
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seperti yang sudah-sudah, hari ini weekend dan jadwalnya Nia ikut arisan dengan ibu-ibu wali murid. Kali ini Arisan di adakan di rumah Ibu Jelita, sebab dua minggu yang lalu ibu Jelitalah yang dapat arisannya.
Nia datang bersama dengan Nada, dia mengendarai mobil barunya yang baru dibelikan David dua hari yang lalu sebagai hadia karena Nia sudah berhasil hamil dan mengandung anak David. Terkadang David memang rada-rada aneh, hanya karena hamil lalu diberi hadiah mobil bahkan banyak perhiasan dan yang lainnya juga.
" Mama mobil barunya enak ya."Seru Nada yang duduk di samping Nia.
" Iya sayang. Papa kamu seperti kurang kerjaan saja, masa iya mama disuruh bawa mobil baru ini. Bukan mama tidak mau bawa ya Sayang, tapi mama malu kalau dikira pamer sama ibu-ibu yang lainnya."Jawab Nia dengan tangan dan pandangan tetap fokus pada kemudi setir dan jalan.
" Papa memang suka beli barang mahal. Tapi Nada tidak tahu mahalnya seperti apa. Kalau kata Aunty Miska, kalau mahal itu duit yang merah nya ada buanyak banget. Betul tidak ma?."Tanya Nada.
" Betul sayang. Besok-besok kalau Nada sudah besar, tidak perlu lagi beli mobil. Mobil di rumah sudah banyak, total sudah ada 12 mobil. Rumah sudah seperti showroom mobil saja. Belum motor, papa kamu ini memang senang benar menghambur-hamburkan uang."Ucap Nia justru malah curhat dengan Nada.
Nada hanya mendengarkan apa saja yang dikatakan Nia dan merekamnya dalam ingatannya dan jika perlu akan dia sampaikan kepada orang terdekatnya. Salah satunya pasti David.
" Kita sudah sampai sayang. Benar ini rumahnya Tante Jelita kan?." Tanya Nia untuk memastikan.
__ADS_1
" Benar ma. Nada pernah datang kesini kok waktu ulang tahun teman Nada itu."Ucap Nada memberitahu.
" Oh ya sudah kalau begitu kita turun yuk. Oh iya, itu ibu-ibu yang lain juga baru pada datang."Ucap Nia melihat yang lainnya baru saja datang.
Terlihat ibu Hani dandan dengan cetarnya, begitupun dengan ibu-ibu yang lainnya. Namun tiba-tiba para ibu-ibu itu berhenti tepat di samping mobil Nia. Mereka takjub dengan mobil yang dinaiki Nia, mobil keluaran terbaru dan baru laouncing 3 hari yang lalu. Akan tetapi saat ini Nia sudah mengendarainya langsung.
" Waaooww ini mobil baru lounching 3 hari yang lalu, dengan harga pasaran sekitar 5 Milyar. Sudah ada didepan mata saja, wah-wah mbak Nia memang luar biasa. Ini mobil mbak Nia pribadi atau dari rental?." Tanya ibu Hani masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Mobil saya. Baru dua hari yang lalu dibelikan suami saya, sebagai hadiah untuk saya."Jawab Nia tidak ada salahnya sedikit menyombongkan diri.
Bukan maksud untuk pamer ataupun sombong, jika diam dan mengalah terus-terusan bikin telinga sakit dan kepala pusing. Tidak ada salahnya membungkam mulut para ibu-ibu yang sok kaya dan hobinya pamer harta itu. Dengan mereka tahu, jika dirinya adalah istri dari Tuan David sudah pasti mereka tidak akan berani menyombongkan diri lagi didepan Nia. Justru banyak yang akan menjilat, namun Nia sudah tahu mana-mana saja orang yang tulus. Diantara perkumpulan para ibu-ibu yang tulus dan tidak banyak gaya hanya ibu Sulis dan ibu Rose saja.
" Masa sih mbak suaminya bisa beli mobil semahal ini? Mobil-mobil seperti ini biasanya hanya para Ceo yang bisa membelinya. Memangnya suami mbak Nia ini bekerja dimana sih? Suami saya yang sekarang seorang menejer saja belum tentu bisa beli mobil semahal ini." Ucap ibu Hani tetap sombong.
