
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sudah menjadi keputusan Bella untuk pergi ke luar negeri. Alasan utama nya pergi keluar negeri adalah Vito, dia ingin melupakan Vito dan meniti karier serta hidup baru nya di sana. Tetap di kota yang sama dengan Vito membuat dia tidak bisa menghilangkan rasa cintanya. Masalahnya dengan Baskoro juga salah satu alasan dia ingin pergi, dia malu dengan orang dan keluarga Nia. Baskoro sendiri sudah resmi menjadi tahanan dengan hukuman 5 tahun penjara.
Pagi ini sekitar jam 9 pagi, Bella terbang ke Paris. Leni mengantarkan keberangkatan Bella dengan tangis yang tidak bisa terbendung. Leni tidak mau berjauhan dari Bella, namun apa daya keputusan Bella tidak bisa di cegah lagi.
" Ma, maaf kan Bella jika selama ini Bella belum bisa menjadi anak yang berbakti dan membanggakan mama. Ma, Bella pasti akan kembali. Bella disana tidak untuk selamanya, jika mama tidak sibuk datanglah temui Bella."Ucap Bella sebelum dia masuk ke bandara.
" Bella mama sudah memaafkan kamu dan sudah melupakan semuanya. Mama pasti akan merindukan kamu, jika mama tidak sibuk pasti mama akan datang menemuimu."Ucap Leni.
" Terima kasih atas semuanya ya ma."Ucap Bella lagi.
" Iya. Sudah sekarang kamu cepat masuk sana."Ucap Leni lagi.
Mereka berpelukan untuk sesaat, setelah itu Bella masuk ke bandara. Leni tidak menunggu sampai pesawat Bella terbang, banyak pekerjaan yang harus segera dia selesaikan. Leni mencari orang yang mau bekerja sama dengannya untuk menyuntikkan dana. Usaha Leni benar-benar membutuhkan suntikan dana yang lumayan besar.
" Bella, jika kamu pergi untuk bisa melupakan Vito. Mama disini apa bisa untuk melupakan Vito, kejadian 2 malam bersama Vito itu membuat mama tidak bisa melupakan nya. Dan kejadian itu juga yang membuat mama mulai mencintai Vito." Ucap Leni bicara pada dirinya sendiri.
Mobil Leni sudah meninggalkan parkiran Bandara, dia menuju cafe dimana dia membuat janji dengan seseorang yang akan menyuntikkan dana untuk salon dan klinik kecantikannya.
Sementara itu, di dalam pesawat Bella menangis tersedu-sedu. Sebenarnya dia keluar negeri juga ingin menghindari amarahnya kepada sang mama. Bukan tanpa alasan, Bella sebenarnya sudah tahu jika mamanya dan Vito pernah menghabiskan malam panjang bersama. Bella melihat semua pesan yang ada di ponsel mamanya, dan rekaman CCTV rumah mamanya yang saat itu tanpa sengaja Bella melihat di ponsel mamanya. Rekaman CCTV itu Leni simpan di galery nya sehingga Bella bisa tahu.
" Mama, ternyata juga mencintai Vito dan mama pernah berbuat sejauh itu sama Vito. Ma, Bella memang pernah merusak rumah tangga mama. Jadi mungkin ini semua balasannya untuk Bella. Bella tidak mau marah sama mama, makanya Bella diam dan lebih memilih pergi. Dengan begini Bella bisa melupakan semuanya."Ucap Bella dengan mata yang berkaca-kaca.
" Mungkin dulu hati mama sesakit ini saat mama mengetahui hubungan Bella dan Baskoro. Ma, maafkan Bella. Padahal kalian melakukan itu saat aku dan Vito dalam proses perceraian, kenapa sesakit ini."Ucap Bella lagi yang sudah tidak sanggup menahan air matanya.
Pesawat pun sudah mengudara meninggalkan Bandara. Di tempat tinggalnya yang baru, Bella akan mengubur semua masalalunya dan memulai kehidupan yang baru.
Sementara saat ini, Miska dan Nia sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan. Nia tidak hanya berdua saja, tapi dia juga bersama Rindi. Nia sengaja mengajak Rindi karena mereka saat ini memang jarang sekali bertemu ataupun jalan bareng, Berta sendiri sudah kembali menempuh study nya di luar negeri.
" Nia ini cantik-cantik banget."Seru Rindi dengan hebohnya saat dia melihat pakaian bayi.
" Calon anakku kan cowok Rindi, masa iya mau aku pakein gaun atau androk seperti itu. Makanya kamu itu cepat cari pasangan agar bisa cepat menikah terus punya anak cewek deh."Seru Nia menggoda Rindi.
