Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Ungkapan hati Vito


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Makanan yang di pesan Vito sudah terhidang di atas meja. Rindipun sudah bergabung dengan Vito, kali ini Vito memang memesan menu yang sama. Rindi tidak ambil pusing, lagipula dia memang tidak pemilib saat makan.


" Makan ! Kenapa kamu diam saja dan malah memandangiku seperti itu? Bukannya tadi kamu yang mengajakku makan siang, kenapa sekarang kamu cuma jadi penonton saja?." Tanya Rindi yang memang merasa risih di perhatikan Vito terus menerus.


Vito nampak gugup dan salah tingkah, dia sendiri juga tidak tahu kenapa justru memandangi Rindi terus menerus. Sepertinya apa yang dirasakan Vito benar, benar jika sudah jatuh cinta dengan Rindi.


" Oh tidak apa-apa. Ya sudah lanjut lagi makannya."Ucap Vito mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Rindi tidak menghiraukan Vito, dia juga kembali menikmati makananannya. Bahkan saat Vito curi-curi pandang dengannya pun sebenarnya dia tahu tapi dia pura-pura tidak tahu saja.


Mereka menikmati makanannya dengan saling diam. Sesekali Vito mengajak Rindi berbicara namun Rindi terkesan dingin dan cuek sampai Vito malu sendiri bicara tidak di tanggapi.


* Seandainya dulu kamu tidak menyakiti Nia dan kalian putus dengan cara yang baik-baik saja mungkin aku juga akan memperlakukan kamu dengan baik, Vito. Sayangnya kamu memutuskan Nia dengan sebuah kesalah pahaman dan hinaan yang menyakitkan dari mulut mu itu. *Gumam Rindi dalam hatinya.


Tidak perlu waktu lama,makanan Rindi pun sudah habis. Begitupun dengan makanan Vito. Vito jadi semakin bingung mau mengobrolkan masalah apa dengan Rindi. Tadi diam karena masih menikmati makanan, sekarang apa alasannya untuk diam.


" Sudah selesaikan makan siang nya? Apa aku sudah boleh pergi?." Tanya Rindi serius.


" Ehh nanti dulu dong, lagipula kamu kan tidak balik ke tempat kerjamu lagi. Duduklah disini bersantai dengan ku, , jarang-jarang loh kita ngobrol berdua begini. Apa kamu takut ada pacar kamu disini sehingga kamu buru-buru pergi?." Tanya Vito ada rasa sesak si d4d4nya saat dia mengucapkan kata pacar Rindi.


Vito pun menyadari dan mengakui jika dia memang sudah jatuh cinta dengan Rindi. Namun dia bingung mau mengungkapkannya kepada Rindi.


" Aku tidak punya pacar."Seru Rindi.


" Oh kamu belum punya pacar? Kalau jadi pacarku mau atau tidak?."Tanya Vito secara tiba-tiba membuat mata Rindi langsung membulat sempurna.


Rindi tidak tahu yang dikatakan oleh Vito itu serius atau tidak. Namun hal itu membuat Rindi cukup terkejut, dengan begitu mudahnya Vito menanyakan soal pacar.

__ADS_1


Vito tidak sedang bercanda, dia seirius dengan pertanyaannya itu dan berharap Rindi menjawabnya dengan serius juga.


" Apaan sih. "Seru Rindi.


" Aku serius Rindi. Aku sudah jatuh cinta sama kamu dan maukah kamu menjadi pacarku. "Ucap Vito lebih terdengar serius


Hahhhh


Rindi semkin syok dan kaget mendengar pengakuan Vito. Secara tiba-tiba Vito mengungkapkan isi hatinya. Kini justru Rindi yang salah tingkah dan kebingungan. Tidak tahu harus menjawab bagaimana tentang ungkapan cinta Vito.


" Aku memang bukan lelaki yang baik, aku bukan lelaki yang sempurna. Aku tahu, pasti kamu itu masih membenciku karena perlakuanku dimasalalu. Rindi, aku dulu memang pernah melakukan sebuah kesalahan, dimana aku sudah menyakiti wanita sebaik Nia yang tidak lain adalah teman baikmu. Tapi percayalah aku sudah berubah dan aku serius dengan perasaan ku ini. Rindi, maukah kamu menjadi teman hidupku?." Tanya Vito lagi dengan lebih serius.


Deggghhh


Jantung Rindi berdetak lebih kencang, dia benar-benar tidak percaya jika Vito mengungkapkan perasaannya. Tidak munafik, Rindi sebenarnya juga ada rasa untuk Vito namun dia masih ragu dengan perasaannya.


" Maaf.. Emm aku tidak bisa menjawab nya sekarang. Berikan aku waktu untuk memikirkan semua ungkapan hatimu tadi."Ucap Rindi ragu-ragu.


