
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Setelah mobil Baskoro menjauh, Bella mencoba bangun dan turun dari ranjang. Dengan langkah pelan-pelan, Bella berjalan menuju pintu kamarnya dan berusaha untuk membukanya, namun pintu itu tidak bisa dibuka. Bella mencobanya berkali-kali tapi tetap tidak bisa dibuka.
" Pintu ini di kunci, jadi Baskoro sudah mengunci pintu kamar ini. Kurangajar !! Sepertinya dia memang sudah gila, kalau seperti ini bagaimana aku harus keluar. Mana perutku juga lapar, Baskoro benar-benar kejam."Ucap Bella sambil terus berusaha membuka pintu kamarnya.
Bella mencoba mencari ponselnya, dia ingat betul jika kemarin ponsel itu masih ada didalam tas. Tapi nyatanya saat ini ponselnya pun sudah tidak ada di dalam tas. Sepertinya memang Baskoro sudah mengambilnya agar Bella tidak bisa meminta tolong orang lain.
" Ponsel ku pun sudah tidak ada, pasti si br3ngs3k itu yang sudah mengambil ponselku. "Seru Bella lagi.
Aarrrrrgggghhhhhh
Bella menjerit sambil menjambak rambutnya sendiri. Dia benar-benar frustasi, bagaimana lagi dia harus mencari pertolongan untuk bisa keluar dari rumah itu.
" Mama, tolong Bell Ma. Baskoro itu psikopat Ma, Bella tidak mau disiksa dia terus menerus. Maafkan Bella Ma, Bella menyesal sudah merebut kebahagiaan mama."Ucap Bella menangis sambil meringkuk di lantai kamarnya.
Bella melihat ada jendela, dia akan mencoba membuka jendela itu. Bella pun bangkit dan mencoba membuka jendela kamarnya. Ternyata jendela itu bisa dia buka, dengan sisa tenaganya dia mencoba keluar lewat jendela kamarnya.
" Tapi bagaimana aku turun nya, meskipun tidak tinggi tapi kondisiku yang lemah seperti ini pasti akan membahayakan kandunganku. Aku harus pelan-pelan, aku harus bisa keluar dari sini."Ucap Bella mulai berusaha keluar lewat jendela.
Brruukkk...
" Aaaooowww... Huuhh perutku sakit sekali."Ucap Bella sambil meringis kesakitan.
Bella jatuh dan perutnya terasa sakit, dia bangkit dan cepat-cepat pergi dari sana. Namun naas saat Bella baru sampai halaman rumah, tiba-tiba mobil Baskoro datang. Bella tidak bisa berkutik, mau laripun langkahnya tertatih-tatih ditambah perutnya juga sakit.
" Bella !!!." Teriak Baskoro lantang dengan sorot mata yang tajam dan mengerikan.
Baskoro melangkah mendekati Bella, dengan wajah memerah karena amarah nya yang sudah memuncak.
" Mau kemana kamu? Masuk !!."Seru Baskoro mencengkram lengan Bella dan menariknya dengan paksa.
" Aooww sakit, tolong lepaskan. Tolong jangan sakiti aku, perutku sakit sekali. Tolong bawa aku ke rumah sakit."Ucap Bella benar-benar merintih kesakitan.
" Aku tidak peduli !! Sekarang aku bilang masuk ya masuk, jangan coba-coba kabur kamu, Bella. Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milikku dan tidak akan aku biarkan orang lain memilikimu. Siapapun yang membantah ku, aku pastikan dia akan menderita."Seru Baskoro menarik lengan Bella membawanya masuk ke rumah.
Bella sudah tidak bisa berbuat banyak, tubuhnya benar-benar sudah lemah tidak berdaya. Sakit di perutnya pun semakin terasa sakit, Baskoro menghempaskan Bella di lantai secara kasar.
Brrruukkk
Bella semakin kesakitan, dan tidak bisa bangun lagi.
Plaak
Plaakk
__ADS_1
" Ini akibatnya kalau kamu berusaha kabur dari ku. Aku bukanlah Baskoro yang dulu lagi yang akan selalu menyayangimu dan memujamu. Kamu harus ingat, jika aku tidak akan menyakitimu kalau kamu tidak membangkang !!." Seru Baskoro penuh amarah.
