
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sebagai seorang ibu tentunya Leni kasihan dengan Bella. Melihat rumah tangga Bella berantakan sudah pasti Leni juga sedih. Namun Leni membuang jauh-jauh rasa kasihan dan sedih nya itu, sebab menurutnya Bella pantas mendapatkan semua itu.
Semua itu adalah hasil dari pernuatannya sendiri. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab.
"Bella pergilah dari sini, sebelum mama semakin membencimu dan tidak akan memberikan sepeserpun harta warisan untuk mu."Ucap Leni melemah kan suaranya.
"Mama benar-benar tega sama, Bella. Bella itu sangat mencintai Vito tapi kenapa mama justru menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaan, Bella."Seru Bella tetap menyalahkan mamanya.
"Berkacalah pada dirimu sendiri, Bella. Semua itu juga ulah kalian berdua!! Mama hanya membalas semua perbuatan kalian. Sebentar lagi mama akan bercerai jadi kamu bisa mudah untuk hidup dengan, Baskoro. Jadi jangan pernah menyalahkan mama terus-menerus. Rumah tangga kamu hancur? Sama, rumah tangga mama juga hancur."Ucap Leni penuh penekanan.
"Mama, apa mama tetap pada pendirian mama untuk bercerai? Apa tidak ada kesempatan kedua untuk papa, Ma? Tolong fikirkan lagi, papa tidak mau bercerai dari mama."Ucap Baskoro dengan kata-kata manisnya.
Leni tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh Baskoro. Keyakinannya sudah mantap untuk bercerai dari Baskoro. Hatinya terlalu sakit, terlebih yang menjadi selingkuhannya adalah Bella.
Baskoro memandang lemah dan penuh harap kearah Leni. Berharap Leni mau membatalkan gugatan cerainya.
"Tidak !! Tidak ada kesempatan kedua untuk pria sepertimu. Masih bagus aku tidak mempermalukan kalian dengan menyebarkan video mesum kalian. Sembilan tahun kalian menghianatiku dan membohongiku, apa belum cukup?." Seru Leni mulai terpancing emosi lagi.
Degghhhh
Baskoro dan Bella sama-sama terkejut saat Leni menyebut video mesum. Pasalnya baik Bella maupun Baskoro tidak ada yang tahu soal video itu. Bahkan Bella juga masih penasaran dengan video yang saat itu hendak mamanya tunjukan kepada, Vito.
"Maksud mama, video apa?" Tanya Baskoro sangat-sangat penasaran.
"Oh kalian tidak tahu? Baiklah akan aku kirim kepada kalian berdua."Ucap Leni menyeringai dengan sinis lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan video ke nomor Bella dan Baskoro.
Triinngg
Tringgg
__ADS_1
Video itu sudah masuk di ponsel Baskoro dan Bella hampir bersamaan. Dengan penasaran mereka berdua langsung membuka pesan video itu.
"Hahhh !! Mama ini...."Seru Bella hampir saja jantungnya copot saat mengetahui video apa yang saat ini ada di ponselnya.
"Iya, itu video aksi main ranjang kalian berdua. Dan aku masih ada video yang lainnya, dan ada juga yang berdurasi sampai 2 jam lebih. Yang aku kurimkan itu hanya berdurasi 12 menit saja sengaja mama potong, tapi cukup puas kok menontonnya."Ucap Leni langsung menyela ucapan Bella.
Baskoro semakin ketar-ketir, sebab Leni punya bukti yang akurat untuk menggugatnya cerai. Dengan bukti-bukti yang dimiliki Leni akan mempermudah proses perceraian mereka.
Bella sendiri sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia sudah kehabisan kata, dia malu sampai mamanya memviralkan video nya itu. Bella mengira jika mamanya tidak mempunyai bukti apa-apa namun ternyata dia salah.
"Pergilah dan jangan pernah datang kesini lagi."Usir Leni dengan tegas.
Tanpa dikomando, Bella dan Baskoro secara bersamaan meninggalkan ruangan kerja Leni. Terlihat wajah-wajah putus asa Bella dan Baskoro.
