Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Belum mencetak


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Baskoro masuk kamarnya saat sudah hampir jam 7 pagi, dilihatnya sang istri saat ini sudah berias didapn cermin meja hiasnya. Leni langsung mengalihkan pandangannya kearah Baskoro. Dia melihat Baskoro yang keringetan dan nafasnya juga tersengal - sengal dan terlihat sekali wajah nya yang lelah.


Leni memicingkan matanya melihat penampilan suaminya yang seperti orang baru balapan lari. Melihat tatapan penuh curiga dari sang istri, Baskoro pun langsung menghampiri istrinya agar istrinya tidak curiga.


" Kamu darimana Pa? Kenapa kamu keringatan seperti habis lari jauh begini? Dari tadi aku mencari kamu tapi kamu tidak ada." Tanya Leni sembari memandang Baskoro.


" Maaf ma, tadi papa jalan - jalan kecil di seputaran komplek. Saat mau pulang papa mencoba lari maraton dan ini hasilnya nafas jadi ngos-ngosan begini. "Ucap Baskoro membohongi istrinya.


" Ohhh mama kira papa habis ngapain." Seru Leni sambil tertawa kecil.


" Mama pasti sudah mikir yang negatif. Jangan seperti itu Ma, papa ini tidak mungkin macam - macam, mungkin hanya semacam saja dan itu hanya dengan mama tidak dengan yang lainnya." Seru Baskoro sembari memeluk Leni yang masih duduk depan meja rias dari belakang.


Menyadari suaminya yang berkeringat dan belum mandi membuat Leni langsung berusaha melepaskan pelukan suaminya.


" Papa bau dan berkeringat, sudah sana papa mandi dulu setelah itu kita sarapan bersama. Mama mau kekamar Bella dulu melihat anak itu sudah bangun apa belum." Seru Leni.


Degghhh


Jangan sampai istrinya datang kekamar Bella sebab saat ini Bella masih kelelahan dan pakaian Bella juga masih berserakan di lantai. Baskoro tidak mau Istrinya curiga sehingga saat istrinya hendak melangkah keluar kamar tiba-tiba tangan Baskoro menghentikannya.


" Ma... Jangan kekamar Bella ya. Temanani papa mandi saja yuk." Seru Baskoro dengan berpura -pura menginginkan istrinya.


" Mama sudah mandi pa. Sudah sana papa mandi saja dulu, mama siapkan baju kerja papa saja. Lihat sudah jam berapa ini? Nanti kesiangan loh ke kantornya." Seru Leni menolak secara halus ajakan suaminya.


" Heeehhh baiklah." Jawab Baskoro dengan wajah dibuat selemas mungkin.

__ADS_1


Baskoro masuk kekamar mandi dengan senyum nya yang mengembang. Pagi ini dia sangat bahagia, sebab pagi ini dia sudah dapat vitamin banyak dari Bella. Dengan segera Baskoro menyelesaikan mandinya agar dia tidak kesiangan saat berangkat kekantor.


Bella, Leni dan Baskoro saat ini sudah pergi ke tujuannya masing - masing. Bella tentunya menemui Hesti untuk mencari contoh undangan yang akan dia pakai, sebab Vito menyerahkan semuanya kepada Bella dan sang mama, Hesti.


" Sebenarnya non Bella ini tidur sama siapa sih? Perasaan sering sekali kamar berantakan seperti ini dan ini seprei juga baru kemarin aku ganti tapi kenapa sudah dilepas begini sama Non Bella." Ucap Lastri salah satu Art dirumah Bella.


Lastri membersihkan kamar Bella dan kembali memakaikan sprei kasur Bella dengan menggunakan sprei yang baru dia ambil dari dalam lemari. Setelah semua nya beres, Lastri membawa pakaian kotor Bella yang sudah ada di keranjang pakaian kotor beserta sprei yang sudah Bella lepas tadi. Lastri membawanya ke ruang laundry untuk mencucinya.


Namun saat Lastri hendak memilih pakaian yang hendak dia pisahkan agar tidak luntur, tiba-tiba mata Lastri melihat ada ****** ***** pria dalam keranjang baju kotor yang dia ambil dari kamar Bella.


" Ini ****** ***** siapa lagi ? Perasaan ini yang sudah ketiga kalinya aku menemukan ****** ***** pria dalam keranjang pakaian kotornya Nona Bella l."Ucap Lastri pada dirinya sendiri.


" Dan ini juga sprei kenapa baunya sangat menjijikan seperti ini? Ini kan bau seperti sesuatu yang keluar jika seseorang melakukan hubungan. Ya Allah, apa jangan-jangan Nona Bella memasukkan pria lain ke kamarnya dan mereka sampai melakukan hubungan terlarang itu. Bukannya Nona Bella sebentar lagi akan menikah? Apa calon suaminya yang diam diam-diam masuk ke kamarnya. Tapi celana ini seperti punya Tuan Baskoro?."Ucap Lastri terus bergumam pada dirinya sendiri.


Lastri tidak mau berseudzoon terlebih dahulu, siapa tahu celana itu memang punya Bella. Sebab celana model seperti itu tidak hanya dimiliki oleh satu orang, tapi bau menjijikan itu yang membuat Lastri masih saja bingung.


* Apa non Bella dan Tuan ada hubungan selain sebagai anak dan ayah? Setahuku non Bella itu bukan anak kandung Tuan. Aku juga pernah melihat tuan keluar dari kamar non Bella saat pagi-pagi buta. Saat itu Nyonya memang tidak ada dirumah.* Gumam Lastri dalam batinnya.


