
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Papa teman - teman Nada ada yang punya adik. Katanya kalau mau punya adik, papa sama mama harus bobok dulu. Terus Nada kapan punya adiknya ? Nanti papa sama mama Nia bobok dulu ya biar nada punya adik." Ucap Nada dengan polosnya.
Uhuukkk Uhhuukkk
Secara tiba-tiba Nia pun tersedak dan batuk-batuk. Bagaimana bisa Nada punya permintaan seperti itu, mau dapat adik darimana sedangkan dia dan David saja tidak mempunyai hubungan apa-apa. Nia hanya melirik ke arah David tapi justru David terlihat santai saja seolah tidak mendengar ucapan anaknya.
David tetap stay cool seolah-olah tidak mendengar sesuatu padahal dalam hatinya saat ini sedang bingung menyiapkan jawaban untuk Nada. David tidak pernah menyangka jika anaknya akan bertanya seperti itu, bahkan permintaan anaknya tidak mungkin bisa dia berikan.
" Nada kalau lagi makan jangan banyak bicara, nanti kamu tersedak seperti orang yang saat ini ada di samping kamu." Ucap David sembari melirik tajam ke arah Nia.
" Iya Pa." Jawab Nada singkat.
* Sialan ! Dasar Boss David arogan. Kenapa jadi aku yang dijadikan contoh ? Aku tersedak karena mendengar pertanyaan anaknya yang tidak masuk akal.* Gumam Nia dalam batinnya.
Nada pun melanjutkan makan siangnya tanpa banyak bertanya lagi. David memang mengajarkan Nada di saat sedang makan tidak boleh banyak bicara, habiskan dulu makanannya jika ingin bicara.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya makanan Nada sudah habis. Begitupun dengan Nia dan David, David yang sedang sibuk dengan ponsel di tangannya tiba-tiba dia dibuat terkejut dengan permintaan Nada.
" Aku mau mama Nia sama papa bobok, nanti biar dapat adik." Ucap Nada dengan wajah polos.
Nada masih saja membahas soal adik justru David curiga jika semua ini adalah ulah Nia. Nia yang sudah mengajarkan Nada untuk bicara seperti tadi. Sebab sebelumnya Nada tidak pernah berbicara atau meminta soal adik.
__ADS_1
* Ini pasti ulah perempuan ini. Bisa-bisanya dia memperalat Nada untuk mendekatiku. Apa dia kira aku bakal tertarik dengannya. Tidak akan pernah !* Gumam David dalam batinnya.
" Memangnya temen Nada yang mana, yang bicara kalau tidur bisa dapat adik?. Tanya David dengan lembut agar nada mau bicara terus terang.
" Tadi Nada waktu main ada temen bawa adiknya. Kata dia, mama sama papanya bobok dulu baru punya adik."Jawab Nada dengan serius.
David menghela nafas dengan kasar, tidak mungkin dia mau memarahi anaknya. David sudah berjanji jika dia tidak akan kasar terhadao Nada. Nada adalah putri satu - satunya, anak yang dia sangat sayangi dan cintai. Seujung kukupun David tidak akan melukai dan menyakuti perasaan anaknya itu.
" Nada, sekarang sudah jam 2 nih kita pulang saja yuk. Kasihan Oma sama Opa pasti nungguin Nada. Tadi pamitnyakan cuma sebentar. " Ucap David mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Tapi mama Nia ikut pulang ya pa ?" Tanya Nada lagi.
" Tidak sayang, mama Nia bisa pulang sendiri. Soalnya mama Nia lagi mampir kesuatua tempat. Jadi sekarang Nada pulang duluan saja sama papa nya Nada,besok siang mama kan ada jadwal kerumah Nada. Tapi Nada sekolah dulu ya, katanya Nada mau jadi anak pintar." Seru Nia mencoba merayu Nada agar dia mau kembali sekolah.
Dengan cepat bocah berusia 4 tahun itu mengangguk dengan yakin. Pada akhirnya Nada mau untuk bersekolah lagi, semua itu berkat Nia yang sudah bicara dari hati ke hati dengan Nada. saat di arena bermain tadi Nada bercerita jika dia sudah lama tidak bersekolah. Sehingga Nia juga baru tahu jika Nada ternyata sudah bersekolah. Jadi Nia berinisiatif untuk menasehati Nada agar dia mau bersekolah terlebih dahulu sebelum bertemu dengannya. Setidaknya Nada mempunyai kegiatan dan bisa berinteraksi dengan teman - teman sebayanya.
Akhirnya Nada dan David pun pulang dengan mengendarai mobil mewahnya. Dementara itu Nia juga baru keluar dari restoran, dia sedang menunggu ojek online yang sudah dia pesan lewat aplikasi di ponselnya. Nia menunggu di dekat parkiran mobil.