Ucapan Nia barusan mengingatkan Rindi dengan Vito. Rindi masih punya hutang jawaban kepada Vito, jawaban atas ungkapan cinta Vito beberapa hari yang lalu yang sampai saat ini belum Rindi berikan jawaban.
" Memang mbak Rindi belum punya pacar, Kak?." Tanya Miska kaget.
__ADS_1
" Sepertinya sih sudah, tapi dia masih menyembunyikannya."Jawab Nia sambil melirik Rindi.
" Apaan sih. Aku masih jomblo forever, sudah ahh kenapa malah bahas pacar sih? Kita kesini itu mau belanja untuk dedek babby boy yang ada didalam sini. Yuk ah kita cepat belanjanya, mumpung hari ini aku libur. Besok-besok aku sudah sibuk lagi loh."Ucap Rindi mengalihkan pembicaraan.
Nia menangkap sesuatu keanehan dari wajah Rindi. Seakan dia tahu jika Rindi sedang menyembunyikan sesuatu, namun Nia tidak mau memaksa Rindi untuk memberitahunya. Suatu saat nanti pasti Rindi akan memberitahunya, Nia sudah tahu bagaimana Rindi yang memang sedikit tertutup tidak seperti Berta.
" Kita ke sebelah sana saja kak. Disana baju-baju untuk babby boy banyak, sudah tidak sabar lagi ingin memilih banyak baju untuk calon keponakan ku."Seru Miska dengan begitu bahagianya.
" Jangan banyak-banyak Miska, aku tidak mau maruk. Tahu kamu maruk itu apa? Maruk itu serakah, karena anak kecil itu tubuhnya gampang gemuk gampang juga kecilnya. Klo sekarang sudah beli banyak-banyak, nah kalau dia mulai gemuk tidak bisa dipakai lagi kan sayang Miska."Seru Nia mengingatkan sang adik iparnya.
" Kak Nia ini istrinya sultan David loh. Masa iya belinya dikit dong, lagipula kita juga bisa pilih size yang mulai dari kecil sampai besar."Ucap Miska seenaknya.
Hhuuufff
Kalau sudah seperti itu Nia sudah tidak bisa melarang sang adik ipar lagi. Mereka bertigapun mulai memilih barang-barang yang akan mereka beli, mulai dari pakaian, sepatu, stroller dan masih banyak lagi yang lainnya.
" Miska, kamu ambil apa saja? Kenapa sampai habis puluhan juta begini?" Tanya Nia saat melihat struk pembayaran.
Bagaimana tidak habis puluhan juta jika yang Miska ambil harga nya mahal-mahal. Untuk kali ini Miska tidak mau sederhana, sengaja pilih yang mahal dan yang terbaik untuk calon keponakan laki-laki yang akan menjadi penerus Widjaya Group. Tentunya juga semua itu Miska lakukan atas intruksi dari sang kakak, David.
" Heheee... Sudah tidak apa-apa kak. Cuma kali ini saja kok, besok kan tidak lagi."Jawab Miska dengan santainya.
" Yuk cari makan aku lapar nih."Seru Rindi menghentikan obrolan Nia dan Miska.
" Terus barang-barangnya bagaimana bawanya? Lihat nih struknya saja hampir satu meter begini, pasti banyak banget ini. Entah apa saja yang dibeli Miska ini, sampai mainan juga dia beli."Ucap Nia terlihat cemberut.
Apa?
Nia baru tahu jika Mall yang saat ini mereka datangi adalah milik David. Nia semakin bingung menghitung kekayaan sang suami, pasalnya ini bukan mall pertama yang dia tahu milik sang suami. Ini Mall ke tiga yang saat ini dia ketahui, apa akan ada mall yang lainnya lagi.
" Sudah yuk kita makan."Ucap Miska menarik tangan Nia dengan pelan.
Mereka bertiga berjalan secara berdampingan dengan Nia ada di tengah-tengah antara Miska dan Rindi. Saat mereka sedang mencari tempat untuk makan, tiba-tiba Rindi melihat Vito yang juga ada di mall itu.
" Itu bukannya Vito."Ucap Rindi pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nia.
" Hahhh.. Vito? Mana Rin?."Tanya Nia sambil mengikuti arah pandangan Rindi.
Benar saja ada Vito yang sedang duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Miska pun melihat keberadaan Vito, tanpa menunggu lama dia memanggil Vito.
" Kak Vito."Seru Miska memanggil Vito.
