Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Menemani bermain


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Loh kamu mau kemana Nia ? Katanya kamu mau istirahat saja, menikmati waktu libur kamu?." Tanya ibu Karti dengan heran saat melihat Nia sudah rapi dan bersiap untuk pergi.


Dengan sangat terpaksa Nia akhirnya mengiyakan dan mengikuti perintah David. Jika tidak mau besok Nia sudah tidak bisa datang kerumah sakit lagi. Sebab David sudah mengirimkan pesan ancaman untuk Nia, pilih dipecat atau ikut Nada jalan - jalan.


" Hari ini Nia mau jalan - jalan sama anaknya Tuan David bu. Tadi dia minta Nia untuk menemani jalan- jalan, sebenarnya malas bu tapi mau bagaimana lagi sudah menjadi tugas Nia. Apalagi kalau terjadi sesuatu dengan anak Tuan David pasti Nia juga yang akan dipanggil, karena Nia ini jugakan dokter Pribadi anaknya. Orang kaya mah bebas bu. " Ucap Nia menjelaskan.


" Oh begitu. Ya sudah kamu hati - hati ya Nia." Ucap ibu Karti dengan lembut.


Setelah berpamitan dengan ibunya, Nia pun keluar dari rumah dan menghampiri ojek online yang sudah dia pesan sedari tadi. Dia langsung menuju di mana Mall tempat mereka membuat janji. Nia sudah menyiapkan mentalnya jika nanti dia akan dimarah oleh David pasalnya dia datang pasti terlambat. Apalagi di jalan depan sedang ada kecelakaan yang menyebabkan macet panjang.


" Mbak kita cari jalan tikus aja ya?" Tanya driver ojek online.


" Terserah bapak saja yang penting bisa cepat sampai tempat tujuan ya Pak." Jawab Nia dengan sopan.


* Sudah berangkat tadi memang sudah mepet waktunya, di jalan tidak tahunya macet karena ada kecelakaan. Terpaksa putar balik mencari jalan tikus, pasti Tuan Arogan itu akan marah-marah. Apalagi aku terlambat ada satu jam.* Gumam Nia dalam batinnya.


Nia melirik jam yang melingkar di tangan kirinya, jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 siang dan David menyuruhnya datang sekitar jam 10, berarti saat ini Nia sudah terlambat 1 jam. akhirnya setelah jam 11.05 sudah sampai di depan gedung Mall Wj Group. Nia langsung masuk dan mencari tempat arena bermain anak-anak.


Setelah memutari Mall itu akhirnya dia menemukan tempat yang dia cari. Dan dia melihat ada Nada dan David yang sedang duduk tidak jauh dari tempat itu. Nia langsung berjalan menghampirinya, dan menyiapkan dirinya untuk mendapat omelan dari David.


" Nada" Seru Nia dengan lembut memanggil nama Nada.


" Mama Nia. Horeeee mama Nia sudah datang " Seru Nada dengan bersorak gembira.


Mata David menatap tajam kearah Nia, membuat Nia bergerdik ngeri. Tatapan David terlihat sangat mengerikan seperti mafia yang ingin menghabisi para musuhnya.


" Masih punya nyali juga kamu datang ke sini ? Aku menyuruhmu datang ke sini itu jam 10 dan ini sudah jam 11 lewat. Kamu tahu 1 jam lebih kami menunggu kamu disini dan itu hanya buang-buang waktuku saja. Jika bukan karena anakku sudah pasti aku memecatmu dari rumah sakit. Aku tidak mau memperkerjakan seorang dokter yang tidak tahu waktu , yang tidak on time sepertimu ." Ketus David memandang sinis kearah Nia.

__ADS_1


Nia hanya menunduk takut, bukan salah dia juga yang datang terlambat. Sebab dijalanan juga macet, masih untung dia masih mau datang. Jika dia tidak takut dipecat juga dia tidak akan mau datang menemui Duda Arogan itu.


" Maaf ya sayang mama Nia terlambat datang nya. Tadi di jalan macet karena ada kecelakaan jadi ojek online nya harus putar arah lagi." Ucap Nia menjelaskan sengaja bicara agak keras agar David juga bisa mendengarnya. Dan Nia juga tidak menghiraukan amarah David barusan, yang penting dia sudah sampai ditempat.


