
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hari yang di tunggu-tunggu Miska dan Rendi akhirnya pun tiba juga. Mereka menikah sesuai dengan permintaan David, hanya dengan waktu satu minggu saja Rendi sudah bisa mempersiapkan semuanya.
Setelah akad nikah siang tadi di kediaman keluarga Widjaya, malam ini di hotel kesuma milik keluarga Widjaya diadakan resepsi pernikahan Miska dan Rendi.
Sepasang pengantin itu nampak sumringah dan bahagia. David yang melihat senyum bahagia adik tercintanya ikut meneteskan air mata. David sangat menyayangi adik semata wayangnya, dan hari ini ada pria yang sudah menjadi pendamping dan pelindungnya.
* Semoga kamu bahagia Miska, Kakak yakin jika Rendi adalah pria yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu. Maaf jika kakak selama ini terlalu overprotektif, semua itu demi kebaikan kamu dan bentuk kasih sayang kakak kepadamu. Kini, sudah ada pria yang lebih berhak atas dirimu dibandingkan kakak dan papa.*Gumam David tanpa terasa dia meneteskan air mata.
Rindi dan Vito pun turut hadir di resepsi pernikahan Miska dan Rendi. Pernikahan Rindi dan Vito sendiri belum dilaksanakan, baru dalam 3 hari ini mereka akan mengikat janji suci.
" Kalian ini, calon pengantin masih saja jalan bareng. Ingat di pingit loh, jangan sampai kena omel orang tua."Seru Miska saat Vito dan Rindi menghampirinya untuk mengucapkan selamat.
" Ini juga karena mau menghadiri pernikahan kamu Miska, makanya kami keluar bareng. Ini bocah tidak ada hujan tidak ada angin kok tiba-tiba langsung menikah saja. Aku yang sudah dipersiapkan dalam beberapa bulan saja belum menikah. Masih harus menunggu 3 hari lagi."Ucap Rindi sambil tertawa.
" Sudah tidak tahan lagi makanya buru-buru."Jawab Miska tanpa filter.
Rendi menggelengkan kepalanya saat mendengar apa yang diucapkan Miska. Bisa-bisanya dia bicara tanpa di filter lebih dulu. Padahal tamu undangan full, beruntung Miska mengecilkan suaranya. Kalau sampai barbar sudah pasti Rendi akan membungkam mulut Miska.
" Dasar bocah edan."Seru Vito dan Rindi bersamaan.
" Biarin tah, nanti setelah ini sudah bisa malam pertama loh. Kak Rindi tidak mau apa buru-buru merasakan malam pertama."Seru Miska semakin tidak bisa menahan ucapannya.
Rendi menutup mulut Miska dengan tangan kanannya. Agar Miska tidak semakin aneh bicaranya.
Emmmhhh.. Emmhhh.. Emmmhhhh
__ADS_1
Miska berontak meminta Rendi untuk melepaskan bekapan di mulutnya.
" Jaga bicaranya, kalau orang dengar nanti dikira aku sudah ngapa-ngapain kamu sebelum menikah."Seru Rendi sambil melepaskan bekapannya.
" Heheee ... Maaf kak. Kan biar seru gitu loh. Daripada bisnis mulu yang dibahas, pusing aku kak sedari tadi kalau ada yang mendekat pasti bisnis mulu yang dibahas. Lihat tuh kak David menyendiri disana karena dia pasti malas membahas bisnis sama para klien bisnis yang datang."Seru Miska sembari menunjuk David yang memang duduk berdua saja dengan Nia.
" Kita makan saja yuk, lama-lama bicara sama pengantin somplak ini bikin lapar juga. Sekali lagi selamat ya untuk kalian berdua. Samawa sampai surga. Aamiin.."Seru Rindi mengucapkan doa terbaiknya untuk sepasang pengantin . Miska pun mengajak Vito untuk mengambil makanan dan minuman.
" Aamiin."Jawab Rendi dan Miska secara bersamaan.
Rindi dan Vito sudah menjauh dari sepasang pengantin baru itu. Dua pengantin itupun kini dihampiri oleh para tamu undangan yang lainnya. Baik Rendi maupun Miska menyambut para tamunya dengan bahagia dan senyum sumringah yang sedari tadi mengembang di bibir kedua pengantin itu.
" Aku tidak yakin malam ini mereka bisa malam pertama."Seru Rindi secara tiba-tiba.
" Kenapa?." Tanya Vito yang tidak paham dengan pembicaraan Rindi.
