
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hari pun berganti malam, Nia dan Nada masih setia berada di rumah ibu Karti. Nada justru sangat senang saat dia tahu menginap di rumah sang nenek. Nada sedanh asik nonton Tv bersama Wati dan Ibu Karti, sedangkan Nia ada didalam kamar.
" Awas saja kalau sampai besok dia tidak meminta maaf duluan. Aku pastikan akan berlama-lama tinggal sama ibu, biarin saja dia terus sama ke egoisan nya itu. Masa iya aku yang harus meminta maaf, yang salah kan dia?"Gerutu Nia kesal dengan sang suami. Hormon kehamilan Nia mulai berubah-ubah, dan kali ini dia sedang kesal dengan suaminya.
Drreett drreet drreet
Ponsel Nia bergetar, tanda ada panggilan masuk. Nia berharap jika itu suaminya yang menghubunginya untuk meminta maaf. Biarpun lewat telepon tidak masalah, yang penting David meminta maaf lebih dulu.
" Haah Miska? Aku kira tadi suamiku?."Gumam Nia sambil melihat siapa yang menghubunginya.
[ Hallo assalamualaikum, Miska sayang.] Ucap Nia.
[ Waalaikumsalam, Kak Nia ku yang cantik jelita. Kak Nia sama Nada tidak di rumah ya? Kok aku tadi kerumah tidak ada?.] Ucap Miska beruntun.
[ Hhhuuuhhh iya nih, kak Nia lagi menginap di rumah ibu. Nada mah selalu ikut kemana ekor ku pergi. Heheee.. Ada apa tadi kamu kerumah?]
[ Cuma ingin ketemu kakak saja, katanya Kak Nia sekarang sudah hamil jadi aku datang untuk memberikan ucapan selamat. Tapi ya sudah aku tadi langsung balik lagi, malas sama kak David. Kayaknya dia lagi ada masalah, soalnya wajahnya serius terus dan dingin banget diajak bicara.]
Nia sudah tahu apa yang terjadi dengan suami arogan nya itu. Tapi sebisa mungkin Nia menutupi masalahnya dari Miska, karena tidak mau mengumbar permasalahan yang terjadi dalam rumah tangganya meskipun itu keluarganya sendiri.
[ Mungkin lagi rindu sama istrinya dia. Hahaaaa ]
[ Hahaaaa iya kak bisa jadi. Sering-sering saja menginap di rumah ibu Kak, biar itu bongkahan batu es uring-uringan terus.]
[ Kalau keseringan bisa gawat dong, Miska. Yang ada dia pasti akan kembali kepada stelan awalnya. Alias dingin, dan suka marah-marah tidak jelas. Hahaaa ]
[ Iya jug sih kak. Oh ya sudah kak, aku mau istirahat dulu ya. Kak Nia pasti juga mau istirahat, sudah hampir jam 9 malam nih.]
[ Haiiss mau istirahat apa mau teleponnya sama pacar nih?.]
[ Pacar? Kak Nia aneh-aneh saja, mana ada aku pacar kak?]
Miska masih saja menutupi hubungannya dengan Rendi. Dia tidak tahu, jika Nia sudah mengetahui hubungannya dengan Rendi.
__ADS_1
[ Itu loh ayang inisial R.]
Klikkk
Secara sepihak Nia buru-buru langsung mematikan sambungan teleponnya sambil dia tertawa dengan keras.
" Hahaaa pasti saat ini wajah Miska terlihat tegang, dan dia bingung kenapa aku bisa tahu hubungannya dengan Rendi." Ucap Nia dengan senang.
Dreet Dreet Dreeet
Ponsel Nia kembali bergetar, dan tetap panggilan dari Miska. Nia mencoba mengabaikan telepon dari adik iparnya itu. Nia sengaja tidak mau mengangkatnya, karena ingin mengerjai adik iparnya yang saat ini pasti ketakutan.
" Pasti ketakutan dia." Ucap Nia sambil masih saja terkekeh.
Tring
Tring
Pesan masuk ke ponsel Nia secara beruntun, dan sudah pasti pelaku pengirimnya masih sama, Miska.
[ Kak Nia tahu siapa inisial R? Memangnya siapa sih R itu?]
[ Jika kak Nia tahu tolong jangan kasih tahu kak David ya? Biar nanti Miska sendiri yang kasih tahu kak David.]
Kini hati Nia sudah mulai senang, sejenak dia melupakan kekesalannya kepada David. Berkomunikasi dengan Miska tadi sudah membuat mood nya berubah menjadi baik lagi.
Sementara itu di kediamannya yang mewah, David uring-uringan karena Nia tak kunjung menghubunginya lebih dulu. Dia mau menghubungi lebih dulu namun terlalu egois dan malu.
" Bisa gila aku kalau lama-lama seperti ini. Kenapa juga dia ikutan marah? Seharusnya aku dong yang marah sama dia, karena dia sudah bertemu dengan mantan pacarnya yang sok kegantengan itu. Tetapi kenapa sampai sekarang dia tidak menghubungi ku, bahkan menginap pun tidak izin terlebih dahulu."Ucap David sambil memainkan ponsel di tangannya.
David terus memikirkan Istrinya yang saat ini jauh darinya, sampai-sampai laporan dari anak buahnya yang memberitahu soal ibu-ibu wali murid ada yang pernah menganggap remeh Nia pun tidak di hiraukannya. Saat ini yang dia fikirkan bagaimana caranya Nia tidak marah dengannya tapi tanpa David meminta maaf.