Merasa ada yang memanggil namanya, Vito pun mencari sumber suara. Dan betapa kagetnya dia saat mendapati 3 perempuan yang pernah singgah di hatinya. Nia adalah mantan pacarnya, Miska pernah dia taksir, dan Rindi yang saat ini dia nantikan jawaban dari ungkapan kata cintanya.
__ADS_1
Vito bangkit dan berjalan mendekati tiga perempuan itu. Ada pertanyaan di benaknya, kenapa Miska bisa bersama Nia dan Rindi. Apalagi Vito pernah melihat Miska makan siang dengan David dan terlihat dekat dan mesra.
" Rindi ternyata kamu ada di mall ini juga? Nia, Miska kok kalian bisa bereng begini?." Tanya Vito dengan heran.
" Bisa dong."Jawab Miska dengan santainya.
Terlihat Rindi masih diam, dia nampak malu dan gugup bertemu dengan Vito. Beberapa hari ini dia memang berusaha menghindari Vito agar tidak ditagih jawaban,sebab dia masih ragu dengan perasaannya. Terlebih Vito mantan pacar dari sang sahabat.
" Kita ngobrol sambil makan saja yuk, aku capek berdiri terus. Itu disana ada tempat makan, makanannya juga enak-enak."Ucap Nia yang memang merasa lelah berdiri terus menerus.
Tanpa menolak, mereka pun mengiyakan ajakan Nia. Vito masih nampak bingung melihat kedekatan Nia dan Miska, sampai saat ini Vito memang belum tahu jika Miska adik dari David.
" Nah kalau begini kan enak, kasihan juga yang perut nya besar kalau di suruh berdiri terus."Seru Miska sambil terkekeh.
" Iya nih aku membawa perut sebesar ini tapi kalian ajak berdiri terus. Lama-lama bisa kram kakiku."Ucap Nia menanggapi ucapan Miska.
* Nia nampak biasa saja saat bertemu dengan Vito. Apa dia memang sudah melupakan semuanya? Kira-kira bagaimana ya reaksi Nia kalau tahu Vito menyatakan cinta kepadaku?*Gumam Rindi dalam hatinya.
" Kalian nampak akrab sekali?."Tanya Vito saat melihat Miska membantu menyeka keringat Nia.
" Aneh, bagaimana aku tidak akrab. Kak Nia ini kakak ipar ku, masa iya kami suruh main tonjok-tonjokan."Ucap Miska asal japlak saja.
Haahhh..
Kakak ipar? Jadi Miska ini adik dari David? Vito benar-benar kaget saat mengetahui Miska adalah adik kandungnya David. Beruntung sekali saat itu dia tidak jadi mendekati Miska. Itupun karena dirinya juga sudah keduluan oleh Rendi. Seandainya saat itu Miska belum punya pacar tentunya Vito akan terus mendekati Miska.
" Jadi kamu ini adik nya Tuan David?."Tanya Vito lagi agar lebih percaya lagi.
" Iya. Baru tahu ya?."Tanya Miska dengan santainya.
" Iya aku baru tahu. Karena memang tidak ada yang memberitahu aku. Rindi, kok kamu diam saja? Aku tadi datang ke tempat kerjamu, tapi kata teman mu kamu libur. Ya sudah akhirnya aku ke Mall sini, tidak tahunya ketemu kamu disini."Seru Vito tersenyum manis ke arah Rindi. Membuat Rindi merasa salah tingkah dan gugup.
* Kok aku merasa ada yang aneh ya antara Rindi dan Vito. Sejak bertemu dengan Vito tadi, Rindi lebih banyak diam dan terlihat gugup. Vito juga kenapa tadi terlihat sangat semangat saat melihat Rindi. Hemm atau jangan-jangan mereka ini ada hubungan?* Gumam Nia dalam hartinya.
" Kalian pacaran?." Tanya Miska tanpa filter.
Deegghhhh
Rindi langsung memandang ke arah Nia. Iya, dia langsung memandang Nia bukan Miska yang tadi bertanya. Rindi ingin tahu bagaimana reaksi Nia, terlihat Nia santai dan tidak nampak yang marah ataupun kaget.
" Miska kamu ini kalau bertanya kok asal japlak ya. Lihat tuh wajahnya Rindi memerah menahan malu dia. "Seru Nia melirik Rindi sambil senyum-senyum.
" Aku.. Aku tidak pacaran dengan Vito." Jawab Rindi terbata-bata.
__ADS_1
" Ungkapan cintaku belum dijawab nya."Seru Vito secara tiba-tiba membuat ke tiga wanita itu langsung memandang nya semua.
*********