Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Suami kerja istri bermain


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Baskoro sudah mulai masuk bekerja sebagai salah satu staff pemasaran di perusahaan Widjaya group. Dulu dia sebagai menejer HRD bersikap sedikit sombong dan sekarang apa yang ingin dia sombongkan. Namun biarpun begitu, tidak ada karyawan yang mengejeknya dan membalas kesombongannya. Semua karyawan bekerja secara profesional, karyawan di Widjaya group tidak ada yang berani bersikap sombong. Hanya orang-orang yang tidak profesional kerja saja yang bersikap sombong, salah satu contohnya adalah Baskoro saat menjabat sebagai menejer HRD.


"Pekerjaan ini tidak cocok untukku. Lihat saja suatu saat nanti aku akan buktikan jika aku bisa menjadi seorang Menejer lagi."Ucap Baskoro bermonolog pada dirinya sendiri.


"Sudahlah pak, lebih baik segera bekerja dan selesaikan pekerjaan anda daripada terus bermonolog tidak jelas seperti itu."Ucap Wawan mengur Baskoro.


"Kenapa juga aku dipindahkan di bagian staff pemasarab begini ya, Wan. Padahal disini staff nya muda-muda semu, hanya aku yang sudah berumur. Pososi ini sebenarnya tidak cocok untukku, aku itu ingin punya ruangan sendiri agar saat Bella datang kami bisa bebas mau ngapain saja."Celetuk Baskoro keceplosan.


"Bebas? Maksud pak Baskoro bebas bagaimana?." Tanya Wawan kurang paham dengan perkataan Baskoro.


"Emm.. Anu, maksud aku bebas berbincang-bincang dengan anakku. Maklum anakku itu kan memang manja dan dekat sekali dengan ku, jadi setiap kali dia datang pasti selalu curhat."Jawab Baskoro asal bicara.


Wawan hanya menganganggukkan kepalanya saja. Dia tidak seberapa paham siapa itu anaknya, lagipula saat Bella dan Vito menikah dia tidak datang lantaran tidak semua staff diundang. Hanya para menejer, kepala bagian dan petinggi perusahaan saja yang diundang.


Baskoro hampir saja kelepasan bicara soal Bella, dia harus berhati-hati agar ucapannya tadi bisa terkontrol dan tidak akan jadi boomerang untuk dirinya sendiri.


"Ini pekerjaan bapak, tolong segera diselesaikan. Sebab jam 3 sore ini harus sudah sampai dimeja kerja Tuan David. Kalau pak Baskoro masih ingin bekerja disini ya jangan main-main. Ini masih jam 10 masih ada waktu kurang lebih 5 jam untuk menyelesaikan berkas-berkas ini."Seru Wawan sembari meletakkan 3 berkas diatas meja kerja Baskoro.


Baskoro membelalakkan matanya, dihari pertama kerjanya sebagai salah saru staff pemasaran sudah diberikan tugas dan pekerjaan yang banyak. Tentu saja dia tidak paham dan tidak mengerti tentang pekerjaan itu.


"Mana bisa seperti ini? Aku ini baru pertama di bagian pemasaran jadi mana bisa mengerjakan ini semua, Wan?." Tanya Baskoro menolak pekerjaan yang diberikan oleh Wawan.


"Bukannya tadi saya sudah menjelaskan secara garis besarnya ? Makanya kalau ada orang yang menjelaskan itu didengar dengan jelas dan cermati baik-baik. Lagipula kita bekerja itu juga harus profesional pak. Sudah cepat kerjakan, tuan David meminta anda yang mengerjakan dan nanti membawa keruang kerjanya."Seru Wawan sudah mulai sibuk dengan layar monitor nya lagi yang ada dimeja kerjanya.


Para karyawan yang lainnya hanya mendengarkan saja dan ingin sekali menertawakan Baskoro. Namun mereka urungkan, mengingat Baskoro lebih tua dari mereka semua. Dengan terpaksa dan mau tidak mau Baskoro mengerjakan 3 berkas yang tadi diberikan oleh Wawan.


*Bagaimana bisa selesai sebelum jam 3? Kalau dilihat sepertinya mudah, tapi aku masih bingung bagaimana mengawalinya. Ya sudahlah aku coba saja dulu, semoga saja aku bisa menyelesaikannya tepat waktu. Bukannya tadi Wawan memang sudah menjelaskannya, aku sedikit memahaminya.*Gumam Baskoro dalam batinnya.


