Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Melamar Nia


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Kini Vito dan Baskoro sudah berada di tempat yang mereka janjikan. Mereka berbincang sembari makan siang.


" Apa yang ingin Om bicarakan?." Tanya Vito sembari mengunyah makanannya.


Mereka tidak mempunyai waktu banyak untuk berbicara, sehingga mereka menggunakan waktu makan siang untuk berbincang sembari makan siang. Sebab sebentar lagi mereka juga harus sudah kembali ke perusahaan.


" Begini Vito, bagaimana kalau rencana pernikahan kamu dan Bella dipercepat bulan depan, soalnya Bella meminta pernikahannya dipercepat. Dan jika tidak melakukan pesta besarpun Bella tidak masalah yang terpenting kalian segera menikah. Untuk resepsi bisa menyusul di lain waktu." Ucap Baskoro yang akhirnya dia menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan kepada Vito.


Deg


Vito terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Baskoro. Kenapa juga Bella meminta pernikahan dipercepat bahkan bulan depan? Vito sendiri sampai sekarang belum bisa menerima Bella sebagai pengganti Nia. Dia mau menjalani hubungan dengan Bella lantaran sakit hatinya terhadap Nia, bisa dibilang Bella sebagai pelampiasan atau pelarian Vito saja.


" Apa alasannya Bella meminta pernikahan dipercepat? Bukannya sudah disepakati 5 bulan lagi pernikahan akan dilaksanakan? Lagi pula Om tahu sendiri kan kalau saya masih ingin berkarir dan pekerjaanku di kantor juga tidak bisa ditinggalkan. Aku sedang sibuk - sibuknya Om."Ucap Vito mencari jawaban dan alasan kenapa Bella meminta mempercepat pernikahan mereka.


" Bella hanya ingin dia segera menjadi istri kamu itu saja, tidak ada yang lainnya."Jawab Baskoro. Padahal dia tahu jika Bella meminta mempercepat pernikahan mereka lantaran Bella takut Vito tergoda kembali dengan mantan pacarnya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak kandung Baskoro sendiri yaitu Nia. Tetapi Baskoro tidak tahu siapa itu Nia yang sebenarnya.


Vito hanya menggelengkan kepalanya saja pertanda dia tidak menyetujui apa yang baru saja dikatakan oleh calon Ayah mertuanya. Dia tidak setuju jika menikah dengan Bella harus dipercepat bulan depan. Vito akan tetap menikahi Bella meskipun tanpa adanya cinta namun tetap sesuai kesepakatan yang ada yaitu 5 bulan lagi. Siapa tahu selama menunggu pernikahan dengan tenggang waktu 5 bulan, Vito bisa meraih hati Nia kembali meskipun sulit.


" Maaf Om, aku tidak bisa. Aku tetap akan menikah sesuai dengan kesepakatan yang sudah kita bicarakan saat pertunangan kemarin yaitu 5 bulan lagi. Jika Bella tidak sanggup menungguku atau tidak sabar menunggu lebih baik kita batalkan saja rencana pernikahan ini dan kita sudahi pertunangan yang ada."Jawab Vito dengan tegas sehingga membuat Baskoro terkejut.


Baskara tidak mungkin memaksa Vito, jika Vito tetap dipaksa pasti Vuto akan membatalkan rencana pernikahannya dengan Bella. Dan yang ada Bela akan semakin marah dan tidak terima dengan keputusan Vito. Baskoro sangat tahu jika Bella itu orang yang ambisius dan susah untuk dicegah.


" Baiklah kalau begitu, kalau kamu memang mau tetap melaksanakan pernikahan sesuai kesepakatan Om akan bicara lagi dengan Bella dan Mamanya Bella. Yang penting, Om minta sama kamu jangan sampai membatalkan pernikahan ini."Ucap Baskoro, dia khawatir jika Vito membatalkan pernikahannya Bella akan melakukan hal yang tidak diinginkan.


" Iya Om. Baiklah kalau begitu kita selesaikan makan siang kita. Setelah ini kita harus kembali keperusahaan lagi." Seru Vito mencoba mengakhiri pembahasan tentang pernikahan.


Baskoro mengangguk dengan lemah, dia masih saja memikirkan bagaimana jika Bella tetap mau pernikahannya dipercepat yang ada pasti Vito akan membatalkan semuanya. Bella jika punya keinginan harus segera terlaksana, apapun yang menghalanginya akan dia hancurkan dan segala macam cara akan dia lakukan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Meskipun harus dengan cara yang licik dan picik.


