Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Apa dia saudaraku


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Nia duduk menjauh dari David, dia juga tidak mau mendekati Vito dan Bella. Dia duduk jauh di pojok sambil memegang segelas orange jus ditangannya. Ingin sekali dia pulang namun dia tidak berani mengajak David untuk pulang, terlebih mereka baru saja sampai.


" Seandainya aku tahu jika Tuan David akan datang kesini pasti aku akan menolaknya." Ucap Nia.


David sepertinya melupakan keberadaan Nia. David sudah berkumpul dengan beberapa kolega bisnisnya. Sudah tidak ingat jika dia datang bersama Nia, dari kejauhan ada sepasang mata yang menangkap sosok Nia sedang duduk menyendiri.


* Nia ? Itu beneran Nia kan?* Gumam Vito dalam batinnya.


Vito berjalan menghampiri Nia, Bella yang melihat Vito menjauh hanya bisa membiarkannya saja sebab dia masih sibuk dengan teman - temannya. Vito semakin mendekat dan kini sudah berdiri tepat didepan Nia. Nia melihat ada orang yang berdiri di hadapannya pun langsung mendongakkan kepalanya.


" Kak Vito" Seru Nia dengan kaget.


Susah payah dia menghindar dan menyendiri, tetap saja Vito bisa merasakan keberadaannya. Sehingga kini Vito sudah berdiri dihadapannya. Nia mengulurkan tangannya sambil mengucapkan kata selamat untuk Vito.


" Selamat ya kak Vito, semoga segera menuju pelaminan." Ucap Nia berusaha bersikap sewajarnya sembari mengulurkan tangannya dan Vito menyambutnya dengan senang.


" Terimakasih. Kamu malam ini cantik sekali Nia, kamu datang sama siapa ?" Tanya Vito gugup sebab dia terpesona dengan kecantikan Nia.


Vito tetap saja menggenggam tangan Nia seperti enggan untuk melepaskannya. Nia merasa tidak enak dengan apa yang dilakukan Vito. Nia tidak mau ada yang melihatnya dan menimbulkan salah paham. Dengan segera Nia menarik tanggannya dari gengaman Vito.


" Emm... Maaf aku tidak mau Bella salah paham. " Ucap Nia.


" Ok tidak masalah. Oh iya kamu tadi datang sama siapa ? Apa sama salah satu pelanggan kamu ? Berapa sih tarif mu Nia? Kalau tahu dari dulu kamu wanita yang gampangan aku pasti dari dulu akan mengajak kamu cek in. Aku tidak menyangka saja wanita yang aku jaga kehormatannya ternyata wanita murahan. Boleh lah besok malam kamu cek in sama aku." Ucap Vito sambil menyeringai licik.


Nia sudah tidak tahan lagi berada di tengah - tengah pesta itu. Dia merasa asing berada di tengah keramaian pesta, bahkan dengan gamblangnga Vito merendahkan harga dirinya. Ingin sekali Nia mencaci dan menampar Vito. Namun Nia tidak mau membuat suasana pesta menjadi hancur dan berantakan.


" Terserah anda mau menilai ku bagaimana ? Tapi asal anda tahu saudara Vito ! Aku bukanlah wanita murahan seperti yang anda fikirkan. Apa yang anda lihat tidak semuanya benar, bahkan sedikitpun anda tidak mau mendengar penjelasanku." Ucap Nia dengan mata yang berkaca - kaca.

__ADS_1


" Jangan sok jual mahal kamu Nia. Kenapa sama Om - Om kamu mau tapi sama aku tidak mau ? Apa karena uang ? Aku bisa memberikan berapapun yang kamu mau Nia. Asal kamu tahu aku sangat menyesal pernah mencintai wanita murahan seperti kamu, hati ku sakit Nia. Kamu sudah membohongiku dan kamu tutup kebusukanmu dengan wajah polos dan lembutmu itu." Ucap Vito sedikit memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain.


Nia sudah tidak tahan lagi menahan air matanya. Akhirnya air mata itu luruh begitu saja. Nia berlari menjauh dari Vito, tanpa dia sadari jika sedari tadi David memperhatikan Vito dan Nia dari kejauhan. Davidpun paham jika Vito adalah mantan kekasih Nia, pria yang pernah dia lihat di hotel tempo dulu ternyata adalah benar David sang menejer keuangan di perusahaannya.


* Jadi pria itu mantan pacar Nia. Hemm... Sepertinya aku tidak perlu ikut campur. Ini urusan hati dan perasaan masing - masing. Tapi kenapa saat melihat wanita itu menangis hatiku terasa sakit dan sesak.* Gumam David dalam batinnya.


Brrruukkk... Pranggg.


Nia yang berlari hendak keluar gedung tidak memperhatikan jalan, akhirnya dia menabrak salah satu pelayan yang sedang memegang nampan dan berisi beberapa gelas minuman. Nia tidak menyangka jika malak ini dia akan malu seperti ini, bahkan atas kecerobohannya dia sendiri yang mempermalukan dirinya.


" Maaf " Lirih Nia kepada pelayan yang baru saja dia tabrak.


Hampir semua pasang mata mengarah kearah Nia, kini Nia sudah menjadi pusat perhatian. Mata Bella terbelalak saat Nia lah orang yang sudah membuat kacau pesta pertunangannya. Bella menghampiri Nia lalu dia memaki dan memarahi Nia dihadapan para tamu undangan.


" Ohh dasar wanita kampungan, murahan ! Kamu memang tidak pantas datang dipesta mewah begini. Menyesal aku sudah mengundangmu. Ohh.. Tapi malam ini kenapa penampilan kamu berbeda sekali ? Dapat uang darimana kamu bisa membeli barang - barang branded ini yang harganya sampai puluhan hingga ratusa juta ini?." Tanya Bella sengaja dengan suara yang keras agar bisa didengar oleh semua para tamu undangan.


