
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Penyelidikan David kini membuahkan hasil, orang yang yang dia suruh untuk menyelidiki Baskoro sore ini sudah memberikan hasil penyelidikannya kepada David. David sudah tidak sabar lagi ingin tahu siapa Baskoro dimasalalu keluarga istrinya.
"Semua yang Tuan David butuhan ada disini. Semua sudah lengkap dalam map ini."Seru Tomi anak buah David.
Dengan segera David membuka map berwarna hijau itu, David membacanya dengan teliti. Bibirnya tersungging senyum sinis saat sudah mengetahui isi dalak map hijau itu.
"Ternyata Baskoro ayah kandung istriku? Dia meninggalkan ibu mertuaku disaat Nia masih berusia 5 tahun, dia lebih memilih menikah dengan janda kaya. Dan yang lebih gilanya, ternyata Baskoro ada main dengan anak tirinya."Ucap David bermonolog sendiri.
"Benar Tuan. Dan tadi saat Nona Nia pulang dan mampir ke supermarket dia bertemu dengan Baskoro. Sepertinya Baskoro mengancam Nona Nia agar tidak mengganggu hubungan anaknya tirinya dengan mantan pacar Non Nia. Vito, menejer keuangan itu adalah mantam pacar Non Nia."Seru Tomi dengan serius.
David mengepalkan tangannya, dia tidak suka ada yang mengancam Nia. David berjanji akan memberikan pelajaran kepada Baskoro dan orang-orang yang sudah menyakiti Nia dan ibu mertuanya. David tidak menyangka, ternyata dari kecil Nia sudah menderita akibat ulah dari ayah kandungnya yang tidak bertanggunh jawab.
"Kamu boleh keluar. Pastikan semuanya baik-baik saja, jangan sampai Baskoro atau orang-orang jahat yang lainnya membuat ibu mertuaku terancam. Selalu suruh anak buahmu untuk melindungi ibu mertuaku." Ucap David penuh penekan.
"Baik tuan, saya akan melaksanakan tugas dengan baik. Saya permisi, Tuan David."Seru Tomi bangkit dan keluar dari ruangan David.
"Heeemmm."David hanya berdehem saja tanpa mengucapkan kata-kata.
David membereskan berkas-berkasnya, dia yang tadinya ingin lembur dikantornya harus terpaksa pulang untuk menemui istrinya. Pasti saat ini Nia bersedih, sebab pertemuannya dengan Baskoro tadi sudah membuat nya sedih, apalagi Baskoro menganxak Nia.
*Jadi saat ikut ke pertunangan Vito saat itu, dia menangis bukan karena Vito. Tetapi karena dia bertemu dengan Baskoro tua bangka sialan itu. Hemm apa aku pecat saja dua 2 menejer sialan itu. Jadi Baskoro itu ayah mertuaku.*Gumam David dalam batinnya.
David keluar dari ruangannya dan langsung menaiki lift yang terhubung langsung dengan basemen dimana mobilnya terparkir disana. Setelah masuk ke mobil, dengan segera David mengendarai mobilnya keluar dari basemen dengan buru-buru. Sampai David lupa memberitahu Rendi jika dia tidak jadi untuk lembur.
Sedangkan di ruangan David saat ini Rendi sedang menggerutu dengan kesal. Bagaimana dia tidak kesal, dia datang keruangan David untuk membahas berkas-berkas proyek baru tetapi justru David tidak ada ditempatnya.
"Dasar boss gila ! Ngajak lembur, tetapi dia yang justru pulang lebih dulu. Beruntung kamu itu boss ku, kalau tidak sudah pasti aku akan menghajarmu."Seru Rendi memaki David diruangan David.
*Haahhh ini kan ruangan David? Huuhhh jangan sampai dia mengetahui jika aku memakinya begini, ruangan ini ada CCTV pribadinya, bisa gawat kalau Boss arogan itu mengethui aku memakinya. Nasib jadi bawahan ya begini, kerja terus sampai tidak ada waktu untuk mencari calon istri.*Gumam Rendi dalam batinnya.
Rendi keluar dari ruangan David dan dia pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Lembur nya dengan David gagal total, bahkan dia sudah di tinggal pulang duluan oleh David.
