
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Keluarga David saat ini sudah berada di rumah ibu Karti. Kedua mertua Nia, adik ipar serta suami dan anak Nia berkumpul dan makan-makan di halaman belakang rumah dengan beralaskan tikar. Mereka juga tidak sekedar makan, tapi juga mengadakan acara bakar-bakar.
David awalnya tidak mau ikut sebab dia banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan dengan lembur. Namun karena bumil yang mengajak mana mungkin bisa menolak, akhirnya pekerjaannya semua dilimpahkan kepada sang Assisten, Rendi.
" Kak, David ayo dang bakar ayam nya. Jangan cuma makan atau terima beres saja, lihat tuh papa saja mau ikut langsung berpanas-panasan."Seru Miska.
" Cerewet banget sih."Seru David menghardik adiknya itu.
Uhhhhhhh
Miska mendengus dengan kesal, David memang menyebalkan. Padahal di antara mereka yang laki-laki hanya David dan pak Widjaya. Namun David justru duduk dengan santainya di atas tikar sambil memainkan ponsel.
" Kak, bantu kenapa sih. Lihat tuh papa sibuk bakar ikan sendiri, noh para wanita juga sibuk sendiri-sendiri kakak doang nih yang santai."Ucap Miska terus mendesak David untuk ikut terjun membakar ikan dan ayam serta daging sapi.
" Kalian ini juga cari yang ribet sih, padahal kalau mau makan menu bakaran tinggal order di restoran saja gampang. Ini pakai cara bakar sendiri, nah bikin ribet kan. Aku ini seorang CEO Widjaya Group masa iya suruh bakar ikan? Jatuh dong pamor dan wibawa ku."Jawaban David membuat Miska semakin kesal.
" Pamor dan wibawa apaan? Pamor Arogan nya , iya itu maksud kak David. Papa saja yang sebagai Owner Widjaya Group tidak seribet kak David. Lagian kalau kak David bakar ikan mana ada orang luar yang tahu, ini loh acara keluarga jangan di samakan dengan perusahaan. Buang jauh-jauh tuh arogan dan wibawa atau apalah karena disini tidak terpakai."Ucap Miska sambil mencebikkan bibirnya lalu dia meninggalkan David dan bergabung dengan papanya untuk membantu membakar ikan dan yang lainnya.
David melirik jam mahal yang ada di pergelangan tangan kirinya. Baru juga pukul tujuh kurang 10 menit, David mempunyai ide. Dia pun menghubungi seseorang untuk datang kerumah mertuanya.
Hanya sekali deringan telepon David langsung di angkat oleh sang penerima.
[ Datang kerumah mertuaku sekarang !! Dalam waktu 10 menit kamu harus sudah sampai disini.]
Klik
Secara sepihak David langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia tidak tahu orang yang dia telepon saat ini lagi apa dan dimana. Yang terpenting dia sudah meminta orang itu datang dengan waktu yang singkat sesuai dengan perintahnya.
" David !! Sini bantuin papa."Seru pak Widjaya memanggil David.
Hhhaaahhhh
__ADS_1
David membuang nafas dengan berat, susah payah tadi dia menolak Miska sekarang justru papanya yang memanggilnya langsung. David bukan tidak mau membantu, hanya saja David tidak tahan dengan asap bakarannya yang akan membuat tubuhnya menjadi bau.
Mau tidak mau David pun bangkit dan mendekati papanya. Miska terlihat senyum-senyum sendiri, pasti juga tadi Miska yang sudah meminta papanya untuk memanggilnya.
" Apa yang harus David bantu, Pa?." Tanya David dengan malas.
" Kamu itu dari tadi cuma duduk saja, gesit dulu kalau di rumah mertua. Malu sama mertua kamu kalau cuma duduk saja, jangan mentang-mentang kamu banyak duit dan CEO Perusahan Widjaya Group kamu mau bersantai saja. Urusan disini tuh tidak ada yang namanya CEO, yang ada kamu menantu. Kamu ini, dulu papa kalau di tempat mertua pasti tidak bisa santai-santai seperti kamu. Ada saja pekerjaan yang papa kerjakan, sampai papa cabutin rumputpun papa kerjakan." Ucap pak Widjaya mengultimatum anaknya.
" Dia takut pamor CEO Arogant nya hilang pa."Ucap Miska sambil terkekeh geli melihat raur wajah kakaknya yang tidak enak dilihat.
Nia dan Mama Karmila, beserta ibu Karti hanya senyum-senyum melihat kelakuan Miska yang memang sengaja membuat David kesal. Nada yang melihat papa nya cemberut pun menghampiri papanya.
" Papa minum ini, biar tidak cemberut dan cepat bantu opa. Karena Nada sudah lapar, mau makan ikar bakarnya."Seru Nada sambil memberikan sebotol minuman kaleng dingin.
" Nah tuh denger kak, Nada sudah lapar tuh. Cepetan dan yang semangat bakar ikannya, masa tega sih membiarkan anak nya kelaparan."Ucap Miska lagi terus-terusan menggoda David.
Bug Bug Bug
Suara seseorang berlari mendekati perkumpulan keluarga itu. Nafas orang itu terdengar tersengal dan ngos-ngosan.
" Hahh kak Rendi? Kenapa dia datang kesini dan lari-lari seperti itu?." Ucap Miska pelan.
Nafas Rendi terdengar ngos-ngosan, saat ini dia sudah ada didekat David sambil menyeka keringat di wajahnya.
