Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Tidak sesuai rencana


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Selesai makan malam, Nia menemani Nada belajar di kamarnya. David dan Rendi masuk ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Kelly sendiri merasa kesal sebab dia tidak ada celah untuk mendekati David. David terlalu sibuk dengan pekerjaan kantornya, padahal Kelly sudah berharap selesai makan malam mereka berkumpul dan bersantai di ruang keluarga.


Namun apa yang diharapkan Kelly tidaklah menjadi kenyataan. Kelly sedang memikirkan cara untuk mendapatkan David.


"Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan kak David. Kesempatanku hanya malam ini saja, karena besok malam aku sudah tidak di izinkan oleh kak David menginap disini. Hemm aku harus berfikir dengan keras ini."Ucap Kelly pada dirinya sendiri.


Kelly ingat jika tadi Nia masuk ke kamar Nada. Kelly beranjak dari kamar nya dan melihat Nia yang saat ini ada di kamar Nada. Kelly membuka perlahan pintu kamar Nada yang tidak terkunci, ternyata Nada sudah selesai belajar dan kini sudah tertidur bersama Nia.


"Hemm sepertinya aku ada ide. Aku akan mengunci kamar Nada dengan begitu wanita kampungan itu tidak akan bisa keluar dari kamar Nada. Dan aku akan menggantikannya di ranjang nya, dengan begitu malam ini aku bisa tidur satu ranjang dengan kak David."Ucap Kelly dengan ide gilanya.


Kelly mengambil kunci yang tergantung di pintu kamar Nada. Dengan cepat Kelly menguncinya dari luar dan mencabut kunci itu serta menyimpannya didekat lampu yang ada di atas meja.


"Dengan begini wanita itu akan susah keluar. Semoga saja dia tidak bawa ponsel sehingga dia tidak bisa menghubungi kak David dan yang lainnya untuk meminta tolong membukakan pintu."Ucap Kelly dengan senyum liciknya.


Kelly melirik jam yang tergantung di dinding, sudah menunjukan pukul setengah 10 malam. Kelly bergegas masuk kamar nya dan berganti lingerie yang teramat transparan dan seksi. Dengan sengaja memakai pakain yang seksi agar David tergoda dengan tubuhnya.


"Dengan begini kak David tidak akan bisa lagi menolak pesona ku. Dia pasti klepek-klepek melihat kemolekan tubuhku. Kak David, tunggu aku. Malam ini kita akan bersenang-senang. Jika lampu kamar dimatikan sudah pasti kak David tidak akan menyadari jika itu aku."Ucap Kelly sangat semangat.


Kelly keluar dari kamar nya dan menutup lingerie dengan piyama tidur nya. Sebab dia ingin ke dapur terlebih dahulu untuk mengambil minum. Saat sampai di dapur, Kelly melihat ada bik Jum sedang membuat dua cangkir kopi. Kelly yakin jika kopi itu untuk David dan Rendi.


"Buat kopi untuk kak David ya, bik?."Tanya Kelly pura-pura bersikap ramah.


"Iya, Non."Jawab bik Jum sambil mengaduk cangkir kopi.


"Kok beda kopinya bik?."Tanya Kelly yang sebenarnya ingin mencari tahu kopi mana yang punya David.


"Oh iya. Ini kopi hitam untuk Tuan David dan kopi susu untuk Tuan Rendi."Jawab Bik Jum.


Kelly tersenyum lebar, beruntung sekali tadi dia kedapur dengan membawa obat yang memang sudah dia siapkan. Dengan begitu dia sangat mudah untuk melancarkan aksinya.


"Bik, tolong buatkan saya kopi susu juga dong. Aku tunggu disini sekarang."Ucap Kelly.


"Sebentar ya Non, saya antarkan kopi Tuan David dulu. Setelah itu baru saya buatkan kopi susu Non Kelly."Ucap bik Jum.


"Sekarang bik. Sudah letakkan saja dulu kopi itu di atas meja ini, dan bibik buatkan kopi permintaanku tadi."Ucap Kelly tetap memaksa.