Cuuiihhh
Tanpa di duga , Bella meludah dan tepat mengenai wajah Baskoro. Hal itu membuat Baskoro semakin meradang.
" Kurangajar kamu, Bella. Kamu sudah berani melawanku."Seru Baskoro lagi.
" Psikopat !! Pria bodoh !! Aku menyesal dulu mau dengan mu ."Seru Bella dengan lemah namun masih bisa membantah Baskoro.
Baskoro kalap, dia tidak terima dengan penghinaan dari Bella. Tanpa fikir panjang, Baskoro menghajar Bella dengan menendang Bella. Tendangan itu mengenai perut Bella, Bella pun menjerit kesakitan.
" Aahh sakit."Seru Bella sambil memegang perutnya.
D4r4h segar mengalir begitu banyak, melihat hal itu Bella pun syok dan langsung tidak sadarkan diri. Baskoro kebingungan, apa yang harus dia lakukan.
" Bella, Bella.. Bangun Bella, jangan bercanda kamu."Ucap Baskoro sambil menepuk-nepuk pipi Bella.
" Aku harus segera membawa Bella kerumah sakit. Aku tidak mau dia m4ti dan aku yang akan menjadi tersangkanya."Ucap Baskoro.
Baskoro mengangkat tubuh Bella dan membawanya ke mobil. Dengan mengendarai mobil secara cepat, Baskoro melaju menuju rumah sakit.
******
Nia dan David masih ada di rumah ibu Karti, pagi itu mereka jalan-jalan ke sawah yang ada di dekat rumah ibu Karti. Nada tidak mau ketinggalan, dia juga ikut antusius ke sawah. Apalagi saat melihat ada ikan-ikan kecil yang berenang-renang di aliran air.
" Papa, ayok tangkap ikan itu."Seru Nada dengan keras sampai orang-orang yang ada di sawah memandang kearah mereka semua.
" Tidak apa-apa hubby. Aku waktu kecil dulu juga sering main air sambil menangkap ikan. Buktinya tidak gatal dan tidak alergi, tetap cantik dan mulus sampai sekarang."Ucap Nia sambil terkekeh pelan.
" Tapi sayang, itukan airnya kotor."Jawab David tetap ragu.
Diam-diam Nia mendorong David dan Davidpun jatuh ke parit dimana saat ini memang banyak airnya.
" Yeee papa tangkap ikan."Seru Nada berteriak dengan senang.
" Sayang kok aku di dorong sih, kan basah."Seru David benar-benar hilang wibawa arogan nya.
" Ssstt... Aku dan Nada juga akan ikut turun, kita tangkap ikannya sama-sama."Ucap Nia.
Nada semakin senang dan bersemangat, akhirnya mereka bertiga sudah terjun ke dalam parit semua untuk menangkap ikan. Semua orang yang saat ini ada di sawah, hanya bisa memandang mereka sambil tersenyum melihat keakraban dan kebahagiaan keluarga kecil Nia.
" Nada itu ikannya ada di dekat kamu."Teriak David mulai menikmati keadaan.
" Iya sayang itu ada didekat kaki kamu."Teriak Nia.
Nada melihat ke kaki nya dan benar saja, ada dua ikan yang mendekatinya. Pelan-pelan Nada membungkukkan tubuhnya untuk menangkap ikan itu namun ikan itu pun menjauh.
Byuurrr
Nada jatuh dan semua tubuhnya basah, Nada sama sekali tidak menangis. Justru dia senang karena bisa main air, dia cukup menikmati permainan menangkap ikannya.
__ADS_1
" Hahaaa Nada basah semua."Seru David menertawakan Nada.
Byurrr
Nia mendorong David dan David pun kini sudah tertidur di parit. Badan nya juga basah semua, niat mau mencari ikan tetapi justru mandi di parit. Ikan - ikan semuanya sudah menjauh karena takut dengan mereka.
Canda tawa keluarga bahagia itu menjadi tontonan gratis untuk para petani yang saat ini ada di sawahnya. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan kehebohan yang di ciptakan oleh David dan anak istrinya.