Wawan melirik sekilas kearah Baskoro yang sudah mulai serius dengan berkas-berkas dan layar monitornya. Terlihat sesekali Baskoro menggaruk kepalanya karena bingung dengan berkas yang sedang dia kerjakan. Bisa tidak bisa Baskoro tetap mengerjakan berkas-berkas itu.


Sementara itu saat ini Vito ada diperusahaan milik keluarganya. Dia terpaksa bekerja diperusahaan keluarga sebab David sudah memecatnya secara sepihak. Kejadian malam itu benar-benar membuat David marah dengan Vito, Bella dan keluarga besarnya.


"Pa, Vito harus bantu darimana?." Tanya Vito yang masuk keruangan papanya tanpa permisi.


"Kamu periksa berkas-berkas ini dulu, Vito. Semua ini berkas kerja sama dengan perusahaan Widjaya group. Kamu nanti ambil kendali perusahaan ini, nanti papa akan mengumumkan pergantiannya."Ucap pak Sigit serius. Dia sudah tidak sanggup lagi memimpin perusahaan dibawah tekanan sang istri.


"Terus papa?."Tanya Vito serius.

__ADS_1


"Papa akan pensiun, sudah ada kamu yang lebih muda untuk memipin perusahaan ini. Papa sudah cukup lama memimpin perusahaan ini, dari usia kamu 5 tahun papa sudah terjun diperusahaan ini. Tapi kamu tenang saja, papa akan tetap membantu kamu. Jika kamu ada kesulitan kamu bisa tanyakan sama papa, harapan papa semoga perusahaan ini lebih maju ditangan kamu."Ucap pak Sigit penuh harap.


Haaahhhhhh


Vito menghela nafasnya dengan berat, dia terpaksa mengikuti apa kata papanya. Vito juga kasihan dengan sang papa, pasti selama ini papanya sudah tertekan memimpin perusahaan dibawah tekanan sang mama. Vito berjanji akan memimpin perusahaan sesuai dengan kemampuannya dan tidak akan memgikuti apa kata mamanya terus menerus.


"Baiklah pa. Tapi untuk seminggu ini papa bantu Vito memulihkan keadaan Perusahaan terlebih dahulu baru nanti papa pensiun. Vito janji akan memajukan perusahaan ini, perusahaan ini bisa berdiri sampai sekarang ini juga berkat tangan dan kemampuan papa. Jika tidak ada papa mungkin perusahaan ini sudah gulung tikar dari dulu, apalagi kalau yang memimpin mama."Ucap Vito.


"Iya Vito papa akan menyelesaikan masalah ini dulu baru papa serahkan perusahaan sama kamu. Oh iya, bagaimana kabarnya Bella? Apa dia juga akan bekerja sebagai model lagi? Jangan menunda-nunda untuk memiliki momongan Vito, papa sudah tua waktunya dirumah bermain bersama cucu."Seru Pak Sigit sambil terkekeh.


"Soal itu Vito tidak tahu pa. Terserah Bella saja mau bekerja lagi atau tidak. Dan soal momongan nanti dulu pa, Vito masih ingin menikmati masa-masa berdua dengan Bella dulu."Ucap Vito sedikit berbohong. Padahal dia memang belum siap mempunyai anak dari Bella.


Pak Sigit hanya mengangguk pelan, dia tahu jika Vito saat ini sedang berbohong. Vito terlihat sekali masih mencintai Nia dan terpaksa menikah dengan Bella. Pak Sigit kasihan melihat hidup anaknya yang juga banyak di setir oleh mamanya sendiri.


Vito mulai membantu papa nya memeriksa berkas-berkas perusahaan. Berkas-berkas perusahaan itu membuat kepala Vito pusing. Pengeluaran untuk pesta pernikahannya kemarin diambil dari uang kas perusahaan secara pribadi dan Vito baru mengetahuinya hari ini.


"Pa, ini ada pengeluaran 750 juta untuk pesta pernikahan Vito dan Bella?." Tanya Vito dengan mata melebar sempurna.


Vito tidak habis fikir jika semua biaya pernikahannya diambil dari Kas perusahaan. Pasti semua itu ulah mama nya, dengan seenaknya sang mama mengambil kas perusahaan. Seandainya Vito tahu jika pesta itu mengambil dana perusahaan, sudah pasti Vito tidak akan setuju.


"Iya. Semua itu keinginan mama kamu, papa bisa apa jika mama kamu sudah seperti itu. Maka dari itulah perusahaan kita begini-begini saja, keuangan stabil saja sudah beruntung, Vito. Setiap bulannya mama pasti akan mengambil uang perusahaan 50 sampai 100 juta. Padahal laba perusahaan sudah langsung di transfer ke rekening mama kamu. Tetapi papa tidak tahu kemana uang mama kamu itu, papa sendiri setiap bulannya hanya diberi uang 7 juta."Ucap pak Sigit secara tidak langsung sudah menceritakan buruknya Hesti kepada Vito.


