Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Tugas luar daerah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seminggu berlalu


Rumah tangga David dan Nia semakin romantis, namun sepertinya keromantisan mereka harus diuji dulu. Dimana Nia mendapatkan tugas keluar daerah, selama kurang lebih 1 bulan. Sebagai seorang dokter Nia harus bisa bekerja secara profesional meskipun rumah sakit milik suaminya.


" Sebulan? Mana bisa begitu, Sayang? Aku harus menemui Paman Irawan. Kenapa harus kamu yang di tugaskan kesana, disana itu baru saja terjadi bencana banjir dan mana mungkin kamu yang harus kesana. Kamu itu juga sedang hamil muda, Sayang. Pokoknya aku tidak setuju !!." David menentang keberangkatan Nia ke daerah yang baru saja terkena musibah dan banjir.


Perjalanan ke daerah itu memerlukan waktu sekitar 4 jam, dan medannya juga tidak bisa di prediksi apalagi disana baru tetjadi gempa dan banjir. David sudah pasti tidak mengizinkan istrinya untuk pergi kesana, masih banyak dokter-dokter yang lainnya yang bisa di tugaskan kesana dan itu bukan Nia.


Sebenarnya ini sebuah tantangan bagi Nia, bisa bertugas di daerah yang benar-benar sangat membutuhkan pertolongan. Ini juga sudah menjadi keputusan Nia, dia yang menawarkan dirinya sendiri agar bisa ikut ditugaskan ke luar daerah.


" Hubby, dari awal kamu sudah tahu kan kalau aku ini seorang dokter. Aku menjadi seperti sekarang ini tidaklah mudah. Ada doa ibu, keringat ibu, semua ini juga perjuangan ibuku yang menginginkan anaknya mencapai cita-citanya. Aku harus profesional, meskipun rumah sakit itu milik suamiku. Dokter tetaplah dokter, Hubby. Bukan soal uang, aku tahu kebutuhan ku bisa kamu cukupi 100 persen tanpa aku harus capek untuk bekerja. Akan tetapi dokter itu cita-cita ku dari kecil Hubby, jadi tolong mengertilah aku. Aku disana juga tidak sendiri, ada dokter yang lainnya."Ucap Nia tetap kekeh meminta David untuk bisa mengizinkan dia pergi mengabdikan dirinya untuk masyarakat yang tertimpa musibah.


Hhhuuuffffff


Kalau sudah seperti ini David pun bingung harus bagaimana. Selalu itu dan itu senjata yang diucapkannya, David hanya khawatir terjadi sesuatu dengan Nia. Sebab disana gempa susulan masih sering terjadi. David juga tidak bisa jauh dari Nia.


David mengacak rambutnya sendiri sudah seperti orang yang frustasi. Dia tahu betul bagaimana keadaan disana, sehingga dia melarang Nia untuk berangkat. Namun dulu dia sudah berjanji, tidak akan melarang Nia untuk tetap berkarier di dunia kedokteran.


" Baiklah, aku akan mengizinkanmu berangkat kesana. Tapi tidak dengan perjalanan darat, karena medannya terlalu berbahaya apalagi kamu sedang hamil. Normalnya saja sekitar 4 jam, apalagi disana sekarang sedang banjir pasti akan memakan waktu seharian. Kalian akan berangkat dengan memakai helly, nanti aku yang akan membicarakan hal ini dengan paman Irawan."Ucap David akhirnya mengizinkan Nia untuk berangkat.


* Hemmm itu lebih baik dari pada aku dilarang untuk berangkat kesana. Jujur saja, ini keinginannku dari dulu. Ingin mengabdikan diriku saat aku dibutuhkan oleh masyarakat.*Gumam Nia dalam hati.


" Terima kasih hubby. Kamu memang suami yang paling pengertian, membuat aku semakin sayang deh."Ucap Nia memeluk David dengan erat.


" Kalau ada mau nya saja pasti sayang, sayang. Huhhh... Sayang, kamu harus bicara masalah ini dengan Nada. Kamu harus bisa memberikan dia pengertian, agar dia tidak bersedih saat kamu tinggal nanti. "Seru David dengan tangan juga membalas pelukan Nia.


" Iya Hubby. Besok pagi aku akan bicara dengan Nada, dan lusa baru kita semua akan berangkat. Hubby, saat aku tidak ada di dekat mu tolong jaga kepercayaan ku ya. Aku sangat mencintaimu, Hubby. I love you." Ucap Nia lalu mencium bibir David lebih dulu.

__ADS_1


David heran dengan keberanian Nia, terlihat Nia lebih agresif. David pun membalas ciuman itu sampai ciuman itu pun berubah hal yang sudah semestinya terjadi antara suami dan istrinya. Tidak tahu kenapa, malam ini justru Nia yang memulai segalanya.


David menikmati apa yang sedang dilakukan istrinya dibawah sana. Meskipun dia bertanya-tanya dengan keberaniaan istrinya namun dia tetap menikmatinya.


" Ahhh Sayang.... Kenapa kamu jadi seagresif ini. Ini pertama kali kamu lakukan sayang, ahh kamu belajar darimana hal seperti ini sayang."Seru David dengan mengusap-usap kepala Nia.


Jantung David semakin di pacu dengan cepat, nafasnya pun sudah tidak beraturan. Dia sudah merasakan seseuatu akan meledak, namun Nia belum juga melepaskannya. Nia masih saja terus memainkan nya seperti memakan lolipop.


Aarrrgggghhhhh


Tubuh David bergetar hebat, David benar-benar sudah tidak kuat untuk menahannya. Akhirnya diapun melepaskannya dan posisi Nia masih menghisap lolipop itu. Nia membersihkan nya sampai benar-benar bersih.


" Sayang maaf, aku tadi benar-benar tidak kuat."Seru David.


