Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Bella salah sangka


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Semalaman Vito tidak pulang kerumah, Bella kebingungan mencari keberadaan Vito. Dia mencoba menghubungi Hesti sang mama mertua mencoba mencari tahu keneradaan Vito. Jika Vito tidak ada di rumah sudah pasti saat ini ada di rumah orang tuanya.


Tttuuuuuuttt Ttttuuuuuutttt Tttuuuuuuttt


Panggilan Bella terhubung namun belum juga di angkat oleh Hesti. Bella mencobanya sekali lagi dan ternyata kali ini Hesti langsung menganggkatnya.


[Hallo sayang, tumben pagi-pagi telepon mama. Ada apa?.] Tanya Hesti seolah melupakan kejadian kemarin siang.


[Ma, apa Vito menginap di rumah mama?.] Tanya Bella langsung bicara pada intinya.


[Tidak ada. Vito tidak menginap disini Sayang. Memangnya Vito semalam tidak pulang?.]


[Kalau Vito pulang dan ada dirumah sudah pasti Bella tidak menanyakan Vito sama mama. Vito sejak pergi kemarin siang itu belum juga pulang ma. Kira-kira dia kemana ya ma?.]


[Duhhh anak itu bikin susah saja. Istri lagi hamil bukannya dijagaain malah tidak pulang begini. Mama tidak tahu sekarang Vito ada dimana, Sayang. Nanti kita ke kantor saja siapa tahu Vito menginap di kantor.]


[Ohh iya juga ya ma. Ya sudah nanti Bella saja yang ke kantor sekalian minta antar Vito ke rumah sakit, untuk cek kandungan.]


[Baiklah. Nanti kalau ada apa-apa segera hubungi mama ya, Sayang.]


[Iya ma, teleponnya Bella tutup ya.].


Klik


Tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu Bella langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja. Tidak ada sopan nya sama sekali dengan mertua. Namun begitu, Bella adalah menantu pilihan dan kebanggaan Hesti.


Baru juga Bella meletak kan ponselnya di atas meja, tiba-tiba ponsel sudah berdering. Ada panggilan masuk dari sang papa tercintanya. Namun panggilan itu Bella abaikan, sebab dia tahu jika papanya pasti memintanya untuk datang ke rumah sakit.


Saat ini Bella sedang tidak mood untuk bertemu dengan Baskoro. Dia masih ingin mencari keberadaan Vito, saat ini Vito lebih penting daripada Baskoro. Hubungannya dengan Baskoro hanya sebatas nafsu dan kepuasan saja. Berbeda dengan Vito, yang memang Bella sangat mencintai Vito.


Tringggg


Dua kali panggilan Baskoro diabaikan, pria itu tidak langsung menyerah. Dia mengirim pesan singkat kepada Bella.


[Sayang, papa kesepian. Kamu datang ke rumah sakit ya, kita bisa menghabiskan waktu berdua seperti kemarin.] Tulis Baskoro yang selalu mengutamakan nafsu nya saja.


Bella hanya membaca pesan itu dan tidak ada niatan untuk membalasnya. Namun pesan Baskoro kembali masuk.


Trinnggg


Tringgg


[Sayang kok dibaca saja pesan papa. Balas dong sayang.]


[Kamu marah sama pa? Maaf ya kalau kemarin kamu tidak puas seperti biasanya.]


" Dasar otak mesum !! Yang ada di kepalanya cuma nafsu saja, lama-lama aku jengah juga sama pria tua ini. Tapi sayang juga sih, pria tua ini yang sudah mengajarkan kenikmatan kepadaku. Dan dengannya aku bisa puas, jika di bandingkan dengan Vito sih Vito kalah jauh. Jika Vito bisa bertahan hanya 1 jam, pria tua itu bisa sampai 2 jam lebih." Ucap Bella bermonolog pada dirinya sendiri.


[Bella sibuk pa. Tidak bisa datang kerumah sakit.] Balas Bella.


[ Sibuk apa sayang?.]

__ADS_1


[ Vito marah dengan Bella pa, karena Bella akhir-akhir ini lebih sibuk mengurus papa daripada dia. Dan semalaman Vito tidak pulang, jadi siang ini Bella ingin ke perusahaan Vito.] Balas Bella berbohong.


