Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Leni tahu semuanya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sekitar jam 12 malam, Baskoro turun dari ranjang dengan pelan-pelan agar tidak mengganggu tidurnya Leni.Tanpa Baskoro tahu, sebenarnya Leni tidak lah tidur. Leni hanya pura-pura tidur saja, agar Baskoro lebih mudah untuk beraksi.


Kini Baskoro benar-benar sudah keluar dari kamar dan berjalan mengendap-endap menuju kamar Bella. Meskipun kamar Bella terkunci, Baskoro dengan mudah bisa masuk kekamar Bella. Sebab dia mempunyai kunci cadangan kamar Bella yang sengaja dia duplikat dari dulu.


" Mau ke mana Papa jam segini keluar dari kamar ? Sepertinya memang ada yang tidak beres, aku akan memantaunya lewat CCTV saja tidak perlu aku melihatnya secara langsung. Namun jika aku sudah tidak tahan, aku akan mendatanginya."Ucap Leni yang kini sudah duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya.


Leni mengambil ponselnya dan mencoba mengakses CCTV yang ada di kamar tamu dan du kamar Bella. Dia memulai mengakses di kamar Bella terlebih dahulu yang memang letaknya ada di lantai dua juga. Kamar Bella tidak jauh dari kamar Leni dan Baskoro.


Di kamar Bella nampak belum ada pergerakan apa-apa, dan hanya terlihat Bella yang memang sedang tertidur dengan pulas. Dengan mengenakan lingerie yang sangat seksi, memang sudah menjadi kebiasaan Bela jika tidur memakai lingerie seperti itu. Sehingga Leni pun tidak menaruh curiga apapun kepada Bella.


Namun setelah hampir 5 menit mengakses CCTV yang ada di kamar Bella. Leni membelalakkan matanya saat melihat Baskoro dengan mudah membuka kunci pintu kamar Bella, dan Leni pun tahu ternyata Baskoro mendatangi kamar Bella.


" Apa yang ingin Papa lakukan di kamar Bella? Dan kenapa dia bisa membuka pintu kamar Bella dengan mudah? Aku tahu betul bagaimana Bella, dia setiap kali tidur selalu mengunci kamarnya. Bahkan dia tidak tidur pun pasti kamarnya akan selalu terkunci. Sebab dia memang tidak mau diusik oleh orang lain jika masih ada di dalam kamar. Papa apa kamu dan Bella memang ada hubungan di belakangku?."Ucap Leni bermonolog pada dirinya sendiri.


Sementara itu, saat ini Baskoro yang memang sudah ada di kamar Bella dengan mudahnya dia langsung naik ke ranjang Bella. Tanpa dia sadari jika saat ini pergerakannya sudah diawasi oleh Leni melalui CCTV yang terpasang di kamar Bella.


Baskoro mengusap pipi Bella lalu mengusap paha Bella dengan lembut, sehingga Bella yang sudah tertidur pun terbangun. Namun dia sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran Baskoro. Sebab sebelumnya Baskoro memang sudah menjanjikan, jika dia akan datang dan tidur bersama Bella. Bukan hanya sekedar tidur, namun juga akan melakukan olahraga seperti yang sudah mereka lakukan dari dulu.


" Papa sudah datang? Bella sudah menunggu Papa dari tadi sampai Bella ngantuk dan tertidur ."Ucap Bella dengan suara khas seperti orang yang bangun tidur.


" Maafkan papa sayang. Tadi mama kamu itu tidurnya lama, jadi papa harus menunggu dia sampai tidur benar-benar lelap dan nyenyak agar dia tidak tahu kalau Papa pindah ke sini. Bagaimana sayang, apa kita bisa memulai olahraga malam kita?."Tanya Baskoro dengan mata genitnya.


"Tunggu sebentar ya Pa, Bella mau ke kamar mandi dulu. Bella mau pipis sekalian cuci muka, agar lebih fresh dan saat kita berolahraga juga Bella bisa bersemangat. Bukannya papa sangat menyukai goyangan Bella, nyatanya selama 9 tahun ini Papa masih terus meminta jatah sama Bella kan? Padahal ada Mama juga loh yang sudah kasih jatah sama papa."Ucap Bella sambil mencubit pipi Baskoro dengan gemas. Padahal kulit wajah Baskoro juga sudah mulai keriput namun Bella tetap menyukainya.


CCTV yang dipasang oleh Leni di kamar Bella dan kamar tamu, bukan hanya untuk menangkap gambar saja. Namun CCTV itu bisa mendengar apa saja yang dibicarakan oleh orang yang ada di kamar tersebut. Dan saat ini Leni pun sudah mendengarkan apa saja yang dikatakan Bella dan Baskoro.