" Lihat saja acaranya semeriah ini dan para tamu undangan full seperti ini. Mana tadi pagi sudah akad, sekarang resepsi pasti lelahnya luar biasa. Yang ada Miska pasti akan molor dan pak Rendi di anggurin."Seru Rindi lalu menyuapkan sepotong cake ke dalam mulutnya.
Buggghhhh
Pukulan Rindi melayang di lengan Vito. Vito hanya menanggapinya dengan tawanya yang pecah. Saat mereka sedang tertawa, Nia datang menghampiri Rindi dan Vito dan seketika tawa Vito pun berhenti.
" Kalian ini menertawakan apaan sih? Padahal orang seramai ini hanya kalian saja yang tertawa riang?." Tanya Nia yang kini sudah duduk di samping Rindi.
" Itu si Rindi, katanya sudah ingin merasakan malam pertama."Jawab Vito sambil terkekeh.
" Dia bohong Nia, ini semua gara-gara Miska. Karena dia tadi ngomongin soal malam pertama jadi kita ikut ngebahasnya. Bukan berarti aku ingin malam pertama juga, mulut Vito ini aku lakban juga nanti."Ucap Rindi kesal.
" Kalian ini juga pasangan yang aneh, tidak ada romantisnya sama sekali. Ada saja yang dibikin ribut, sudah makan-makan saja dulu jangan ribut. Nanti kalau sudah tersedak biar tahu rasa kamu."Ucap Nia mencoba menengahi perdebatan sang calon pengantin.
Rindi dan Vito pun memakan makanan yang tadi sudah mereka ambil sambil berbincang ringan dengan Nia. Yang pasti bukan soal malam pertama lagi yang mereka bicarakan.
Malam semakin larut, pesta pun sudah usai. Keluarga besar Widjaya dan keluarga Rendi saat ini bermalam di hotel. Nia dan David pun ikut bermalam di hotel dengan babby boy Sultan ikut satu kamar dengan mereka.
__ADS_1
Sementara itu, di kamar pengantin baru saat ini sedang terjadi pertempuran sengit diatas ranjang. Rasa lelah seharian beraktifitas dan full acara tidak menghalangi mereka untuk bertempur. Miska dan Rendi tetap pada keinginannya, malam pertama tetap di malam pengantin mereka.
" Biarpun sakit tapi lama-lama nikmat juga kak."Seru Miska sambil mengalungkan tangannya di leher Rendi.
" Iya sayang."Jawab Rendi yang memang masih beraktifitas di atas.
Suara 3r4ng4n dan des4h4n sepasang pengantin itu memenuhi ruangan kamar mereka. Mereka seperti tidak mempunyai rasa lelah, sudah 1 jam betempur belum juga menyudahi pertempurannya.
" Ahhh kak, aku sudah mau me 3 kalinya ini."Seru Miska tanpa ada rasa malu lagi.
" Sama-sama saja ya. Aku juga sudah mau sampai, tahan sebentar."Ucap Rendi terus berpacu pada pacuan kudanya.
Aarrrgggghhhhh
Miska dan Rendi akhirnya sampai pada tujuannya bersama-sama. Rendi menjatuhkan tubuhnya di samping Miska dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal. Begitupun dengan Miska, d4d4nya naik turun.
" Kak, sudah lelah?."Tanya Miska.
" Iya sayang. Aku sangat lelah, kita istirahat dulu ya. Nanti kalau rasa lelahnya sudah hilang kita lanjut lagi. Kamu kan dulu yang minta main sampai pagi kalau pas dimalam pengantin."Seru Rendi mengingatkan Miska.
" Heheee... Iya sih. Tapi sepertinya udahan dulu ya kak, kamu sudah sangat lelah itu. Besok pagi lagi kita lanjutkan. Hemm kalau tahu rasanya seenak ini pasti sudah dari dulu aku minta dinikahi kak Rendi. "Ucap Miska lagi-lagi mulai absurd.
Rendi memang kelelahan, diapun memejamkan matanya. Tidak menunggu lama, dia benar-benar sudah tertidur dalam keadaan tubuhnya yang masih polos. Miska sendiri tidak menyadari jika saat ini Rendi sudah tertidur, Miska tetap saja bicara dan mengajak Rendi mengobrol.
" Kak Rendi beneran mau anak 3 saja? Tidak mau lebih?."Tanya Miska.
Tidak ada jawaban dari Rendi, Miska pun melihat kearah Rendi dan ternyata Rendi sudah mendengkur dengan lembut.
" Lah malah sudah tidur."Seru Miska.
Miska turun dari ranjang, lalu dia menyelimuti tubuh polos Rendi. Setelah itu Miska masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
*********
__ADS_1