
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Jam 12 siang Vito pulang untuk menjemput Bella, akhirnya Vito bersedia mengantar Bella untuk periksa kandungan. Tanpa menunggu lama Vito segera memaju kuda besinnya menuju rumah, dia harus bisa secepatnya sampai rumah dan mengantar Bella ke rumah sakit. Jam 3 nanti dia masih ada pertemuan dengan investor yang sangat penting.
Setelah cukup lama diperjalanan, kini mobil Vito sudah sampai di halaman rumahnya. Namun ada yang aneh, dia melihat ada mobil papa mertuanya yang terprkir tepat di samping rumahnya. Vito menjadi penasaran sebenarnya ada perlu apa sehingga sang papa mertua sering datang disaat siang hari tanpa adanya Vito dirumah.
Vito turun dari mobil dan segera berjalan menuju pintu rumahnya. Vito membuka pintu dan mendapati rumah dalam keadaan sepi, tidak ada papa mertuanya disudut ruangan.
"Kok sepi? Pada kemana sih mereka? Apa Bella sudah siap-siap ya, aku memang tidak memberitahu Bella kalau aku akan mengantarnya. Ahh mungkin dia dikamar."Seru Vito langsung menuju kamar yang ditempati Bella.
Ceklekkk
Pintu terbuka dan Vito kaget melihat Bella yang sedang ada didepan lemari seperti sedang mencari pakaian ganti. Dia tidak menyadari jika saat ini ada sepasang mata yang melihat kearahnya.
Ehhemm Ehhheeemm
Vito sengaja berdehem agar Bella bisa menyadari keberadaannya. Bella langsung mencari sumber suara dan dia mendapati Vito ada di depan pintu dengan bersedekap tangan.
"Vito !."Seru Bella dengan kaget.
Bella benar-benar kaget saat mendapati suaminya sudah ada didalam kamar. Bahkan saat ini dirumahnya juga sedang ada sang papa.
__ADS_1
"Kamu baru mandi? bukannya kamu tadi pagi sudah mandi, kenapa mandi lagi? Cepat pakai baju, aku jijik melihat tubuhmu."Seru Vito dengan ketus.
Bella dengan segera menegenakan pakaian yang sudah ada ditangannya. Dia buru-buru memakainya sebab dia tahu pasti Vito akan menanyakan keberadaan papanya. Apalagi Baskoro memang sedang tidur pulas akibat pertempuran mereka yang hampir dua jam.
"Sayang tumben kamu pulang jam segini, apa kamu mau makan siang dirumah? Tapi Minah hari ini tidak masuk, tadi dia datang cuma izin tidak masuk karena anaknya sakit. Aku tidak tahu kalau kamu mau pulang siang jadi aku tidak siapin makanan."Ucap Bella beralasan, padahal Minah tadi datang tetapi Bella memintanya untuk pulang.
Bella beralasan jika dia akan pergi dan pulang malam sehingga dia meminta Minah untuk segera pulang dan tidak perlu masuk kerja. Padahal itu hanya alasan Bella saja, dia sengaja menyuruh Minah pulang sebab papanya akan datang. Dan tentunya akan bermain dengan cukup lama.
"Bukannya tadi malam kamu minta untuk antar ke rumah sakit? Oh iya itu ada mobil papa? Memangnya papa tidak ke kantor?."Tanya Vito dengan serius.
"Oh.. Emm itu, iya papa memang datang. Saat ini ada dikamar tamu, papa kurang enak badan katanya jadi dia numpang istirahat disini. Nanti mama akan naik takai nyusulin papa kesini soalnya papa tidak kuat bawa mobil sampai rumah. Kalau dari kantor kesini kan dekat, jadi papa lebih memilih kesini saja. Aku kira kamu tidak mau mengantarku, ini aku memang baru mandi lagi soalnya gerah banget. Setelah mandi aku fikir mau pesan taksi untuk mengantar kerumah sakit."Ucap Bella menjelaskan dengan penuh kebohongan.
*Beruntung sekali pertempuran ku dengan papa tadi sudah selesai. Aku tidak tahu lagi jika saat Vito pulang aku dan papa masih tempur. Sudah pasti aku akan diarak keliling komplek ini.*Gumam Bella dalam batinnya.
Vito keluar dari kamar tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dia menuju kamar tamu untuk melihat keadaan papa mertuanya. Jika memang harus kerumah sakit, Vito akan mengantarkannya sekalian mengantar Bella cek kandungan.