" Maaf Tuan, tadi mobil saya macet di gang depan sana dan terpaksa saya berlari sampai berkeringat seperti ini. Ada apa Tuan memanggil saya kesini?." Tanya Rendi sambil mengatur nafasnya.
" Oh kamu lari, dekat kalau cuma dari gang depan itu. Mungkin hanya 200 meter saja, belum 2 kilo meter. Cepat kamu bantu papa, bakar ikan dan ayam sama yang lainnya juga. Cepat tidak pakai lama,karena anakku sudah lapar ."Ucap David seenaknya dia meminta Rendi datang hanya untuk membakar ikan.
* Apa ? Jadi aku di suruh datang dengan cepat dan aku sampai lari-lari seperti ini hanya untuk membakar ikan? Ini Tuan David serius? Aku kira ada yang serius serta urgent, ternyata cuma untuk bakar ikan.*Gumam Rendi dalam hatinya dengan kesal.
Dalam hati Rendi terus saja menggerutu. Sedangkan Miska juga ikut kesal, jauh-jauh Rendi datang hanya di panggil untuk menggantikan dia membakar ikan saja. Sebenarnya bahagia juga sih ada Rendi disana, tapi kasihannya dia datang sampai lari-lari karena mobilnya mogok.
" Baik tuan."Jawab Rendi dengan singkat.
Miska mendekati Rendi lalu menyerahkan segelas air putih. Dengan cepat Rendi menerimanya dan menenggaknya sampai tandas.
" Terima kasih."Ucap Rendi.
" Iya kak."Jawab Miska sambil mengulas senyum manisnya.
__ADS_1
Eehheem Eheeemm
David sengaja berdehem untuk mengingatkan Rendi jika dia ada tugas yang harus segera dia selesaikan.
" Hubby, kasihan Rendi. Lihat tuh dia kelihatannya capek banget karena lari-larian. Biarkan dia istirahat dulu."Ucap Nia.
" Biarkan saja. Ini juga salah satu ujian untuk dia, jika dia tidak mau aku juga tidak akan merestui hubungannya dengan Miska. Nah mudahkan, jangan di buat ribet."Seru David lalu mencium pipi Nia didepan para keluarga.
Rendi sudah bergabung dengan pak Widjaya, tanpa berlama-lama Rendi pun langsung mengerjakan tugas dari David dengan bantuan pak Widjaya.
******
Baskoro meninggalkan Bella yang saat ini sedang dia hukum di dalam kamar mandi. Baskoro melajukan mobilnya menuju rumah sang mantan istri pertamanya. Dia sengaja datang di malam hari, sebab malam hari pasti ibu Karti ada dirumah.
" Malam ini aku harus bisa bicara 4 mata dengan Karti. Aku hanya ingin Karti bicara sama Kurnia, agar Kurnia menganggap aku Ayah dan menghormatiku. Tanpa aku, tidak akan pernah ada Kurnia di dunia ini." Ucap Baskoro terus bermonolog pada dirinya sendiri.
Mobil yang di kendarai Baskoro terus melaju dan membelah jalanan yang cukup padat. Sambil mendengarkan musik pop yang dia putar, Baskoro pun ikut bernyanyi meskipun suaranya seperti kaleng rombeng.
Setelah 40 menit, mobil Baskoro sudah ada di seberang jalan rumah ibu Karti. Baskoro melihat ada 3 mobil yang terparkir di halaman rumah ibu Karti.
" Hemmm sepertinya keluarga besan sedang ada di sini. Kesempatan yang tidak bisa di tunda-tunda lagi nih, mumpung ada besan aku harus memperkenalkan diriku. Yah meskipun mereka sudah mengenalku, tapi tidak ada salahnya berkenalan. Kali ini memperkenalkan diri sebagai besan."Ucap Baskoro dengan bangganya.
Baskoro pembilangan mobilnya sekarang untuk ibu Karti. Namun, baru juga Baskoro turun dari mobil tiba-tiba dia di kagetkan dengan kedatangan dua bodyguard yang David minta untuk menjaga rumah ibu mertuanya.
" Mau apa anda kesini?." Tanya salah satu bodyguard itu dengan suara bariton.
" Aku datang karena aku ini keluarga mereka. Apa ada yang salah aku datang untuk menemui anakku, ayolah jangan melarangku. Aku datang baik-baik bukan untuk cari masalah."Jawab Baskoro dengan santainya
" Lebih baik anda pergi dari sini sebelum kami menghajarmu."Ucap bodyguard itu dengan tegas
" Oh No ! Aku tidak akan pergi dari sini, karena aku ini Ayah kandung dari Kurnia. Dan dengan begitu aku ini mertua dari David. Jadi begini cara kalian memperlakukan mertua bos kalian sendiri?." Ucap Baskoro dengan senyum liciknya.
Kedua Bodyguard itu saling melempar pandang dan tersenyum simpul. Mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan perkataan Baskoro. Bodyguard itupun tetap mengusir Baskoro agar segera meninggalkan rumah ibu Karti.
" Haaii Bodyguar bodoh !! Aku ini sama saja tuan kalian, karena aku mertua dari tuan kalian. Seenaknya saja kalian mengusirku, sekarang lebih baik kamu izinkan aku masuk karena aku ada kepentingan dengan anak dan mantan istriku. Jangan sampai terjadi keributan disini hanya gara-gara kalian melarangku masuk."Ucap Baskoro dengan lantang sampai suaranya terdengar sampai belakang.
David dan yang lainnya mendengar ada keributan di depan rumah. Tanpa menunggu lama, David pun menghampiri keributan itu dan ingin tahu apa yang sedang terjadi.
********
__ADS_1