Dia tidak berkata jujur jika Vito pergi dan marah karena kesalahan yang sudah dia perbuat bersama dengan mama mertuanya.


[Oh ya sudah.] Balas singkat Baskoro.


Bella tidak membalas pesan itu, kini Bella bersiap-siap untuk pergi. Bella memutuskan datang ke perusahaan Vito lebih awal, menurutnya lebih cepat lebih baik.


Setelah 20 menit bersiap, kini Bella sudah siap dengan penampilannya yang terlalu berlebihan. Bahkan dia tidak malu memakai pakaian yang terbuka dan seksi serta ketat padahal dia saat ini sedang hamil. Bella mengendarai mobilnya melaju ke perusahaan Vito.


Hanya butuh waktu sekitar 40 menit Bella sudah sampai di kantor Vito. Dengan angkuh dan gaya sombongnya Bella memasuki gedung perusahaan. Dia sama sekali tidak mengindahkan sapaan dari beberapa karyawan yang menyapanya.


Kaca mata hitam, heels tinggi menjadi penunjang penampilannya. Banyak pasang mata para pria yang memandang penuh nafsu kearah Bella. Mereka seakan melupakan jika Bella adalah istri dari pimpinan perusahaan.


Perusahaan Vito tidaklah terlalu besar, hanya seperempat nya saja jika di bandingkan dengan perusahaan David. Namun Bella sangat bangga bisa menikah dengan Vito sang pemilik perusahaan.


"Selamat pagi bu, Bella."Sapa Aurel sekertaris Vito dengan ramah.


"Apa Pak Vito nya ada?." Tanya Bella dengan sombong.


"Pak Vito belum datang bu. Padahal jam 10 ini ada meeting dengan klien namun ini sudah jam 10 kurang 8 menit beliau belum datang. Ponselnya juga tidak bisa di hubungi, saya kira justru pak Vito masih dirumah." Jawab Aurel dengan jujur.


*Kalau Vito tidak ada di kantor lantas dia ada dimana? Apa mungkin dia menginap dirumah mantan pacarnya? Hemm bisa jadi dia menginap disana, sebab dia kan masih berhubungan baik dengan ibu mantan pacarnya itu.*Gumam Bella justru mengira jika Vito menginap di rumah ibu Karti.


Namun Bella tidak langsung pergi, dia mencoba menunggu Vito siapa tahu dia memang datang lebih siang. Bella meminta ingin masuk ruangan Vito namun Aurel melarangnya, sebab tidak semua orang bisa masuk ruangan Ceo tanpa seizin Ceo.


"Aku ini istri dari Ceo perusahaan ini. Jadi kamu tidak bisa melarang ku untuk masuk keruangan suamiku sendiri."Seru Bella dengan kasar.


"Maaf bu tapi ini sudah perintah dari pak Vito nya langsung. Siapapun yang masuk harus izin beliau terlebih dahulu. Lagipula ruangan pak Vito terkunci dan hanya pak Vito yang pegang kuncinya. Jika ibu ingin menunggu pak Vito, ibu bisa menunggunya di ruangan tunggu yang ada di sebelah sana."Ucal Aurel dengan sabar bicara dengan Bella.


Hhhhuuufff


"Lebih baik aku istirahat saja nanti kalau Vito datang pasti sekertaris gila itu akan memberitahuku."Ucap Bella dengan menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa ruang tunggu.


*Padahal dia itu istrinya, masa iya suaminya kemana saja tidak tahu. Mana sombong, angkuh dan belagunya tidak karuan. Semoga saja pak Vito tidak datang ke kantor biar bu Bella cepat pergi. Sebab meeting juga sudah di gantikan oleh pak Sigit.*Gumam Aurel dalam batinnya.


Bella ternyata tertidur, bawaan hamil membuat dia sering mengantuk dan kelelahan. Tanpa dia sadari hampir 2 jam dia tertidur di sofa ruang tunggu. Dia terbangun karena ponselnya berdering ada panggilan masuk dari temannya. Namun belum juga dia angkat panggilan itu sudah mati.


