
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seiring berjalannya waktu akhirnya malam pertunangan Vito dan Bella tiba juga. Nia tidak ada niat untuk datang ke pesta pertunangan sang mantan kekasihnya itu. Nia hanya tidak mau datang lantaran tidak mau terjadi keributan dan hinaan lagi. Nia juga belum siap melihat pria yang pernah dia cintai bertunangan dengan wanita lain.
Tok Tok Tok
Pintu rumah Nia diketuk dari luar, padahal sudah mau magrib. Namun dengan segera Nia membukanya dan dia mendapati seorang wanita cantik berdiri dihadapanya membawa koper kecil dan paperbag ditangan kirinya. Nia memicingkan matanya, sebab dia merasa tidak kenal dengan orang yang saat ini ada dihadapannya.
" Maaf mbak siapa dan cari siapa ya?." Tanya Nia dengan heran melihat wanita asing datang kerumahnya.
" Apa benar ini rumahnya Non Nia?" Tanya wanita itu dengan ramah sambil menyunggingkan senyumnya yang ramah dan sopan.
" Iya benar, ini rumah nya Nia dan saya sendiri Nia. Mbak ini siapa ya? Apa sebelumnya kita pernah kenal ?." Tanya Nia masih penasaran dengan orang yang saat ini berdiri di hadapannya.
Ibu Karti menghampiri Nia dan tamu yang masih berdiri di ambang pintu. Lalu ibu Karti meminta Nia untuk mengajak tamunya masuk terlebih dahulu karena adzan maghrib sudah berkumandang. Nia pun mengikuti apa kata ibunya dan mempersilahkan wanita itu untuk masuk terlebih dahulu.
" Maaf ya Non kalau saya datangnya di saat Maghrib. Kalau Non Nia mau sholat dulu silakan. Maaf saya sedang tidak sholat jadi saya menunggu Non Nia di sini saja." Ucap wanita itu dengan ramah dan lembut.
Nia semakin bingung dengan perkataan tamunya. Kenapa dia bisa memanggil Nia dengan sebutan Nona, siapa sebenarnya tamu yang saat ini berada di rumahnya. Nia terus penasaran, akhirnya dia pun bertanya lagi siapa wanita itu sebenarnya.
" Maaf ya, mbak ini sebenarnya siapa ya ? Karena saya merasa tidak mengenal mbak." Tanya Nia dengan ramah sambil melirik ke arah Ibunya. Ibu Karti juga mengangguk pertanda dia juga tidak mengenalnya.
" Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri saya. Perkenalkan saya Susi, seorang MUA utusan dari Tuan David. Saya datang kesini untuk merias Nona Nia atas perintah Tuan David." Ucap wanit yang bernama susi itu.
Nia semakin tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang bernama Susi itu. Kenapa David bisa menyuruh seorang MUA datang ke rumahnya? Padahal di rumahnya juga tidak ada acara apa-apa dan Nia juga tidak akan pergi ke mana-mana.
Namun di saat dia masih kebingungan, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata David lah yang menghubungi Nia. Dengan segera Nia mengangkat telepon dari David, karena dia memang ada yang ingin dia tanyakan soal kedatangan MUA kerumahnya.
[ Apa MUA itu sudah datang ke rumahmu ? Jika memang sudah datang, cepat kamu bersiap agar dia cepat mengerjakan tugasnya. Malam ini jam 7 lewat 15 menit aku akan menjemputmu.] Ucap David dengan tegas dan tanpa bisa dibantah sedikitpun. David bicara tanpa memberikan alasannya terlebih dahulu.
[ Maksud Tuan David ini apa? Saya mau diajak ke mana?.] Tanya Nia masih belum paham.
__ADS_1
[ Audah tidak perlu banyak bicara atau banyak bertanya lagi. Sekarang cepat lakukan tugasmu jangan membuat aku marah! Aku bisa melakukan apapun untuk menghancurkan karirmu. Pakai baju dan perlengkapannya yang sudah aku siapkan di paperbag yang dibawa Susi. Tidak ada penolakan !. ] Ucap David mengancam Nia dengan nama karir Nia.
Tanpa menunggu jawaban dari Nia, David langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Membuat Nia semakin kesal dan geram dengan kelakuan sang pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja.
" Memangnya saya mau diajak ke mana sih mbak? Kenapa harus dandan segala?." Tanya kepada Susi.
" Maaf Non, Saya juga tidak tahu. Tadi Tuan David hanya menghubungi saya untuk datang ke rumah ini untuk merias Nona dan memberikan pakaian ini. Sekarang lebih baik jika Nona ingin sholat dulu saya persilahkan. Saya tunggu di sini karena waktu kita sudah tidak banyak lagi, tolong kerja samanya Non agar saya tidak mendapatkan amarah dari Tuan David." Ucap Susi memohon kepada Nia.
Dengan terpaksa akhirnya Nia mengiyakan ucapan Susi tadi. Nia segera mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat magrib nya. Hanya butuh waktu kurang lebih 10 menit, Nia sudah selesai sholat dan saat ini Susi sudah menjalankan tugasnya. Susi memoles wajah Nia dengan polesan yang cukup natural, sehingga membuat Nia semakin cantik dan wajahnya semakin berseri.
" Kamu mau pergi ke mana Nia?."Tanya Ibu Karti yang belum paham kemana anaknya akan pergi.
" Keluarga Tuan David sepertinya ada pesta Bu. Mereka meminta ku untuk datang ke sana, maaf ya Bu sepertinya acaranya memang dadakan sehingga Tuan David atau keluarga Tuan David lupa memberitahunya." Ucap Nia bicara dengan lembut agar ibunya tidak mengkhawatirkan dirinya.