* Aku hanya ingin membahagiakan Bella, meskipun dia bukan anak kandungku tapi aku menyayangi Bella seperti anak kandungku sendiri. Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaannya, aku dulu rela meninggalkan anak dan istriku demi bisa hidup bahagia. Dan karena Bella juga aku sekarang bisa mempunyai segalanya.* Gumam Baskoro dalam hatinya.


Bella dulu sangat lengket dan menyukai Baskoro, sampai akhirnya Bella kecil meminta Baskoro untuk menikah dengan mamanya. Baskoro yang memang sudah jatuh cinta dengan Leni, mamanya Bella. Akhirnya menerima untuk menikah dengan Leni yang kaya dan cantik . Lagipula ternyata Leni juga jatuh cinta dengan Baskoro, sehingga mereka memutuskan untuk menikah.

__ADS_1


*********


Malampun tiba, Nia dan ibunya baru saja selesai makan malam dan saat ini sedang menonton televisi berdua. Nia mengajak ibunya untuk istirahat tetapi ibunya belum mau.


" Nia sepertinya ada mobil yang berhenti di depan rumah kita?."Seru ibu Karti.


" Iya bu. Siapa ya bu malam - malam datang kesini?." Seru Nia bertanya - tanya.


* Jangan sampai kak Vito yang datang, aku tidak mau bertemu dengan dia. Rasa sakit hatiku belum bisa hilang karena hinaannya waktu itu.* Gumam Nia dalam batinnya.


Tok Tok Tok


Pintu rumah Nia diketuk dari luar, Nia dan ibunya saling pandang. Mereka tidak tahu siapa tamu yang datang, Nia mencoba mengintip dari celah jendela dan ternyata David yang datang bertamu dengan kedua orang tuanya. Dengan segera Nia membukakan pintu, Nia beranggapan mereka datang mungkin untuk menjenguk ibunya.


" Tuan, Nyonya silahkan masuk. Maaf rumahnya sempit tidak seperti rumah Nyonya." Seru Nia merasa tidak enak.


" Iya Nia. Tidak masalah Nia, rumah kecil atau besar sama saja yang penting bisa untuk berteduh. " Jawab Karmila dengan mengulas senyum ramahnya.


Nia pun mempersilahkan ketiga tamunya untuk masuk dan duduk di kursi yang sangat sederhana. Disana juga sudah ada ibu Karti yang masih saja bengong, sebab dia tidak mengenali siapa tamu yang saat ini datang kerumahnya dan hanya David yang dia kenal.


" Siapa mereka Nia?." Tanya ibu Karti langsung menanyakan kepada Nia. Sembari mengulas senyum kepada tamunya.


" Ya Allah, ibu kedatangan Tuan Widjaya dan Istrinya? Mimpi apa ibu semalam Nia? Suatu kehormatan bisa didatangi oleh keluarga nomor satu di Kota ini. Biasa nya Tuan David datang itupun cuma diluar, maaf ya Tuan dan Nyonya rumah kami seperti ini." Ucap ibu Karti menyapa ramah tamunya.


Pak Widjaya dan istrinya saling melempar pandangan lalu tersenyum. Mereka berdua tidak pernah menyangka jika Ibu nya Nia sangat senang dengan kedatangan mereka berdua. Ternyata ibunya Nia sangat ramah dan menghargai tamu yang datang.


Sedangkan David saudari tadi hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun. Dalam hatinya, David sebenarnya sangat grogi dan jantungnya berdebar-debar, takut jika Nia akan menolak lamarannya.


" Sudah bu tidak apa - apa. Maaf ya kedatangan kami mengganggu istirahatnya ibu. Sebenarnya kedatangan kami ke sini karena ada hal yang ingin kami sampaikan kepada Nia dan ibu."Ucap mama David dengan ramah.


" Maaf sebelumnya, apa Nia melakukan kesalahan sampai Tuan Widjaya serta Nyonya dan Tuan David mendatangi rumah kami." Tanya Ibu Karti yang mulai berpikir jika Nia melakukan kesalahan.


Nia langsung menatap kearah ibunya, dia tidak menyangka ibunya berfikiran seperti itu. Lagi pula memang Nia tidak ada masalah ataupun salah dengan keluarga Widjaya.