"Kalau begini terus perusahaan akan bangkrut, pantas saja perusahaan selama ini jalan ditempat. Kalau tahu seperti ini, sudah pasti akan menolak pesta itu. Bukannya Vito sudah bilang tidak perlu pesta yang mewah, tetapi Mama dan Bella bersikeras ingin pesta yang mewah dan meriah."Seru Vito terlihat tidak suka dengan kelakuan mamanya.


Vito masih tidak mau membahas soal David, sehingga dia kembali menyibukkan dirinya dengan berkas-berkasnya. Membahas soal David sama saja mengorek luka hatinya, sebab Vito belum sanggup menerima kenyataan jika Davidlah yang menjadi suami, Nia.


*Kenapa juga harus David yang menjadi suami Nia, aku terlalu sulit untuk kembali menggapai Nia. Sebab harus bisa menyaingi atau menyingkirkan David terlebih dahulu. Dan itu sepertinya tidak akan mungkin aku bisa memiliki Nia lagi. Aku sangat bodoh melepaskan Nia begitu saja, seharusnya aku bisa menerima kelurangan Nia.*Gumam Nia dalam batinnya.


"Oh iya, Vito. Papa mertua kamu saat ini sudah bukan lagi seorang menejer tetapi dia itu hanya staff biasa. Tuan David telah menurunkan jabatannya. "Ucap pak Sigit memberitahu kabar tentang papa mertua Vito.


"Biarkan saja pa. Vito tidak mau ikut campur dengan keluarga Bella."Jawab Vito tanpa memandang kearah papanya.


Vito tetap menyibukkan diri dengan berkas-berkas diatas meja. Untuk saat ini Vito lebih nyaman bekerja di ruangan yang sama dengan papanya, sebab jika ada yang tidak dia mengerti akan lebih mudah bertanya dengan papanya.


**********


Di salah satu restoran bintang lima, tepatnya di private room Bella dan Baskoro sedang makan siang bersama. Tentunya bukan hanya sekedar makan siang, mereka saling melepas rindu setelah 3 hari tidak bertemu.


"Papa masih bekerja di perusahaan Widjaya group kan?." Tanya Bella sambil merebahkan kepalanya di bahu Baskoro.


"Masih dong sayang. Tapi kamu jangan datang lagi ke perusahaan Widjaya group ya, kamu tahu sendirikan jika tuan David itu bermasalah dengan kamu. Jika kamu datang kesana dan Tuan David tahu pasti akan jadi masalah. Papa pasti akan benar-benar di pecat dari Widjaya Group, untuk sementara kita bertemu diluar begini saja. Atau saat jam makan siang papa datang kerumah kamu saja, Vito pasti tidak makan siang dirumahkan?." Seru Baskoro sembari mencubit pelan dagu Bella.


"Terserah papa saja lah. Yang penting kita tetap aman dan tidak ada yang tahu tentang hubungan kita. Tapi pa, sekarang ini kan Bella sudah menikah dan sudah memiliki suami. Apa papa tidak mau melepaskan Bella? Bella ingin seutuhnya menjadi istri Vito pa, dan papa bahagia bersama mama."Seru Bella yang sebenarnya ingin mengakhiri hubungan terlarang nya dengan sang papa tirinya.


Tidak !!!

__ADS_1


Baskoro langsung menjawab tidak lantang, dia tidak akan pernah mau jika hubungannya dengan Bella berakhir. Dia sudah benar-benar jatuh cinta dan nyaman dengan Bella, bila perlu istrinya saja yang akan dia ceraikan ketimbang harus berhenti berhubungan dengan Bella.


Bella sudah tidak kaget lagi dengan penolakan sang papa. Sudah berapa kali Bella meminta mengakhiri hubungan mereka, Baskoro tetap saja tidak mau dan justru memilih menceraikan mamanya.


"Tapi pa. Bella takut jika suami Bella tahu soal ini, apalagi mama. Sudah pasti mama akan murka dan mencoret Bella dari ahli warisnya."Seru Bella yang kini sudah duduk tegak tidak bersandar lagi dibahu Baskoro.


