
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Leni terus kefikiran dengan Bella, pasti sedang terjadi sesuatu dengan Bella. Tidak biasanya Bella tidak ada kabar dan tidak menganggkat teleponnya. Terakhir ketemu Bella pun, Bella tidak menunjukan hal-hal yang mencurigakan.
Drreett Drrreett Drreett
Ponsel Leni bergetar, Leni berharap itu Bella yang menghubunginya. Ternyata apa yang Leni inginkan kenyataan, Bella lah yang menghubunginya.
[ Hallo Bella, kamu kemana saja? Berhari-hari mama menghubungimu tapi kamu tidak bisa dihubungi?] Tanya Leni secara beruntun.
[ Ada apa kamu menghubungiku? Bukannya kamu sudah tidak menganggapku anak? Aku ini menghubungimu juga karena terpaksa. Kemarin lusa kamu kerumah ku kan? Maaf aku sibuk jalan dengan teman-temanku.] Nada bicara Bella terkesan kasar dan ketus.
[ Bella, jangan bicara ketus seperti itu. Maafin mama jika mama selama ini salah, tidak ada salahnya kita saling memaafkan. Mama akhir-akhir ini selalu ingat kamu? Bagaimana kehamilan kamu? Bulan depan kamu melahirkan kan?]
Leni memang tidak tahu jika Bella sudah ke guguran. Karena memang Baskoro merahasiakan hal itu dari Leni.
[ Anda tidak usah menghiraukan aku lagi. Urus saja urusan anda sendiri.]
[ Bella !! Ini bukan Bella yang mama kenal. Bukannya kamu waktu itu bilang tidak bahagia dengan Baskoro, karena Baskoro sering menyakiti kamu. Tapi kenapa sekarang sudah berubah?]
Tuuuuuuuuttttttt
Panggilan pun terputus secara sepihak, hal itu membuat Leni semakin curiga. Leni ingin mencari tahu informasi lain tentang Bella dan Baskoro.
Sementara itu di tempat lain, saat ini Bella sedang di pukuli oleh Baskoro. Baskoro baru tahu jika Bella pernah bertemu dengan Leni dan mengadukan perbuatannya.
Plaakk
Plaaakk
Tamparan dan pukulan terus mendarat di pipi Bella. Bukan hanya tamparan saja, Baskoro pun m3nc3kik Bella sampai Bella kehabisan nafas.
" Kurangajar !! Ternyata kamu pernah mengadukan perbuatanku kepada Leni, wanita su4l4n !! Kamu itu p3l4cur !!."Seru Baskoro dengan lantang.
" Ampun, ampun. Aku sudah lama bertemu mama, itupun sebelum aku keguguran. Tolong jangan siksa aku lagi, aku minta maaf."Seru Bella terus memohon maaf dan ampun.
" Kamu memang harus dikasih pelajaran !! Tidak ada gunanya lagi aku mempertahankan wanita seperti kamu, aku sudah muak dan bosan. Di ajak bermain pun sudah tidak berg4ir4h lagi, mungkin lebih baik kamu aku jual saja kepada para pria yang membutuhkan mu."Seru Baskoro semakin menggila. Bahkan dia berniat untuk menjadikan Bella wanita pemu4s para pria hidung bel4ng.
Bella menggelengkan kepalanya, dia tidak mau dan tidak akan pernah mau melayani pria lain. Saat ini benar sudah menyesal dan tidak mau melakukan dosa lagi. Hubungannya dengan Baskoro sangat dia sesali, ternyata kebahagiaan itu hanya sesaat saja. Sesuatu yang dia ambil secara tidak baik kelak juga akan tidak baik untuk kehidupannya.
" Jangan, tolong jangan lakukan itu semua. Aku janji tidak akan menemui mama lagi dan tidak akan membangkang, aku akan menjadi istri yang baik. Tolong maafkan aku, hikks hikkss."Bella memohon sambil menangis.
