Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Cerita dari Miska


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Setelah makan malam, Rendi dan David sudah masuk keruang kerja David. Ada pekerjaan yang memang harus segera mereka selesaikan, sehingga David meminta Rendi untuk lembur di rumahnya. Sedangkan Miska dan Nia saat ini ada di ruang keluarga, Miska hanya berdua saja dengan Nia sebab mamanya ada di kamar bersama Nada.


Malam ini Miska dan mama Karmila memutuskan untuk menginap di rumah David. Sebab Pak Widjaya memang saat ini sedang tidak ada di rumah, dia sedang keluar kota.


"Kak ada yang ingin Miska bicarakan sama kakak, tapi tolong jika Miska belum selesai bicara Kak Nia jangan memotong dulu ya."Seru Miska terlihat serius sekali dia berbicara.


"Sepertinya serius sekali, Miska. Jadi penasaran banget nih kak Nia. Baiklah kak Nia akan mendengarkan sampai kamu selesai bicara."Jawab Nia yang memang juga terlihat sangat penasaran apa yang ingin disampaikan oleh Miska.


"Baiklah, Miska akan cerita."Jawab Miska serius.


Hhhuuuhhhh


Terlihat Miska membuang nafas terlebih dahulu sebelum dia memulai pembicaraannya. Sepertinya memang ini waktu yang tepat untuk Miska bicara dengan Nia, agar Nia bisa lebih waspada dan segera bertindak.


"Ini soal Kelly. Kelly itu dari dulu suka dengan kak David, namun kak David sama sekali tidak meresponnya. Kak David hanya menganggap anak manja itu sebagai adik, memang pada dasarnya dia adik sepupu. Kelly sangat berambisi untuk mendapatkan kak David, berapa kali saja tante Diana memaksa kak David untuk menikah dengan Kelly apalagi saat kak Hera sudah tidak ada."Seru Miska menceritakan tentang Kelly.


Miska terlihat menjeda ucapannya sebentar untuk mengambil nafas terlebih dahulu. Nia tetap pada janjinya, akan mendengarkan apa yang dikatakan Miska sampai dia benar-benar selesai.


"Kelly masih ada di kota ini dan dia menginap dirumah Om Irawan. Tadi Om Irawan bicara sama Miska soal rencana busuk Kelly dan tante Diana."Ucap Miska semakin membuat Nia penasaran.

__ADS_1


Miskapun menceritakan apa yang disampaikan oleh Pak Irawan kepada Nia. Dengan serius Nia mendengarkannya, dan tidak menyangka ternyata Kelly dan tante Diana adalah orang yang licik dan busuk. Mereka berdua berniat untuk merusak rumah tangga saudaranya sendiri, benar-benar saudara tidak tahu diri.


*Bertambah satu lagi ulat bulu dihidupku, Bella saja aku malas sekali meladeninya. Sekarang tambah lagi Kelly, tapi Bella sudah mendapatkan Vito semoga saja dia tidak mengganggu hidupku lagi. Sekarang aku harus hati-hati dengan Kelly.*Gumam Nia dalam batinnya.


"Menurut kak Nia bagaimana?." Tanya Miska ingin tahu apa rencana Nia.


"Untuk saat ini kakak sih tidak ada rencana apa-apa, Miska. Mungkin waspada saja sama Kelly, bingung juga menghadapi musuh dalam selimut itu."Ucap Nia sambil terkekeh.


"Aku malah ingin segera becek-becek dia saja kak, empet banget Miska melihat wajah Kelly. Mana wajah sudah tebal sama mekup ditambah lagi dia itu anak yang manja luar biasa."Seru Miska dengan kesal.


Nia bisa melihat rasa kesal yang ada di wajah Miska, terlihat sekali Miska tidak menyukai saudara sepupunya itu. Dari pertama Nia melihat Kelly datang ke rumahnya, saat itu juga Nia sudah menduga jika Kelly ada maksud tertentu terhadap David.


"Sudah tidak perlu risau dan tidak perlu difikirkan lagi. Selagi kakakmu David tidak menanggapi dan memberikan harapan kepada Kelly, aku yakin Kelly akan susah untuk mendekati suami ku. Kamu tahu sendirikan bagaimana cuek dan dinginnya kakak kamu terhadap wanita?." Tanya Nia dengan mencoba menyakinkan adik iparnya itu.


Padahal saat ini dalam hatinya Nia juga sedang resah, apalagi Kelly tipe wanita yang berani saat berpenampilan. Tidak menutup kemungkinan jika David lama-lama juga akan tergoda, apalagi Kelly akan bekerja di perusahaan milik keluarga Widjaya yang mana pasti akan sering bertemu dengan David.