******
Sementara itu, saat ini Bella sedang di tangani oleh dokter. Bella ada di ruangan UGD, Baskoro terlihat mondar-mandir tidak tenang. Disaat seperti ini dia baru merasa menyesal sudah bertindak kasar kepada Bella.
" Jangan sampai Bella dan bayi dalam kandungannya kenapa-kenapa. Aku tidak mau masuk penjara. "Ucap Baskoro ketakuran.
Sudah 30 menit Bella di UGD tapi dokter belum ada yang keluar untuk memberitahukan keadaan Bella di dalam sana.
Ceklleekk
Pintu UGD terbuka dan keluarlah salah satu dokter. Dokter itu langsung menemui Baskoro dan menjelaskan keadaan Bella.
" Maaf pak, kami sudah melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain. Bayi dalam kandungan tidak bisa kami selamatkan, pendarahan yang dialami istri bapak cukup parah. Di tambah keadaan janinnya yang memang lemah, dan si ibu juga lemah."Ucap dokter menjelaskan.
" Jadi anak saya meninggal dok? Lalu bagaimana dengan istri saya?."Tanya Baskoro terlihat khawatir.
" Istri bapak belum sadarkan diri, dari kondisi nya sepertinya istri bapak dehidrasi, tekanan darahnya pun rendah. Apa dalam beberapa hari ini istri anda stress atau banyak fikiran?." Tanya dokter.
" Sepertinya tidak dokter. Saya juga kurang paham, selama seminggu ini saya ada di luar kota dan baru pulang tadi malam. Tadi malam istri saya memang mengeluh lelah, tapi saya kira lelah normal wanita hamil. Dan ini tadi saat saya mau berangkat kerja tiba-tiba dia jatuh di kamar mandi."Ucap Baskoro menjelaskan dengan bicara bohong.
Dokter hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu dia meminta Baskoro untuk mengurus jenazah bayinya, dan meminta nya segera dibawa pulang untuk dimakamkan. Sementara Bella masih harus di rawat di rumah sakit sampai dia benar-benar sembuh.
Baskoro pun pulang dengan membawa jenazah sang bayi yang baru berusia 7 bulan dalam kandungan. Dia akan meminta bantuan pak RT dan beberapa tetangga untuk memakamkan anak itu.
" Akhirnya selesai juga. Terima kasih pak Rt dan bapak-bapak yang lainnya. Maaf saya tidak bisa membalas apa-apa. Dan tolong doakan semoga istri saya bisa sehat kembali."Ucap Baskoro dengan kepura-puraannya.
" Sudah sewajarnya kita saling membantu pak, dan untuk mbak Bella semoga dia cepat sembuh."Ucap pak Rt dengan tulus.
" Aamiin."Jawab yang lainnya serempak.
" Aamiin. Terima kasih atas doanya untuk istri saya. Emm, maaf saya mau ke rumah sakit menemami istri saya. Jadi saya tinggal dulu ya pak."Ucap Baskoro yang sebenarnya tidak mau berlama-lama berada di perkumpulan para warga.
" Iya pak Baskoro, silahkan."Jawab pak Rt.
Baskoro mengangguk lalu dia menuju mobilnya dan pergi menuju rumah sakit. Baskoro sama sekali tidak memberitahu Leni jika Bella masuk rumah sakit. Baskoro tidak mau Leni curiga dan akan menyelidiki semuanya. Leni orang pintar, tentunya dia tidak akan percaya begitu saja dengan penjelasannya.
" Lebih baik aku rahasiakan ini semua dari Leni. Lagi pula hubungan Bella dan Leni pun tidaklah baik. Mereka masih bersitegang sampai sekarang ini. Jangan sampai Leni tahu, bisa kacau semuanya."Ucap Baskoro terus bermonolog pada dirinya sendiri.
Mobil yang dikendarai Baskoro berhenti di lampu merah, Baskoro membuka kaca mobil nya dan ternyata mobil yang ada tepat di sampingnya adalah Leni.
* Hahh itu Leni !! Tidak, dia tidak boleh melihatku. Dia nanti pasti curiga, kenapa aku menuju rumah sakit.* Gumam Baskoro dan buru-buru menutup kaca mobilnya.
*********
__ADS_1