"Bella, bagaimana ini? Jika mama kamu menggugat cerai papa, sudah pasti hidup papa bakalan susah. Tahu sendiri kan kamu jika papa saat ini pengangguran, tabunganpun tidak banyak. Papa tidak bisa lagi memberi kamu uang, sayang."Ucap Baskoro.
Saat ini Bella dan Baskoro sudah berada di parkiran klinik kecantikan milik Leni. Baskoro sudah tidak memakai mobil lagi, sebab mobilnya sudah di tarik Leni dan mobil Baskoro sendiri masih ada si bengkel. Pasca kecelakaan nya waktu itu, mobil belum juga selesai. Beruntung sekali mobil itu masuk asuransi, sehingga biaya perbaikan tidak terlalu membingungkan Baskoro.
"Papa diam dulu lah. Bella pusing dengan urusan Bella sendiri. Semua ini juga gara-gara papa, coba kalau papa tidak melakukannya pasti kejadiaannya tidak akan seperti ini."Seru Bella kesal dan menyalahkan Baskoro.
"Sudah jangan main salah menyalahkan lagi, Bella. Kita berdua sama-sama salah dan sama-sama menikmati permainan kita. Sekarang lebih baik kita pulang, papa minta tolong antarkan ke rumah papa. Mobil papa masih ada di bengkel."Seru Baskoro berkata dengan santainya.
Baskoro mengangguk dan tetap tersenyum lalu mengambil kunci mobil yang diberikan oleh Bella. Mobil Bella meninggalkan parkiran dan melaju dengan cepat menuju rumah yang saat ini di tempati oleh Baskoro.
Sekitar 50 menit, mobil Bella yang di kendarai Baskoro sudah sampai di depan rumah Baskoro. Baskoro turun, begitupun dengan Bella. Namun, Bella tidak mau mampir, dia turun karena mau berpindah tempat mengambil alih kemudi setir.
"Sayang kamu tidak mau mampir dulu? Rumah sepi loh tidak ada siapa-siapa, apa kamu tidak kangen dengan papa?." Tanya Baskoro sambil memainkan matanya.
"Maaf pa, aku masih malas untuk berolah raga. Fikiran ku lagi tidak karuan, aku tidak ada semangat untuk melakukannya. Lebih baik sekarang aku pulang saja, aku tidak mau ada yang melihat kebersamaan kita dirumah ini. Apalagi sampai ada yang mengadu kepada, Vito. Bella ingin memperbaiki hubungan Bella dan Vito, Pa. Tolong mengertilah keadaan Bella, Bella hanya mencintai Vito."Ucap Bella mulai bicara tegas dengan Baskoro.
"Sebentar saja, Bella. Papa hanya ingin menjenguk anak papa, papa kangen dengan nya."Ucap Baskoro merayu Bella.
"Aku berharap anak ini darah daging Vito, meskipun kemungkinan sangat kecil. Jika anak ini darah daging Vito, sudah pasti dia tidak akan menceraikanku. Setidaknya dia mau bertanggung jawab dengan anak ini. Sudahlah pa, aku mau pulang. Nanti kapan-kapan kalau aku mau aku akan datang kesini."Seru Bella segera masuk ke mobilnya sebelum Baskoro terus memaksanya.
Baskoro tidak bisa memaksa Bella lagi, dia pun membiarkan Bella pergi begitu saja. Dia hafal betul watak Bella, semakin di paksa dia akan semakin membenci dan berontak dan hal itu yang akan membuat Bella menjauh dari Baskoro.
"Bella, kamu memang anak angkat ku. Tapi aku sangat mencintai kamu. Sebenarnya cintaku untuk mamamu sudah luntur semenjak kita sering bersama. Aku mendapatkan apa yang aku mau darimu dan kamu juga yang bisa membuat aku merasa seperti anak muda lagi. Jika dengan mu, jiwa mudaku kembali dan bangkit lagi."Ucap Baskoro sembari menatap kepergian mobil Bella.