* Itu kan mobilnya Kak Vito?.*Gumam Nia dalam batinnya.
Benar saja ternyata mobil itu memang benar mobil Vito. Vito turun dari mobil dan berlari ke pintu samping dan membukanya, Nia melihat Bella turun dari mobil dan dengan romantisnya Vito yang membukakan pintunya.
" Nia !!" Seru Vito terkejut saat melihat dia berdiri tidak jauh dari tempat dia memarkirkan mobil.
" Sudahlah sayang, awas saja kalau sampai kamu mendekati wanita miskin dan murahan itu. Aku bakal adukan sama tante Hesti. " Ucap Bella mengancam Vito.
Vito tidak memperdulikan ancaman Bella, justru dia semakin berjalan mendekat ke arah Nia. Nia hanya diam saja sembari memandang ke arah Vito, semenjak kejadian di hotel waktu itu ini pertama kalinya mereka kembali bertemu lagi.
" Nia kamu apa kabar?."Tanya Vito masih terlihat sekali dari tatapan matanya jika dia merindukan dan sangat menyayangi Nia.
__ADS_1
" Alhamdulillah kabarku baik kak Vito." Jawab Nia dengan singkat. Nia tidak mau panjang lebar lagi bicara dengan Vito, apalagi saat ini ada Bella yang statusnya sebentar lagi akan menjadi tunangan Vitio.
" Kamu sama siapa di sini?." Tanyak Vito ingin tahu.
" Tadi aku datang sama temen, tapi dia sudah pulang duluan. Ini aku juga mau pulang tapi lagi menunggu ojek online." Jawab Nia tanpa melihat ke arah Vito.
Bella semakin kesal melihat Vito yang masih saja peduli dengan Nia. Padahal sudah bersusah payah Bella dan Hesti memisahkan Vito dari Nia. Bella pun mendekati Vito dan Nia, lalu langsung memeluk lengan Viti dengan sangat mesranya.
" Vito sayang bukankah kita datang kesini ada perlu sa menejer restorannya? Kita mau memesan makanan yang ada di restoran ini untuk acara pertunangan mewah kita yang akan digelar minggu in. Oh iya lupa, Ini undangan buat kamu. Aku harap kamu datang ya." Ucap Bella sembari menyerahkan undangan pertunangannya kepada Nia.
Nia menerima undangan itu dengan mencoba memaksakan senyum ramahnya. Masalah datang atau tidaknya, Nia bisa memikirkan nanti yang pasti undangannya sudah Nia terima terlebih dahulu.
" Maaf aku permisi. Sepertinya itu ojek online pesananku." Seru Nia mencoba menghindar sembari mendekati ojek online yang memang baru saja datang.
" Nia tunggu !!"Teriak Vito memanggil Nia.
Nia menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan dan memandang ke arah Vito yang kini sudah berada di hadapannya.
" Apalagi kak Vito? Tolong jangan buat masalah lagi, kamu sudah mau bertunangan dan aku mohon jangan pernah mengungkit masalah yang ada." Ucap Nia dengan memohon, agar Hesti dan Bella tidak meyalahkanya lagi.
" Tidak, aku tidak akan mengganggu hidup kamu. Justru aku meminta kamu untuk berubah, kamu itu seorang dokter. Nia yang aku kenal dia wanita yang baik, lembut dan penuh kasih sayang, bukan wanita murahan dan nakal. Jadi jika kamu masih menganggap aku, setidaknya sebagai teman tolong berhentilah dari dunia harammu itu karena itu sangat menjijikan. " Seru Vito dengan tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.
Deg
Jantung Nia seakan berhenti berdetak mendengar perkataan dari Vito. Bahkan sampai detik ini Vito masih saja menganggapnya wanita murahan dan menjijikan. Nia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, akhirnya dia pun kembali mendekati ojek online dan segera naik ke atas motor. Lalu meminta sang driver untuk segera meninggalkan restoran itu.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Nia hanya bisa menangis terisak di atas motor. Bagaimana bisa seorang Vito yang dulunya penuh perhatian, baik dan sopan bahkan tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar. Sekarang justru berbalik sangat tidak menghargai Nia dan tetap menganggapnya wanita yang tidak baik.
* Aku bukan wanita seperti itu. Aku wanita baik-baik Kak Vito, begitu burukkah penilaianmu terhadapku. Apa kamu baru mengenalku sehingga kamu tidak percaya dengan apa yang aku jelaskan ? Bahkan kamu tetap saja menganggapku wanita murahan.* Gumam Nia dalam batinnya.
__ADS_1
**********