Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Pernikahan tidak direncanakan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Baskoro membuka pintu kamar dan dia mendapati pak Rt dan 3 warga berdiri tepat di depan kamarnya. Wajah Baskoro yang berkeringat pun membuat mereka berempat yakin jika Baskoro baru saja berolah raga.


" Ada apa ini? Dan kenapa kalian lancang masuk kerumah ku tanpa izin? Dab darimana kalian masuk?." Tanya Baskoro dengan kesal.


Bagaimana dia tidak kesal jika aktifitas olah raganya terganggu. Padahal masih sedang panas-panasnya, terpaksa di sudahi meskipun belum selesai dengan sempurna.


" Sebelumnya kami minta maaf pak Baskoro. Kami ini datang karena merasa ada yang aneh dengan pak Baskoro. Sebab bapak datang dengan seorang wanita dan tidak keluar-keluar juga dari rumah. Yang mana saya tahu wanita itu bukan ibu Leni, istri bapak."Ucap pak Rt bicara baik-baik agar tidak menimbulkan salah paham.


"Kalian itu lancang, masuk tanpa izin !! Saya bisa melaporkan masalah ini atas tuduhan mengganggu ketenangan dan masuk rumah tanpa izin. Lagi pula saya bawa anak saya sendiri kerumah saya dan kenapa saya harus izin dengan kalian?."Seru Baskoro dengan lantang.


Baskoro terlihat marah, namun rasa marahnya juga disertai dengan rasa gugup. Pak Rt dan ke 3 warga itupun kaget dan langsung saling melempar pandangan. Bagaimana bisa Baskoro bilang jika wanita tadi anaknya sedangkan suara mereka saja seperti sedang beradegan olah raga dewasa. Pakaian mereka saja berserakan di ruang tamu, mungkin yang dimaksud Baskoro adalah anak ketemu besar.


Pak Rt dan warga pun semakin menatap curiga Baskoro. Pasti ada sesuatu yang Baskoro sembunyikan.


"Bapak yakin wanita tadi anak bapak? Apakah kami boleh bertemu dengannya?." Tanya pak Rt masih mencoba bicara baik-baik.


"Untuk apa aku bohong? Lagian anakku juga sedang tidur, dan tidak bisa di ganggu."Jawab Baskoro sedikit gugup.


"Jangan mengelak pak ! Kami bukan orang bodoh yang mudah anda bohongi. Lihat noh di ruang tamu, pakaian kalian berserakan. Kalian pasti habis main kuda-kudaan kan? Hayo ngaku, sebelum kami seret dan kami arak keliling desa. Anda pilih jujur atau malu seumur hidup?." Seru warga yang sudah kesal karena Baskoro selalu mengelak dan tidak mau mengakuinya.


Baskoro semakin terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jika dia terus membantah yang ada warga akan semakin marah, terlebih saat ini Bella masih ada dibawah selimut tanpa busana yang melekat. Didalam kamar, Bella juga merasa was-was jika warga akan masuk kamar dan menariknya keluar.


"Bagaimana pak Baskoro? Lebih baik ajak keluar wanita anda dan kita duduk selesaikan masalah ini baik-baik. Jangan sampai warga bertindak lebih, jika warga sudag bertindak saya tidak bisa apa-apa. Semua sekarang tergantung anda."Ucap pak Rt memberikan pilihan yang cukup rumit.


"Baiklah, kalian duduk saja dulu. Biar saya panggil anak saya dulu."Seru Baskoro tetap menyebut dengan sebutan anak.


Baskoro kembali masuk kamar dan meminta Bell untuk keluar dari kamar. Perdebatan sengit terjadi antara Baskoro dan Bella. Bella kekeh tidak mau keluar lantaran dia malas berurusan dengan warga. Namun Baskoro terus memaksanya agar mereka tidak di arak keliling desa, mana cuaca panas terik.


"Papa saja yang menemui warga si4l4n itu. Aku malas mengurusi hal yang tidak penting seperti ini. Sama papa juga sama saja kan?." Seru Bella terus menolak.