__ADS_1
"Karti ! Hemm sepertinya aku akan mendekatinya, dan memanfaatkan uang nya. Aku tahu Karti saat ini sudah banyak uang, dengan begitu aku bisa menumpang hidup dengan Karti. Hahahaaaa."Seru Baskoro bermonolog sendiri lalu tertawa seperti orang yang sudah tidak waras lagi.
*******
Saat sedang berada di parkiran rumah sakit, Nia melihat Miska yang juga akan pulang. Nia berniat menghampiri Miska untuk di ajak pulang bareng karena Miska memang tidak membawa mobil. Kebetulan hari ini Nia memang pulang lebih lambat sehingga bisa bareng dengan Miska.
"Itu Miska, lebih baik aku ajak pulang bareng saja. Biar dia sekalian menginap di rumah, sudah lama juga dia tidak menginap dirumah."Ucap Nia lalu menghidupkan mesin mobilnya hendak menghampiri Miska yang sedang berdiri tidak jauh dari parkiran.
Namun baru juga Nia ingin melajukan mobilnya mendekati Miska. Tiba-tiba ada mobil yang datang menghampiri Miska dan Miska langsung membuka pintu tepat di samping kemudi setir.
"Apa itu taksi online? Tapi mana ada taksi online mewah seperti itu? Tapi sepertinya mobil itu tidak asing dan aku sering melihat mobil itu? Tapi siapa ya?." Ucap Nia pada dirinya sendiri.
Nia terus berfikir dan mencoba mengingat-ingat mobil yang tadi menjemput Miska. Dan pada akhirnya Nia pun ingat siapa pemilik mobil itu.
"Itu kan mobil nya, Rendi? Iya itu mobil Rendi yang sering dia bawa kerumah. Hemm ternyata Miska dan Rendi ada main, kira-kira suamiku tahu tidak ya? Tumben Rendi bisa pulang sore, biasanya dia banyak kerjaan tambahan."Seru Nia dengan heran.
Tidak mau berlama-lama di parkiran, Nia pun melajukan mobilnya. Jika Miska tidak membuka pembicaraan tentang Rendi, Nia pun tidak akan menanyakannya secara langsung. Nia tidak mau ikut campur dengan urusan Miska dan Rendi.
"Mungkin Miska dan Rendi memang sedang menjalin hubungan dan mereka sengaja merahasiakannya. Lebih baik aku pura-pura tidak tahu saja, mungkin mereka belum mau mempublis hubungan mereka."Gumam Nia dalam hatinya.
Mobil Nia terus melaju membelah jalanan yang sudah mulau macet. Nia sudah memberitahu David jika hari ini dia akan pulang sedikit telat, Nada juga siang tadi ikut jalan-jalan dengan oma nya.
Setelah 1 jam perjalanan, mobil Nia sudah sampai di depan rumah. Terlihat mobil David sudah ada di halaman yang tandanya David sudah berada dirumah.
"Assalamualaikum, Hubby."Seru Nia sambil melangkah masuk kedalam rumah.
David yang memang sengaja menunggu istrinya pulang langsung menghampiri Nia dan membawa dalam pelukannya.
"Kok salam nya tidak dijawab sih, Hubby?." Seru Nia cemberut.
"Maaf lupa, Sayang. Waalaikumsalam istriku sayang."Ucap David sambil memeluk dan mencubit hidung Nia.
"Hubby maaf ya aku pulang terlambat, di jalan juga tadi lumayan macet. Hubby tidak lembur kah? Bukannya ada tander yang harus segera diselesaikan?."Tanya Nia dengan manja.
"Tadinya mau lembur tapi Rendi ada urusan mendadak jadi ya mau tidak mau pekerjaan kami masing-masing bawa pulang untuk dikerjakan dirumah."Jawab David.
Nia semakin yakin jika Rendi dan Miska memang ada hubungan spesial. Rendi sampai berbohong untuk bisa menjemput, Miska.
__ADS_1
David mengajak Nia untuk menaiki tangga menuju kamar mereka berada. Keromantisan mereka membuat para pelayan yang bekerja senyum-senyum sendiri dan ikut berbahagia melihat majikannya yang selalu romantis.
**********