Mobil David sudah sampai di halaman rumahnya, dengan segera dia turun dari mobil dan langsung berjalan dengan cepat masuk kerumah untuk melihat keadaan Nia. Saat David sudah berada dalam rumah, dilihatnya Nada sedang bermain diruang keluarga bersama mbak Nur.
"Papa..."Seru Nada menghampiri David dan memeluk David.
"Iya sayang, lagi main apa sih anak papa ini? "Tanya David sembari mencium pipi anaknya.
__ADS_1
"Nada buat rumah istana dari lego sama mbak Nur. Ihh papa jangan cium-cium Nada begini, Nada geli pa."Seru Nada sembari menggelengkan kepalanya.
Hahaaaaa haaaaa
David tertawa melihat tingkah menggemaskan anaknya. Semenjak kenal dengan Nia dan sekarang Nia menjadi mama untuk Nada, Nada lebih ceria menjalani hari-harinya.
"Iya maaf ya, habisnya kamu menggemaskan. Oh iya, mama mana?."Tanya David menanyakan keberadaan
"Mama ada di dapur, Pa. Lagi masak sama bibik, katanya mau masak kesukaan Nada."Jawab Nada dengan menggemaskan.
" Oh begitu. Ya sudah, Nada lanjut main ya, papa mau mandi dulu."Ucap David sembari mencubit hidung Nada dengan pelan.
" Ihh jangan cubit-cubit hidungnya Nada nanti tambah mancung."Celoteh bocah 4 tahun itu membuat David semakin gemas.
Tidak mau membuat anaknya marah, Davidpun langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya yang ada dilantai atas. David memang sudah memboyong keluarga kecilnya kerumah pribadinya, dirumah David ini tidak terlalu banyak pekerja seperti dirumah utama.
"Papa sudah pulang ya, Sayang?."Tanya Nia menghampiri Nada yang sedang bermain dengan mbak Nur.
Meskipun sudah pindah rumah sendiri, Nia tetap mengajak mbak Nur untuk ikut dengan mereka. Sebab Nia masih sangat membutuhkan bantuan mbak Nur untuk menjaga Nada, terlebih saat Nia sedang berada dirumah sakit. Mbak Nur ditugaskan untuk menjemput Nada sekolah dan menjaga Nada selama Nia tidak dirumah.
"Sudah ma."Jawab Nada dengan singkat.
"Ya sudah mama kekamar dulu ya sayang, mau menyiapkan pakaian untuk papa. Nada main sama mbak Nur dulu, nanti kalau sudah adzan magrib jangan lupa sholat maghrib ya sayang."Seru Nia dengan lembut.
Nada mengangguk sembari mengacungkan jempol tangannya. Nia meninggalkan Nada bersama mbak Nur, dia kekamar untuk menyiapkan pakaian ganti untuk David. Nia tadi sibuk di dapur sehingga tidak menyadari jika David sudah pulang.
Ceeklekkk
Pintu kamar mandi terbuka, sepertinya David sudah selesai mandi. David keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang dia lingkarkan dipinggang nya saja.
"Pakaiannya sudah saya siapkan di ruang ganti, Tuan."Ucap Nia masih terlihat malu-malu dengan David.
" Haaahhh... ? Coba kamu ulangi lagi ucapan kamu tadi, aku tidak seberapa jelas mendengarnya."Seru David dengan tegas sembari berjalan mendekati Nia.
Nia lupa memanggil David dengan Hubby, justru tadi dia memanggilnya dengan panggilan Tuan. David mendekati Nia dan kini tepat dihadapan Nia, dengan hanya memakai handuk yang melingkar dipinggangnya saja.
Wussssssshhhhhh
Hembusan nafas David membuat Nia merinding, dia khawatir jika David akan menghukumnya.
"Maaf Hubby."Seru Nia dengan pelan.
"Kamu sudah memanggilku Tuan, jadi sesuai perjanjian kamu harus aku hukum. Dan tidak ada kata penolakan, apa kamu sudah siap menerima hukuman kamu, Istriku?."Seru David sembari tersenyum licik.