" Iya sayang, tapi jangan lama-lama ya di kamar mandinya. Papa sudah tidak tahan nih, lihat si joni sudah on dari tadi loh."Ucap Baskoro sambil menunjukkan si joninya yang memang sudah on dan siap untuk berolahraga.


" Iya Papaku sayang sabar dulu ya, si Joni kamu juga sabar ya. Sebab mesin kenikmatanmu masih mau buang air dulu."Ucap Bella sembari mengusap si joni dengan lembut dan hal itu membuat Baskoro memejamkan matanya sejenak untuk menikmati usapan dari tangan Bella yang mulus dan lembut itu.


Bella turun dari ranjang, lalu berjalan menuju kamar mandi. Lingeri yang dipakai Bella saat ini sangat-sangatlah transparan, dan bahkan Bella sama sekali tidak memakai pakaian bagian dalamnya lagi. Sehingga kedua asetnya terlihat dengan jelas, dan hal itu membuat Baskoro semakin tidak bisa menahan dirinya. Terlihat beberapa kali Baskoro menelan salivanya sendiri.


Setelah 5 menit berada di kamar mandi, Bella pun keluar dan kembali naik ke ranjang nya. Di sana Baskoro terlihat sudah tidak memakai apa-apa lagi. Sepertinya memang Baskoro sudah tidak tahan lagi untuk melakukan olahraga malamnya dengan Bella.


" Wah si joni kok sudah on seperti ini sih Pa? Tapi kalau dilihat-lihat si Joni makin besar loh pa ukurannya."Ucap Bella sembari mengusap si joni dengan lembut.


" Iya Bella Sayang, ayo dong cepat masukan. Papa sudah tidak tahan lagi."Ucap Baskoro dengan suara yang sudah serak sebab dia sudah menahannya dari tadi. Siapapun yang mendengar suara Baskoro pastikan muntah dan menjijikan sekali.

__ADS_1


" Jangan langsung olah raga dong Pa, tidak asik kalau langsung olah raga. Kita pemanasan dulu ya, biar si joni semakin kuat dan semakin strong saat bergoyang."Ucap Bella semakin membuat Baskoro tidak tahan lagi menunggu lama-lama.


Namun Baskoro tetap mengiyakan perkataan dari Bella, sebab jika memang dia melakukan pemanasan terlebih dahulu dia akan kuat sampai beronde-ronde. Bahkan sampai pagi pun dia akan kuat, dan si joni akan tetap on. Tanpa menunggu waktu lama, Baskoro langsung melepaskan baju yang dipakai oleh Bella. Dan kini Bella sudah sama-sama polos seperti dirinya.


Tanpa diminta oleh Baskoro, Bella langsung meraih Si Joni dan melahapnya seperti biasa. Bella sama sekali sudah tidak ada rasa malu maupun canggung kepada papanya sendiri. Bahkan si Joni pun sudah seperti makanannya sehari-hari. Sehingga dia tidak mempunyai rasa malu dan jijik sedikitpun.


"Ahhh... Bella, Kenapa kamu bisa sepintar ini, Bella. Papa benar-benar tidak bisa melupakan permainanmu ini sayang."Seru Baskoro dengan mata terpejam dan tanganya memegang kepala Bella.


Bella sama sekali tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Baskoro. Sebab dia sedang sibuk memainkan si Joni nya, semakin dimainkan si Joni semakin membesar dan hal itu membuat Bella semakin menyukainya.


Setelah 15 menit, si Joni dimainkan. Akhirnya si joni pun mengeluarkan sesuatu yang memang sudah sewajarnya dikeluarkan.


Arrrgggghhhhhhh


Baskoro menjerit kenikmatan, dia semakin menekankan kepada Bella dalam dalam. setelah itu Bella pun membersihkan Si Joni sampai benar-benar bersih dan tidak ada kotoran yang tersisa sedikitpun.


" Gantian ya pa, sekarang Papa yang harus memainkan mesin kenikmatan milik Bella."Seru Bella yang sudah tidak sabar lagi merasakan mesin kenikmatannya dimainkan oleh Baskoro..


" Sudah tentu papa akan memainkan mesin kenikmatan itu Bella sayang. Tapi sebelumnya, Papa ingin minum vitamin serta susu terlebih dahulu. Bagaimana apa kamu mau memberikannya untuk papa? Biar Papa semakin kuat dan berenergi prima."Ucap Baskoro sambil memainkan alisnya.


Bella dan Baskoro kini duduk berhadapan tanpa menunggu lama Baskoro langsung meminum susu kembar itu dengan lahapnya. Bella sendiri menikmati setiap sedotan yang dilakukan oleh Baskoro.


