Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Tragedi di pesta


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Nia yang baru saja keluar dari toilet langsung kaget saat membuka pintu sudah ada 3 wanita asing yang tidak dia kenal berdiri dihadapannya. Nia mencoba bersikap ramah dengan tersenyum kearah 3 wanita itu, meskipun dia sendiri merasa ada yang janggal dengan tatapan mata aneh para wanita itu.


"Maaf saya permisi. Silahkan kalau mbak - mbak sekalian mau memakai toilet nya."Sapa Nia dengan sopan dan ramah.


Bruukkkk


Tanpa basa-basi amel mendekat dan langsung mendorong Nia, sehingga Nia membentur daun pintu. Bahu Nia terasa nyeri sebab dia hampir saja terjatuh dan bahunya langsung membentur daun pintu.


"Heehhh wanita miskin ! Untuk apa kamu datang kepesta ini? Kamu ini tidak pantas ada di pesta ini, kamu hanya orang miskin dan kamupungan. Jadi kamu hanya pantas datang di hajatan kampung, heran deh sama kamu ini. Masih punya muka juga datang ke pesta pernikahan mantan yang mewah dan megah ini."Seru Mona ikut menghina Nia dengan lantang.


"Kalian ini sebenarnya siapa sih? Aku tidak mengenal kalian tapi kenapa kalian justru membuat keributan seperti ini. Aku datang kepesta ini juga karena pengantinnya sendiri yang mengundangku."Seru Nia tidak kalah berani menghadapi tiga wanita aneh yang ada didepannya.


"Wahh punya nyali juga dia, guys."Seru Sisil ikut buka suara.


Mereka bertiga menarik Nia keluar dari toilet, kini mereka sudah ada diluar toilet yang tadi dipakai oleh Nia dan tempatnya lebih luas. Mereka menarik Nia dan menunjuk Nia ke kaca besar.


"Lihat !! Wajah kampungan kamu tidak pantas ada dipesta ini, mana barang yang dipakai juga barang KW. Kamu kira kami tidak tahu jika perhiasan yang kamu pakai ini harganya hanya 100 sampai 200 ribu saja."Seru Amel sambil menarik rambut Nia sehingga wajah Nia mendongak keatas.


Nia kesakitan, tangan Amel terlalu kuat mencengkaram rambut Nia. Namun Nia tidak tinggal diam, dia menginjak kaki Amel dengan heelsnya sehingga Amel mengerang kesakitan.


"Aaoowww sakit... !! Sialan kamu, dasar wanita kampungan ! Kamu apakan kaki ku ?." Sentak Amel melepaskan Nia begitu saja lalu memegang kakinya yang diinjak oleh Nia.


Tak Tak Tak


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mengenakan Heels menuju toilet, dimana mereka berada.


"Apa yang dilakukan wanita miskin ini?." Tanya Bella yang kini sudah ada diantara mereka.


"Bella, wanita ini menginjak kaki Amel sampai kaki Amel membiru seperti ini. Kita harus beri dia pelajaran, jangan sampai dia mengacaukan acaramu. Pasti dia datang juga karena ingin menggoda suamimu, lihat saja wajahnya saja seperti wanita penggoda."Ucap Mona dengan menunjuk tepat diwajah Nia.


*Ohh jadi mereka bertiga ini teman-teman Bella. Hemm sepertinya mereka cari masalah dengan ku, lihat saja kalian pasti akan menyesal.*Gumam Nia dalam batinnya.


Bella mendekati Nia lalu mencengkram lengan Nia sampai Nia meringis kesakitan. Dengan Nia kesakitan seperti itu justru membuat Bella tersenyum senang. Kedua teman Bella, Mona dan Serli tidak tinggal diam. Mereka berdua memegangi Nia agar dia tidak berontok. Amel sendiri masih mengusap-usap kakinya yang kesakitan.


"Lepaskan !! Berani nya main keroyokan ! Lepaskan sebelum kamu terkena masalah dengan suamiku."Seru Nia mencoba memperingatkan Bella dan ketiga temannya.


Hahaaaa Haahaaaa


Bella dan ketiga temannya menertawakan ucapan Nia. Mereka beranggapan Nia sedang menghalu.


"Jangan halu !! Hahaaa dasar wanita bodoh !." Seru Bella dengan lantang.


Bruukkkk, Aaoouwww


Bella mendorong Nia sampai Nia terhuyung dan pelipisnya terbentur ujung waatafel sehingga mengeluarkan sedikit darah.


