
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Rendi dan kedua orang tuanya saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga Widjaya. Seperti janjinya kemarin, jika dia akan datang bersama orang tuanya untuk melamar Miska secara langsung. Anehnya sampai saat ini pun orang tua Rendi belum tahu, gadis mana yang akan mereka lamar untuk dijadikan menantu.
" Rendi, sebenarnya siapa sih calon istri kamu itu? Seharusnya kamu itu kenalkan dulu dia sama orang tuamu ini dulu. Ini kok main asal lamar saja, memangnya kamu sudah berapa lama kenal atau pacarannya sama dia?."Tanya Liana, mama dari Rendi.
" Kalau kenal sudah lama ma, tapi kalau pacaran sekitar 3 atau 4 bulan ini. Nanti mama dan papa pasti tahu sendiri siapa dia. Sudah ya, jangan ditanya terus menerus. Rendi lagi fokus nyetir nih, Rendi juga degdegan nih takut di tolak lamaran Rendi sama orang tuanya."Ucap Rendi bicara jujur apa adanya.
Kedua orang tua Rendi hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan Rendi tadi. Mereka sangat bahagia, akhirnya anak satu-satunya sudah menemukan tambatan hatinya. Rasa takutnya pun sudah hilang, dulu orang tua Rendi takut jika Rendi tidak suka dengan wanita.
" Loh ini bukannya arah jalan ke rumah Tuan Widjaya, Ren?." Tanya pak Akbar, papa dari Rendi.
" Kamu mau mengajak keluarga Widjaya, Ren?."Kini giliran sang mama yang bertanya.
" Mama dan papa cukup nikmati saja perjalanannya. Nanti pasti mama dan papa juga tahu."Jawaban Rendi membuat mamanya mendengus kesal.
Rendi terus melajukan mobilnya menuju rumah keluarga Widjaya. Tanpa terasa kini mobil yang dikendarai Rendi sudah sampai di depan gerbang, pak Satpam yang sudah sangat mengenali mobil Rendi dengan sigap membukakan gerbang dan mempersilahkan Rendi membawa mobilnya masuk.
Kedua orang tua Rendi semakin heran dan penasaran sebenarnya ada apa sampai Rendi mengajak mereka kerumah keluarga Widjaya lebih dulu. Bukannya langsung kerumah calon besan, untuk melamar sang menantu.
Mama Karmila dan pak Widjaya menyambut kedatangan keluarga Rendi dengan sangar ramah. Mereka juga langsung mengajak Rendi dan kedua orang tuanya masuk ke rumah.
" Nyonya Karmila apa kabar?." Sapa mamanya Rendi dengan ramah.
" Alhamdulillah sehat dan baik sekali jeng. Jeng, jangan panggil Nyonya dong kok kesannya seperti kita baru kenal saja. Panggil saja yang membuat jeng Liana nyaman, yang penting jangan Nyonya."Ucap Karmila dengan sangat ramah.
Mereka duduk di ruang keluarga,ternyata disana ada David yang duduk sendirian sembari memainkan ponselnya. Kedua orang tua Rendi segera menyalami dan menyapa David. Begitupun dengan Rendi, dia juga menyalami David.
Deeegghhhh
__ADS_1
Tatapan mata David sangat menakutkan, Rendi dengan cepat melepaskan jabat tanggannya dan duduk di samping mamanya tepat.
" Sepertinya kita makan malam saja dulu ya, baru nanti kita bicarakan masalah intinya. Ini juga sudah waktunya makan malam, Nia dan Miska sudah menyiapkan makan malamnya."Seru Karmila mengajak ketiga tamunya untuk langsung makan malam saja agar nanti bisa bersantai lebih lama untuk membicarakan masalah lamaran Rendi.
Kedua orang tua Rendi saling beradu pandangan, mereka datang sebenarnya untuk apa? Mereka semakin bingung dan Rendi tahu jika kedua orang tuanya saat ini pasti sedang bingung.
" Ma, wanita yang mau Rendi lamar itu Miska. Anak gadis dari Tuan Widjaya."Seru Rendi sedikit berbisik ditelinga mamanya.
" Dasar bocah edan."Seru Liana sambil memukul paha Rendi.
" Ada apa Jeng?." Tanya Karmila kaget dan penasaran.
" Oh tidak ada apa-apa Jeng Karmila. Iniloh Rendi, biasa suka jahil."Jawab Liana.
Kedua keluarga itupun kini sudah berada di ruang makan dan duduk di kursinya masing-masing. Miska duduk tepat berhadapan dengan Rendi, mereka terlihat saling curi-curi pandang dan itu semua tidak luput dari pandangan David.
" Kalau makan, makan saja dulu. Jangan saling curi pandanga, seperti tidak pernah bertemu saja."Seru David terdengar ketus.
" Hubby, jangan bicara seperti itu."Seru Nia berbisik di telinga David.
Bagi Rendi ucapan David itu sudah biasa, bahasa yang digunakannya pun tidak membuat dia kaget ataupun merasa tersinggung. Sebagai seorang assisten yang sudah lama bekerja dengan David, baik buruknya David dia sudah tahu dan sudah paham.
" Iya jeng. Ini juga belum habis."Jawab Liana dengan sopan.