" Tidak bisa begitu, Bella. Jika kamu tidak mau keluar, mereka akan mengarak kita keliling desa. Apa kamu mau dipermalukan seperti itu?." Tanya Baskoro.

__ADS_1


Hhhuuuufffff


Bella membuang nafas dengan kesal, tidak seharusnya mereka tertangkap basah seperti ini. Namun mau bagaimana lagi? Mau berbuat juga harus mau bertanggung jawab.


"Ya sudah. Tapi aku tidak ada pakaian? Ambil dulu pakaianku diluar sana."Seru Bella dengan kesal.


" Tidak !! Jangan pakai baju yang tadi, sebab baju tadi terlalu terbuka mana tadi juga sobek kan. Pakai yang ada di lemari saja, sepertinya ada pakaian mu didalam lemari."Ucap Baskoro lalu berjalan menuju lemari dan mencari-cari baju Bella yang dulu pernah tertinggal dirumahnya.


Setelah pakaian itu didapat, Baskoro menyeragkannya kepada Bella. Dengan cepat Bella menerimanya dan memakainya. Selesai berpakaian Bella dan Baskoro keluar kamar, para pasang mata memandang kearah Bella dan Baskoro.


" Apa yang ingin kalian bicarakan? Cepat, aku sangat lelah dan mengantuk. Ganggu orang istirahat saja !!." Seru Bella sangat ketus.


" Istirahat apa olah raga r4njang?." Tanya salah satu warga dengan sinis.


"Ssttt.. Kalian diam saja dulu. Biar saya yang bicara. Begini mbak, apa mbak ini benar anaknya pak Baskoro?."Tanya pak Rt dengan lembut.


"Benar saya anaknya papa Baskoro. Memangnya ada apa? Apa ada yang salah dengan status kami?."Tanya Bella dengan mata memindai satu persatu orang yang ada di ruangan itu.


Pak Rt dan warga hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka benar-benar heran dengan Bella dan Baskoro. Hubungan Ayah dan anak tetapi mereka juga menjalin hubungan asmara yang tentunya tidak dibolehkan.


"Bagaimana bisa? Kalian itu ayah dan anak."Ucap Pak Rt mulai terbawa suasana panas.


" Bisa dong, kami hanya papa dan anak tiri saja. Jadi darimana nya kami tidak bisa menjalin hubungan? Apa hubungan kami mengganggu kalian? Merugikan kalian? Tidak kan? Lantas untuk apa kalian mengusik kami?." Tanya Bella dengan beruntun.


" Mama ku sudah tahu hubungan kami. Bahkan mama juga tidak masalah jika kami menikah, tah mama juga sudah menggugat cerai papa dan saat ini sudah proses cerai . Malah tinggal menunggu surat putusan cerai dari pengadilan saja. Lantas sekarang kalian mau apa?." Tantang Bella sepertinya sama sekali tidak takut dengan warga.


Pak Baskoro hanya diam saja, dia membiarkan Bella terus berkomentar tanpa mau membantu Bella bicara. Sementara pak Rt dan warga semakin geram dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Bella.


"Apa kalian berdua ini sudah menikah?." Tanya pak Rt.


" Belum."Jawab Bella dengan santainya.


" Kalian harus segera menikah. Jika kalian menolak kalian akan kami arak keliling desa ini. Kami tidak mau desa kami yang asri, dan damai ini dikotori oleh kelakuan kotor kalian berdua. Mau tidak mau, kalian harus menikah !! Apalagi mbak sudah hamil."Ucap Pak Rt penuh penekanan.


Deggghhhh


Bella dan Baskoro syok saat Pak Rt memintanya untuk menikah. Bagaimana bisa Bella menikah sedangkan dia saat ini masih sah istrinya Vito. Namun dia juga tidak mau di arak keliling desa, jadi Bella pun menutupi pernikahannya dengan Vito. Baskoro sendiri tidak masalah dengan pernikahan mereka, dengan begitu dia bisa mengikat Bella agar tidak macam-macam lagi. Hubungan rumah tangganya dengan Vito pun tidak bisa di selamatkan lagi dan saat ini di ambang kehancuran.


