
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Saat di kantor tadi David sudah dibuat marah oleh Vito dan Rendi. Kini sesampainya dirumah dia melihat Nada yang masih menangis, hampir dua jam masih saja Nada menangis bahkan sampai - sampai dia tidak mau makan dan minum susu. Oma dan Opanya sudah berusaha membujuk tetapi Nada masih saja menangis.
Melihat anaknya yang menangis membuat David langsung menghampirinya dan menanyakan apa yang sudah membuat Nada menangis sampai sesunggukan.
" Nada sayang, kenapa kamu menangis coba bicara sama Papa?."Tanya David dengan lembut sembari mengusap kepala nada dengan penuh kasih sayang.
Namun Nada masih saja menangis dan tidak mau menjawab pertanyaan David. Dan David sendiri semakin penasaran dengan apa yang membuat anaknya sampai menangis sesungguhkan seperti itu. Bahkan mata Nada saja sudah terlihat sembab. Melihat Nada yang tidak merespon pertanyaannya membuat David mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang tuanya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Nada.
" Apa yang terjadi Ma, Pa?" Tanya David kearah mama dan papanya.
" Ini semua gara - gara dokter yang tidak profesional itu. Dia yang sudah membuat cucuku menangis seperti ini." Jawab Karmila dengan ketus. Biarpun baik dia sudah dibuat marah sebab Nada sudah menangis gara - gara Nia.
Pak Widjaya menceritakan apa yang sudah terjadi sesungguhnya, tanpa ada yang dia tambah dan kurangi sedikitpun. Dia sengaja menceritakan kejadian sesungguhnya kepada David agar David tidak salah paham dan tidak memarahinya Nia. Setelah mendengar penjelasan dari papanya, David mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat murka dengan apa yang dilakukan oleh Nia sehingga anaknya sampai menangis sesungguhkan seperti itu.
" Kurang ajar wanita itu !! Benar-benar sudah berani denganku, lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadanya. aAku akan membuat hidupnya menyesal." Geram David dengan tangan yang terkepal.
" Kamu jangan menyalahkan Nia. Nia tidak bermaksud untuk membuat Nada bersedih seperti ini. Wajar dia bicara seperti itu, karena memang di antara kalian tidak ada hubungan apapun. Sehingga Nia tidak mau jika Nada beranggapan lebih kepada dirinya. " Ucap pak Widjaya menjelaskan apa yang dia pahami. Namun David tetaplah David yag tidak bisa untuk dikasih tahu.
Apa yang menurut orang lain benar belum tentu menurut David benar. Tetapi jika menurut David benar belum tentu menurut orang lain benar. Setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh Papanya, David langsung masuk ke kamarnya dan mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.
[ Aku mau untuk dokter Nia, besok diberhentikan dari rumah sakit. Jangan tanya alasannya kenapa. Paham !!.] Seru David begitu saja tanpa memberi alasan yang pasti.
Bahkan David mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, sehingga membuat orang yang diajak bicara merasa tidak dihargai sama sekali.
David kembali menghubungi seseorang, namun kali ini orang yang dia hubungi tidak lain dan tidak bukan adalah Nia. Sampai panggilan kedua Nia belum juga mengangkat teleponnya, dan itu berhasil membuat David semakin marah. David pun tidak putus asa, dia terus menghubungi Nia sampai Nia mengangkat teleponnya.
__ADS_1
[ Halo Tuan David. Ada yang bisa saya bantu?.] Jawab Nia dari seberang telepon.
Akhirnya setelah cukup lama, David menghubungi Nia tanpa henti. Nia pun mengangkat telepon dari David dan langsung menanyakan ada hal apa sampai David menghubunginya.
[ Sudah aku bilang kamu jangan macam-macam dan jangan sampai membuat anakku bersedih !. Tetapi kamu tidak mengindahkan peringatanku, kamu sudah membuat anakku menangis dan bersedih. Aku akan membuktikan ancamanku, mulai besok kamu tidak perlu lagi datang ke rumahku dan ke rumah sakit kamu aku berhentikan!!.]
[ Tapi Tuan apa salah saya ? Saya baru 2 bulan bekerja di Rumah Sakit itu dan saya tidak pernah merasa melakukan kesalahan apapun. Dan soal Nada yang menangis Tuan pasti sudah tahu jawaban dari Tuan Widjaya? Karena tadi saya sudah menceritakan semuanya kepada beliau. Tuan tidak bisa begini, tidak bisa mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan masalah pribadi. Tuan memang orang kaya tapi bukan berarti Tuan bisa seenaknya seperti ini.] Nia menolak tegas keputusan David dan tidak terima dengan apa yang diputuskan oleh David.
[ Aku tidak peduli. Aku yang berkuasa di rumah sakit itu, sebab rumah sakit itu punyaku.]
[Dasar Arogan. Mentang-mentang anda kaya, anda bisa berbuat semaunya begini. Anda lihat saja Tuan, suatu saat pasti anda akan membutuhkan bantuan seseorang.]
[ Brengsek kamu. Kamu sudah berani menasehatiku.]
[Terserah anda mau bicara apa tentang saya yang pasti anda itu tidak profesional. Saya tidak pernah menyangka jika pemilik dari rumah sakit terbesar di kota ini searogan anda dan seegois anda!.]
Tut Tut Tut
" Wanita itu memang kurang ajar ! Dia sudah berani membantah semua kata-kataku. Bahkan dia sudah berani mematikan teleponku begitu saja. Lihat saja Nia suatu saat nanti kamu akan menyesal. Kamu akan susah mencari pekerjaan."Geram David penuh emosi.
David tidak memperdulikan ponsel yang sudah hancur berkeping-keping. Ponsel yang baru dia beli beberapa hari lalu dengan harga puluhan juta, kini sudah hancur dan bertaburan dilantai kamarnya.