* Aku merasa tidak ada masalah? Soal biaya rumah sakit sudah aku bayar secara barter dengan aku menjadi model iklan produk dari perusahaan Widjaya group.* Gumam Nia dalam batinnya.


" Nia sama sekali tidak ada salah bu, kami datang kesini ingin melamar Nia." Ucap pak Widjaya.


Deg

__ADS_1


Jantung Nia serasa berhenti berdetak, dia tidak menyangka jika kedatangan keluarga Widjaya kerumah untuk melamarnya. Sebelumnya diantara mereka tidak ada kesepakatan apa - apa, kenapa datang - datang langsung melamar.


Nia dan ibunya saling beradu pandang, mereka sama - sama tidak menyangka kedatangan keluarga David untuk melamar Nia.


" Tuan melamar anak saya?." Tanya ibu Karti kembali memastikan pendengarannya.


" Iya bu, kedatangan kami kesini untuk melamar Nia. David ingin menjadikan Nia sebagai istrinya." Jawab pak Widjaya serius.


Nia langsung beralih memandang David hanya diam saja sama sekali tidak memandang Nia. Padahal dia tahu jika saat ini Nia sedang memandangnya, namun dia pura - pura tidak melihatnya.


" David ! " Panggil pak Widjaya dengan tegas.


David langsung menegakkan tubuhnya dan memandang kearah papanya. Dia tahu maksud papanya memanggilnya.


" Bisa kita bicara berdua." Ucap David dengan suara tegas.


Nia mengangguk, lalu dia bangkit dan mengajak David bicara di teras rumah. Sebenarnya saat ini Nia masih tidak percaya jika David datang untuk melamarnya. Sebab selama ini hubungan David dan Nia tidaklah baik, David selalu mencaci dan menghina Nia. Namun Nia menghormati Tuan Widjaya l, sehingga Nia hanya diam saja dan dia akan langsung menanyakan kebenarannya kepada David.


" Apa maksud semua ini Tuan?." Tanya Nia yang saat ini mereka sudah berdiri diteras rumah.


" Seperti yang papa ku katakan tadi, aku datang untuk melamarmu. Apa kamu tidak mau diperistri pria kaya dan mapan sepertiku? Aku melakukan semua ini demi Nia, dia sangat mengharapkan kamu bisa menjadi mamanya. Aku tidak tega melihat dia terus bersedih dan menangis saat sekolah, dia ingin diantar sekolah oleh mamanya seperti teman - temannya." Ucap David.


" Tapi kenapa harus aku? Diluaran sana banyak wanita yang lebih baik dari aku?." Tanya Nia dengan tegas.


" Nada maunya kamu. Dan tidak mau yang lainnya." Jawab David beralasan padahal sebenarnya dia juga mau dengan Nia.


Nia tidak mau menikah apalagi hanya demi menyenangkan seorang anak. Terlebih pernikahan juga tanpa didasari rasa cinta, meskipun Nia menyimpan perasaan untuk David. Tetapi bukan berarti dia akan mau begitu saja menikah dengan David, hanya demi menyenangkan Nada. Bagia nya pernikahan itu adalah hal yang sakral, dan dia tidak akan mau melakukan pernikahan tanpa adanya cinta diantara kedua belah pihak.


" Aku tidak mau mempermainkan pernikahan, Tuan David." Ucap Nia menolak dengan tegas.


" Harus mau, ini demi Nada!" Sentak David.


" Tidak ! Karena aku tidak mau mempermainkan pernikahan. Apalagi pernikahan tanpa di dasari rasa cinta dari kedua belah pihak. Aku hanya mau menikah sekali seumur hidup. Jadi tuan David silahkan cari wanita di luar sana yang lebih baik dari aku dan lebih kaya dariku. Dan juga yang lebih sepadan dengan keluarga Tuan David. Karena aku tidak mau menjalani pernikahan yang tidak sehat. Tolong jangan paksa aku Tuan, sampai kapanpun aku tidak mau."Jawab Nia semakin membuat David emosi.


" Tapi aku mencintai kamu !" Ucap David secara spontan.


Deghh


Nia langsung menatap lekat wajah David, dari sorot matanya dia bisa melihat tidak ada kebohongan dari ucapan David.

__ADS_1


************


__ADS_2