Setelah 15 menit, acara makan malam pun sudah selesai. Semua anggota keluarga dan tamu kini sudah duduk di ruang keluarga ditemani dengan teh dan kopi serta kue yang sudah dipersiapkan oleh para pelayan.
" Apa tujuan kamu datang kesini?." Tanya David langsung pada intinya membuat Rendi semakin dag dig dug.
Meskipun kesehariannya bertemu dengan David bahkan dimarah dan diamuk David sudah menjadi makanannya sehari-hari. Rendi nampak biasa saja, namun untuk malam ini Rendi benar-benar takut dan gemetaran berhadapan dengan David.
" David, yang benar dong kalau bertanya. Masa iya bahasanya seperti orang marah seperti itu."Ucap sang mama meminta David untuk lebih lembut dan rileks saat berbicara.
" Tidak apa-apa Nyonya. Memang Tuan Davidkan karakternya seperti itu. Saya sudah biasa menghadapi tuan David."Ucap Rendi.
" Baguslah kalau begitu. Sekarang kamu katakan saja apa maksud dan tujuan kamu datang kerumah orang tuaku. Katakan yang pasti, jelas, singkat dan padat. Jangan berbelit-belit, kamu tahukan aku ini paling tidak suka dengan orang yang berbelit-belit."Ucapan David terdengar tegas.
__ADS_1
* Huhhh untung kak Rendi ini sudah tahu bagaimana kesehariaan kak David. Kalau misalkan orang lain yang diajak bicara, pasti saat ini dia sudah lari terbirit-birit. Kak David orang datang mau melamar kok malah seperti dimarah. Kakak ku yang satu ini memang agak aneh.*Gumam Miska dalam hatinya.
Pak Widjaya dan Karmila sebelum Rendi datang memang sudah membicarakan masalah hubungan Miska dan Rendi dengan David. Mereka berdua menyerahkan semua nya kepada Miska, karena Miska lah yang akan menjalani kehidupannya. David hanyq setuju saja, tapi dia memang ada niat untuk mengerjai calon adik iparnya itu.
" Begini Tuan dan Nyonya. Kedatangan saya dan kedua orang tua saya kesini selain untuk silahturahmi, juga ada hal lain yang ingin saya utaraka dengan tuan dan nyonya. Saya Rendi, malam ini datang untuk melamar Miska menjadi istri saya."Ucap Rendi akhirnya dia bisa bicara dengan lancar.
Miska terlihat senyum - senyum untuk memberikan semangat sang pujaan hatinya. Kedua orang tua Rendi juga hanya diam menyimak dan membiarkan anaknya yang langsung bicara dengan orang tua Miska.
" Rendi, untuk lamaran kamu ini saya sangat menghargainya. Tapi saya dan istri saya tidak bisa memberikan jawaban apa-apa, karena ini hidup Miska dan dialah yang berhak menjawab lamaran kamu, mau diterima atau tidaknya."Ucap pak Widjaya dengan sangat ramah dan bijaksana.
" Tapi tidak dengan saya."Seru David tiba-tiba mengagetkan.
Ddegghhh
Jantung Rendi sepertinya ingin melompat, jika David tidak setuju sudah pasti lamarannya akan di tolak. Rendi semakin gugup, begitupun dengan kedua orang tua Rendi.
" Memangnya kamu punya apa? Kamu bisa membahagiakan adik saya dengan gajimu itu? Kamu bisa kah adil untuk adikku dan dirimu sendiri?."Seru David.
" Saya akan berusaha dan selalu berusaha membahagiakan Miska. Aku memang tidak sekaya anda Tuan, tapi aku berjanji akan membahagiakan Miska dan memberikan kehidupan yang layak. Itu janji saya kepada anda dan kedua orang tua Miska."Ucap Rendi penuh dengan keyakinan.
" Kalau saya tidak setuju dan menolak lamaran kamu bagaimana?." Tanya David semakin membuat Rendi nyalinya menciut.
" Saya tidak akan memaksa anda untuk menerima lamaran saya ataupun merestui hubungan saya dan Miska. Tapi saya tidak akan berhenti untuk mencitai Miska dan menyakinkan anda jika saya pantas untuk Miska."Jawaban penuh keyakinan dari Rendi.
" Miska, apa jawaban kamu untuk lamaran Rendi Aku mau kamu fikirkan baik-baik sebelum semuanya terlambat. Sebab cinta itu tidak selalu indah, seperti yang kamu bayangkan."Ucap David kini beralih memandang Miska dengan tajam.
Miska sudah punya jawabannya, baik buruknya Rendi dia sudah tahu dan juga bisa menerima Rendi apa adanya.
" Aku menerima lamaran kak Rendi, Kak."Jawab Miska dengan yakin.
Alhamdulillah....
Terdengar semua mengucapkan kata alhamdulillah kecuali David. Namun dalam hatinya dia tidak bisa berbohong, jika dia juga bersyukur Miska menerima lamaran Rendi. Rendi pria baik dan tidak pernah macam-macam dengan wanita.
" Jika adikku sudah menerima lamaran mu. Aku bisa apa? Aku pun hanya bisa mengikutinya, malam ini aku merestui hubungan kalian dan aku juga menerima lamaranmu untuk adikku."Ucap David penuh haru.
__ADS_1
" Kak David."Seru Miska memeluk David dengan erat. Tanpa terasa buliran-buliran bening membasahi pipi Miska.
**********