa sama kamu? Tante bicara juga sesuai faktakan, jika istri kamu itu hanya kalangan bawah yang tidak selevel dengan keluarga kita. Ini pasti karena kamu sudah terhasut dengan istri kamu, makanya kamu marah-marah tidak jelas."Ucap Diana sama sekali tidak menyadari kesalahannya.


Karmila dan Pak Widjaya juga sudah dibuat geram dengan mulut adiknya, Diana. Jika bukan adiknya dan ada hubungan darah, sudah dari dulu Karmila tidak akan peduli dengan Diana. Diana sama sekali tidak tahu terimakasih, dikasih hati justru semakin meminta lebih.


"Diana ! Kamu berani menghina menantuku, biarpun menantuku berasal dari keluarga tidak mampu. Setidaknya dia tidak pernah menyusahkan orang lain, dia kuliah mendapatkan beasiswa full. Sekarang seorang dokter muda yang sukses, lah kamu dan keluarga kamu sendiri saja dari dulu sering menyusahkan kami. Begitu kok menghina menantuku."Seru Karmila pasang badan untuk membela menantunya.


"Kak, kenapa kakak malah memarahiku sih."Seru Diana heran dengan sikap kakaknya.


"Ma, Pa. David dan Nia mau kekamar dulu."Seru David bangkit dan menggandeng tangan Nia.


David malas menanggapi perkataan tantenya, dia lebih memilih pergi dari sana dan ikut serta membawa Nia. Dari dulu tantenya itu memang selalu ikut campur dengab urusannya, apalagi rumah tangganya. Dulu saat sama Hera juga dia selalu menghina Hera. Sekarang saat sama Nia pun sama saja.


*Aku tahu maksud tante Diana tidak menyukai semua pasangan ku, itu karena dia ingin menjodohkan aku dengan Kelly. Hehh sampai kapanpun aku tidak akan mau menikah dengan sepupuku sendiri meskipun itu saudara dari mama. Tante Diana tidak bisa dibiarkan, dia akan semakin jadi jika aku tidak bertindak.*Gumam David sembari menggandeng tangan Nia menaiki anak tangga.


"Hubby, apa tidak apa-apa kita masuk kamar sedangkan diluar masih ada papa dan mama serta keluarga tante Diana? Bahkan tadi aku juga belum sempat berkenalan secara langsung dengan mereka."Ucap Nia merasa tidak enak dengan yang lainnya.


"Tidak perlu kenal sama mereka !."Jawab David dengan tegas.


*Seperti nya David sedang kesal dan marah, hemm lebih baik aku ikuti saja apa yang dia katakan.*Gumam Nia dalam batinnya.


Sedangkan diluar sana, tepatnya di ruang keluarga. Masih terlibat pembicaraan yang serius antara Diana dan kakaknya.


"Lihat kelakuan anakmu yang arogan itu kak, bisa-bisa nya dia masuk kamar saat kami belum selesai bicara." Seru Diana sambil bersungut-sungut.


"Tidak perlu banyak ini dan itu, Diana. Sebenarnya kamu ada perlu apa? Bicara saja sekarang, sebab kami juga sudah mengantuk."Seru Karmila beralasan.


"Hemm, baiklah aku lebih baik langsung bicara saja pasa intinya. Begini kak, Kelly inikan sudah lulus kuliah jadi tolong berikan dia pekerjaan di perusahaan Widjaya group. Tentunya dengan posisi yang bagus, menejer atau sekertaris gitu."Ucap Diana tidak tahu malu.


"Sudah cuma itu saja?." Tanya Karmila tidak yakin jika hanya itu saja yang ingin dikatakan oleh adiknya.


Diana terlihat tersenyum dan salah tingkah, sebenarnya ada yang lebih penting lagi selain pekerjaan untuk Kelly. Kedatangan Diana dan keluarganya juga berhubungan dengan uang, mereka berniat ingin meminjam uang 1 milyar untuk memperbesar usaha jual beli mobilnya.


"Kami ingin meminjam uang kak."Jawab Diana tanpa menyebutkan nominalnya.


"Berapa?." Tanya Karmila dengan santainya.


"Sedikit kok Kak, cuma 1 milyar saja untuk memperbesar usaha papanya Kelly."Jawab Diana sama sekali tidak tahu malu.


Karmila hanya menggelengkan kepalanya mendengar jumlah uang yang akan dipinjam oleh adiknya. Selalu berdalih pinjam, tetapi tidak pernah dikembalikan. Berapa ratus juta saja uang yang mereka pinjam sampai sekarang sepeserpun tidak ada yang dikembalikan. Untuk usaha saja David sudah membantu 200 juta secara cuma-cuma.


"Tidak ada. Soal pekerjaan nanti bicara dulu sama David karena dia yang memimpin perusahaan. Soal uang aku tidak punya, sudah malam. Kita bahas besok lagi. Kami mau menginap disini, jika kalian mau menginap silahkan tidak juga silahkan."Seru Karmila bicara dengan tegas.


Miska sudah lebih dulu pergi kekamar Nada, gadis itu memang kangen dengan sang keponakan sehingga dia lebih memilih tidur dengan keponakannya.

__ADS_1


*Sial ! Kenapa Kak Karmila jadi pelit begini sih, padahal perusahaan itukan milik suaminya. David hanya anak dan cuma menjalankan saja, seharusnya kak Karmila dan mas Widjaya bisa memutuskan pekerjaan untuk Kelly.*Gumam Diana dengan kesal.


************


__ADS_2