"Vito kok kamu sudah pulang? Papa tidak apa-apa, hanya sedikit pusing dan kepala rasanya berat. Mungkin kolesterol papa naik, soalnya kemarin habis makan cumi banyak banget. Tadi sudah minum obat kolesterol kok, kamu tidak usah khawatir."Ucap Baskoro dengan pura-pura lemas.
"Sudahlah sayang, papa itu kalau tidak enak badan memang seperti itu. Nanti dibawa istirahat atau tidur juha sudah sembuh sendiri kok. Papa itu anti sama rumah sakut, sekarang lebih baik kita ke rumah sakit saja soalnya aku ada janji dengan dokternya jam setengah 2 dan ini sudah hampir jam 1."Seru Bella buru-buru mengajak Vito berangkat agar Vito tidak semakin mencecar banyak pertanyaan kepada papanya.
"Yakin pa, tidak mau kerumah sakit?."Tanya Vito menyakinkan papa mertuanya.
Baskoro hanya mengangguk dengan pelan, melihat Baskoro yang tetap tidak mau kerumah sakit membuat Vito tidak memaksanya. Vito dan Bella pun kini berangkat kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Bella.
********
Bell dan Vito sudah berada di ruangan dokter Farida, dokter spesialis kandungan. Dokter Farida mengoleskan gell diperut Bella lalu menempelkan alat yang digunakan untuk USG.
__ADS_1
"Mana janinnya dokter?."Tanya Vito serius sambil terus melihat kearah monitor.
"Ini janinnya pak, masih sangat kecil sebab usia kehamilan baru 3 minggu kan? Seiring berjalannya waktu nanti dia juga akan membesar, untuk saat ini perkembangannya cukup bagus. Bu Bella harus banyak makan buah dan sayur, jangan terlalu capek apalagi ini baru trisemester pertama. Kehamilan nya masih rawan jadi jangan mengerjakan pekerjaan yang berat-berat ya."Ucap dokter Farida dengan ramah dan lembut.
Mata Vito tetap tertuju pada layar monitor, dia terus melihat janin yang masih sangat kecil itu. Tidak tahu mengapa tiba-tiba timbul rasa sayang untuk calon anaknya yang masih dalam kandungan Bella.
*Setelah melihat hasil USG ini kenapa aku jadi ingin segera melihat anak itu tumbuh dengan cepat. Ada rasa berdesir saat melihat janin yang masih sangat kecil itu.*Gumam Vito dalam batinnya.
"Iya dokter, saya tidak pernah mengerjakan pekerjaan yang berat-berat kok. Kalau soal makan sudah pasti bergizi dan menunya juga seimbang."Jawab Bella dengan senang.
Bella pun turun dari brankar dan segera kembali duduk dikursi yang ada didepan dokter Farida. Vito juga ikut duduk disamping Bella untuk mendengarkan penjelasan dokter Farida.
Selesai memeriksakan kandungan Bella, Vito meminta Bella pulang untuk naik taksi saja. Sebab setengah jam lagi Vito harus bertemu dengan klien.
"Apa ? Kamu menyuruhku pulang naik taksi?."Tanya Bella dengan mata membulat sempurna.
"Iya Bella. Maaf, aku ada ketemu klien 30 menit lagi. Kalau aku harus mengantar kamu pulang sudah pasti aku akan terlambat. Ini investor penting Bella jadi aku harus profesional."Ucap Vito dengan suara yang sedikit lembut.
Bella dan Vito saat ini sudah berada di depan lobby rumah sakit, Bella melihat ada Nia yang hendak keluar dari rumah sakit. Dengan cepat Bella melingkarkan lengannya di lengan Vito dan menyandarkan kepalanya di bahu Vito. Vito kaget dengan sikap Bella yang secara tiba-tiba berubah.
"Bella lepaskan, jangan seperti ini. Ini di depan rumah sakit dan banyak orang berlalu-lalang. Meskipun kita suami istri tidak seharusnya pamer kemesraan ditempat umum begini."Seru Vito.
"Aku ingin dimanja-manja sama kamu, Sayang."Ucap Bella sengaja sedikit mengeraskan suaranya agar bisa didengar oleh Nia.
Nia melihat ada dua orang yang memang tidak ingin dia temui. Namun apa daya dia justru bertemu dengan dua manusia tidak tahu malu itu di depan lobby rumah sakit. Namun Nia pura-pura tidak melihatnya, Nia tetap berjalan melewati Vito dan Bella.
"Nia."Seru Vito.
__ADS_1
*************