David kembali ke kamar Nada untuk melihat keadaan anaknya. Dilihatnya kedua orang tuanya sudah tidak ada di kamar Nada, hanya ada mbak Nur saja yang saat ini sedang memakaikan pakaian untuk Nada. Sepertinya Nada baru saja selesai mandi.
" Jam segini Nada baru mandi?."Tanya David dengan tatapan tajam ke arah Mbak Nur.
" Iya Tuan. Maaf tadi non Nada tidak mau mandi karena masih ngambek dan marah serta menangis. Ini tadi dia mau mandi karena dirayu oleh Tuhan Widjaya akan diajak jalan-jalan dan bertemu dengan Dokter Nia." Ucap mbak Nur menjelaskan sambil ketakutan.
" Cepat selesaikan tugasmu setelah ini silakan keluar karena aku mau bermain dan bicara dengan Nada."Ucap David dengan ketus.
Mbak Nur hanya mengangguk dan segera menyelesaikan tugasnya memakaikan baju dan menyisir rambut Nada. Nada hanya diam saja tidak mau menanggapi apa yang sudah dikatakan oleh Papanya tadi. Tidak biasanya nada diam begitu saja, sepertinya saat ini nada memang benar-benar sedang bersedih.
Setelah menunggu 5 menit, akhirnya mbak Nur sudah selesai dengan tugasnya dan dia keluar dari kamar Nada. David mendekati Nada dan memangku Nada, David mencoba bicara dengan anaknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Nada jangan bersedih lagi ya sayang. Sekarang di sini sudah ada papa,nada mau jalan-jalan sama papa ?"Tanya David dengan lembut sembari mengusap pipi Nada.
" Pa kata Opa, Nada mau jalan-jalan sama Opa sambil ke rumah mama Nia. Kata Opa, Nada harus meminta maaf sama mama Nia. Karena tadi Nada sudah marah dan menangis. "Ucap Nada bicara dengan gaya celoteh anak balita.
" Tidak. Nada tidak perlu meminta maaf. Mulai hari ini Nada harus melupakan Dokter Nia. Dia tidak akan pernah datang kerumah ini lagi dan Nada tidak perlu meminta maaf." Ucap David menolak Nada jika dia harus meminta maaf kepada Nia.
Menurut David, Nia akan semakin besar kepala jika Nada meminta maaf kepadanya. Keputusan memecat Nia dan menjauhkannya dari Nada sudah diambil oleh David dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Terkecuali David sendiri yang memang membatalkannya
" Tapi Nada mau bertemu sama mama Nia, Pa. Nada mau meminta maaf sama mama Nia. Nada tadi sudah salah." Jawab Nada masih ingin bertemu dengan Nia.
" Tidak , pokoknya jika Papa bilang tidak ya tidak. Papa tidak akan pernah mengizinkan kamu bertemu dengan dokter itu lagi. Lagi pula dokter itu memang bukan mama kamu kan? Mama kamu sekarang sudah ada di surga, jadi tidak ada yang bisa menggantikan mama kamu. Kamu paham Nada? Jangan bikin Papa marah lagi nada."Ucap David bicara sedikit keras sehingga Nada langsung menundukkan kepalanya sembari meneteskan air matanya.
Sebenarnya David tidak bermaksud untuk membuat anaknya bersedih. Tetapi dia tidak akan untuk membiarkan Nia tetap ada di dekat anaknya, dia tidak mau Nia terlalu besar kepala dengan apa yang sudah dilakukan oleh Papanya dan Nada.
" Maksud kamu apa David melarang Nada bertemu dengan Nia." Tanya Pak Widjaya dari ambang pintu kamar Nada.
" Dokter sialan itu sudah aku pecat dari rumah sakit, dan dari rumah ini. Dia tidak akan pernah datang ke rumah ini, karena aku tidak mau dia mendekati anakku lagi. David minta tolong sama Papa,tolong jangan pernah mengajak Nada bertemu dengan dia."Ucap David tanpa bisa dibantah lagi.
" Maksud kamu apa mau mencat dokter Nia secara sepihak begitu ? Dia itu tidak bersalah. Ini semua hanya salah paham, kamu tahu anak kamu memang menganggap dia sebagai mamanya. Nia wajar bicara seperti itu agar Nada tidak semakin bergantung kepada dia. Sebab suatu saat nanti Nia akan mempunyai suami dan anak sendiri, terkecuali jika kamu menikah dengannya . Papa tidak menyangka kamu bisa berbuat seenaknya dan sepicik ini ".Ucap pak Widjaya lalu pergi meninggalkan David begitu saja tanpa mau mendengar apa yang ingin dikatakan oleh David.
Aarrrggghhhh...
David menjambak rambutnya sendiri, dia marah dan tidak terima dengan semua yang sudah terjadi. Nia sudah menjadi topik utama dirumahnya, bahkan papanya sendir sekarang juga sudah membela Nia.
" Nada diam saja dikamar nanti papa panggil mbak Nur untuk menemani kamu." Ucap David.
David keluar dari kamar Nada dan kembali kekamarnya lagi yang ada di lantai 2. Dia memutuskan untuk mandi, dia berendam di bathup untuk merilekskan tubuhnya dan menghilangkan kepenatannya.
Sedangkan dirumahnya saat ini Nia sedang menggerutu dan memaki David sebab dia sudah memecat Nia secara sepihak. Hanya karena Nada menangis gara - gara Nia, David memecat Nia begitu saja.
* Bagaimana aku menjelaskannya kepada ibu soal pemecatanku ini. Masalah Kak Vito saja sampai sekarang aku belum memberitahu ibu. Ya Allah , aku harus bagaimana ini.* Gumam Nia dalam batinnya.
*************
__ADS_1