"Jam berapa ini? Apa Vito sudah datang?."Ucap Bella sembari mengucek matanya.


"Haaahhh jam 12 siang? Jadi aku tertidur di sofa ini selama 2 jam. Kurangajar, sekertaris itu sepertinya sengaja tidak membangunkanku !!."Ucap Bella dengan kesal.


Bella bangkit dan keluar dari ruang tunggu itu, dengan segera dia menghampiri meja Aurel. Disana terlihat Aurel yang bersiap untuk makan siang dengan bekal yang dia bawa dari rumah.


"Sekertaris bodoh !! Kenapa kamu tidak membangunkanku? Dasar tidak tahu diri!."Bentak Bella dengan lantang.


"Maaf ya bu. Tadi sekitar 30 menit yang lalu saya sudah membangunkan ibu. Tapi ibu tidak bangun-bangun juga. Jadi saya biarkan saja, jadi apa saya tetap salah? Pak Vito juga sampai sekarang tidak datang kekantor. "Tanya Aurel dengan kesal.


"Salah!."Bentak Bella.


Bella kesal dan langsung meninggalkan gedung perusahaan milik Vito. Perutnya sudah mulai keroncongan dan meminta untuk segera diisi dengan makanan. Akhirnya Bella menuju Restoran yang menjual makanan yang dia inginkan.


Tidak butuh lama mobil yang dikendarai Bella sudah sampai di halaman restoran. Saat dia hendak turun dari mobil, dia melihat ada David bersama seorang wanita cantik yang masih sangat muda masuk ke restoran secara beriringan.


*Wah ini berita bagus. Aku harus bisa mengabadikan momen mereka berdua. Hahahaaa ternyata wanita itu di selingkuhi oleh suaminya. Bakal ada yang menangis darah nih.*Gumam Bella dalam hatinya.


Bella cepat-cepat turun dan segera menyusul David dan wanita yang tadi bersama David. Mata Bella mengitari sekeliling ruangan restoran itu dan akhirnya dia mendapati David duduk di dekat jendela bersama seorang wanita.


Dengan cepat Bella mencari tempat yang posisinya tepat untuk mengambil foto David dan wanita itu. Akhirnya Bella duduk tidak jauh dari kursi David. David tahu jika ada orang yang memang sedari tadi memperhatikannya dan dia tahu jika itu Bella.

__ADS_1


*Ternyata wanita murahan itu. Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, kamu kira dengan begitu bisa menghancurkan rumah tangga ku dengan Nia. Dasar bodoh !!.*Gumam David dengan senyum tipis.


"Kak David kenapa? Kok senyum nya menakutkan begitu?."Tanya Miska dengan heran.


Wanita muda yang saat ini bersama David adalah Miska adik kandung David sendiri. Miska sengaja mengajak makan siang David, karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan David.


"Oh tidak apa-apa. Kamu mau pesan apa?Cepat pesan nya ya? Kakak setelah jam makan siang ada pertemuan dengsn klien."Ucap David.


"Iya Kak. "Jawab Miska dengan singkat.


Miska mengambil buku menu lalu memesan makanan dan minuman. Begitupun dengan David, dia juga memesan makanan dan minuman yang sama dengan Miska.


"Kamu ingin bicara apa?."Tanya David sembari memandang intens ke arah Miska.


"Emm.. Bagaimana ya? Kak kalau Miska menikah muda bagaimana?."Tanya Miska langsung pada inti pembicaraan.


David tidak menjawab apapun, namun hanya menampakkan wajah yang semakin sangar dan penuh amarah. Bagaimana bisa dengan mudahnya Miska ingin menikah muda padahal dia kelak yang akan menggantikan Pak Irawan untuk memimpin rumah sakit.


"Kak David marah?."Tanya Miska mulai takut melihat reaksi yang ditunjukan oleh David.


"Bawa pacar kamu di hadapanku, malam ini?." Seru David tegas dan penuh penekanan.


"Hahhh !! Pacar? Pacarnya siapa yang mau Miska bawa kak? Miska saja tidak punya pacar kok."Seru Miska dengan wajah keheranan.