" Ohh aku tahu, aku suruh si Nur saja yang menghubungi Nia. Pura-pura menanyakan keadaan Nada, Nur kan pengasuhnya Nada jadi tidak masalah jika dia menghubungi Nia."Ucap David memasang senyum cerah di wajahnya.
David keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, dia mencari keberadaan mbak Nur di dapur namun tidak ada.
" Nur, Nur."Panggil David dari ruang keluarga.
" Iya Tuan ada apa?." Tanya mbak Nur yang lari tergopoh-gopoh dari arah paviliun belakang.
Namun tiba-tiba David terdiam, dia mengurungkan niatnya untuk meminta mbak Nur menghubungi Nia. Mbak Nur pasti nanti akan heran kenapa dia tidak menghubungi Nia sendiri untuk memastikan keadaan Nada.
__ADS_1
* Hemm sepertinya meminta Nur menghubungi istriku bukan ide yang bagus.*Gumam David dalam hatinya.
" Ada apa tuan?." Tanya mbak Nur lagi.
" Oh itu tolong buatkan mie rebus, lengkap dengan sawi dan telor. Jangan terlalu pedas, aku tunggu sambil nonton Tv."Seru David sudah pindah haluan perintah.
" Baik Tuan, minumnya mau dibuatkan yang dingin apa yang panas Tuan?"Tanya mbak Nur memastikan.
" Buatkan es kopi mocca saja."Jawab David.
David pun menunggu di ruang Tv sambil menghidupkan televisi, namun hanya sebagai pajangan saja tidak dia tonton. Dia justru leboh sibuk dengan ponsel di tangannya sambil terus melihat-lihat akun sosial media Nia. Dari yang berlogo biru sampai yang berlogo merah, tidak ada postingan terbaru sama sekali.
" Sepertinya tuan David lagi gabut ya bik?."Tanya Nur sambil terkekeh.
" Husstt didengar tuan tahu rasa kamu. Sudah cepat kamu selesaikan itu mie rebusnya, biar minumnya mbok yang buatin."Ucap mbok Jum. Dia suka menyebut dirinya dengan panggilan mbok, namun yang lainnya lebih sering memanggilnya bibik.
" Iya bik."Jawab mbak Nur.
Tidak sampai 10 menit, mie rebus dan es kopi mocca pesanan David sudah ada di atas meja ruang televisi. David yang tadinya tidak nafsu untuk makan, namun setelah mencium aroma mie instan jadi tergugah seleranya untuk makan.
" Bik, apa persediaan mie instannya masih ada? Kenapa ini bibik yang menghidangkan? Tadi saya minta Nur yang membuat kan saya mie rebus ini?. "Tanya David sebelum dia menyantap mie yang ada di hadapannya.
" Masih Tuan. Oh itu yang buat Nur kok, saya hanya membuatkan minumannya."Jawab Mbok Jum jujur. Mbok Jum takut jika David akan marah dan tidak mau memakan mie nya. Mengingat dulu David memang seperti itu, bahkan tak segan memarahi pekerja hanya karena hal atau masalah sepele saja.
David mengangguk lalu dia mulai memakan mie nya. David menikmati makannya dalam diam, tidak sampai 5 menit satu mangkok mie itupun sudah berpindah ke dalam perutnya.
" Aku sudah lama tidak Gym, perutku lama-lama buncit jika tiap malam makan di jam segini. Mana mie instan lagi, hemm sepertinya besok aku mau Gym dulu. Kalau aku buncit Nia pasti malu dan bisa jadi dia akan kembali dengan mantan pacarnya itu." Ucap David bermonolog pada dirinya sendiri.
Selesai makan, David membawa mangkok dan gelas kotornya ke dapur namun tidak mencucinya. Setelah itu dia kembali lagi ke kamar, perutnya sudah kenyang dan ternyata perut kenyang tidak menjamin bisa cepat tidur. Terbukti David masih saja tetap gelisah tidak menentu.
" Bisa gila aku jika Nia tidak cepat pulang. Baiklah, untuk kali ini aku akan mengalah. Besok aku akan kerumah ibu untuk menjemput anak dan istriku. Susah juga tidur sendirian begini, hanya ditemani sama guling." Seru David terus berbicara sendiri.
Salah kamu sendiri, Vid David. Kenapa gengsi dan marah sama Nia. Di tinggalin kesepian kan? Hahaaa.
*****
Miska juga sedang uring-uringan di kamarnya, sebab Nia tidak mau mengangkat teleponnya maupun membalas beberapa pesan yang sudah dia kirimkan. Bahkan dia mereject telepon dari Rendi karena ingin menghubungi Nia dulu, namun tak kunjung di angkat juga.
" Haah kak Nia sudah tahu hubungan ku dengan kak Rendi? Kira-kira dia bakalan ngasih tahu kak David atau mama tidak ya? Semoga saja tidak, kak Nia itu bukan tipe orang yang mau ikut campur urusan orang lain." Ucap Miska bermonolog sendiri.
* Jangan-jangan kak Nia memang sengaja ingin mengerjaiku. Huhhh awas kamu ya kak.*Gumam Miska dalam hatinya.
__ADS_1
Miska pun menghubungi Rendi, dia ingin mengatakan soal Nia yang sudah mengetahui hubungan mereka.
*******