Brrakkkkk
Baskoro memukul meja dengan kuat sampai tangannya memerah. Dia bosan mendengar rengekan dan tangisan Bella, benar-benar muak dengan sikap Bella yang sehari-hari selalu menangis dan menangis.
Rasa untuk terus memiliki Bella pun lama-lama hilang dan sirna. Justru ada niat buruk Baskoro untuk memanfaatkan Bella, agar bisa menghasilkan uang secara instan tanpa dirinya capek-capek untuk bekerja.
" Diam !!."Teriak Baskoro cukup keras sampai membuat Bella tersentak kaget.
" Bisa diam tidak kamu ? Aku muak mendengar tangisan kamu, Bella."Seru Baskoro dengan kesal.
Arrrggghhhhh
Baskoro menarik tubuh Bella secara paksa dan membawanya masuk ke kamar. Baskoro kembali mengurung Bella, dengan mulut tersumpal tangan dan kaki pun kembali diikat. Rumah yang memang memiliki tetangga yang rumah tidak berdekatan, membuat Baskoro semakin leluasa untuk menghajar dan menghukum Bella.
Para tetangga pun tahunya Bella tidak pernah keluar rumah karena memang Bella tidak suka bersosialisasi dengan para tetangga. Dan tetangga tidak mau ikut campur dengan urusan mereka.
" Kamu tunggu saja di sini, aku akan menghubungi pelanggan pertamamu. Malam ini kamu harus sudah mulai bekerja. Daripada aku pusing dan capek kerja, lebih baik kamu yang kerja."Seru Baskoro dengan senyuman liciknya.
Emmmhhhh
__ADS_1
Bella mencoba untuk bersuara namun tetap saja tidak bisa. Baskoro keluar kamar dan meninggalkan Bella di rumah sendirian dengan keadaan pintu semua terkunci.
* Mama, Vito tolong aku. Aku tidak mau jika tua b4ngka itu menjual ku. Tolong aku.*Gumam Bella menyebut mama nya dan Vito.
Leni saat ini sudah ada di daerah tempat tinggal Baskoro dan Bella. Dia menemui tetangga yang paling dekat jarak rumahnya dari rumah Bella. Kedatangan Leni di sambut baik, ternyata yang dia datangi rumah pak Rt yang mana memang sudah saling kenal.
" Tumben ibu Leni datang kesini? Mau menjenguk mbak Bella ya?." Tanya pak Rt dengan ramah.
" Iya pak, sudah lama saya tidak bertemu Bella. Ya mau bagaimanapun, Bella itu tetap anak kandung saya."Jawab Leni.
" Iya bu. Mungkin takdir jodohnya ibu Leni dan pak Baskoro hanya sampai situ saja. Dan sekarang mbak Bella yang menjadi istri pak Baskoro. Tapi semenjak mbak Bella keluar dari rumah sakit beberapa minggu yang lalu, saya dan istri saya tidak pernah melihat mbak Bella. Mobil mbak Bella juga tidak ada, hanya ada mobil pak Baskoro saja yang selalu keluar masuk."Ucap pak Rt bicara secara detail.
Rumah sakit?
Leni kaget saat pak Rt mengatakan jika Bella keluar dari rumah sakit. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Bella? Dan kenapa Leni sama sekali tidak tahu soal itu, dan Baskoro pun tidak memberitahunya. Seakan memang semua di rahasiakan dari Leni.
" Rumah sakit, Pak? Bella masuk rumah sakit? Kapan dan karena apa?." Tanya Leni beruntun.
" Loh bu Leni tidak tahu? Mbak Bella masuk rumah sakit karena jatuh dikamar mandi dan kandungan mbak Bella tidak bisa diselamatkan. Kami ini kok yang membantu pak Baskoro menguburkan anak mbak Bella. Sekitar 3 minggu yang lalu bu kalau tidak salah."Ucap pak Rt lagi-lagi membuat Leni syok.
