Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Ingin kabur


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Siapa yang bikin ribut di depan sana, Vid?." Tanya pak Widjaya saat David dan Nia sudah kembali bergabung.


Semua yang ada di sana penasara, sebenarnya ada keributan apa diluaran sana sampai terdengar orang yang main pukul memukul. David melirik Nia, dan Nia pun mengangguk. Dia tidak mau menutupi masalah apapun, sehingga dia mengizinkan David untuk membetihu semuanya.


" Baskoro datang dan bikin keributan, Pa. Tapi tenang saja, sudah ada Rendi dan dua bodyguard yang membereskannya. Sepertinya dia juga sudah pergi, itu Rendi sudah kembali."Ucap David menjelaskan sambil menunjuk ke arah Rendi.


Deggghhh


Ibu Karti langsung mengusap d4d4nya, d4d4nya rasanya bergemuruh saat mengetahui jika orang yang tadi membuak keributan adalah mantan suaminya, Baskoro. Beruntung sekali David menyiapkan dua bodyguard di depan rumah, dengan begitu Baskoro tidak sampai masuk. Tidak tahu bagaimana ibu Karti bersikap jika tadi Baskoro berhasil masuk.


Pak Widjaya dan Karmila sudah tahu jika Baskoro itu ayah kandung Nia. Skandal Baskoro dengan Bella pun mereka tahu, sehingga mereka tidak kaget lagi saat David memberitahu jika Baskoro lah yang datang dan berulah.


" Sudah beres tuan, dia sudah pergi."Ucap Rendi.


" Hemm selesaikan tugas mu."Ucap David singkat.


" Sudah tidak perlu, ini juga sudah selesai. Kamu cuci tangan saja sana Ren, kita makan sama-sama. Sudah kita lupakan masalah yang tadi, sekarang kita makan dulu." Ucap pak Widjaya dengan ramah.


Rendi hanya mengangguk, dia pun berjalan mencuci tangan di kran yang ada di dekat pohon mangga. Tidak enak berlama-lama, Rendipun langsung ikut bergabung dan makan bersama keluarga sang Tuan David. Rendi duduk tepat di samping Miska, dan hal itu membuat Davi tidak suka. David beranggapan jika Rendi menggunakan momen itu untuk bisa lebih dekat dengan Miska.

__ADS_1


" Ehhemm Rendi, kamu bisa duduk di sampingku sini?." Tanya David menunjuk ke arah samping kirinya yang memang kosong. Sedangkan Nia ada di samping kanan David.


" Baik Tuan."Jawab Rendi patuh begitu saja tanpa mau membantah sang tuannys ⁵


" Tetap duduk di tempat mu Ren. Sudah kamu di situ saja, disini mau aku pakai."Seru Nia tahu akal dari sang suaminya.


Lalu Nia meminta David untuk geser lebih jauh karena Nia ingin meluruskan kakinya. Bukan tidak sopan, sebab bumil itu memang sangat lelah dan pegal-pegal juga.


" Emm... Tapi Non."Jawab Rendi ragu.


" Sudah di situ saja. Kamu tidak lihat kakiku yang aku luruskan ini? Nah tempatnya sudah kepakai untuk kaki ku kan? Kakiku sakit dan pegal, pegal semua."Ucap Nia.


Tidak ada bantahan lagi dari Rendi, dia hanya menganggukkan kepalanya saja. Miska tersenyum bangga karena kakak iparnya sudah membantunya. Miska tahu jika sebenarnya David tadi dengan sengaja meminta Rendi untuk pindah agar tidak dekat-dekat dengan dirinya.


Acara makan malam berlangsung dengan baik. Kini perut mereka sudah kenyang semuanya, tinggal saatnya membereskan barang-barang yang kotor dan mencucinya.


*******


Pagi hari di kediaman Hesti, Hesti sedang meminta Vito untuk mencari pengganti Bella. Kali ini Hesti membebaskan wanita pilihan Vito. Namun, tetap dengan catatan jika si wanita harus dari keluarga yang terpandang, terhormat dan tentunya keluarga yang kaya raya.