" Mama yuk kita main kesana, papa disini saja ya. Nada mau main sama mama Nia dulu." Seru Nada meminta papanya menunggu di tempat biasa orang tua menunggu anaknya sedang bermain.


Nia merasa terselamatkan karena Nada, Nada mengajaknya bermain sudah pasti David tidak akan melanjutkan amarahnya.


" Iya sayang, tapi papa tidak menunggu disini ya. Papa mau beli sesuatu barang, jadi nanti kalau sudah selesai main papa jemput kesini lagi. Mainnya jangan kelelahan ya sayang. Papa sayang Nada dan Papa tidak mau Nada sakit. Ok sayang !" Ucap David bicara sangat kembut dan penuh kasih sayang.


" Ok Pa!" Jawab Nada dengan raut wajah bahagianya.


Nia yang melihat interaksi antara David dan Nada merasa iri, iri karena dulu dia tidak pernah diperlakukan dengan lembut oleh Ayahnya. Saat dia seumuran Nada, dulu ayahnya sudah mulai bermain gila dengan seorang janda sehingga jarang sekali punya waktu untuk bermain dengan Nia.


Tanpa Nia sadari saat ini air mata Nia membasahi pipinya, Nia tersadar dan langsung mengusap air matanya. David sempat melihat Nia yang menghapua air matanya, sehingga membuat David bertanya - tanya hal apa yang membuat Nia sampai menangis.


* Apa ada masalah dengan wanita itu ? Tadi dia menangis ? Ahh mungkin saja karena dia teringat dengan mantan pacarnya. * Gumam David dalam batinnya.


" Jaga anakku baik-baik, jangan sampai kelelahan. Aku akan menghukummu sampai terjadi sesuatu dengan anakku !. Paham !!" Seru David dengan tegas.


" Iya Tuan " Jawab Nia sembari mengangguk patuh.


Sementara itu David dari jauh masih memperhatikan dua wanita beda usia itu. Tanpa dia sadari dia melengkungkan senyumnya saat melihat kebersamaan Nia dan Nada yang cukup akrab dan dekat. Tidak akan ada orang yang tahu jika Nia itu adalah dokter pribadi anaknya, pasti banyak yang mengira jika Nia mama dari Nada.


" Ternyata dia bisa diandalkan juga. Kalau sedang tertawa seperti itu cantik juga dia." Seru David mengakui jika Nia cantik.


" Ehhh... Apaan sih ? Masih juga cantikan Hera " Seru David lagi.


David menjauh dari tempat itu lalu memilih menunggu di salah satu restoran cepat saji sembari menikmati secangkir cokelat panas nya. Banya pasang mata para wanita yang memandang takjub kearah David namun David tidak menghiraukannya. Dia tetap memasang wajah dinginnya.


" Tuan David?" Seru Vito memanggil nama David.


David memandang ke arah sumber suara, dilihatnya salah satu manajernya yang bernama Vito menghampirinya dan menyapanya. David hanya mengangguk sekilas saja tanpa mengeluarkan kata sepatah pun.


" Tuan David sama siapa, sendirian saja?." Tanya Vito mencoba untuk mengakrabkan diri dengan sang Boss pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

__ADS_1


" Kamu lihat saya sendiri kan?" Tanya balik David dengan angkuhnya.


Vito hanya mengangguk sembari tersenyum kecut menanggapi jawaban serta pertanyaan dari David. Yang dikatakan orang-orang ternyata benar, jika David adalah orang yang angkuh,arogan serta dingin. Terbukti saat Vito menegurnya , dia hanya menganggukkan kepalanya saja, tanpa ada senyum nya sedikitpun. Namun Vito tidak mempermasalahkan hal itu sebab itu semua memang sudah mencari ciri khas David. Semua orang juga mengakui jika David memang pembisnis yang handal dan terkenal arogan dan dinginnya.


" Kalau begitu saya permisi Tuan. Maaf sudah mengganggu waktu Tuan David." Ucap Vito dengan sopan.


" Heeemmm... " David hanya berdehem singkat saja.


Vito meninggalkan meja David dan menghampiri Bella yang tidak jauh dari meja David. Bella penasaran siapa pria angkuh dan sombong itu.


" Siapa sih dia Sayang ? Sombong banget, kalau aku jadi kamu males aku menegur orang seperti dia. " Seru Bella berkomentar pedas, karena dia memang belum tahu siapa pria yang baru saja disapa oleh Vito.