" Baiklah kalau begitu kamu nanti hati-hati ya, Ibu tinggal ke dapur dulu." Ucap Ibu karti dengan lembut.
Tepat jam 7 lewat 15 menit Nia sudah selesai dengan make up naturalnya. Nia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disiapkan David tadi. Malam ini Nia menjelma seperti seorang putri raja. Dia sangat cantik bahkan Nia sendiri sampai tidak menyangka jika yang ada di dalam pantulan cermin itu adalah dirinya.
" Mbak Susi ini beneran aku ?" Tanya Nia tidak percaya sembari memegang pipinya.
" Terima kasih mbak Susi. Mbak Susi memang hebat dan handal." Jawab Nia dengan lembut sambil mengacungkan jempol tangannya.
Susi hanya tersenyum sambil mengangguk, dia membereskan alat-alat make up nya dan memasukkannya ke dalam koper kecil yang tadi sudah dia bawa. Setelah semuanya beres Susi pun izin pamit terlebih dahulu, padahal ibu Karti sudah memasak untuk tamunya. Tetapi Susi tidak bisa berlama-lama karena ada klien lain yang harus dia make up.
" Ya Allah ini kamu nak? Kamu cantik sekali ? Ibu sampai tidak mengenali anak ibu sendiri." Ucap Ibu Karti sambil memegang bahu Nia.
" Iya bu, aku juga tadi juga tidak percaya jika ini aku. Ternyata aku kalau di make up cantik juga ya Bu? Tidak kalah sama artis-artis ibukota." Jawab Nia sambil terkekeh.
" Benar kamu cantik banget. Oh iya apa kamu mau makan dulu? Itu ibu sudah memasak, tapi kalau kamu makan dulu pasti riasan kamu nanti rusak. Bagaimana?."Tanya Ibu Karti.
" Hemmm... Maaf ya Bu sepertinya nanti Nia makan di acara saja. Karena sepertinya sebentar lagi Tuan David akan datang. Jadi tidak enak saat dia datang, Nia masih makan. Tidak apa-apa kan Bu, kalau ibu makan sendiri?."Tanya Nia takut menyinggung perasaan ibunya. Bagaimanapun sang Ibu sudah capek capek memasak untuknya.
" Sudah tidak apa-apa. Ibu bisa makan sendiri yang penting kamu nanti di sana makan, jangan sampai kamu sakit." Jawab Ibu Karti sembari mengusap lembut lengan Nia.
Tin Tin Tin
Suara klakson mobil terdengar dari depan rumah Nia. Ibu Karti segera membukakan pintu untuk sang tamu yang baru saja datang. Ternyata tamu itu adalah David, David turun dari mobil lalu menyalami ibu Karti. Tidak ada senyum sedikitpun yang David sungggingkan di bibirnya. Meskipun begitu dia masih bisa bersikap sopan dengan menyalami Ibu Karti meskipun tanpa senyum.
__ADS_1
" Nia masih didalam. Apa Tuan David mau masuk dulu?." Tanya ibu Karti dengan ramah.
" Tidak bu. Saya tunggu disini saja " Jawab David dengab suara tegasnya.
Ibu Karti hanya mengangguk, tidak menunggu lama Nia keluar dari kamar dan menghampiri Ibunya dan David. David terpesona melihat penampilan Nia yang cantik, anggun dan elegant. Baju, sepatu , tas yang dipilihkan David tadi sangat pas dan cocok dengan Nia.
" Apa kita bisa berangkat sekarang Tuan?" Tanya Nia mengagetkan David.
" Hemmm... " Jawab David hanya berdehem.
* Kenapa malam ini dia cantik banget ? Kenapa juga tadi aku tadi terpesona ? Kalau dia tahu pasti dia akan besar kepala * Gumam David dalam batinnya.
Setelah berpamitan Nia dan Davidpun masuk mobil dan berangkat menuju tempat acara. Sampai sekarang saja Nia belum tahu akan diajak kemana oleh David. Hampir satu jam perjalanan mobil David sudah sampai di halaman Hote bintang lima, David memberikan mobilnya kepada petugas untuk memarkirkan mobilnya.
Banyak pasang mata yang memandang kearah David dan Nia yang berjalan beriringan. Tidak ada yang berani memvideo ataupun mengambil gambar mereka, bahkan wartawan sekalipun tidak berani.
" Ini sebenarnya acara apa sih Tuan?" Tanya Nia sedikit berbisik.
" Sudah diam, kamu ikuti saja saya. Jangan buat saya marah dan malu." Ucap David dengan tegas.
Nia langsung terdiam dan menunduk sebab dia sangat malu, apalagi ini pertama kalinya Nia ikut kepesta orang kaya.
Deg..
Seketika jantung Nia seperti berhenti berdetak saat melihat sepasang pria dan wanita sedang menyunggingakan senyumnya. Wanita dan Pria itu sedang berbincang dengan seseorang sehingga tidak menyadari kedatangan Nia.
* Jadi ini pesta pertunangan Kak Vito dan Bella ? Kenapa aku bisa lupa ? Mereka kan memang melaksanakan pesta pernikahan di Hotel bintang 5 ini ? Jadi Tuan David juga di undang , kenapa aku bisa tidak tahu sih.* Gumam Nia dalam batinnya.
" Tuan saya mau ke toilet dulu " Seru Nia beralasan.
Padahal dia hanya tidak mau jika Vito dan Bella mengetahui kedatangannya. Apalagi saat ini dia datang dengan David, pasti mereka akan semakin berfikir buruk tentang Nia.
" Hemm.. Jangan lama - lama. Jika sudah selesai segera kembali. " Ucap David tanpa melihat kearah Nia.
Nia mengangguk dan segera memisahkan diri dari David dengan beralasan hendak ke toilet.
***********
__ADS_1