"Rasakan wanita penggoda ! Jika kamu masih berani menggoda Vito, aku pastikan ibumu akan aku sakiti."Seru Bella.


Rendi yang sedari tadi menunggu Nia dari kejauhan sedikit was-was karena Nia tak juga kunjung kembali ketempat nya semula. Dia mau menyusul Nia kedalam toiley namun dia urungkan, sebab Nia ada di toilet wanita yang tidak memungkinkan Rendi untuk masuk. Sedangkan David masih sibuk dengan para relasi bisnisnya.


"Cepat siram dia !."Seru Bella meminta salah satu temannya menyiram Nia.


Amel dengan segera masuk kamar mandi dan mengambil segayung air dan segera dia siramkan ke tubuh Nia.

__ADS_1


Byurrrrr


Satu gayung air sudah membasahi tubuh Nia, Bella dan ketiga temannya tertawa dengan keras. Tubuh Nia bagian atas basah, Nia tidak kuasa melawan Bella dengan 3 temannya. Mau menghindar juga tidak bisa, sebab Mona dan Seseil memeganginya.


"Sekarang kita bawa dia keluar, biar dia malu dengan pakaiannya yang basah seperti itu. Itu akibatnya melawan Bella, setelah ini pasti banyak orang yang mencibirnya."Seru Bella lalu tertawa dengan sombong.


"Biar dia keluar sendiri, Bella. Kalau kita yang menyeretnya keluar, nanti para tamu kamu tahu kalau kita yang sudah membuat dia sepeeti itu. Wahh kita tensin dong, nanti pada mikir buruk ke kita."Seru Mona memberikan pendapat.


"Ok. Kalau begitu biar aku dulu yang keluar dari sini, Vito dan yang lainnya pasti mencari keberadaanku. Setelah itu kalian paksa dia keluar, dengan kondisinya yang berantakan begini sudah pasti dia akan malu dan mempermalukan dirinya sendiri. Apalagi suaminya pasti akan malu."Seru Bella dengan bangganya.


Bella keluar dari toilet lebih dulu, setelah itu akan disusul Nia dan teman-teman Bella. Setelah Bella keluar, Mona memaksa Nia untuk segera keluar dari toilet. Tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan teman-teman Bella. Nia justru kasihan dengan Bella dan ketiga temannya, setelah ini pasti mereka akan mendapatkan balasan dari David.


*Setelah ini kalian pasti akan menangis, karier kalian akan hancur.*Gumam Nia dalam batinnya.


Rendi saat ini ada di ruangan CCTV untuk mengakses keberadaan Nia di toilet. Tidak mau masuk ke toilet wanita, Rendi tidak kehilangan akalnya. Dia dengan mudah mengakses CCTV sebab Hotel Kesuma adalah milik Keluarga Widjaya, dibawah naungan Widjaya Group.


"Kurangajar ! Ternyata mereka yang membuat Nona tidak keluar-keluar dari toilet. Jika tuan David tahu, bisa habis mereka."Seru Rendi sembari mengepalkan kedua tangannya.


"Aku harus segera bertindak. Nanti jika aku sudah memberimu aba-aba, kamu tampilkan rekaman CCTV ini dilayar yang ada ditempat pesta itu. Sekarang aku harus kembali kesana, Tuan David pasti murka jika tahu istrinya di bully seperti ini."Seru Rendi dengan tegas.


"Siap tuan."Seru pegawai hotel yang mengawasi CCTV


Sedangkan di Aula hotel, mulai terdengar kasak-kusuk yang keluar dari mulut dari beberapa tamu undangan. Mereka melihat Nia yang berantakan serta baju yang basah setengah badan.


David mencoba mencari tahu apa yang membuat para tamu undangan saling berbisik. Setelah tahu betapa terkejutnya David saat mendapati Nia sudah berantakan dan tubuhnya basah. Bahkan lengan tangannya ada bekas luka cakaran sedeorang.


"Hai kamu kenapa basah seperti ini? Apa tadi saat mau berangkat kesini kamu tidak mandi dulu? Sehingga kamu mandi di hotel bintang 5 ini? Dasar wanita bodoh, murahan. Apa kamu tidak malu tubuh basah mu itu menjadi tontonan para tamu undangan, kamu itu tidak selevel dengan kita semua dan kamu juga tidak pantas ada disini."Seru Hesti mamanya Vito dengan lantang.


Nia saat ini menjadi pusat perhatian para tamu undangan, sama sekali tidak ada yang iba dengan keadaan Nia. Namun mereka tidak ada yang berani menghina atau mencaci Nia, mereka cukup menonton saja. Keluarga Vito dan Bella yang mengeluarkan segala umpatannya untuk Nia. Ketiga teman Bella pun merasa puas dan bangga sudah bisa menyelesaikan misi dengan baik.


