Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Rendi ketakutan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Rendi benar-benar menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda selama beberapa hari ini. Dia sampai melupakan jika hari sudah semakin sore. Deringan alarm di ponselnya mengagetkannya, sehingga dia terlonjak kaget dan menyadari jika saat ini sudah sore.


" Haahhh sudah jam 5 sore? Pantas saja alarm yang aku aktifkan di ponsel berdering. Alhamdulillah pekerjaan ku sudah selesai, sekarang waktunya untuk pulang."Ucap Rendi pada dirinya sendiri.


Rendi membereskan semua berkas-berkas yang bertaburan di atas meja kerjanya. Berkas-berkas itu di simpan brankas rahasia yang ada di ruang kerjanya. Begitulah Rendi, dia sangat menjaga berkas-berkas itu sehingga dia menyediakan brankas di ruangannya.


Randi keluar dari ruangannya dan langsung menuju lobbi perusahaan. Saat sampai lobbi dia baru ingat jika dia tidak membawa mobil, tapi dia melihat disana ada sopir pribadi David yang sedang menunggu.


" Apa Tuan David belum pulang? Kok ada sopir pribadinya disana?."Seru Rendi pada dirinya sendiri.


Rendi menghampiri pak sopir dan menanyakan keberadaan David.


" Tuan David apa masih di dalam ya pak?."Tanya Rendi dengan sopan.


" Iya Tuan, Tuan David masih ada di ruangannya. Makanya saya menunggu disini, oh iya bukannya Tuan Rendi tidak bawa mobil? Biar nanti sekalian saya antar, Tuan pasti capek kan ? Baru pulang dari luar kota langsung kerja?."Tanya pak sopir dengan ramah sambil melirik Rendi yang menenteng koper kecil di tangan kanannya.


" Capek banget pak. Lebih baik saya naik taksi saja pak, tadinya mau minta antar sopir kantor tapi pasti dia sudah pulang. Bapak antar Tuan David saja, lagian arah rumah kita juga berbeda pak."Seru Rendi menolak secara halus tawaran pak sopir.


Ehemm Ehhemmm


Tiba-tiba David datang dan berdehem dan mengagetkan mereka berdua. Pak sopir dengan sigap mengambil tas kerja David dan memasukannya ke mobil. David melirik Rendi yang senyum-senyum kearahnya.


" Kenapa kamu tidak menungguku lebih dulu?."Seru David.


" Maaf tuan, tadi saya kira tuan sudah pulang duluan. Emm sekali lagi maaf tuan."Seru Rendi meminta maaf sambil membungkukkan badannya.


" Ayo pulang."Seru David tanpa menanggapi permintaan maaf David.


Hhhuuufffff


Rendi menghela nafas dengan betat, jika sudah seperti itu berarti dia harus pulang kerumah David. Dan tentunya dia tidak bisa sebebas dirumahnya sendiri. Khayalan nya ingin istirahat sambil teleponan dengan Miska pun kini tinggal angan-angan saja.

__ADS_1


" Saya naik taksi saja, Tuan."Tolak Rendi dengan sopan.


" Jangan membantah."Seru David dengan tegas.


" Emm baik Tuan."Seru Rendi pasrah.


Rendi dan David pun masuk mobil, didalam mobil Rendi diam saja. Faktor kesal dan faktor dia kelelahan menjadi satu. David sendiri menyandarkan punggungnya di sandaran mobil sambil memejamkan matanya. Tidak ada obrolan sama sekali, namun Rendi tersadar saat tahu pak sopir melajukan mobilnya tidak kearah rumah David melainkan ke rumah utama.


" Kita pulang kemana ini pak?."Tanya Rendi.


" Jangan pura-pura tidak tahu, bukan nya ini jalan kerumah orang tuaku? Sudah pikun kamu ya? Kasihan sekali sih wanita yang akan menjadi istrimu, dapat laki-laki pikun."Seru David dengan ketus.


" Maaf tuan, saya tidak pikun. Tadi hanya ingin memastikan saja."Jawab Rendi tetap saja selalu di salahkan.


* Perasaan Tuan sekarang ini kok gampang marah sih. Sudah seperti wanita hamil saja, dikit-dikit marah dan ngambek.*Gumam Rendi dalam hatinya.


Mobil yang membawa Rendi dan David sudah memasuki gerbang utama rumah keluarga Widjaya. Setelah pak sopir menghentikan mobilnya, Rendi turun lebih dulu dan membantu pak sopir membukakan pintu mobil untuk David.


" Bapak ambil barang-barang Tuan saja, biar saya yang buka pintu untuk Tuan."Seru Rendi.