* Pasti ada yang tidak beres. Tadi di telepon Bella tidak mengatakan apa-apa dan saat aku menanyakan soal lahiran pun dia hanya mengiyakan saja. Hemm aku harus meminta tolong pak Rt untuk melihat dalam rumah Baskoro.*Gumam Leni dalam hatinya.
Leni pun menceritakan soal kedatangannya beberapa hari yang lalu yang dia menemukan keganjilan di rumah Baskoro dan soal Bella yang tidak bisa di hubungi. Leni juga menceritakan kedatangan Bella bulan lalu, yang meminta tolong kepadanya karena seting dipukul olrh Baskoro. Pak Rt pun juga merasa aneh, sebab semenjak pulang dari rumah sakit tidak pernah melihat Bella. Pintu rumahpun selalu tertutup.
Akhirnya pak Rt pun bersedia untuk membantu Leni untuk mengawasi rumah Baskoro.
" Baiklah bu, kami akan membantu ibu untuk mengawasi rumah pak Baskoro dan akan mencari tahu keberadaan mbak Bella. Jika ada yang mencurigakan saya akan langsung menghubungi ibu Leni."Ucap pak Rt dengan penuh keyakinan.
" Terima kasih pak, bu. Saya sangat berterima kasih karena bapak dan ibu Rt mau membantu saya."Ucap Leni dengan ramah.
" Sama-sama bu."Jawab istri pak Rt tidak kalah ramah.
Leni berpamitan untuk pulang, dia menunggu kabar dari pak Rt dan jika memang apa yang dia khawatirkan terjadi, Leni tidak segan-segan untuk melaporkan Baskoro ke polisi.
Saat mobil Leni meninggalkan rumah pak Rt, mobil Baskoro memasuki halaman rumahnya. Baskoro tidak menyadari jika mobil yang baru keluar dari pekarangan rumah pak Rt adalah mantan istrinya, Bella.
" Pak, Baskoro."Seru pak Rt menghampiri Baskoro yang baru saja turun dari mobil.
" Oh tidak apa-apa pak, hanya saja pak Baskoro ini sibuk sekali sampai tidak pernah lagi ikut perkumpulan warga. Oh iya, bagaimana kabarnya mbak Bella? Saya perhatikan kok mbak Bella tidak pernah kelihatan dari semenjak keluar dari rumah sakit?."Tanya pak Rt mencoba memancing pembicaraan.
" Oh Bella. Itu pak, dia ada di rumah mamanya. Maklum lah pak, dia kan baru keguguran dan pastinya sedih. Jadi untuk sementara waktu dia tinggal di rumah mamanya sampai dia benar-benar pulih."Jawab Baskoro terlihat lebih tenang.
Sepertinya Baskoro memang sudah menyiapkan jawaban dari jauh-jauh hari. Sehingga dia tidak gugup dan tidak kaget saat ada orang yang menanyakan keberadaan Bella.
* Sepertinya memang ada yang tidak beres, pak Baskoro bilang jika Mbak Bella ada di rumah mamanya. Tapi tadi ibu Leni saja mencari keberadaan mbak Bella. *Gumam pak Rt dalam hatinya.
" Emm maksud nya pak Baskoro, mbak Bella di rumah ibu Leni?." Tanya Pak Rt untuk lebih menyakinkan dirinya sendiri.
" Iya dong pak, mamanya Bella memang ibu Leni. Ya sudah pak, saya mau masuk dulu ya. Ada pekerjaan yang harus segera saya selesaikan."Ucap Baskoro mencoba untuk menghindar dari pak Rt.
" Oh iya pak, silahkan. Nanti malam kalau ada waktu, datang ke balai desa ya pak. Ada rapat warga, membahas program renovasi masjid."Ucap pak Rt berbasa-basi padahal tidak ada rapat apa-apa. Dia hanya ingin mengetes Baskoro saja.
Baskoro hanya mengangguk singkat saja. Setelah itu dia pun masuk ke rumahnya. Di tangannya ada dua bungkus nasi untuk makan siang dirinya dan Bella.