" Kapan kamu mau mencari pengganti Bella? Mama mau kamu itu segera menikah lagi agar kamu ada yang menemani."Ucap Hesti sambil mengunyah makanannya.


Vito sekarang memang lebih sering menginap di rumah orang tuanya. Dia melakukan itu umtuk menghindari Leni, Leni sudah seperti setan yang menghantui Vito. Beberapa kali dia datang ke rumah Vito namun sama sekali tidak mau menemui ataupun menanggapinya.


" Ma, sudah dong jangan bahas soal istri dulu. Perceraianku dengan Bella saja baru minggu lalu beresnya. Meskipun sekarang Vito sudah menjadi seorang duda, bukan berarti Vito harus buru-buru menikah lagi."Ucap Vito tidak suka dengan permintaan sang mama.


" Mama hanya tidak mau kamu kelamaan menduda, Vito. Mama malu kalau kamu terlalu lama menduda. Bukannya mama juga sudah membebaskan wanita mana saja yang menjadi pilihanmu. Tapi, kaya tetap nomor satu."Ucap Hesti lagi.

__ADS_1


Vito tidak habis fikir dengan jalan fikiran mamanya. Membebaskan tapi tetap harus yang kaya? Untuk saat ini, Vito belum mau membuka hati untuk siapapun. Beruntung dengan Bella dia tidak mempunyain perasaan apapun jadi saat berceraipun nampak biasa saja.


* Aku belum bisa membuka hati untuk yang lain. Pernah mencoba, namun justru sang wanita sudah mempunyai pacar.*Gumam Vito dalam hati.


" Ma,Vito mau istirahat masalah percintaan. Sebab percintaan yang Vito jalani semuanya suram, jadi sekarang Vito mau santai soal percintaan."Ucap Vito dengan santainya.


" Ma, sudah sih kalau anaknya tidak mau jangan di paksa. Baru juga bercerai masa iya sudah di suruh cari calon istri."Seru pak Sigit membela Vito.


Hhhuufff


Hesti membuang nafas dengan berat dan mendengus dengan kesal. Ternyata suaminya tidak mau mendunkungnya, malah sebaliknya lebih membela Vito.


Hesti menyelesaikan sarapannya dengan cepat agar dia juga cepat pergi dari rumah. Pagi jam 8 nanti, Hesti ada acara dengan teman-teman elitenya utuk arisan. Tidak tanggung-tanggung, arisan yang diikuti Hesti dengan bayaran 50 juta setiap minggunya.


Sementara itu pagi ini, Bella masih meringkuk di atas kasur dengan tubuh terbungkus selimut dengan penuh.


" Kenapa kamu tidak bangun, Bella?." Tanya Baskoro dari ambang pintu kamar yang di tempati oleh Bella.


" Tolong hari ini saja izinkan aku untuk istirahat. Tubuhku benar-benar sangat lemas. Aku tidak bisa bangun, bangun pun percuma aku tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah palagi memasak. Tolong kali ini saja, izinkan aku untuk istirahat, Sayang." Seru Bella dengan memohon kepada Baskoro.


" Alasan saja kamu, Bella !! Baiklah untuk pagi hari ini kamu aku berikan keringanan. Tapi untuk nanti malam aku mau kamu memasak. Tenang saja, aku sepulang bekerja akan mampir supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan. Kamu cukup di rumah saja dan jangan pergi kemana-mana. Sampai kamu pergi dari rumah atau kelayapan tidak jelas, aku pastikan kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih dari tadi malam."Ucap Baskoro mengancam Bella dengan serius.


Bella tidak menjawab, namun hanya menganggukkan kepalanya saja. Baskoro pun menutup pintu kamar dengan membantingnya sehingga Bella terlonjak kaget.


* Syukurlah dia sudah pergi. Dengan begitu aku bisa mencari kesempatan untuk bisa pergi dari sini. Tapi bagaimana dengan tubuhku ini, tubuhku benar-benar sangat lemas dan jika aku keluar kira-kira aku akan tinggal dimana yang aman dan tidak bisa di temukan oleh Baskoro.* Gumam Bella dalam hatinya.


*********

__ADS_1


__ADS_2