"Kenapa mama bicara seperti itu? Siapa tahu Nia tadi terkena air karena kran rusak atau apa."Seru Vito membela Nia, dia kasihan dan tidak tega melihat Nia yang basah dan dipermalukan seperti itu.


"Sayang, kenapa kamu masih saja peduli dengan wanita murahan itu? Bukannya dia itu wanita panggilan, jadi untuk apa kamu masih saja peduli dengannya. Ingat kamu sekaranh itu suamiku dan tidak akan aku biarkan wanita murahan itu menggoda dan mengganggumu lagi."Seru Bella sambil melingkarkan tangannya di lengan Vito.


David bertanya sambil berjalan mendekati Nia dengan menatap tajam sepasang pengantin yang sedang berbahagia itu. Setelah ada di samping Nia, David melepaskan Jas mahalnya dan memakaikannya di punggung Nia.


Semua pasang mata mengarah kearah Nia dan David. Mereka dibuat tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh David. David yang terkenal dingin, cuek dan arogan ternyata peduli dengan wanita yang dipermalulan itu.


"Tenang dan jangan takut. Ada aku yang akan membalas apa yang sudah mereka lakukan."Seru David ditelinga Nia. Nia hanya mengangguk dengan pasrah saja, terserah apa yang akan dilakukan oleh David.


"Tuan David, kenapa jas mahal anda diberikan kepada wanita itu? Apa tuan mengenal wanita itu?." Tanya Baskoro mendekati David.


"Cepat katakan siapa yang sudah melakukan ini semua kepada wanita itu. Segera kalian mengaku, jika sampai aku tahu sendiri aku pastikan hidup kalian akan hancur. Cepat katakan !!."Teriak David dengan lantang tanpa menjawab pertanyaan Baskoro.


Semua tamu undangan langsung terdiam, mereka melirik kesana-sini untuk mencari tahu siapa orang yang sudah tega membuat Nia basah dan berantakan seperti itu.


"Tuan kenapa anda membela wanita itu? Tuan disini adalah tamu kehormatan kami jadi tidak perlu mengurusi masalah seperti ini."Seru Bella.


Rendi mendekati David dan membisikkan sesuatu di telinga David. David mengangguk lalu tersenyum dengan sinis. Dia tahu apa yang ingin dia lakukan, dia mendekati Nia untuk meminta Nia menunjukan siapa pelakunya. Jika sang pelaku masih saja menolak, dia akan tahu akibatnya.


"Katakan siapa yang sudah membuat kamu jadi seperti ini? Jangan takut, aku ada dipihakmu. Tetapi jika kamu tidak mau berbicara jujur kamu akan mendapat hukuman dariku."Ucap David pelan.


Nia tidak mungkin akan berbohong, seban dia juga sudah tidak mentolerir perbuatan Bella dan ketiga temannya.


"Bella dan ketiga temannya."Jawab Nia pelan.


"Yang keras agar semua orang dengar !!."Bentak David dengan lantang.


"Bella dan ketiga temannya." Ucap Nia dengan lantang sehingga semua yang ada di sana mendengarnya.


Vito langsung memandang kearah Bella, namu Bella hanya menggelengkan kepalanya. Dia seakan tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi kepada Nia.

__ADS_1


"Bohong !! Wanita ini pasti berbohong, dia memfitnahku. Pasti dia itu iri dengan ku, sebab aku bisa menikah dengan Vito sedangkan dia diputuskan oleh Vito. Dia itu wanita murahan, simpanan om-om hidung belang. Kurangajar kamu ya, kamu kira kamu siapa berani memfitnahku. Gara-gara kamu acaraku berantakan."Seru Bella yang saat ini sudah ada didekat Nia bersama Vito dan juga keluarganya.


"Kurangajar kamu ya ! Berani kamu memfitnah anak menantu ku."Seru Hesti sambil mengangkat tangannya hendak menampar Nia.


Dengan cepat David menangkap tangan Hesti dan mencemgkramnya dengan kuat sampai Hesti meringis kesakitan.


"Berani kamu memukulnya aku pastikan malam ini juga kalian jatuh miskin!." Sentak David dengan tatapan membunuh.


"Tolong lepaskan tangan istri saya tuan, saya meminta maaf kalau istri saya sudah kurangajar."Ucap pak Sigit papa dari Vito.