Nia menggelengkan kepalanya, dia tahu biasanya David memang akan menghukum orang-orang yang melakukan salah. Tanpa ampun David akan menghukum orang itu.
__ADS_1
David menarik Nia dan merebahkannya diranjang king sizenya. Nia hanya bisa menelan salivanya sendiri sembari memejamkan matanya menanti hukuman apa yang akan diberikan oleh David.
" Buka mata kamu."Seru David dengan suara seraknya.
Pelan-pelan Nia membuka matanya, David diatas tersenyum melihat tingkah Nia yang menggemaskan. Sudah tidak sabar lagi untuk menghukum Nia.
"Aku ingin memberikan hukuman untukmu karena kamu sudah melakukan kesalahan dengan memanggilku Tuan. Siap-siap saja, hukumannya akan segera dimulai."Seru David tersenyum senang melihat wajah Nia yang ketakutan.
David mulai melepaskan handuk yang melingkar di pinggangnya, dan secara reflek Nia langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
Hahaaaa Haaaaa
David tertawa lepas melihat kelakuan Nia, padahal sudah pernah melihat dan merasakannya tetapi Nia masih malu-malu.
"Jangan ditupup. Kamu kan sudah pernah merasakannya, aku akan menghukummu dengan rudalku ini."Seru David masih dengan tawanya.
Haaaaahhhhh.... Nia baru paham jika hukuman yang akan diberikan David adalah bermain di ranjang. Nia tidak menyangka ternyata suami arogannya itu mesum juga fikirannya.
"Tapi ini masih sore, Tua.. Eh Hubby."Seru Nia mencoba untuk protes.
"Tidak masalah ! Kamu kan sudah melakukan kesalahan mau tidak mau harus dihukum sesuai dengan perjanjian."Seru David terlihat sudah tidak tahan lagi.
*Aku kira dia akan memberikan hukuman dengan cara memukul ku, ternyata hukuman diatas ranjang. Kalau ini sudah pasti enak di dia, pintar juga dia cari hukuman.*Gumam Nia dalam batinnya.
David mulai melancarkan aksinya, pakaian Nia juga sudah bertaburan di lantai. Nia menikmati apa saja yang dilakukan suaminya diatas sana. David benar-benar menggila, tidak membiarkan Nia beristirahat sebentar saja.
Satu jam bermain, David belum sampai puncaknya juga sedangkan Nia sudah dua kali. Nia sangat mengagumi permainan David yang benar-benar membuat dia tidak berkutik. Ini permainan kedua kalinya semenjak Nia menjadi istri David.
"Hubbyy... Ahh, emmmhhh."Seru Nia meracau tidak karuan.
"Tunggu sayang, kita sama-sama."Seru David semakin mempercepat permainannya.
"Aku sudah tidak tahan Hubby."Seru Nia dengan nafas terengah-engah.
Arrrgggghhhh
Akhirnya David dan Nia menyelesaikan permainannya secara bersamaannyan. David merebahkan tubuhnya disamping Nia, terlihat sekali dia sangat kelelahan. Dia melingkarkan tangannya diperut Nia.
"Semoga Nada segera mempunyai adik."Seru David lalu mengusap perut Nia.
*Maaf, aku belum mau mempunyai anak. Sebab aku takut kamu akan meninggalkanku, terlebih diluaran sana banyak wanita yang lebih dari aku. Aku ingin menjajaki perasaan ini dan perasaan kita masing-masing terlebih dahulu. Aku belum begitu yakin dengan ungkapan cinta yang kamu ungkapkan, meskipun aku mencintaimu. Aku hanya khawatir kamu terpaksa mengungkapkan cinta agar aku mau menikah denganmu, dan itu kamu lakukan demi Nada.*Gumam Nia dalam batinnya.
Tanpa David ketahui, sebelum hari H mereka menikah Nia sudah lebih dulu mengantisipasi. Nia meminum pil penunda kehamilan, dia sengaja melakukan itu sebab dia belum yakin dengan perasaan David.
***************
__ADS_1
TINGGALKAN VOTE, RATE, LIKE, KOMEN SERTA HADIAHNYA YA KAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️❤️