Sesampainya di dalam rumah, Baskoro langsung menuju kamar yang di tempati Bella. Dia mendekati Bella dan membuka penutup mulut Bella dengan kasar.
Sreekkk
Lakban itu Baskoro tarik dengan kasar, sampai bibir Bella terasa sakit.
" Makan, dan setelah makan kamu mandi dan bersih-bersih tubuh kamu itu. Agar wangi dan orang yang akan memakaimu nanti malam merasa puas dan senang. Untuk malam ini kamu ada yang berani bayar 10 juta, lumayan kan ? Baru pertama kali bekerja sudah ada yang mau bayar 10 juta. Kamu harus servis dia sebaik mungkin, agar nanti dia mau memakai jasamu lagi, agar aku bisa cepat kaya tanpa harus capek kerja."Seru Baskoro bicara dengan tegas dan penuh penekanan sehingga Bella terlihat ketakutan.
Bella hanya diam saja, dia sudah lelah dan sangat lemah. Tidak ada tenaga untuk membantah Baskoro, yang ada justru dia yang akan lebih sakit karena Baskoro menghajarnya.
" Bagaimana aku makannya, tangan ku masih terikat."Ucap Bella takut-takut.
" Dasar menyusahkan saja. Awas saja kalau sampai kamu berani kabur atau berteriak sampai mengundang kecurigaan warga. Aku tidak segan-segan melukaimu."Ucap Baskoro mengancam Bella.
__ADS_1
" Iya."Jawab Bella singkat.
Saat ini bagi Bella yang penting makan saja dulu agar tubuh tidak lemas dan ada tenaga untuk melawan Baskoro.
" Nanti malam dandan yang cantik, pria itu akan datang jam 7 malam. Kamu layani saja dia dikamar ini."Seru Baskoro lagi membuat Bella serasa sulit untuk menelan makanannya.
" Aku ini masih sah istrimu. Tapi kenapa justru kamu menjual ku? Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Jika memang sudah tidak mau denganku, kenapa kamu tidak menceraikan aku saja." Tanya Bella memelas.
" Lama-lama aku juga bosan sama kamu. Tapi aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja, biarpun aku sudah bosan sama kamu. Tapi aku juga tidak rela kamu menikah dengan pria lain, jadi lebih baik aku menjadikan kamu tambang emasku. Haha Hahaaa."Seru Baskoro dengan lantang.
Tanpa Baskoro sadari jika pak Rt ada di samping rumahnya dan bisa mendengar apa saja yang tadi di katakan oleh Baskoro.
" Jadi kecurigaan ibu Leni benar, Baskoro sudah memperlakukan mbak Bella secara kasar bahkan sekarang dia menjualnya. Aku akan segera memberitahu bu Leni dan nanti malam baru kami bertindak. Jika bertindak sekarang tidak menutup kemungkinan jika Pak Baskoro akan mengelak, karena tidak ada bukti yang real. "Ucap pak Rt bermonolog sendiri.
Pak Rt pun pergi dari rumah Baskoro, dia pulang dan segera mungkin menghubungi Leni.
********
Leni datang kerumah pak Rt sekitar jam setenguh tujuh malam. Saat ini pak Rt dan beberapa warga sudah merencanakan untuk penggerebekan di rumah Baskoro. Dari yang psk Rt dengar, jika Bella sebenarnya sudah meminta cerai dan menolak semua perintah dari Baskoro. Jadi untuk kasus kali ini, Bella hanya menjadi korban.
Sekitar jam 7 malam, ada sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Baskoro. Baskoro menyambut kedatangan pria itu dengan senang. Mereka pun masuk ke rumah, tidak berselang lama Baskoro keluar dan pergi dengan mengendarai mobilnya.
" Kenapa Baskoro malah pergi?." Ucap Leni pelan namun bisa didengar oleh yang lainnya.
" Sepertinya sengaja untuk memberi waktu pria tadi bersama mbak Bella." Jawab salah satu warga.