"Kamu jangan takut, mama kamu dan suami kamu pasti tidak akan tahu. Kamu tenang saja, buktinya sudah bertahun-tahun kita seperti ini tidak ada yang tahukan. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu, Bella. Tubuhmu itu sudah menjadi candu untukku. Apa karena kamu sudah dapat barang yang lebih besar dan lebih bagus kamu mau membuangku begitu saja. Apa kamu tidak ingat bagaimana saat kamu menikmati milikku?."Tanya Baskoro tanpa tahu malu bicara seperti itu dengan Bella.


Baskoro dan Bella pada dasarnya memang sudah tidak punya malu lagi. Jika mereka punya malu sudah pasti mereka tidak akan melakukan hubungan terlarang. Terlebih sampai bertahun-tahun lamanya.


"Kenapa bicara seperti itu sih, Pa? Jadi bikin Bella pengen saja. Papa tahu tidak, selama menikah dengan Vito, dia belum menyentuh Bella sama sekali. Selama 3 hari ini Vito di anggurin Pa. Kasihan bangetkan Bella, pa."Seru Bella bicara dengan nada manja dan menggemaskan.


"Vito saja yang bodoh !! Papa jadi pengen juga nih, bagaimana kalau kita kerumah kamu. Kebetulan tidak jauhkan dari sini, kalau dihotel siang bolong begini terlalu bereaiko. Kalau dirumah kamukan orang-orang papa mengunjungi kamu karena kamu anak papa. Bagaimana, babby?."Seru Baskoro sembari memainkan matanya.


Bella tentunya tidak menolak ajakan papanya, terlebih Bella memang sangat menginginkannya. Dia haus akan belaian yang tidak dia dapatkan dari suaminya. Tanpa berlama-lama Bella dan Baskoro meninggalkan restoran itu. Dengan cepat mereka mengendarai mobilnya masing-masing.


Hanya butuh 10 menit mobil mereka sudah sampai dirah yang saat ini ditempati oleh Vito dan Bella. Bella turun dari mobil dan berjalan lebih dulu, Baskoro mengikutinya dari belakang.


"Non Bella sudah pulang? Apa mau makan siang Non?." Tanya ART menyambut kedatangan Bella.


"Tidak. Aku tadi sudah makan siang, oh iya bik tolong siapkan kamar tamu untuk papa. Papa mau istirahat, dia lagi tidak enak badan makanya dia mau tidur siang disini. Pulang kerumah jauh banget, setelah itu tolong belikan obat sakit kepala ya, ini uangnya."Seru Bella sembari memberikan uang 100 ribu kepada Art nya.


Sang Art hanya mengangguk paham dan percaya saja dengan apa yang dikatakam oleh Bella. Tidak menaruh curiga sama sekali.


"Kebetulan semua kamar tadi sudah saya bersihkan Non, jadi papanya Non langsung istrihat saja. Seru ART itu dengan sopan.


"Ya sudah. Kamu beli obat saja, kalau sudah letakkan saja obatnya di dekat TV nanti biar aku yang memberikan sama papa. Aku juga mau istirahat, papa ayuk Bella antar kekamar."Seru Bella pura-pura didepan ART nya.


Art itupun pergi ke apotik untuk membeli obat sakit kepala dengan mengendarai motor maticnya. Jarak dari rumah keapotik cukup jauh, ada sekitar 20 menit dari rumah.


Sedangkan didalam kamar tamu saat ini Bella dan Baskoro sudah sama-sama saling melepaskan hasrat yang sedari tadi mereka pendam. Tidak lupa mereka mengunci pintu kamar agar ART tidak sembarangan masuk.


"Oh Bella kamu memang luar biasa, inilah yang membuat aku tidak bisa melepaskan mu. Permainanmu sangat luar biasa, dengan kamu aku benar-benar puas Bella."Seru Baskoro meracau tidak karuan sembari menikmati apa yang diberikan oleh Bella.


"Nikmati saja, Sayang. Kamu itu biarpun sudah berumur tetapi tetap bugar dan Macho, tidak ada yang tahu jika umur mu sudah hampir 60 tahun. Orang-orang mengiranya pasti 40 tahun."Seru Bella sambil terus bergerak.


"Iya dong, Sayang. Inikan untuk kamu juga. Makanya aku merawat tubuhku agar imbang dengan kamu."Seru Baskoro.


Arrgghhhhhhhh


Untuk pertama kalinya Baskoro sampai puncak lebih dulu. Bella terlihat bahagia bisa membuat Baskoro sampai puncak lebih dulu. Mereka berdua kembali melanjutkan permainannya, sampai Baskoro lupa jika waktu istirahat makan siangnya sudah habis dari 1 jam yang lalu.


************


Up nya malam, pas sudah buka puasa 🤭🤭😘😘

__ADS_1


__ADS_2