" Kalau kelas menejer bisa beli mobil seharga 5 Milyar seperti ini sudah pasti patut di pertanyakan dong bu. Walaupun gaji menejer itu besar, mau dia bekerja 5 tahun belum bisa untuk membeli mobil ini. Memang hanya kelas Ceo yang bisa beli? Tadi ibu Hani sendiri loh yang bilang kalau kelas Ceo saja yang bisa beli." Ucap Nia tersenyum aneh kearah ibu Hani.
" Ibu-ibu kok pada ngegosip disini sih? Yuk masuk, saya sudah siapkan makanan yang enak-enak di dalam sana. Yuk masuk, disini panas loh. Enak duduk di dalam sambil ngadem, rumah saya tiap ruangan ada AC nya loh jadi sejuk dan nyaman."Ucap ibu Jelita dengan sombong serta angkuhnya.
" Ini loh Jeng, Jelita. Masa iya suami mbak Nia bisa membelikan hadiah mobil seharga 5 milyar. Mana mobil keluaran terbaru."Ucap ibu Hani dengan menganggap Nia remeh.
Haaahhh?
Mobil keluaran terbaru dan 5 milyar? Ibu Jelita syok dengan mulut terbuka lebar, beruntung tidak ada lalat yang masuk ke mulutnya. Dia langsung memandang kearah mobil hitam metalic yang masih kinclong itu. Mobil yang baru semalam dia lihat iklannya dan saat ini sudah ada di depan matanya.
__ADS_1
" Ini mobil mbak Nia?."Tanya ibu Jelita.
" Iya." Jawab Nia singkat.
" Suami mbak Nia pekerjaan nya apa sih?."Tanya ibu Jelita dengan mata tetap fokus ke mobil Nia.
" Ceo di perusahaan Widjaya group."Jawab Nia dengan santainya namun dia bicara dengan cukup jelas.
Haaahhhh ? Apa? Ceo Perusahaan Widjaya Group?
Semua orang yang ada di sana pun langsung bertanya secara serempak. Mereka semua benar-benar syok dan tidak menyangka jika Nia adalah istri dari sang Raja Bisnis di kota mereka tinggal.
" Jadi pria yang waktu itu datang ke acara sekolahan itu benar Tuan David Ceo dari Widjaya Group? Memang sih waktu itu aku merasa tidak asing dengan wajahnya ternyata benar Tuan David. Pernah bertemu si di acara kantor, saat itu saya ikut menemani suami saya di acara ulang tahu perusahaan. Dan ternyata saya tidak salah orang."Ucap ibu Rose secara gamblang.
Dan ibu-ibu yang lain juga ikut mengangguk, sebagian dari mereka suaminya memang ada yang bekerja di Widjaya Group dengan menempati posisi yang beda. Suami ibu Hani dan ibu Jelita yang memang jabatannya lebih tinggi yaitu menejer.
Nia pun berhasil membungkam mulut-mulut para ibu yang tadi sudah menyombongkan dirinya. Tidak perlu banyak bicara, cukup sekali bicara tapi langsung bisa membungkam semuanya.
* Ya Allah, maafkanlah hamba. Hamba tidak bermaksud untuk sombong ataupun ria, hamba lakukan ini bertujuan agar mereka tidak saling menyombongkan harta yang mereka miliki. Sebab di atas langit masih ada lagit lagi.*Gumam Nia dalam hatinya.
" Emm.. Ibu-ibu kita ngobrolnya lanjut tidur, jangan disini nanti wajahnya pada gosong loh."Ajak ibu Jelita lagi.
Padahal untuk saat ini jantungnya sedang tidak aman-aman saja. Dia merasa iri dan tersaingi dengan Nia. Padahal dulu dia itu terlihat paling hedon, tapi sekarang paling merasa miskin. Tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Nia. Bahkan suaminya saja saat ini hanya bekerja di perusahaan milik suami Nia.
__ADS_1
" Iya yuk kita masuk saja yu bu ibu." Ucap ibu Hani juga heboh mengajak yang lainnya untuk masuk.
*********