Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Leni tahu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Apa?


Leni syok dan kaget saat mengetahui Bella dan Baskoro sudah menikah secara siri dari Lastri sang pembantunya. Lastri sendiri tahu dari tetangganya yang kebetulan masih saudara pak Rt dimana saat ini Baskoro tinggal.


" Mereka di gerebek warga saat sedang melakukan nya bu."Ucap Lastri membuat hati Leni semakin sakit dan perih.


Meskipun pengadilan sudah ketuk palu dan menyatakan mereka sah dan resmi bercerai. Namun surat dan akta cerai mereka belum keluar. Begitu teganya Baskoro menikah dengan Bella, bahkan saat ini Bella masih sah istri Vito.


" Jadi mereka sudah menikah? Dan itupun karena di gerebek warga? Ini benar-benar memalukan !! Aku seakan menyesal punya anak seperti, Bella. Akal sehat nya benar-benar sudah rusak anak itu. Pasti Vito tidak tahu jika Bella saat ini sudah bersuamikan dua."Ucap Leni dengan kesal.


Lastri melihat kasihan majikan nya itu, dia tidak membenarkan tindakan Baskoro dan Bella. Wanita paruh baya yang sudah mengabdi cukup lama itupun ikut merasakan apa yang saat ini di rasakan oleh majikannya.


" Apa semua ini hukum karma ya, bik?." Tanya Leni dengan lesu.


" Maksut ibu bagaimana?." Ucap bik Lastri balik bertanya.


" Dulu aku merebut Baskoro dari anak istrinya, bahkan aku tidak peduli dengan tangisan anak itu. Bagiku saat itu aku bisa menikah dengan Baskoro dan Bella punya papa pengganti. Namun sekarang justru anakku sendiri yang merusak rumah tanggaku."Seru Leni dengan wajah sendu.


" Jangan menyalahkan Non Bella saja bu, disini Papanya juga salah. Kuncinya mereka berdua sama-sama salah dan tidak punya ot4k. Dan untuk masalalu ibu, mungkin ada baiknya ibu meminta maaf kepada mantan istri pertama Tuan."Ucap Bik Lastri.


Hhhuuuufffff

__ADS_1


Leni membuang nafas dengan kasar, saat ini perasaan dan fikirannya sedang kacau. Dua orang yang sangat dia sayangi sudah menghianatinya. Ternyata hubungan baik pun bisa menjadi musuh, seperti yang terjadi antara mereka bertiga saat ini.


" Huuhhh bik tolong ambilkan kunci mobil sama tas ku di kamar. Tas ada di atas meja rias, kunci mobil juga sepertinya ada di dekat tas itu."Ucap Leni.


" Baik bu."Jawab bik Lastri lalu menuju kamar majikannya.


Tidak menunggu lama, kunci mobil dan tas kini sudah ada di tangan Leni. Leni keluar rumah dengan mengendarai mobil nya, dia ingin datang kerumah Vito untuk menemui Bella dan Vito. Tidak mungkin Leni akan membiarkan masalahnya berlarut-larut seperti ini. Bella harus segera mendapatkan pelajaran, dan Vito harus cepat tahu jika Bella sudah menikah dengan Baskoro.


Mobil yang dikendarai Leni sudah sampai di tepi jalan depan rumah Vito. Sepertinya Bella ada dirumah, sebab mobil Bella ada di depan rumah. Tapi tidak tahu dengan mobil Vito, tidak nampak sama sekali.


" Bella, Bella !! Kamu dimana?." Teriak Leni saat memasuki rumah Vito.


" Ceroboh sekali, kenapa pintu tidak di kunci ? Kalau ada maling masuk bagaimana ini."Ucap Leni bermonolog sendiri.


Sedangkan didalam kamar nya, Bella mendengar suara mamanya. Dia bergegas keluar dari kamar untuk menemui mama, Bella sangat percaya diri sekali jika saat ini mamanya datang untuk mengajaknya berbaikan.


" Mama. Mama datang kermah Bella?." Tanya Bella.


Pllaakk


Pllaakk


Dua tamparan berhasil Ibu Leni layangkan di wajah Bella. Bella yang tidak siap menghindarinya, hanya bisa pasrah begitu saja.