" Baiklah, aku akan menunggu kapanpun kamu siap memberikan jawaban atas perasaanku ini, Rindi. Aku berharap rasa cinta ku ini tidak bertepuk sebelah tangan."Seru Vito penuh keyakinan.


* Semoga Rindi memberikan jawaban sesuai dengan harapanku. Ya Allah, semoga Rindi bisa menerima cintaku.* Ucap Vito bicara dalam hatinya sendiri.


*********


Di tempat lain, Bella yang sudah resmi menyandang status janda dari Baskoro terlihat lebih bahagia. Dia berusaha membahagiakan dirinya sendiri dengan melupakan masalalunya dan tidak mau lagi mengganggu Vito.


Vito sudah tidak mungkin untuk dia dapatkan, meskipun rasa cintanya untuk Vito masih terukir didalam hatinya.


" Ma, kalau Bella tinggal di luar negeri apa mama setuju?."Tanya Bella secara tiba-tiba dan dengan serius.


" Bella,kamu mau meninggalkan mama sendirian? Apa kamu tidak mau menemani mama? Mama sekarang sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Bella. Mama hanya punya kamu , masa iya kamu tega menjauh dari mama."Jawab Leni yang memang tidak setuju dengan rencana kepindahan Bella ke luar negeri.


" Maaf kan Bella, Ma. Bella tidak bermaksud untuk meninggalkan mama. Bella hanya ingin hidup Bella lebih berwarna lagi, mama tahukan jika hati Bella selama ini terpaut kepada Vito. Dan Bella tidak mungkin lagi untuk mendapatkan cintanya Vito. Vito sudah bahagia dengan pilihannya sendiri dan Bella tidak mau mengganggu hubungan mereka. Bella sudah inyaf dan taubat. Mama jangan bersedih ya, Jika mama kangen Bella, mama bisa temui Bella kesana."Seru Bella tetap kekeh ingin pergi keluar negeri. Bella benar-benar ingin melupakan masalalu dan menata hatinya kembali agar bisa menerima kehadiran pria lain.


Leni sendiri mempunyai perasaan yang sama terhadap Vito. Namun dia sadar diri jika cintanya tidak mungkin terbalaskan oleh Vito. Sama seperti perasaan Bella terhadap Vito. Mereka berdua sama-sama mencintai pria yang sama.

__ADS_1


" Baiklah, mama izinkan kamu untuk tinggal di luar negeri tapi mama minta itu hanya sementata saja. Setelah kamu sudah lebih baik dan bisa menerima semua masalalu dan melupakan masalalu,kamu harus pulang. Ada mama disini yang selalu menunggu kepulangan mu."Ucap Leni bicara dengan mata yang berkaca-kaca.


Bella dan Leni saling berpelukan, Bella menangis dan menumpahkan semua keluh kesah dan air matanya di pelukan sang mama. Pelukan hangat dari seorang mama kini sudah bisa Bella rasakan.


" Mama jangan sedih, kalau mama bersedih Bella juga ikut bersedih. Lihat nih , Bella menangis juga kan? Ini karena mama juga menangis."Seru Bella sambil melepaskan pelukannya.


" Mama menangis karena mama sedih akan berjauhan sama kamu, Bella. "Ucap Leni tidak sepenuhnya dia berbohong.


" Aku pasti kembali untuk mama."Ucap Bella memberi mamanya semangat.


Tanpa terasa hari sudah semakin sore, Bella dan Leni pun bersiap untuk pulang. Dan meminta karyawan untuk menutup Salon dan Klinik, semenjak Bella ikut membantu, salon dan kinik kecantikan itu tidak buka sampai malam-malam. Bella meminta untuk menutup nya sebelum magrib, agar saat malam semua karyawan sudah ada di rumahnya masing - masing.


" Ma, kita mampir minimarket sebentar ya? Ada yang mau Bella beli, tidak lama kok. Setelah dapat barangnya kita langsung pulang."Seru Bella saat mereka sudah dalam perjalanan pulang kerumah.


" Iya sayang."Jawab Leni dengan singkat.


Setelah melihat ada minimarket, Bella membelokkan mobilnya ke minimarket tersebut. Bella dan Leni sama-sama turun dari mobil dan segera masuk ke minimarket sibiru itu.


Brrrukkkk


Tanpa sengaja Bella menabrak seseorang, yang mana orang yang dia tabrak adalah seorang perempuan yang sangat dia kenali.


" Tante Hesti."


" Bella."


Seru Hesti dan Bella secara bersamaan. Orang yang Bella tabrak adalah mantan mama mertuanya, Hesti.


" Emm maaf tante, Bella tidak sengaja."Seru Bell meminta maaf lebih dulu karena dia memang merasa bersalah.


" Iya tidak apa-apa. Kamu apa kabar? Lama sekali kita tidak bertemu. Oh ada jeng Leni juga ya, apa kabar jeng."Tanya Hesti.


" Baik."Jawab Leni dengan singkat.


***********

__ADS_1


__ADS_2