"Mana ketiga teman kamu !! Suruh mereka mendekat kesini."Seru David dengan lantang.


"Kami ada disini. Tapi apa yang dituduhkan wanita itu tidaklah benar. Dia itu iri dengan Bella, sehingga dia memfitnah Bella. Mungkin dia sendiri yang sengaja menyiram tubuhnya dan mengacak-acak penampilannya untuk memperlancar sandiwaranya."Ucap Amel tetap tidak mau mengakuinya.


"Baiklah kalau kalian tidak ada yang mengaku. Tidak masalah, aku akan cari tahu sendiri. Rendi kamu tahu apa yang harus kamu lakukan."Seru David lalu merangkul pinggang Nia dengan mesra.


Mata Vito terbelalak saat melihat David memeluk pinggang Nia. Vito terlihat mengepalkan tangannya, dia masih saja cemburu melihat pria lain mendekati Nia. Rasa cintanya untuk Nia sampai saat ini masih terpatri dalam hatinya.


"Siap Tuan."Seru Rendi dengan singkat.


Rendi mengangkat tangan kanannya untuk memberikan aba-aba. Setelah Rendi mengangkat tangan nya, layar lebar yang ada di aula resepsi itu mulai menampilkan ketiga teman Bella yang mengikuti Nia ke toilet, dilayar terlihat jelas bagaimana ketiga teman Bella memperlakukan Nia dan akhirnya Bella juga datang dan ikut menyakiti Nia. Dilayar terlihat jelas tanpa ada sedikitpun yang terlewatkan.


"Bagaimana? Apa kalian masih tidak mau mengaku? "Tanya David.


"Kenapa CCTV bisa kalian akses?." Tanya Bella dan Hesti secara bersamaan.


"Itu hal yang mudah. Apa kalian lupa jika hotel ini adalah milikku, jadi kapanpun aku butuh CCTV aku dengan mudah mendapatkannya."Ucap David dengan sombong.


Bella dan Hesti langsung menunduk, mereka melupakan siapa David. Namun mereka masih penasaran ada hubungan apa David dengan Nia, sampai David segitunya membela Nia.


"Tuan David, maafkan anak saya. Tolong maafkan Amel anak saya."Seru pria paruh baya yang bernama Ardi meminta maaf atas kelakuan Amel.


Ardi sangat merutuki kebodohan anaknya, mau-maunya dia bekerja sama dengan Bella. Setelah kejadian ini Ardi tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan perusahaannya.


"Oh pak Ardi ? Hemm jadi diantara mereka ada anak anda juga? Wah wah punya nyali juga anak anda."Seru David dengan tawa kecilnya.


"Sebenarnya Tuan David dan wanita itu ada hubungan apa? Segitunya tuan membela wanita itu?." Tanya Bella yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.


"Sudah pasti aku membela wanita yang ada disampingku ini, karena dia adalah ISTRIKU !!! Nona muda di keluarga Widjaya !!!."Seru David dengan lantang, akhirnya membuka siapa Nia yang sebenarnya.


Degghhhh


Vito dan keluarganya syok, Bella dan orang tuanya pun kaget dengan pernyataan David. Ketiga teman Bellapun tidak kalah kaget, ternyata mereka salah mencari lawan.


"Istri?." Gumam Vito pelan namun masih bisa didengar David.


"Iya dia istriku."Jawab David dengan santainya.


"Tidak mungkin." Seru Hesti dan Bella bersamaan.


"Apanya yang tidak mungkin? Nyatanya Nia ini memang istriku, iyakan sayang."Seru David.


"Iya Hubby." Jawab Nia mengiyakan apa yang dikatakab oleh David.


David memanggil Rendi untuk mendekat ke arahnya. Ada hal penting yang ingin David sampaikan kepada Rendi, dan meminta Rendi untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi malam ini.


"Kamu atur semuanya, dan batalkan kerja sama kita dengan perusahaan tuan sigit dan tuan Ardi, pastikan siapa saja yang tadi sudah menyakiti istriku, karier nya terhenti. Dan satu lagi, mulai besok aku tidak mau melihat Baskoro dan Vito ada di perusahaan ku. Malam ini juga mereka berdua aku PECAT !!."Seru David dengan lantang.


"Baik Tuan." Seru Rendi dengan patuh.


David menggandeng Nia dengan mesra meninggalkan Aula hotel tempat diadakannya pesta. David tidak peduli lagi dengan suara-suara yang memanggilnya agar tidak menghentikan kerjasamanya.

__ADS_1


************


Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir batin kak. Dan selamat menjalankan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya 🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2