"Ahhh, Sayang jangan digigit seperti itu, sakit."Seru Bella dengan suara manjanya.


" Biarpun sakit, tapi nikmat kan? Kamu saja menikmatinya sampai memejamkan matamu loh."Ucap Baskoro, sekarang yang sudah melepaskan susu kembarnya.


Baskoro mulai merebahkan tubuh Bella di pinggiran ranjang, dengan kaki yang terangkat. Sedangkan Baskoro berjongkok dari lantai, dia melakukan apa yang sudah sewajarnya dia lakukan untuk Bella. Dengan memainkan mesin kenikmatan milik Bella.


Baskoro semakin lihai dan semakin pintar memainkan mesin kenikmatan itu, sehingga membuat Bella benar-benar tidak berdaya. Tidak menunggu lama lagi. Akhirnya mesin kenikmatan itu mengeluarkan air dan Baskoro membersihkannya sampai bersih seperti saat Bella membersihkan si joninya tadi.


" Kita mulai permainan sesungguhnya sayang. Mau kamu dulu apa Papa duluan yang memegang kendali?."Tanya Baskoro meminta persetujuan Bella.


" Papa dulu saja, Bella sangat lemah, Pa. Sebab mesin kenikmatan baru saja mengeluarkan airnya."Ucap Bella dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


" Oke Sayang, apapun akan Papa lakukan untukmu. Sekarang kita ambil posisi yang enak, tubuh mau di ranjang apa di lantai?."Tanya Baskoro ingin melakukan dengan sensasi yang berbeda.


Namun tanpa diminta justru Bella merubah posisinya dengan cara berolah raga dari belakang. Baskoro yang melihat posisi itupun hanya tersenyum dengan puas, sebab memang itu salah satu posisi yang sangat disenangi oleh Baskoro.


Baskoro pun sudah mulai menunggangi kudanya dari belakang, dan mesin kenikmatan Bela sudah terisi penuh dengan si Joni nya. Kini dia mulai bergerak tidak beraturan.


Baskoro bergerak seperti orang yang naik kuda sesungguhnya, dan di sana di tangannya pun tidak bisa tinggal diam. Tangannya memainkan sesuatu benda kenyal yang ada di bagian depan tubuh Bella.


"Ahh... Pa, terus pa. Jangan diperlambat, kalau diperlambat rasa nikmatnya hilang. "Seru Bella tidak tahu malu terus meracau.


"Iya sayang, ini sudah papa percepat kok. Kamu memang luar biasa sayang, posisi seperti apapun kamu bisa. Inilah yang membuat papa tidak bisa lepas dari kamu. Jika denganmu papa bisa main sampai 2 jam lebih, dengan mamamu cuma 15 menit saja dia sudah keok."Seru Baskoro dengan terus bekerja keras menunggang kuda betinanya.

__ADS_1


"Ya jelas dong. Bella masih muda, mama sudah tua. Ahh.. Pa, makin cepat pa."Racau Bella dengan suara m3nd3s4h dengan kuat.


Arrrggghhhhh


Suara Bella menggema di ruangan kamarnya, namun siapapun yang ada diluar sana tidak akan mendengarnya. Sebab semenjak Bella dan Baskoro sering melakukannya, kamar Bella dipasang alat kedap suara. Tentunya itu tanpa sepengetahuan Leni, sang mamanya. Awalnya memang Baskoro yang mempunyai ide untuk memasang alat kedap suara agar olah raga mereka tidak terganggung.


Mereka seperti tidak mengenal rasa lelah, baru saja Bella sampai titiknya. Kini Baskoro sudah melakukannya lagi dengan posisi yang sudah berbeda lagi.


Setelah 35 menit berolah raga, mereka bertukar posisi. Dengan Bella yang memegang kendali olah raga mereka. Bella mulai naik dan bergoyang dengan lihainya, Baskoro dibuat tidak berdaya dan mabuk kepayang jika Bella sudah bergoyang.


"Bella sayang. Bagaimana kalau kita melakukannya sambil menonton video, seperti saat pertama kali kita melakukannya. Papa sangat merindukan masa-masa itu."Ucap Baskoro dengan tangan memainkan sesuatu yang ada di bagian depan Bella.


"Ehh... Be, besok sa..saja pa. Saat mama pergi ker.. kerja."Ucap Bella dengan nafas tersengal-sengal sebab dia sudah hampir sampai titik tertinggi permainannya.


Akhirnya setelah 30 menit memegang kendali, Bella sampai juga pada titik permainan olah raganya yang menguras tenaganya. Bahkan kini mereka berdua sama-sama bermandikan keringat.


"Jangan berhenti, Sayang. Cepat lagi, papa juga mau sampai titik ini, terus dong jangan berhenti lama-lama."Seru Baskoro dengan suara beratnya.


