
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Siang itu, Nia hanya ada praktek sampai siang saja. Dan siang setelah dia pulang dari rumah sakit, dia pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk berbelanja barang-barang kebutuhannya yang akan dia bawa selama dia bertugas keluar daerah. Tentunya susu hamil tidak akan ketinggalan.
" Beli apa lagi ya? Hemm sabun, shampo dan semua nya sudah. Susu hamil juga sudah, oh iya tisu yang belum."Ucap Nia sambil memeriksa barang belanjaanya.
Nia mendorong troli nya menuju dimana tisu tersusun dengan rapi. Nia, tidak melihat kekanan dan kekiri dia asal saja berjalan. Tanpa sengaja Nia di tabrak oleh orang yang datang dari arah samping.
Brrrukkkkk
Beruntung hanya troli mereka saja yang betabrakan.
" Hai punya mata tidak sih? Jalan tidak lihat-lihat !!." Bentak orang itu dengan lantang sehingga menjadi pusat perhatian orang-orang di sekelilingnya.
" Bella !! Oh ternyata kamu, pantas saja suaranya melengking."Ucap Nia dengan senyum sinisnya.
" Ohhhh ternyata OKB alias orang kaya baru. Pantas saja jalan tidak pakai mata, mungkin juga belum terbiasa ada di mall sebesar ini. Biasanyakan belanja di pasar, hahahaaa dasar OKB tidak tahu diri." Ucap Bella nyinyir terus menerus.
Hhhuuuuffff
Nia malas sekali meladeni Bella, jadi dia lebih memilih menghindar saja. Namun saat Nia hendak mendorong trolinya, tiba-tiba Bella menahannya.
" Mau kemana kamu? Urusan kita belum selesai."Ucap Bella menahan troli Nia.
" Apa lagi, Bella? Urusan apa lagi? Jangan cari masalah kamu, Bell. Atau aku akan mempermalukan kamu di depan umum. Kamu lihatkan disini sedang ramai pengunjung, jangan sampai mereka semua tahu siapa kamu sebenarnya."Ucap Nia tidak kalah garang dari Bella.
Bella hanya memandang sinis Nia, dia sama sekali tidak takut dengan Nia. Menurutnya tidak ada yang perlu ditakutkan, terlebih Nia hanya wanita lemah. Dia hanya kuat karena di belakangnya ada David saja.
" Aku tidak akan pernah taku, Nia. Kamu memangnya siapa harus aku takuti. Ingat ya Nia, kamu itu hanya berlindung dibalik suami mu saja. Tanpa suamimu, kamu bukanlah siapa-siapa. Bahkan sama keset rumah ku pun lebih berharga keset rumah ku. Lagi pula kamu bisa menikah dengan orang kaya pun karena kamu itu murahan !! Kamu sudah naik ke ranjang para pria kaya lebih dulu, sampai kamu berhasil menggaetnya. Menjijikan ! Murahan !!." Seru Bella tanpa berkaca dengan dirinya sendiri.
Kedua tangan Nia terkepal, ingin sekali dia menampar Bella namun dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri. Dia harus membalasnya lebih cerdik, tidak dengan kekerasan.
" Bella, Bella. Jangan maling teriak maling, jika kamu tidak mau malu. Oh iya, apa dirumah kamu tidak punya kaca? Jika tidak punya kaca, wajar lah kalau tidak bisa berkaca dengan diri sendiri. Kamu mau kebusukan kamu aku bongkar disini? Aku ingatkan, aku menikah dengan orang kaya bukan karena aku murahan, dan bukan karena aku naik keranjangnya. Tapi karena aku dan suamiku memang sudah berjodoh. Jika kamu masih saja menghina ku, lihat saja aku akan bongkar kebusukan kamu disini!." Seru Nia sambil melirik kesekelilingnya yang mana sudah mulai ada yang berbisik-bisik.
" Aku tidak takut, lagi pula tidak ada yang perlu aku takutkan dan apa juga yang akan kamu bongkar? Aneh banget ! Justru kamu itu yang wanita tidak tahu malu, sekalinya murahan akan tetap murahan."Seru Bella sinis.
* Oke Bella, lihat saja kamu akan malu dengan perbuatan kamu sendiri. Jangan dikira aku tidak tahu kebusukanmu. Kamu yang memulai, dan kamu juga yang sudah membuat aku seperti ini.*Gumam Nia dalam hati.
