Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
David vs Vito


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Di perusahaan, David mendapatkan laporan dari anak buahnya yang dia tugaskan menjaga Nia dari kajahua. David mendapat laporan jika saat ini Vito sedang mengikuti Nia, dan tadi sempat bersitegang di depan minimarket.


Mendengar Vito yang masih berusaha mendekati Nia membuat David marah. David langsung bergegas meninggalkan meeting dan meminta Rendi yang melanjutkan meeting itu.


" Tuan David mau kemana?."Tanya Rendi.


" Kamu lanjutkan meeting ini, aku ada keperluan yang lebih penting."Ucap David tegas.


" Baik Tuan."Jawab Rendi dengan patuh.


David meninggalkan ruangan meeting dan bergegas langsung menuju basement di mana mobilnya terparkir kan. Sesampainya di basement, David langsung menghidupkan mesin mobil dan melaju dengan kencang meninggalkan gedung perusahaan nya menuju rumah Ibu mertuanya.


David memac7 mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia tidak mau Vito semakin mengganggu dan mempengaruhi pikiran Nia. Apa yang sudah menjadi miliknya tidak bisa lagi untuk dimiliki orang lain, apalagi dipegang dan diganggu oleh orang lain.


Sementara itu saat ini di rumah ibu Karti, Vito sudah sampai dihalaman rumah dan juga ikut turun dari mobil. Melihat Nia dan Vito datang bersamaan, membuat Ibu Karti merasa heran.


" Nia, Vito. Kok kalian bisa datang bersamaan?."Tanya ibu Karti menyambut Nia dan Vito di teras rumah.


" Nada langsung masuk saja ya dan makan ice creamnya."Ucap Nia meminta Nada masuk lebih dulu.


" Iya ma."Jawab Nada patuh.


Hhhuuffff


Nia menghela nafas dengan berat, ternyata Vito tidak menyerah untuk tetap mendekatinya. Sepertinya jalan fikiran Vito sudah tidak waras lagi. Jika dia waras tidak mungkin dia masih terus berusaha mendekatinya dan ingin kembali bersama-sama lagi.


" Kak Vito, tolong jangan ganggu aku lagi. Aku sudah bersuami bahkan saat ini aku juga sedang mengandung anak dari suamiku."Ucap Nia mencoba bicara dengan pelan dan lembut agar Vito bisa mencerna dengan baik apa yang dikatakan oleh Nia. Bahkan Nia memanggil Vito dengan panggilan Kak, agar lebih sopan.

__ADS_1


" Kamu hamil, Nia?." Tanya ibu Karti dengan antusius.


" Iya bu, saat ini Nia sedang hamil. Oh iya bu, tolong ibu bicara dengan Kak Vito. Suruh dia segera pulang dan jangan mengganggu Nia lagi. Jika tidak mau pulang aku akan meminta Wati untuk menyeretnya keluar dari rumah ini.


Vito hanya menyeringai dengan senyum yang sulit untuk di artikan. Dia tidak akan menyerah begitu saja untuk berusaha mendekati Nia, Nia hamil tidak masalah. Semakin Nia menolak nya, semakin semangat Vito untuk mendekatinya.


" Nia, aku hanya ingin menjalin hubungan silahturahmi saja kok. Apa salahnya kita tetap berteman dan bersilahturahmi dengan baik? Dulu kita itu dekat dan baik-baik saja, sekarang aku hanya ingin menyambung silahturahmi saja. Apa aku salah bu?." Tanya Vito meminta persetujuan Ibu Karti.


Vito sengaja bicara seperti itu untuk mencari simpatik dari ibu Karti. Apalagi ibu Karti itu orang yang baik dan tidak mungkin dia akan memutus silahturahmi.


" Tidak apa-apa nak,Vito. Kita memang harus tetap menjalin silahturahmi dengan baik, tidak boleh bermusuhan. Yang penting tahu batasan, sebab kalian ini masing-masing sudah berumah tangga. Jaga perasaan pasangan kalian masing-masing."Ucap ibu Karti dengan bijak.


" Bohong !! dia bohong bu, niat dia menjalin silahturahmi karena dia ingin mendekati Nia lagi bu. Bahkan tadi dia sudah mengatakan jika dia masih mencintai Nia, dan meminta Nia untuk bercerai dari suami Nia agar kita bisa bersama lagi."Ucap Nia dengan amarah yang sudah memuncak.


" Rumah tangga kamu rusak dan hancur itu urusan kamu. Jangan memintaku untuk merusak rumah tanggaku sendiri."Ucap Nia lagi.


Ibu Karti lebih memilih diam terlebih dahulu dan membiarkan Nia meluapkan emosinya kepada Vito. Ibu Karti sendiri kaget dengan apa yang dikatakan Nia barusan. Bagaimana bisa Vito meminta Nia untuk bercerai dari suaminya, benar-benar pemikiran yang sempit dan tidak waras.


" Nia, maksud ku tidak begitu. Perkataan ku tadi aku akui memang salah. Tidak semestinya aku bicara soal perceraian. Aku sadar jika kita tidak mungkin untuk bersama lagi, jadi untuk silahturahmi itu murni karena aku ingin menjaga silahturahmi kita saja. Tidak ada yang lebih kok, apa kamu keberatan?."Tanya Vito dengan suara melemah agar Nia dan ibu Karti simpatik.