" Baik Tuan."Jawab pak sopir.


Rendi membukakan pintu untuk David, David langsung masuk untuk menemui Nada. Dua hari tidak bertemu dengan Nada rasa kangen David sudah menggunung.


" Jangan minta oleh-oleh. Disana tidak ada oleh-oleh selain bekas banjir."Seru David tanpa melihat kearah Miska .


" Hahhh ? Siapa juga yang mau minta oleh-oleh Kak, lain kali jangan suka bicara ngawor gitu dong kak. Nada, ini Aunty tinggal mandi dulu ya. Nada sama papa dulu, nanti sehabis makan malam Aunty ke kekamar Nada lagi."Ucap Miska memilih pergi dari kamar Nada.


" Iya Aunty, jangan lupa nanti malam dongeng lagi ya."Ucap Nada dengan patuh.


Miska keluar kamar Nada, dia tidak tahu jika di dalam kamar tamu ada Rendi. Rendi sudah mengirim pesan namun ponsel Miska masih mode Off karena habis batrai.


********


Makan malam pun tiba, semua sudah berada di meja makan terkecualimiska yang memang tadi ketiduran. Miska keluar kamar nya dengan wajah yang kusut khas orang bangun tidur. Dia sama sekali tidak tahu jika ada Rendi disana.


" Miska kamu ini masih jam segini sudah molor. Ini waktunya makan malam, apa kamu tadi tidak cuci muka dulu?."Tanya Karmila dengan kesal melihat anak gadisnya yang malas-malasan.


Rendi yang duduk tepat di samping Miska hanya senyum-senyum saja melihat kelakuan sang pacar.

__ADS_1


* Bodoh dan ceroboh ! Masa dia tidak melihat aku ada disini. Padahal aku di sampingnya hanya terhalang 1 kursi saja, Miska memang wanita yang aneh dan unik.*Gumam Rendi dalam hati.


" Miska mengantuk ma, sebenarnya males banget mau makan."Jawab Miska dengan manja.


" Aunty kalau seperti itu jelek banget, mukanya kusut. Tidak malu sama om Rendi."Ucap Nada sambil terkekeh.


" Anak kecil ini, mentang-mentang ada papanya berani ya mengejek aunti. Hemm awas kamu besok ."Seru Miska.


Deggghhhh


Miska baru memahami kata-kata Nada, tidak malu sama Rendi? Miska langsung melirik orang yang ada di sampingnya dan betapa malunya Miska saat tahu jika itu Rendi. Miska salah tingkah dan bingung harus bagaimana, dia malu karena wajahnya benar-benar kusut.


" Hai Non Miska."Sapa Rendi sambil menahan tawanya.


" Heheee ada kak Rendi ya. Jadi malu aku sama kak Rendi."Seru Miska sambil nyengir kuda dan terlihat malu-malu kucing.


Ehheemmm


David berdehem agar makan malam segera di mulai. Rendi dan Miska secara bersamaan melihat kearah David. Sorot mata David mengisaratkan sesuatu, seakan dia tahu apa yang terjadi diantara Miska dan Rendi.


" Kita makan malam dulu ya."Seru pak Widjaya.


Tanpa ada yang bersuara, akhirnya mereka semuapun makan malam bersama. Hanya dentingan sendok dan piring saja yang terdengar.


Selesai makan malam, Miska memenuhi janjinya untuk kekamar Nada. Pak Widjaya dan Istrinya duduk bersantai sambil menikmati secangkir teh. David dan Rendi pun ada disana, Rendi tidak tahu jika David sedari tadi memperhatikannya.


" Ren, keruang kerjaku sekarang."Ucap David dengan tegas.


" Baik tuan."Jawab Rendi.


Rendi mengekori David dari belakang, saat sudah ada di ruang kerjanya David langsung meminta Rendi untuk duduk tepat di kursi yang ada di hadapannya. Sorot mata David seperti orang yang ingin memarahi Rendi, sorot matanya tajam dan menakutkan.


" Ada hubungan apa kamu sama Miska?."Tanya David langsung pada intinya.


Deeggh


Jantung Rendi langsung berdetak lebih kencang. Keringat dinginnya pun mulai bercucuran, kali ini dia tidak mungkin bisa berbohong lagi dengan David. Mau tidak mau dia harus bicara dengan jujur. Mungkin memang sudah waktunya, Rendi bicara soal hubungannya dengan Miska. Rendi harus bisa menjadi pria yang bertanggung jawab.


" Maksud tuan?."Tanya Rendi dengan gugup.

__ADS_1


" Jawab !."Seru David singkat dan jelas.


**********


__ADS_2