"Sudah malam nih, yuk kita tidur dulu. Kamu tidur dikamar tamu saja ya, Mis. Sepertinya mama sudah tidur dikamar Nada, masa iya kalian mau tidur bertiga dikamar Nada. Yang ada Nada bakalan enggap kamu tindih pakai kaki, kamukan kalau tidur seperti gangsing."Ucap Nia sambil terkekeh.


"Kak jangan keras-keras dong malu kalau ada yang dengar. Apalagi ada kak Rendi tuh di ruang kerja kak David, bisa tensin aku kak."Seru Miska memelankan suaranya.


"Nah ada apakah dengan Rendi? Jangan-jangan kamu suka ya sama Rendi, ayo ngaku aja."Seru Nia semakin mengeraskan suaranya dengan sengaja.


"Ihhh kak Nia apaan sih. Sudahlah aku mau masuk kamar saja, aku sudah mengantuk."Seru Miska sengaja menghindar dari pertanyaan Nia.


Hahaaaa Haaaa Haaaa


Nia tertawa lebar melihat kelakuan adik iparnya yang sepertinya sengaja menghindari pertanyaannya. Nia menggelengkan kepalanya sambil tertawa, sampai tawanya mengundang pertanyaan para pelayan yang ada di belakang.

__ADS_1


**********


"Bagaimana keputusan dari Tuan David pa? Apakah dia tetap menarik saham nya dan membatalkan kerja samanya dengan perusahaan kita? Kalau memang iya, berarti dia memang tidak profesional. Masalah pribadi dia bawa diranah pekerjaan, atau jangan-jangan memang ini tuh permintaan wanita miskin itu. Dia ingin balas dendam sama kelurga kita, makanya dia meminta bantuan suaminya."Ucap Hesti dengan kesal masih saja menyalahkan Nia.


Braakkkk


Pak Sigit menggebrak meja makan dengan keras sehingga benerapa alat makan sampai berjatuhan dilantai. Pak Sigit tidak habis fikir dengan istrinya, dalam situasi begini masih saja Nia yang dia salahkan. Padahal sudah jelas jika dirinya dan Bella yang membuat semuanya kacau dan berantakan.


"Mama sadar tidak sih kalau semua itu gara-gara mama dan Bella. Kalau kalian tidak mengganggu dan menghina Nia sudah pasti semua ini tidak akan seperti ini. Masih bagus Tuan David hanya menarik sahamnya tidak membatalkan kerja samanya dengan perusahaan kita sehingga perusahaan kita masih bisa diselamatkan !!."Bentak Pak Sigit dengan kesal.


"Papa menyalahkan mama? Papa lupa, kalau perusahaan itu milik keluarga ku dan papa itu tidak berhak menyalahkan, Mama."Seru Hesti tidak terima dengan amarah suaminya.


"Maksud papa bukan begitu Ma. Kalau mama dan Bella tidak melakukan kesalahan dengan istrinya tuan David sudah pasti perusahaan kita aman-aman saja. Satu lagi yang harus mama tahu, besan kita pak Baskoro saat ini bukan lagi seorang menejer yang selalu mama agung-agungkan. Sekarang dia hanya bekerja sebagai staff biasa di Widjaya group. Itupun hasil dia memohon dengan tuan David."Ucap pak Sigit dengan tegas.


"Mama tidak peduli dengan pekerjaan pak Baskoro. Yang penting mereka itu selevel dengan kita, jeng Leni saja mempunyai usaha salon yang cukup besar. Bella berpendidikan dan dia dari keluarga terhormat. Bukan seperti wanita miski dan murahan itu, dia pasti sudah naik keranjang tuan David makanya sampai bisa dinikahi. Mungkin saja hanya menikah secara siri atau kontrak saja, pernikahan mereka juga tidak tersiar dimedia kan?."Seru Hesti tetap membenarkan pendapatnya sendiri.


Hesti menatap tajam suaminya, melihat tatapan tajam dari sang istri membuat pak Sigit langsung menundukkan kepalanya. Pada dasarnya pak Sigit adalah suami yang takut dengan istri. Dia menyadari jika dia tidak mempunyai apa-apa dan semua harta dan aset yang mereka miliki adalah milik sang istri. Sebab itulah pak Sigit selalu mengalah dan bahkan tdkut dengan istrinya.


"Berani kamu marah dengan ku, aku pastikan kamu akan jadi gelandangan pa."Seru Hesti mengancam pak Sigit.


"Maaf ma, papa tadi hanya khilaf saja. Maafkan papa."Seru Pak Sigit dengan suara yang melemah.


"Heemmm.. Kali ini aku maafkan. Ya sudah lanjutkan lagi makan malamnya."Seru Hesti merasa menang karena suaminya masih saja tunduk dengannya.


Pak Sigit menganggukkan kepalanya lalu kembali duduk ditempatnya semula untuk menghabiskan makan malamnya. Padahal dalam hatinya ingin sekali dia berontak dan melawan sang istri, namun apa daya uanglah yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.


*************

__ADS_1


__ADS_2