" Hubby." Seru Nia langsung bangkit dan mendekati suaminya.


Nia melihat kilat amarah di wajah sang suami, dia harus bisa meredam amarah suaminya. Jangan sampai David tidak bisa mengontrol emosi dan amarahnya, terlebih di dalam rumah saat ini juga ada Nada.


" Sayang, bukannya kamu tadi pamit untuk arisan? Lantas kenapa kamu ada dirumah ibu? Apa kamu janjian dengan mantan pacar kamu ini?." Tanya David dengan suara tegas.


" Emm..tadi aku memang arisan Hubby, tapi aku memilih pulang cepat dan mampir kerumah ibu. Saat di minimarket untuk membeli ice cream dan buah, tidak sengaja bertemu dengan nya. Jadi tidak ada yang sengaja janjian."Ucap Nia menjelaskan dengan jujur.


Ibu Karti memilih meninggalkan ruang tamu, sepertinya David dan Nia bisa mengatasi semuanya. Dia memilih mengajak Nada kekebun belakang rumah saja agar tidak mendengar dan melihat perdebatan orang dewasa.


" Tuan David jangan salah paham, aku dan Nia tadi memang tidak sengaja bertemu di minimarket. Dan aku juga yang ikut kerumah ini, jadi jangan salahkan Nia. Kasihan Nia, bukannya saat ini dia sedang hamil? Setahu saya, wanita hamil tidak boleh banyak fikiran dan stress."Ucapan Vito barusan justru membuat David semakin marah dan dia mengepalkan kedua tangannya.


Bugghhh


Bugghhh

__ADS_1


David melayangkan pukulannya di perut Vito. Sudah dari tadi dia menahan tangannya yang sudah gatal ingin menghajar Vito. Akhirnya dia bisa memukul Vito juga.


" Hubby, sudah-sudah jangan pukuli dia lagi. Nanti dia bisa mati dan Hubby masuk penjara."Ucap Nia mencoba menghentikan aksi David.


" Jadi kamu justru membela lelaki b4jin94n ini daripada suami kamu sendiri? Atau jangan-jangan kamu memang masih mencintai mantan pacar kamu ini?."Tanya David dengan b3ngis dan kasar.


" Bukan begitu Hubby. Aku hanya tidak mau kamu menyelesaikan masalah dengan kekerasan begini. Kak Vito, aku mohon pergilah dari sini. Aku tidak mau masalah ini semakin melebar, tolong pergilah dan jangan temui aku lagi."Seru Nia meminta Vito untuk pergi dari rumah ibunya.


" Jadi suami kamu seperti ini kelakuannya? Jangan-jangan kamu diperlakukan dengan kasar sama suamimu. Nia, jika kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu. Kamu bisa datang kepadaku, aku akan membahagiakanmu dan memperlakukanmu dengan lembut."Ucap Vito sengaja memanas-manasi David.


" B4n9s4t kamu !! "Seru David semakin murka.


Nia sudah tidak menahan David lagi, lagi dan lagi David memukuli Vito. Mereka terlibat perkelahian yang tidak bisa dihindarkan lagi. Nia berlari kebelakang untuk memanggil Wati, dia tahu Wati punya tenaga yang kuat sehingga bisa menarik paksa Vito untuk keluar dari rumah.


" Wati cepat ikut saya."Seru Nia langsung menarik tangan Wati.


" Ada apa Non?."Tanya Wati.


" Suamiku dan Vito berkelahi, aku tidak sanggup memisahkan mereka berdua. Aku minta kamu untuk membantuku memisahkan mereka, lalu kamu tarik paksa Vito keluar dari rumah ini. Aku tidak mau semuanya semakin kacau dan warga tahu keributan ini."Ucap Nia menjelaskan.


Wati mengangguk dan tahu apa yang harus dia lakukan. Wati langsung mendekati Vito dan Nia mendekati David. Saat ini posisi Vito sudah tersungkur di lantai dan David ada di atas sambil terus memukuli Vito.


" Hubby sudah, biar mbak Wati yang mengurusnya. Lihat dia juga sudah babak belur, ini wajahmu juga harus segera diobati agar tidak bengkak."Ucap Nia menarik David yang hendak melayangkan pukulannya di wajah Vito.


Wajah Vito sudah babak belur oleh David, Nia merasa kasihan melihat keadaan Vito. Wati langsung menarik Vito dan membawanya keluar dari dalam rumah.


" Kamu pasti kasihan kan sama mantan pacarmu yang sudah aku hajar itu?."Tanya David dengan ketus.


" Hubby, aku memang kasihan karena aku punya perasaan welas asih. Meskipun musuh ku sekalipun jika dia sudah tidak berdaya aku pasti akan kasihan. Aku tidak suka dengan cara kamu menyelesaikan masalah dengan kekerasan seperti ini. Apa dikira rumah ibuku ini ring tinju? Jadi seenaknya saja kamu memukuli orang disini?." Tanya Nia dengan kesal.


" Terserah kamu ! Aku mau pulang, tidak perlu kamu mengobati lukaku !!." Seru David justru dia marah dengan Nia.


Nia justru tidak mau menahan David saat dia mau pulang. Nia masuk kamar dan membiarkan David pulang sendiri. Memang begitu David, jika salah tidak mau dinasehati, selalu merasa dirinya paling benar saja.


********

__ADS_1


__ADS_2