"Saya setuju. Mungkin dengan menikah kami bisa mengurangi dosa-dosa kami. Lagipula saya ini seorang pria, bisa dengan mudah menikah. Apalagi memang aku dan Bella saling cinta, Bella juga sudah hamil anakku."Ucap Baskoro dengan mudahnya.

__ADS_1


*Kenapa juga papa ini bicara seperti itu. Main setuju-setuju saja, apa dia lupa jika aku ini masih istri sahnya Vito. Enak di dia, gak enak di aku kalau seperti ini.*Gumam Bella dalam hatinya.


Setelah kesepakatan bersama, akhirnya Bella dan Baskoro akan dinikahkan sore itu juga. Dengan mas kawin uang 400 ribu, Baskoro akan menikahi Bella secara siri. Pernikahan mereka tentunya tanpa sepengetahuan Leni dan Vito.


Sah


Sah


Sore itu juga Baskoro dan Bella sudah resmi menjadi sepasang suami istri, meskipun mereka menikah secara siri. Dan tidak ada yang tahu jika sebenarnya Bella masih mempunyai suami sah, jika mereka tahu pasti mereka juga tidak akan menikahkan Bella dan Baskoro.


" Sekarang kalian berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri. Saya harap kedepannya hubungan kalian akan lebih baik dan pak Baskoro setelah perceraian dengan ibu Leni beres, harap segera daftarkan pernikaha kalian ini ke kantor KUA agar bisa dicatat oleh negara dan kalian bisa hidup bahagia."Ucap pak Rt memberikan saran.


" Iya terimakasih pak,Rt."Jawab Baskoro.


Selesai urusan dirumah Baskoro, pak Rt dan beberapa warga yang menyaksikan pernikahan Bella dan Baskoro pun pulang kerumahnya masing-masing.


"Kita sudah resmi loh Bella sayang? Jadi kita sudah bisa dong olah raga lagi."Seru Baskoro dengan mata bergerling manja.


" Aku capek pa. Sudahlah aku mau istirahat, jangan ganggu aku. Lagipula ini bukan yang pertama kali nya jadi untuk apa olah raga."Guman Bella kesal.


Hhhuuuufffff


Baskoro menghela nafas dengan kasar, padahal dia sudah membayangkan permainan indah dengan Bella, dengan status yang sah. Namun, justru Bella menolaknya dan memilih untuk tidur.


*******


Sesampainya di rumah, Nia langsung kekamarnya untuk mencoba alat tes kehamilan yang tadi dia beli. Meskipun dia tahu, untuk mencoba alat itu akurat menggunakan air kencing pagi hari. Namun, Nia tetap mencobanya sebab dia sudah sangat penasaran dengan hasilnya.


Jantung Nia dag dig dug saat dia mulai mencelupkan alat tes kehamilan itu kedalam urine yang sudah dia tampung kedalam wadah tabung kecil.


"Semoga hasilnya positif ."Ucap Nia pada dirinya sendiri.


Setelah dirasa cukup, Nia pun menganggkat alat tes kehamilan itu. Dengan perlahan-lahan Nia membuka matanya untuk melihat hasilnya.


"Bismillah."Gumam Nia pelan.


Dengan mata yang sudah terbuka lebar, akhirnya Nia sudah melihat hasilnya. Seakan tidak percaya, diapun mencobanya lagi dengan alat tes yang lain. Dan ternyata hasilnya tetap saja sama.


"Alhamdulillah, garis dua."Seru Nia dengan bahagia.

__ADS_1


Nia menyimpan alat tes itu kedalam kotak kecil dan akan dia berikan kepada David saat David sudah pulang dari perusahaan. Kebahagiaan Nia tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi. Akhirnya apa yang selama ini diharapkan suaminya segera terwujud. Nia sangat bersyukur diberikan kepercayaan secepat ini.


**********


__ADS_2