Dirumah pak Rt saat ini ada 5 warga pria dan 3 perempun juga ada pak Rt dan istrinya yang akan membantu Leni menyelamatkan Bella.
" Kamu siapa? Tolong jangan sentuh aku, aku ini masih istri sahnya Baskoro. Kamu akan berdosa jika melakukan itu denganku, tolong jangan mendekat."Seru Bella benar-benar menolak pria yang ada dihadapannya ini.
" Jangan takut sayang. Aku sudah membayar mahal kamu, 10 juta itu cukup untuk membayarmu. Jadi kamu sudah tidak bisa menolak lagi, aku tidak peduli jika kamu itu istri Baskoro. Baskoro sendiri saat ini pasti sedang bersenang-senang dengan wanita diluaran sana. Ayo lah jangan lama-lama, keburu malam."Seru Pria itu dengan memaksa.
Brreekkkk
Pria itu menarik paksa dress yang dipakai oleh Bella. Sehingga menampilkan bagian atas Bella yang menyumbul sempurna. Melihat itu semua membuat pria itu semakin bersemangat.
" Tolong ! Tolong !." Seru Bella berteriak meminta tolong dia sudah tidak perduli dengan bajunya yang sobek.
" Dasar menyusahkan. Terpaksa aku melakban mulutmu dan mengikat tanganmu sesuai dengan saran Baskoro. Tapi jujur saja aku senang dengan perlawanan serta penolakanmu, karena bisa membangkitkan semangatku."Ucap sang pria dengan tersenyum lebar.
Pria itu pun membanting tubuh Bella di atas kasur, Bella terus berontak namun tenaga Bella kalah jauh. Tubuh Bella sudah lemas dan tenaganya sudah hampir habis.
" Kamu capek sendirikan? Makanya jangan berontak terus, sekarang kita mulai main ya? Kamu nikmati saja, aku suka dengan penolakan kamu, Sayang."Ucap sang pria itu.
* Siapapun yang bisa menolong aku, aku berjanji pada diruku sendri akan bertaubat dan meminta maaf kepada Nia dan ibunya. Ya Allah, izinkanlah aku untuk bertaobat, kirimkanlah orang untuk menolongku. Aku tidak rela dia menjamahku.*Gumam Bella dalam hati dengan isak tangis yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.
Brraakkkk
Tiba-Tiba pintu kamar di dobrak dan terbuka dengan sempurna. Pria itu yang memang sudah dalam keadaan polos pun terkejut dengan pintu yang dibuka secara paksa. Dia menyambar selimut untuk menutupi miliknya.
" Siapa kalian?." Seru pria itu dengan gugup.
" Kamu yang siapa? Kamu yang datang di desa ini tanpa izin dan mencoba untuk m3lec3hkan mbak Bella. Kamu harus di bawa ke kantor polisi."Seru pak Rt dengan lantang.
" Tidak,tolong jangan bawa aku ke kantor polisi. Aku, tidak mau."Seru pria itu memelas.
" Bawa dia keluar."Seru pak Rt dan 2 warga langsung menarik paksa pria itu tanpa memberikan kesempatan untuk mengenakan bajunya lebih dulu, dia hanya bergelung dengan selimut tipis saja.
Tidak mungkin rasanya jika dia melawan, orang yang saat ini bersama pak Rt bukan 1 orang saja tetapi ada 5 orang pria. Dan diluar kamar juga masih terdengar suara orang lain.
" Mama."
" Bella."
Seru Bella dan Leni bersamaan saat Leni masuk kekamar. Leni langsung melepas blazernya dan dia pakaikan di tubuh Bella untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka.
" Maaf ma."Seru Bella menangis.
__ADS_1
" Ssst... Sudah jangan menangis. Sekarang lebih baik kita pergi dari sini. Biar pria itu diurus pak Rt, nanti kita tinggal cari Baskoro dan laporkan dia sekalian. " Seru Leni sambil mengusap air mata Bella.
**********