__ADS_1
" Apa kamu tidak malu mengatakan aku wanita murahan? Padahal kamu sendiri lebih dari murahan, wanita mana yang tega mengambil suami mama kandungnya sendiri. Jangan kamu kira, aku tidak tahu sepak terjangmu, Bella. Kamu itu sudah berselingkuh dengan papa tiri kamu sendiri padahal kamu juga punya suami. Tapi baguslah, kalau Vito terbuka lebar-lebar matanya. Bagus juga kalau Vito mau menceraikan kamu. Hemm.. Seorang anak berselingkuh dengan papa tirinya sendiri. Kalau dibuat judul sinteron mungkin akan meledak ya sinetronnya." Seru Nia terdengar sangat jelas di telinga siapapun yang mendengarnya.
Wajah Bella seketika langsung berubah merah dengan tangan mengepal. Dia tidak menyangka jika ternyata Nia sudah tahu semua tentang hubungannya dengan papa tirinya. Masalah perceraiannya pun Nia tahu. Bella memandang kesekelilingnya, terdengar kasak kusuk dari beberapa pengunjung.
" Huuhhh murahan teriak murahan !! Padahal dia sendiri lebih murahan."
" Padahal dia lebih parah loh, dimana hati nuraninya. Suami mamanya sendiri di embat juga."
" Wanita seperti ini yang bahaya, suami mamanya saja di embat. Bagaimana kalau suami orang lain. Hati-hati nanti suami tetangga nya yang gantian di embat."
Dan masih banyak lagi hinaan dari para pengunjung mall itu. Wajah Bella tertunduk malu, sikap arogannya tadi kini sudah hilang tidak tersisa sedikitpun. Yang ada dia tidak berani menganggkat kepalanya lagi, cukup malu dia dibuat Nia.
" Bagaimana, Bella? Apa kamu masih mau aku bongkar semuanya? Bahkan kamu tak segan-segan melakukan hubungan terlarang itu di ruangan papa kamu yang tak lain adalah perusahaan suamiku. Bella, Bella sebelum bicara lebih baik cari tahu dulu kebenarannya. Kamu salah besar mempermalukan ku, justru kamu sendiri yang malu. Terbayar kontan kan?."Seru Nia.
Setelah bicara seperti itu, Nia berjalan meninggalkan Bella. Nia mengambil 3 pak tisu dan memasukkannya ke troli. Setelah itu dia mendorong trolinya ke arah kasir.
Sedangkan Bella masih saja diam terpaku di tempatnya. Orang-orang yang tadinya berkerumun pun sudah mulai menjauh.
* Huuhhh Nia !! Kamu berhasil mempermalukan aku ! Lihat saja, aku akan buat perhitungan dengan mu, Nia. Jika tidak bisa aku balas melalui kamu, jangan salahkan aku jika aku akan membalas lewat orang-orang terdekat mu yang kamu sayangi. Ibu mu !! Iya, ibu yang akan menanggung semua perbuatanmu hari ini.*Gumam Bella dengan tangan terkepal.
***********
Brrraaakkk
Pulang-pulang Bella membuka pintu dengan sangat kasar dan membantingnya. Membuat Baskoro yang sedang bermain ponsel langsung berjingkrak kaget.
" Bella !! Kamu ini kenapa?."Tanya Baskoro langsung meletakkan ponselnya.
" Aku kesal dengan Nia anak mu pembawa sial itu !! Hari ini dia sudah mempermalukan aku di depan banyak orang. Dia ternyata sudah tahu semuanya tentang hubungan kita. Aku benar-benar malu, pa."Seru Bella sambil terisak.
Baskoro mendekati Bella lalu membawa Bella dalam pelukannya. Dia belum tahu apa saja yanf tadi sudah terjadi diantara Bella dan Nia. Sudah pasti Bella akan malu jika semua kebusukannya sudah di bongkar Nia.
" Tenang dulu, jangan menangis. Nanti cantiknya hilang loh."Seru Baskoro merayu Nia.
" Aku mau, papa harus membalaskan rasa sakit hati ku ini. Pokoknya aku tidak mau dia bahagia diatas rasa malu ku ini !! Papa mau kan membalaskannya?."Tanya Bella dengan manja seperti anak kecil yang sedang merengek.
" Tenang saja sayang, aku akan membalas semuanya. Meskipun dia anak kandungku, aku tidak peduli. Kebahagiaanmu tetap nomor satu. Ini juga demi anak ku yang ada dalam kandunganmu ini."Ucap Baskoro sambil mengusap perut Bella yang memang sudah membuncit sempurna.