" Mama, apa-apaan ini?." Seru Bella sambil memegangi pipinya yang sakit.


" Itu tamparan pantas kamu dapatkan !! Dasar wanita murahan !! Anak tidak tahu diri dan tidak tahu rasa terimakasih !! Diam-diam kamu sudah menikah dengan, Baskoro?." Ucap Leni dengan lantang.


Ddeggh

__ADS_1


Jantung Bella berdetak tidak menentu, bagaimana bisa mamanya tahu soal pernikahan nya dengan sang papa tiri. Padahal mereka berdua saja sama-sama saling tutup mulut. Bella hanya takut mama nya mengadukannya kepada Vito.


" Mama tahu darimana?." Tanya Bella penasaran.


" Tidak perlu kamu tahu aku tahu darimana? Aku menyesal pernah melahirkan anak semurahan kamu, Bella. Kamu itu masih menjadi istri sahnya Vito, tapi kenapa kamu itu menikah dengan Baskoro. Mana pernikahannya karena gara-gara di gerebek sama warga. Ternyata, kalian itu belum sadar juga. Tapi baguslah digerebek sama warga, dengan begitu kamu dan Baskoro sudah tidak bisa lagi mengelak."Ucap Leni dengan sinis.


" Ma, ini semua karena papa yang memaksa aku. Aku mohon mama jangan memberitahu Vito soal ini, tolong kasihani Bella, Ma." Seru Bella bersimpuh.


Leni hanya menyeringai sinis. Hatinya saat ini sudah membeku, dan semua itu karena perbuatan Bella sendiri. Sebagai seorang anak, dia sama sekali tidak bisa menghargai mamanya.


" Oh jadi Vito juga belum tahu soal pernikahan kamu dan Baskoro. Pernikahan kamu itu tidak sah Bella, sebab sampai detik ini kamu masih istri sahnya Vito. Kenapa saat itu kamu tidak bilang ke warga jika kamu masih mempunyai suami?." Tanya Leni ingin tahu alasan yang sesungguhnya langsung dari mulut, Bella.


" Maaf ma, saat itu aku terpaksa. Sebab aku tidak mau jika para warga mengarak aku dan Papa keliling Desa. Aku malu jika sampai aku di arak seperti itu, mau di taruh mana mukaku ini ma."Ucap Bella mencari simpatik dari sang mama.


* Bella, Bella . Kamu memang wanita bodoh !! Seandainya kamu berterus terang, kamu masih mempunyai suami sah pasti kamu tidak akan dinikahkan dengan Baskoro. Dan tidak akan mungkin di arak keliling desa, mungkin mereka hanya akan memanggil suami kamu saja. Sudah tahu banyak melakukan kesalahan, masih saja berharap Vito mau menerimanya dengan baik.*Gumam Leni dalam hatinya.


" Aku sudah muak dengan mu, Bella. Mulai hari ini jangan pernah panggil aku mama. Aku haramkan kamu memanggil ku, Mama. Dasar anak durhaka !!."Bentak Leni dengan lantang.


Jdderrrr


Wajah Bella tiba-tiba terasa panas seperti di sambar petir di malam hari. Tubuh Bella menegang hebat, posisinya yang saat ini masih bersimpuh tidak membuat mamanya memaafkan kesalahannya.


" Menjauhlah dari kaki ku, mulai detik ini juga tidak ada surga ku untukmu, Bella. Mulai hari ini juga uruslah diri kita masing-masing." Ucap Leni lalu melangkah keluar dari rumah Vito.


Bella menangis sesunggukan, tangisannya sudah tidak berarti apa-apa lagi untuk mamanya. Sang mama tetap melangkah keluar, dan suara deru mesin mobilnya sudah terdengar dan menjauh dari rumah.


" Mama, maafkan Bella Ma. Bella tidak ada pilihan lain selain menikah dengan papa. Ma, tolong jangan benci Bella. Jangan marah sama Bella, ma. Bella tidak punya siapa-siapa lagi selain mama dan papa. Vito ? Suamiku itu sudah tidak memperdulikan aku lagi ma." Ucap Bella terus bermonolog sendiri.


* Jangan sampai Vito tahu pernikahan ku dengan papa.* Gumam Bella dalam hatinya.

__ADS_1


********


__ADS_2