
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hhiikkkssss
Hhiikkssss
Didalam kamar mandi, Bella menangis sesunggukan. Area sensitifnya terasa sakit, begitupun dengan perutnya. Baskoro benar-benar sudah membuat Bella kesakitan. Dia tidak memikirkan keselamatan anak dalam kandungan Bella.
Baskoro yang sekarang memang sudah berubah, dia berubah lebih posesif dan bersikap kasar dengan Bella. Setiap kali bermain selalu memaksa dan kasar, tidak akan berhenti sebelum dia merasa puas meskipun Bella sudah kesakitan.
" Kenapa tua b4ngk4 itu sekarang kasar sekali. Dia selalu memukulku jika aku tidak mau melayaninya, bahkan dia juga bermain dengan kasar. Aku tidak sanggup terus-menerus hidup bersamanya."Ucap Bella sambil terisak dikamar mandi.
Bella memaksakan diri untuk keluar dari kamar mandi, sebab dia sudah merasa kedinginan. Saat Bella keluar dari kamar mandi, dilihatnya Baskoro sudah tertidur dengan pulas dengan keadaan tubuh polos yang terbalut selimut tebal saja.
Bella menatap penuh kebenciaan kearah Baskoro. Rasa sayang nya sudah hilang melebur begitu saja, saat ini yang ada justru kebencian. Baskoro sepertinya memang terobsesi dengan Bella dan tidak akan pernah membiarkan Bella lepas dari genggamannya. Tanpa sepengetahuan Bella pun dia sudah mendaftarkan pernikahan mereka di KUA.
" Pria tua b4ngk4 ini sepertinya akan berusaha untuk menguasai dan mengendalikan hidupku. Tapi aku tidak bisa berdiam diri terus, lama-lama aku bisa mati jika terus bersama nya. Aku harus cari cara dan waktu yang tepat untuk meninggalkan dia. Siapa yang akan aku mintain tolong? Baskoro yang sekarang sangat menakutkan sekali."Seru Bella terus bermonolog pada dirinya sendiri.
Bella mengambil baju ganti dari dalam lemarinya, lalu dia membawanya ke kamar sebelah. Malam ini dia tidak mau tidur satu kamar dan satu ranjang dengan suaminya yang sudah berubah seperti monster yang menakutkan itu.
Saat sudah berada di kamar lain dan sudah memakai baju. Bella berusaha menghubungi mamanya, namun sampai 3 kali panggilan tidak diangkat juga oleh Leni.
" Mama, kenapa mama jahat banget sama Bella. Mama sudah tidak mau menganggap Bella anak lagi, padahal Bella sudah seringkali meminta maaf. Ma, saat ini hanya mama yang bisa menolong Bella lari dari pria psikopat itu. Pria itu sekarang kasar, dan suka memukul ma. Meskipun aku keluar rumah, dia pasti akan mudah untuk menemukanku. Ma, tolong angkat teleponnya."Ucap Bella mulai merasakan jika dia masih tetap membutuhkan mamanya.
Bella terus menghubungi mamanya namun tetap sama saja. Tidak ada jawaban dari sang mama, Bella membanting ponselnya di atas kasur sambil terus menggerutu.
Ceklekkk
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan dapat terlihat jika Baskoro berdiri di ambang pintu dengan hanya mengenakan celana pendek saja. Baskoro menatap tajam Bella, Bella bergerdik ngeri. Dia takut jika Baskoro akan memukulnya tadi seperti saat sedang bermain.
* Aduhh kenapa tua b4ngk4 ini pakai kesini juga sih. Aku juga kenapa tadi tidak mengunci pintunya lebih dulu.*Gumam Bella dalam hati.
" Kenapa kamu tidur disini, Bella !!."Bentak Baskoro menggelegar.
" Emm maaf sayang, aku hanya ingin beristirahat tanpa mau mengganggu tidurmu. Tadi kamu tidur dengan nyenyak sekali, dan perutku juga kram terasa sakit banget makanya aku tiduran disini agar tidurmu tidak terganggu."Jawab Bella berbohong untuk mencari aman.
__ADS_1
Baskoro berjalan mendekati Bella, dia masih saja menatap Bella dengan tajam. Baskoro duduk di pinggiran ranjang, tangannya terulur memegang perut Bella. Bella sudah ketakutan, dia takut Baskoro akan menyakitinya.