" Maaf Bella. Aku tidak bermaksud untuk mengacaukan pestamu. Aku tadi tidak sengaja, nanti aku akan membantu membereskan sema ini." Ucap Nia sembari menunjuk kearah lantai dimana pecahan gelas dan minuman yang tumpah berserakan.


Hahaaahaa haahaaaa


Bella tertawa dengan senang, dia sangat senang bisa mempermalukan Nia. Tanpa ragu Bella meminta Nia untuk memungut pecahan gelas yang berserakah. Nia hanya bisa mengangguk. Saat Nia hendak memungut pecahan gelas - gelas itu tiba - tiba ada suara yang menghentikannya.


Nia mendongak dan melihat siapa pemilik suara itu. Tiba - tiba tubuhnya menegang hebat saat tahu siapa pria yang saat ini sudah berdiri dengan tegap tidak jauh dari tempatnya.


Deg


Jantungnya seakan berhenti berdetak, dia sangat mengenali wajah pria paruh baya yang saat ini ada dihadaannya. Pria yang selama ini sangat dia rindukan, pris yang selama ini dia nantikan kedatangannya dan sekarang pria itu ada dihadaan Nia.


" Papa kenapa ? Apa ada yang salah?" Tanya Bella dengan suara manjanya.


Haaahhh ? Papa ?


Nia semakin tercekat saat mengetahui pri yang ada didekatnya adalah papa dari Bella.


* Apa ? Jadi ini papanya Bella? Jadi Ayah selama ini meninggalkan kami hanya karena ingin menikah dengan orang tua Bella. Jadi Bella ini saudara tiriku ? * Gumam Nia dalam hatinya.

__ADS_1


Pria yang saat ini berdiri didekat Nia adalah Baskoro ayah kandung dari Nia. Nia masih sangat hafal betul dengan wajah ayahnya tetapi sang ayah pasti sudah tidak mengingatnya lagi.


" Papa tidak membelanya sayang, tapi dia ini kan tamu kamu juga. Biarlah semuanya dibereskan sama pelayan, jangan rusak acaramu begini. Malu dilihat sama para tamu undangan." Ucap Baskoro menasehati Bella.


" Iya sayang biar pelayan saja yang membereskan semuanya. " Ucap Ranti mama dari Bella sembari berbisik ditelinga Bella.


Bella pun mengangguk dan menerima saran dari mama dan papanya. Dia tidak mau dipandang jelek oleh tamu undangannya karena sudah mempermalukan Nia. Sementara itu Vito hanya diam saja di tempatnya, tidak berani untuk mendekat.


Ada rasa iba saat Bella memperlakukan Nia dengan kasar, bagaimanapun Nia masih ada didalam hatinya. Cintanya untuk Nia masih utuh terjaga dan sepertinya tidak akan pernah luntur.


Para tamu undangan sudah tidak berkerumun mereka sudah kembali di posisi mereka semula. Nia menangis dan dia pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya yang kotor akibat tumpahan dari minuman yang tadi.


" Tadi itu ayah, dia benar ayah. Jadi Bella itu anak ayah juga ? Apakah anak kandung dari ayah atau anak tiri ayah.? Ibu aku bertemu dengan ayah bu, aku bertemu dengan ayah. Selama19 tahun aku tidak bertemu ayah,hari ini ayah nyata ada dihadapanku Bu." Ucap Nia sambil terisak.


Ada rasa bahagia dan sedih saat dia bertemu dengan ayahnya.Bahagia karena dia bisa bertemu dengan ayahnya setelah bertahun - tahun tidak bertemu dan ada sedihnya karena sang ayah tidak mengenalinya.


" Kamu menangis? Dasar cengeng ." Ucap David tiba - tiba sudah ada di belakang Nia.


" Tuan David. " Seru Nia. Hampir saja dia melupakan keberadaan David.


" Kamu mau terus disini sambil menangis seperti itu ? Kalau mau lanjut menangis silahkan, aku mau pulang sekarang." Ucap David begitu saja tanpa memperdulikan perasaan Nia.


Nia yang sedang sedih justru dibuat kesal oleh David, namun apa daya dengan sangat terpaksa Nia keluar dari toilet dan langsung menyusul David. Acara belum selesai bahkan acara tukar cincinpun belum dimulai Nia dan David sudah pulang lebih dulu. Nia langsung melewati pintu keluar dan dengan cepat dia mengejar David yang sudah berjalan lebih dulu.


* Bella, Vito malam ini kalian boleh bahagia, tapi lihat saja suatu saat hidup kalian pasti tidak akan bahagia * Gumam Nia dalam batinnya.


" Cepat masuk, jika lemot seperti itu aku tinggal kamu." Seru David kembali memarahi Nia.


" Iya Tuan David." Ucap Nia dengan cepat.


Nia membuka pintu mobil dan segera duduk di samping David. Dengan segera David melajukan mobilnya meninggalkan halaman hotel bintang 5 itu. Sepanjang perjalanan Nia dan David hanya diam saja, Nia sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia masih memikirkan Hinaan Vito tadi dan saat pertemuannya dengan Ayahnya tadi.


* Apa aku harus senang karena aku bisa bertemu Ayah ? Bagaimana reaksi ibu jika ibu tahu aku sudah bertemu dengan Ayah?* Gumam Nia dalam batinnya.


David melirik sekilas kearah Nia , dia hanya menyunggingkan senyum tipisnya saat melihat Nia seperti sedang melamun atau memikirkan sesuatu masalah.

__ADS_1


* Wanita bodoh ! Pasti dia tadi menangisi mantan pacarnya itu * Gumam David dalam batinnya.


**********


__ADS_2