"Iya pa."Jawab Bella singkat.


Mereka berdua benar-benar tidak punya rasa lelah jika urusan olah raga. Jika diantara mereka ada yang capek dan lelah, mereka akan berpindah posisi. Dan begitupun seterusnya sampai mereka melakukan 3 jam olah raganya.


Setelah 3 jam, mereka menyudahi olah raganya. Bella terlihat sangat kelelahan, dia tertidur begitu saja tanpa baju. Baskoro pun sama, dia berbaring di samping Bella dengan tangan melingkar di perut Bella.


Baskoro mendekati perut Bella dan mengusap serta mencium perut Bella dengan lembut dan penuh kasih sayang. Baskoro tersenyum dengan lebar saat mengusap perut Bella.


"Anak papa pintar, di ajak olah raga sampai pagi tidak rewel sama sekali. Sehat-sehat anak papa, jangan pernah bosan ya kalau papa ajak olah raga. Jika olah raga terus kan kita bisa bertemu. Kamu bisa bertemu si joni yang gagah perkasa yang membuat mamamu ketagihan."Ucap Baskoro sambil mengusap perut Bella yang mulai terlihat ada perubahan.


Baskoro pun kembali berbaring di samping Bella, dan menyelimuti tubuhnya dan tubuh Bella dengan selimut tebal yang sama. Mereka berdua pun tertidur dengan nyenyak dengan tangan Baskoro memeluk Bella.


Sementara itu di kamar pribadinya, Leni sedang menangis sesunggukan. Dia benar-benar tidak menyangka jika Baskoro dan Bella mempunyai hubungan di belakangnya. ahkan hubungan itu sudah terjalin selama 9 tahun lamanya. Leni merasa sangat dibohongi oleh anak dan suaminya sendiri.


" Kalian berdua memang kurang ajar, benar-benar bejat. Baskoro, Bella itu anak kandung ku dan juga anakmu meskipun dia hanya anak tirimu. Aku tidak pernah menyangka jika kalian berdua sudah menghianati ku 9 tahun lamanya. Selama ini aku tidak menaruh curiga sedikitpun saat suamiku menyayangi anakku seperti anak kandungnya sendiri. Dan selalu menuruti apa yang diminta oleh anak ku, Bella. Namun ternyata aku salah, perhatian dan kebaikan Baskoro ternyata memang ada maunya."Ucap Leni terus bermonolog pada dirinya sendiri dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi.


Air mata Leni sudah menganak sungai, dia seakan lupa jika dulu dia juga mendapatkan Baskoro juga dari hasil merebut suami orang. Dan saat ini seakan hukum karma sedang menghampirinya, anaknya sendiri yang dia banggakan justru berselingkuh dengan papa tirinya sendiri.


"Bagaimana jika Vito tahu hubungan papa dan Bella? Pasti Bella akan di ceraikannya, aku tahu jika Bella sangat mencintai Vito. Jika Vito menceraikannya pasti Bella akan bersedih, dan pasti dia akan mengancam bunuh diri. Meskipun Bella sudah menghancurkan rumah tangga dan hatiku, aku tidak sanggup kehilangan anakku satu-satunya. Bella sedang hamil, bahkan Baskoro mengakui jika anak itu adalah anaknya. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan."Ucap Leni dengan tangis tersedu-sedu.


Leni mematikan layar ponselnya lalu meletakkan ponsel di atas nakas yang ada di sampingnya. Leni tidak bisa tidur, dan dia pun turun dari ranjang untuk pergi ke dapur mengambil air minum. Kebetulan air minum nya juga habis.


Saat Leni keluar kamar, dia melihat ke arah kamar Bella dimana didalam kamar itu ada suaminya yang baru saja berolah raga dengan anak nya. Dan saat ini sedang memeluk hangat anaknya sambil terlelap dengan nyenyaknya.


"Aku seperti wanita bodoh ! Yang selama 9 tahun ini dibohongi oleh anak dan suamiku sendiri. Untuk malam ini sudah cukup, sepertinya aku memang diam dulu. Dan esok jika mereka masih ingin berolah raga lagi, aku akan menangkap basah mereka. Bukannya mereka tadi berjanji esok saat aku bekerja akan main lagi. Tunggu saja Baskoro, Bella."Ucap Leni dengan mengepalkan kedua tangannya.


Leni kembali masuk kamarnya, dia tidak jadi turun kedapur untuk mengambil minum. Lagipula ada air minum di atas nakas Baskoro, dan air itupun masih utuh sehingga Leni meminum air itu saja.

__ADS_1


*************


Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin semuanya 🙏🙏 Maafin Author ya jika ada salah-salah kata. 🙏😘😘


__ADS_2