Hhuuufffff


David menghela nafas dengan berat, bagaimana bisa Miska tidak punya pacar sedangkan baru saja dia mengatakan ingin menikah muda. Lantas Miska ingin menikah dengan siapa? David pun dibuat kesal dengan kelakuan Miska.


"Lantas kamu mau menikah dengan siapa?." Tanya David sembari mengusap lembut pucuk kepala adiknya.


Begitulah David, biarpun dia dingin serta arogan namun dia bisa bersikap lembut dengan Miska. Itupun di saat-saat tertentu jika mereka sedang membicarakan hal yang serius.


"Kak, aku memang tidak punya pacar. Tapi, aku menyukai seseorang kak. Aku tidak tahu dia suka dengan ku atau tidak. Jadi misal di antara kami sama-sama saling suka dan ada rasa apa kak David setuju jika aku menikah muda. Sebab orang yang aku suka itu usianya lebih di atas saya dan sudah seharusnya berumah tangga."Ucap Miska bicara jujur dengan David.


"Siapa orang itu? Aku ingin tahu dulu siapa orangnya dan pantas apa tidak nya dia bersanding dengan mu. Bukan masalah harta, keluarga kita dari dulu tidak mempermasalahkan soal harta. Tapi kami ingin tahu seberapa besar perjuangan nya untuk mendapatkanmu. Tapi kenapa kamu tidak bicara dengan mama dan papa langsung?."Tanya David bicara dengan bijak sehingga Miska tidak merasa takut lagi.


"Orang nya belum pasti ada rasa juga dengan Miska kak. Jadi Miska belum berani bicara dengan Mama dan Papa. Yang pasti pria itu baik, dan bertanggung jawab. Miska sudah lama mengenalnya, hemm ya sudah Miska cuma bicara itu saja kok. Yuk makan, makanannya sudah datang nih."Seru Miska dengan binar bahagianya.


David membawa Miska dalam pelukannya, kebetulan memang mereka duduk bersebelahan. Moment itu yang sedari tadi di tunggu - tunggu oleh Bella. Bella mengambil beberapa foto dan Video kebersamaan Miska dan David.


*Ternyata adik kecilku sudah tumbuh menjadi gadis dewasa dan dia sudah mengenal cinta. Siapapun pria yang kelak menjadi pendampingmu, kakak harap dia pria yang bisa bertanggung jawab dan bisa membahagiakan kamu.*Gumam David dalam hatinya.


Setelah apa yang dia dapatkan sudah ada di dalam ponselnya. Bella juga mulai memakan, makanan yang memang sudah dia pesan sedari tadi. Makanan yang dia pesanpun sudah dingin sebab dia juga sibuk dengan ponsel untuk mengabadikan moment David dan Miska.


" Bagaimana ya kalau foto dan video ini aku kasih tahu kepada wanita miskin yang sok kaya itu? Hemm pasti dia akan menangis darah dan hidupnya pasti akan menderita. Hahaaaa... Kasihan sekali sih hidupnya."Seru Bella disertai dengan tawa kecilnya.


Miska dan David selesai lebih dulu, mereka segera meninggalkan restoran itu dengan bergandengan tangan. David sengaja melakukan itu agar Bella semakin senang. Sedangkan Miska justru heran dengan kelakuan kakaknya yang tidak biasanya mau bersikap romantis di depan umum.


"Tumben tangan Miska di gandeng Kak?." Tanya Miska.


"Biar kamu tidak lari dan tidak nikah muda."Jawab David dengan wajah coll nya.


"Heleh..."Seru Miska.


Bella sendiri selesai makan dan membayar tagihan makannya segera meninggalkan restoran untuk mendatangi rumah ibu Karti. Dia beranggapan jika Vito pasti ada di rumah ibu Karti, bahkan bisa jadi disana juga ada Nia.


*David saja selingkuh, bisa jadi istrinya juga selingkuh. Jangan-jangan Vito saat ini juga sedang bersama mantan pacarnya itu? Atau jangan-jangan mereka memang masih punya hubungan terselubung. Ini tidak bisa di biarkan, sampai itu benar terjadi, aku pastikan wanita itu tidak akan pernah hidup dengan tenang.*Gumam Bella dalam hatinya.


*************

__ADS_1


__ADS_2