" Apa masih sakit?."Tanya Baskoro dengan lembut dan sangat pelan sambil mengusap perut Bella.
* Benar-benar orang gila dia ini. Tadi dia marah-marah, namun secepat kilat sekarang sudah bicara dengan lembut. Tapi kenapa aku semakin takut dengannya.*Gumam Bella lagi.
" Emm.. Masih sakit sayang, mungkin karena tadi terguncang saat kita main. Em apa boleh, kalau mau main jangan kasar-kasar, soalnya bayi dalam perut sini sudah besar dan dia juga sudah banyak gerak."Ucap Bella bicara dengan takut-takut.
Baskoro memandang Bella dengan lekat, namun tiba-tiba dia menyungingkan senyumnya. Senyum yang Bella tidak tahu apa maknanya.
" Apa kamu tidak suka bermain kasar, Sayang?."Tanya Baskoro sambil membelai rambut Bella.
" Aku lagi hamil besar, Sayang. Aku takut janin dalam kandungan akan terganggu."Jawaban Bella hanya mendapat senyuman aneh saja dari Baskoro.
* Sepertinya dia sudah tidak waras lagi. Aku yakin, dia sudah berubah jadi psikopat.*Gumam Bella ketakutan.
Hahahahaaaaaa
Baskoro tiba-tiba tertawa dengan lebar, dan tertawanya terdengar sangat menakutkan. Tidak seperti Baskoro yang dulu, Bella seakan tidak mengenali lagi suaminya.
Tanpa mengeluarkan kara-katanya, Baskoro bangkit dan meninggalkan Bella sendirian di dalam kamar itu.
" Apa yang terjadi dengan nya?."Tanya Bella pada dirinya sendiri.
*****
Di tempat lain, Leni yang saat ini memang lebih suka menginap di tempat usahanya sedang gelisah memikirkan tentang usahanya yang semakin hari semakin sepi. Usahanya sepi semenjak ada salon dan klinik kecantikan baru yang buka di jalan XX tidak terlalu jauh dari tempat usahanya.
Leni sudah mencari tahu siapa pemilik dari Salon dan klinik kecantikan itu namun para karyawan disana tidak ada yang tahu siapa pemiliknya. Selama buka sudah 6 bulan terakhir, pemilik memang tidak pernah datang. Karyawan benar-benar tidak tahu siapa pemiliknya.
" Aku harus menemui pemiliknya, dengan begitu kita bisa bekerja sama. Bisa untuk saling berbagi pelanggan, jika disana ramai bisa sebagian pelanggan yang datang di oper kesini. Tapi siapa pemilik salon dan klinik itu? Aku yakin jika pemiliknya bukanlah orang sembarangan, pasti dia orang tajir melintir. Soalnya semua peralatan yang dia pakai di sana itu baru dan dari luar negeri semua."Ucap Leni terus bermonolog pada dirinya sendiri.
Sebenarnya, tanpa ada yang tahu salon dan klinik kecantikan yang baru itu adalah milik David. Lebih tepatnya David membuatkannya untuk ibu mertuanya, Ibu Karti. Itu salah satu cara David untuk membalaskan perbuatan ibu Leni kepada sang mertuanya, ibu Karti.
Namun Ibu Karti dan Nia saja tidak tahu menahu usaha itu, hanya Wati dan Rendi saja yang tahu tentang usaha itu jika milik ibu Karti. Surat-surar pun semua sudah atas nama ibu Karti. Suatu saat nanti, David akan menyerahkan langsung usaha itu kepada mertuanya.
" Kenapa juga anak ini menghubungiku?."Seru Leni saat memeriksa ponselnya.
" Aku tidak mau berurusan dengan kamu lagi, Bella. Kamu sudah menghancurkan rumah tangga mama, dan gara-gara kamu juga mama bisa terjebak perasaan dengan Vito. Sampai sekarangpun aku masih berharap Vito mau menjalin hubungan denganku. Dua malam panjang itu sama sekali tidak bisa aku lupakan, bahkan aku juga berharap bisa mengulangnya lagi." Ucap Leni pada dirinya sendiri tanpa malu lagi terus mengharapkan Vito bersamanya.
Jam dinding sudah menunjukan pukul 11 malam, Leni menutup laptopnya lalu dia berbaring di kamar kecil yang ada di ruangan pribadinya. Malam ini dia berharap bisa mimpi indah dengan Vito.