" Itu pak Bos aku dan juga bos papa kamu. Dia itu Tuan David Ceo dari perusahaan Widjaya Group." Jawab Vito membuat Bella langsung membolakan matanya. Dia sangat terkejut ternyata orang yang saat ini tidak jauh dari meja tempatnya duduk adalah seorang Ceo pemilik perusahaan Widjaya group, di mana tempat Papanya dan calon suaminya bekerja.


Selama ini Bella memang tidak pernah tahu sosok dari David atau Tuan Widjaya pemilik perusahaan Widjaya Group. Yang dia dengar memang pemilik atau CEO Widjaya Group adalah seorang yang dingin, angkuh serta arogan. Bahkan untuk urusan pribadinyapun tidak ada yang tahu, semua serba tertutup.


" Oh jadi dia itu Tuan David yang terkenal arogan dan sombong? Tampan sih tapi kalau sombong dan Arogan siapa juga yang mau." Ucap Bella mencibir David.


" Ssstt... Pelankan suara kamu Bella. Kalau sampai Tuan David dengar apa yang kamu bicarakan tadi, sudah pasti akan menjadi masalah untukku dan papamu Apa kamu mau kami berdua dipecat dan kamu mempunyai suami pengangguran?."Tanya Vito dengan kesal melihat kelakuan Bella yang tidak bisa menempatkan diri.


" Kamu kan punya perusahaan, kenapa kamu tidak bekerja saja di perusahaan milik keluarga kamu? Lagi pula kamu itu pewaris satu-satunyakan dan kamu juga pasti calon penerus perusahaan itu. Kenapa kamu justru mau bekerja diperusahaan orang ?." Tanya Bella ingin tahu alasan kenapa Vito tidak mau bekerja di perusahaan milik keluarganya sendiri, tetapi justru bekerja di perusahaan orang lain.


Padahal jika dia bekerja di perusahaan keluarganya sudah pasti dia menjadi penerus dan menjadi pemimpin perusahaan. Tidak seperti sekarang yang hanya menjadi salah satu manajer di Perusahaan Wijaya Group.


" Karena aku mau menjadi pria yang mandiri. Sudah tahu apa alasanku kenapa aku bekerja di perusahaan orang lain kan? Jadi sekarang diam dan jangan bertanya lagi. Lebih baik sekarang cepat pesan makanan atau kita pulang saja." Ucap Vito sudah dibuat kesal karena Bella.


Bella mendengus dengan kesal mendengar perkataan Vito. Vito berkata tanpa memikirkan perasaannya sama sekali, selama menjalin hubungan dengan Vito, Bella sama sekali tidak mendapatkan sikap romantis dari Vito. Vito terkesan cuek dan seolah tidak perduli dengan sesuatu yang berhubungan dengan Bella.


" Sayang kok kamu cuek banget sih, tinggal beberapa hari lagi loh kita bertunangan. Semua sudah disiapkan oleh tim WO, tapi apa kamu tidak mau melihat dan mengecek persiapannya?." Tanya Bella dengan manja


" Bukannya sudah diurus sama WO? Jadi untuk apa aku mengeceknya? kamu sendiri saja bisa mengeceknya, lagi pula ini kan cuman acara pertunangan kenapa pakai acara pesta mewah segala di hotel bintang 5. Kalau memang mau pesta, tunggu saat kita menikah saja buang-buang biaya." Seru Vito dengan kesal.


Bella langsung diam dan mengerucutkan bibirnya, pura - pura mengambek. Dia memang sengaja meminta pesta pertunangan dirayakan di hotel bintang 5 dengan konsep yang mewah dan elegan. Sebab Bella ingin pamer kepada teman-temannya, jika dia mendapatkan calon suami yang tajir melintir. Sekaligus Bella juga ingin membuat Nia cemburu, tidak tahu kenapa dia sangat membencinya.


Pelayan pun datang menghampiri Bella dan Vito, kemudia mereka berdua memesan menu yang berbeda. Sementara itu David melirik jam mewah yang melingkar di tangan kirinya, waktu sudah hampir jam setengah satu. Sehingga David memilih untuk menghampiri Nada dan Nia di arena bermain, sebab sudah waktunya untuk makan siang.

__ADS_1


David akan mengajak makan siang Nada dan Nia di tempat favorite Nada. Sudah lama David tidak mengunjungi restoran itu, tepatnya semenjak Hera meninggal.


***********


__ADS_2