*********


" Tuan, emm lebih baik kita kerumah utama terlebih dahulu. Dan menginap satu atau dua malam disana, bagaimanapun kedua orang tua masih ada jadi kita kerumah orang tua Tuan saja dulu ya." Ucap Nia dengan pelan.


David tidak menjawab apapun , biarpun tidak menjawabnya dia menjalankan mobilnya menuju rumah utama yang saat ini ditempati kedua orang tuanya. Dalam hatinya David membenarkan apa yang dikatakan Nia, apalagi anak semata wayangnya juga saat ini ada di rumah utama. Dia pasti akan senang melihat Nia datang bersama papanya, apalagi dengan status baru yaitu mama untuk Nada.


*Beginikah orang yang kata cinta dengan ku? Diajak bicara saja tidak merespon, cuek dan dinginnya melebohi kulkas. Kalau seperti ini aku seolah tidak dianggapnya dan dihargai, serba salahkan aku.* Gumam Nia dalam batinnya.


Nia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil, dia memejamkan matanya dan tidak memperdulikan David yang masih saja cuek dan acuh dengan dirinya. Tanpa menunggu lama Nia sudah terlelap dan mendengkur dengan halus. David melirik kearah Nia yang sudah terlelap, dia hanya menyunggingkan senyum tipisnya.


* Huuhh bagaimana kalau misal dia ini naik angkutan umum terus tertidur seperto ini? Yang ada dia akan dibawa lari oleh sopirnya. Dasar gadis ceroboh!.*Gumam David dalam batinnya.


Hari ini David sengaja tidak masuk ke kantor dan menyerahkan urusan kantornya kepada Rendi sang asisten beserta sekretarisnya. Untuk karyawan di kantornya sama sekali tidak ada yang tahu jika David sudah menikah lagi. Hanya Rendi saja yang tahu soal pernikahan David dan Nia.


Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, mobil David sudah sampai di depan gerbang rumah utama. Tanpa dibukakan oleh satpam pintu gerbang itu sudah bisa terbuka sendiri sebab mobil David ada sensor otomatisnya.

__ADS_1


" Hai gadis ceroboh !! Bangun ! kamu ini tidur terus, ini sudah sampai rumah, masih saja tidur. Cepat bangun !."Seru David membangunkan Nia dengan kasar.


Nia kaget dengan bentakan David, dia membuka matanya dan menyadari jika saat ini sudah sampai rumah utama. Nia mengumpulkan kesadarannya terlebih dahulu baru dia akan turun dari mobil.


" Papa, Mama..."Seru Nada memanggil kedua orang tuanya yang saat ini masih ada didalam mobil.


Mendengar suara terikan Nada membuat Nia melihat kearah luar jendela mobil. Disana sudah ada Nada yang menyambutnya dengan penuh bahagia. Nia dan David segera turun dan menghampiri Nada, secara bersamaan mereka memeluk dan mencium Nada.


" Mama, papa Nada geli loh." Seru Nada sambil terkekeh.


" Maaf ya sayang. Soalnya mama kangen banget sama Nada. "Ucap Nia dengan lembut.


"Nada juga kangen mama. Mama Nia sekarang tinggal sama Nada dan Papa kan?." Tanya Nada dengan wajah polosnya.


" Kita akan tinggal sama-sama sayang. Tapi tidak dirumah Opa, tetapi kita akan tinggal dirumah baru yang sudah papa beli. Tapi kita untuk 2 malam ini menginap disini ya." David menjawab pertanyaan Nada.


Nada hanya mengangguk dan mengikuti apa kata papanya. Kini mereka semua masuk kerumah dan berkumpul diruang keluarga, untuk koper Nia sudah dibawa kekamar David oleh pelayan.


Untuk ibu Karti, tidak akan tinggal sendiri. David sudah meminta satu Art untuk tinggal dan menemani ibu Karti. Ibu Karti sendiri sudah David ajak tinggal bersama mereka namun ibu Karti menolaknya. Dia tidak mau meninggalkan rumah yang sudah banyak kenangan itu.


David berencana akan merenovasi rumah ibu mertuanya, agar lebih nyaman untuk ditempati. Namun David belum membicarakan masalah ini kepada ibu mertuanya, dia tidak mau asal merenovasi tanpa izin terlebih dahulu dengan ibu mertuanya.


" Kalian tidak mau tinggal dirumah ini?." Tanya Karmila dengan wajah sedihnya.


" David mau menempati rumah baru David, Ma. Lagipula jaraknya juga dekat darisini Ma, cuma beda komplek saja. "Jawan David bicara tanpa melihat kearah mamanya.


" Baiklah tidak masalah, yang penting segera cetak anak agar Nada mempunyai adik. Pasti tadi malam kalian belum mencetaknyakan?." Tanya Karmila tanpa ada filter saat bicara.


Uhhuuukkk Uhhuukkk


Tiba - tiba Nia tersedak dan batuk - batuk saat mendengar apa yang barusan dikatakan oleh mama mertuanya. Nia meletakkan tehnya, dan mengambil tissu yang ada dimeja untuk mengelap tumpahan teh yang mengenai bajunya.


*Ini mama mertua kalau bicara kok benar sih dan tidak ada filternya sama sekali. Hemm bagaimana mau mencetak, tidur saja badan sakit semua. Lagipula sepertinya aku belum siap jika harus melakukannya itu dalam waktu dekat ini. Davidnya saja cuek dan angkuh begitu, kalau dia memang cinta pasti tidak sedingin itu.*Gumam Nia dalam batinnya.

__ADS_1


*************


__ADS_2