Trinng
Tringg
Notifikasi pesan masuk di ponsel Bella. Bella meraih tas nya untuk mengambil ponsel yang ada di dalam.
__ADS_1
[ Bella, ini beneran kamu kan yang ada di dalam video? ]
[ Masa sih kamu ada main sama papa kamu sendiri, Bell. Kamu benar-benar tidak ada hati, Bell ]
Dua pesan dari teman Bella berhasil membuat Bella syok dan kaget. Bella meng klik video itu dan benar saja, itu Video perdebatannya dengan Nia tadi. Video berdurasi 13 menit itu pastinya saat ini sudah Viral.
[ Kamu dapat darimana Video itu, Nis?] Balas Nia cepat.
[ Dari aplikasi biru dan aplikasi merah. Video itu sudah banyak yang like dan share. Apa itu semua benar?]
[ Bohong !! Itu semua tidak benar, wanita itu hanya ingin mempermalukan aku saja. Sebab dia tidak terima Vito menikah dengan ku, dia itu mantan pacarnya Vito. Pokoknya ceritanya panjang, nanti aku ceritakan sama kamu.]
Teman Bella, yang bernama Anis memang belum tahu betul siapa Nia. Namun dia merasa tidak asing dengan wajah, Nia.
[ Tapi sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana ya?]
[ Sudah itu tidak penting. Yang penting aku minta sama kamu, tolong kamu bantu aku untuk meredam atau menghapus pesan itu dari sosial media. Setahu aku, keluarga kamu kan bisa mengurus hal beginian. Tolong ya Nis.]
[ Aku tidak janji]
[ Please.]
Namu Anis tidak membalasnya lagi dan hal itu berhasil membuat Bella semakin kesal.
" Lihat ini, gara-gara anak papa sialan itu dia sudah membuat aku malu. Teman-temanku sudah tahu semua, pasti mereka akan menjauhiku."Ucap Bella kesal.
" Sudahlah Bella. Lagipula itu semua memang benar, sudah abaikan saja video itu. Lagipula kita ini bukan artis yang setiap saat di perbincangkan. Kalau kamu mau membalas perbuatan Nia, mulai sekarang kamu fikirkan rencana apa yang akan kamu lakukan."Seru Baskoro.
Hhhuuuuuhhhh
Bella mendengus dengan kesal, dia tidak habis fikir dengan Baskoro. Seenaknya dan dengan mudahnya dia meminta untuk mengabaikan vidro itu. Jika video itu semakin Viral, tentunya Bella akan semakin malu. Dan dimanapun tempat dia pergi pasti akan jadi bahan cemoohan orang.
Bella kesal dengan Baskoro, sehingga dia meninggalkan Baskoro dan masuk ke kamar lalu memgunci pintu kamarnya agar Baskoro tidak bisa masuk.
" Haahhh ada saja masalahnya. Bella juga bodoh, sudah tahu Nia itu istrinya David masih saja cari masalah. Sudah pasti Nia tahu semuanya, suaminya pasti menceritakan semuanya kepadanya. Tapi, kenapa Nia tidak membahas soal aku sebagai ayahnya sama Bella? Padahal Bella juga sudah tahu kalau Nia itu anakku. Atau memang sengaja dia tidak mau membahasnya didepan banyak orang. Di video itu, sedikitpun Nia tidak menyebut aku sebagai ayahnya. Hemm sepertinya Nia tidak mau mempermalukan aku." Ucap Baskoro bermonolog pada dirinya sendiri.
Baskoro sendiri sebenarnya sangat pusing, seban dia sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan. Semua perusahaan yang dia datangi secara terang-terangan menolaknya meskipun lowongan pekerjaan masih ada.
Siapapun yang di pecat secara tidak hormat dari Widjaya Group sudah pasti namanya akan di blacklist di setiap perusahaan yang menjalin kerja sama baik dengan Widjaya Group.
" Bagaimana aku bisa mendapatkan pekerjaan jika semua perusahaan yang aku datangi tidak mau menerimaku. Apalagi beberapa bulan lagi, Bella juga mau melahirkan. Aku harus bagaimana?." Ucap Baskoro sambil menarik-narik rambutnya sendiri.
Pusing-pusing deh kamu, Baskoro.
__ADS_1
************