" Tidak masalah, Hubby. Aku senang dengan semua ini."Ucap Nia dengan santainya.


* Aku harus bisa memberikan yang terbaik untuk suamiku, agar dia tidak jajan diluar. Jika aku memanjakannya seperti ini, pasti dia akan selalu mengingat permainan ku dan akan menginginkannya lagi. Aku tidak mau suamiku sampai tergoda dengan para pelakor diluaran sana. Apalagi aku akan meninggalkannya lumayan lama.*Gumam Nia dalam hatinya.


Nia belajar hal seperti itu dari video yang memang sengaja dia tonton. Awalnya dia mual dan berasa ingin muntah saat melihat video itu. Namun lama-lama dia terbiasa dan malam ini dia mencoba mempraktekkannya sendiri. Dia ikut senang saat David menikmati permainannya itu, dengan begitu dia sudah berhasil dan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk suaminya.


*********


" Permisi." Seru seseorang dari luar.


Bella yang sedang rebahan di kursi ruang tamu pun langsung beranjak membukakan pintu untuk melihat siapa tamu yang datang.


" Cari siapa?."Tanya Bella dengan ketus.


" Maaf apa benar ini rumahnya Bell?." Tanya orang itu masih dengan sangat ramah.


Bella memicingkan matanya, kenapa orang itu mencari nya. Padahal dia tidak punya urusan apapun dengan orang yang ada didepannya itu, mengenalnya saja tidak pernah.


" Iya benar. Dan saya sendiri yang namanya, Bella. Ada apa?." Tanya Bella sama sekali tidak ramah.


" Oh saya datang untuk mengantarkan surat ini, mohon di terima."Seru orang itu lalu menyerahkan surat yang beramplop putih itu.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya, Bella menerima surat itu agar petugas biar cepat pergi tanpa harus berlama-lama di rumahnya. Setelah petugas itu pergi, Bella kembali menutup pintu dan kembali duduk di sofa.


" Apa itu, Bell?." Tanya Baskoro yang baru saja keluar dari kamar.


" Tidak tahu, sayang. Ini juga belum di buka, seperti nya sih sebuah surat."Ucap Bella dengan tangan terus membuka amplop itu.


Ddeeggghhh


Ternyata surat itu dari pengadilan agama, surat panggilan sidang perceraian Bella dan Vito. Ternyata Vito tidak main-main, dia sudah bergerak cepat untuk mengurus perceraiannya.


" Cerai !! Jadi ini surat panggilan sidang perceraian kamu dan Vito. Baguslah kalau gitu, dengan begitu setelah proses perceraianmu selesai. Kita bisa mendaftarkan pernikahan kita secara resmi, dan selamanya kita akan menjadi sepasang suami istri yang bahagia. Aku akan membahagia kan kamu dan anak kita ini, Sayang. Aku sudah tidak sabar lagi menunggu kelahiran anak ini."Ucap Baskoro dengan bahagia.


Bella mendengus dengan kesal, dia tidak bisa membayangkan jika selamanya harus hidup dengan Baskoro. Sebab semakin hari, Baskoro terlalu hiper dan itu membuat Bella sering kelelahan.


* Aku memang menyukai permainannya, sebab dengannya aku benar-benar puas. Tapi jika setiap hari harus main aku juga lelah, aku juga butuh istirahat.*Gumam Bella dalam hati.


Baskoro senyum-senyum sambil memandangi kertas yang ada di tangannya. Dia juga tidak sabar meresmikan pernikahannya dengan Bella.


" Sayang, kamu mau kemana?." Tanya Bella yang melihat Baskoro sudah rapi dari biasanya.


" Aku mau cari pekerjaan, Sayang. Aku harus bekerja untuk menafkahi kamu dan anak kita ini. Kalau tidak bekerja, lama-lama uang tabunganku yang tidak seberapa itu juga bakalan menipis. Kamu jangan boros-boros dulu ya, sampai aku mendapatkan pekerjaan."Ucap Baskoro menasehati Bella.


" Tapi skincare ku sudah habis, dan aku membutuhkan itu untuk merawat kecantikan ku. Apa kamu tidak mau melihat aku cantik?." Tanya Bella.


" Kalau itu sudah pasti mau dong, berapa harganya nanti aku transfer sayang."Seru Baskoro.


" 7 juta."Jawab Bella singkat.


Baskoro mengangguk saja, lalu dia mengambil ponselnya dan melakukan proses transfer ke rekening Bella sebanyak 10 juta. Yang 3 juta Baskoro sengaja lebihkan untuk biaya makan mereka sehari-hari.


" Sudah aku transfer 10 juta, yang 3 juta untuk biaya makan kita. Ya sudah aku berangkat dulu ya keburu siang."Seru Baskoro lalu mencium Bella.


Baskoro keluar dengan mengendarai mobilnya, mobil yang dulu pernah dia pakai kecelakaan. Bella memandang senang saat Baskoro sudah semakin menjauh meninggalkan rumah. Dengan begitu Bella bisa pergi juga dari rumah, bosan sudah seminggu ini dia hanya berdiam diri di rumah saja. Jika Baskoro ada di rumah, Bella di larang untuk keluar rumah terkecuali perginya juga harus dengan Baskoro.


" Sebenarnya hidup ku ini mau bagaimana sih? Aku yang sekarang tidak bisa sering-sering shopping tapi urusan batin terpuaskan. Dulu saat bersama Vito aku bisa kapan saja shopping, tapi batin ku tidak puas. Puas saat aku melakukannya bersama papa saja. Terserah lah, yang penting aku tidak kekurangan uang meskipun tidak sebanyak dulu lagi."Ucap Bella sebelum memacu kuda besinya.

__ADS_1


************


Bersambung.....


__ADS_2