__ADS_1
******
Pagi buta sekitar jam 5 subuh, dirumah David para pelayan kaget saat mendapati dapurnya dalam keadaan berantakan. Mereka mengira jika semalam ada maling masuk.
" Apa semalam ada maling ya mbok?."Tanya salah satu pelayan yang masih muda kepada mbok Jum.
" Ahhha masa sih ada pencuri? Di gerbang sana loh ada 2 satpam dan ada 2 penjaga yang berjaga di depan rumah. Lagipula kalau maling mau cari apa di dapur? Sudah sana kamu cepat kepasar, keburu siang. Catatan nya sudah Ani kasih sama kamu kan?."Seru mbok Jum sama sekali tidak percaya jika ada maling masuk.
" Sudah mbok, ya sudah kalau begitu aku berangkat kepasar dulu mbok."Seru Sumir lalu mengambil keranjang belanjaan dan membawanya keluar. Di luar sudah ada bang Parman sopir yang sudah siap mengantar Sumir ke pasar.
Mbok Jum pun membereskan kekacauan yang ada di dapur itu. Tiba-tiba salah satu pelayan datang dan membantu bik Jum untuk memasak sarapan.
" Mbok, si Sumir kemana?."Tanya Ani.
" Ani sudah pergi kepasar baru saja, semalam kamu catat stok makanan yang habis sudah benar kan, An?."Tanya mbok Jum.
" Sudah mbok. Malah saat aku sedang memeriksa isi kulkas, tuan David tiba-tiba masuk dapur dan mengagetkan aku. Aku ketakutan mbok, takut saja tuan David mengira aku ini mencuri. Aku jelaskan jika aku ini mencatat stok sayuran yang habis. Tahu tidak mbok, apa yang dilakukan tuan David di dapur?."Seru Ani dengan kepala clingukan takut-takut jika ada majikannya.
" Apa yang dilakukan tuan di dapur?."Tanya mbok Jum penasaran.
" Tuan mau masak mie goreng mbok, dan aku diminta untuk menyiapkan bahan-bahannya saja. Saat aku bilang biar aku saja yang masak, justru tuan marah mbok."Ucapan Ani ini menjawab rasa penasaran mbok Jum, akhirnya ketahuan juga siapa orang yang sudah membuat dapur seperti kapal pecah.
Mbok Jum dan Ani pun kini sudah di sibukkan dengan urusan masak memasak untuk sarapan. Semenjak Nia hamil, setiap makan harus ada sayuran hijau. Nia memang pecinta sayuran, namun setelah ketahuan hamil kesukaannya dengan sayuran semakin meningkat terutama sayuran hijau.
" Masak apa mbok?."Tanya Nia yang tiba-tiba datang ke dapur dan mengagetkan mbok Jum dan Ani.
" Ehh Non Nia ini lagi numis sawi hijau. Kenapa kedapur Non? Non, tidak boleh memasak pokoknya Non tidak boleh lagi ikut terjun kedapur. Non mau makan apa tinggal bilang sama mbok, nanti mbok yang akan masak untuk Non."Seru bik Jum sambil menumis bumbu untuk tumis sawi hijau.
Hhhufff
Baru juga di dapur Nia sudah di ultimatum oleh bik Jum. Bik Jum seperti itu pasti hanya untuk menjalankan perintah dari David. Sebab David sudah tidak mengizinkan Nia untuk memasak dan kerja yang berat-berat.
" Baiklah mbok, oh iya maaf ya semalam dapurnya pasti dibuat berantakan sama, Tuan."Ucap Nia.
" Tidak apa-apa, Non. Oh iya, Non mau dimasakin apa?."Tanya mbok Jum.
" Sudah tumis sawi hijau itu saja mbok. Lagipula mbok juga sudah masak yang lainnya, itu ada ayam goreng ada sambal kentang juga. Oh iya mbok, saya mau siapin bekalnya Nada saja ya jangan di larang."Seru Nia sambil terkekeh.
" Kalau itu tidak apa-apa Non. Ini tumis sawinya sudah matang, tidak pedas kok ini Non. Jadi Non Nada bisa makan."Ucap mbok Jum.
Nia mengangguk, lalu dia memasukan nasi, ayam goren, tumis sawi , sambal kentang serta potongan buah di wadahnya masing-masing. Untuk bekal sekolah Nada memang selalu Nia yang menyiapkannya sendiri.
__ADS_1
*********