Bik Jum akhirnya mengiyakan permintaan Kelly, bik Jum meletakkan nampan yang berisi dua cangkir kopi tadi di atas meja dan dia beralih membuatkan kopi permintaan Kelly. Saat bik Jum lengah, Kelly secara cepat menuangkan obat cair kedalam kopi hitam milik David. Dan dengan cepat juga dia menyelipkan obat itu kembali kedalam piyamanya.


"Ini Non kopinya."Ucap bik Jum meletakkan kopi di atas meja.


"Hemm. Aku mau minum dikamar saja, dan kamu cepat antarkan kopi itu ke ruang kerja kak David keburu dingin. By bik Jum."Seru Kelly tersenyum aneh sambil melambaikan tangannya.


Bik Jum hanya menggelengkan kepalanya dengan mengulas senyum yang tidak seperti biasanya.


Sedangkan didalam kamarnya, Kelly bersiap-siap untuk masuk kekamar David dan Nia. Kopi susu buatan bik Jum tadi sama sekali belum dia minum, sebab itu tadi hanya alasannya saja meminta kopi padahal dia hanya ingin menuangkan obat dalam kopi.


"Sudah selesai, nah sekarang aku tinggal kekamar Kak David dan aku cukup berbaring di atas kasurnya. Dengan begitu Kak David saat masuk kamar akan langsung menyergapku. Duhh kak David aku sudah tidak sabar lagi bermain dengan mu dan menjadi nyonya di rumah ini."Ucap Kelly dalam hatinya.


Kelly keluar kamar tamu, dan secara perlahan dia menaiki anak tangga. Saat sampai depan kamar David, Kelly segera membuka pintu dan dia sangat takjub saat masuk kamar utama yang ditempati Nia dan David. Kamar itu 2 kali lipat lebih besar dari kamar tamu yang saat ini dia tempati.


"Kamar sebesar dan semewah ini tidak pantas di tempati wanita kampungan itu, akulah yang lebih pantas menempati kamar ini dan aku lebih pantas menjadi nyonya dirumah mewah ini."Seru Kelly.

__ADS_1


Kelly mematikan lampu utama, dan hanya menyisakan lampu tidur yang ada di atas nakas saja. Lampu itu tidak begitu terang, sehingga pengklihatan juga tidak seberapa cerah. Apalagi hanya satu lampu saja yang hidup, yang di atas nakas samping Kelly sengaja juga dia matikan.


Sementara itu bik Jum yang mengantarkan kopi di ruangan kerja David nampak biasa saja. Sebab memang dia tidak melakukan kesalahan. Masalah juga sudah dia atasi sehingga semuanya aman terkendali.


"Terimakasih bik. Oh iya apa istriku masih dikamar Nada?." Tanya David ingin tahu keberadaan Nia.


"Sama-sama Tuan. Iya, tadi Non Nia masih ada dikamar nya Non Nada. Sepertinya Non Nia ketiduran disana, apa perlu saya bangunkan Tuan?."Tanya bik Jum.


"Tidak perlu. Bibik sekarang istirahatlah."Seru David lagi.


"Iya Tuan."Jawab bik Jum singkat.


Sebelum bik Jum keluar dari ruang kerja David, dia menceritakan sesuatu kepada David dan Rendi. David dan Rendi mendengarkan cerita dengan serius. Terlihat sekali jika David sangat marah dan mencoba menahan emosinya. Selesai menceritakan sesuatu itu kepada David, bik Jum pun keluar dari ruang kerja David.


David dan Rendi tahu apa yang harus mereka perbuat. Dengan segera David meminta Rendi untuk menghubungi seseorang agar segera datang ke rumah David. David dan Rendi punya cara tersendiri untuk menghadapi tikus kecil yang sudah membuat David hilang mood untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Bagaimana?." Tanya David tegas.


"Sekitar 15 menit dia akan sampai di rumah ini, Tuan."Jawab Rendi.


"Hemm.. Sudahi pekerjaan ini. Aku sudah tidak konsentrasi lagi menyelesaikan semua nya. Lagipula tinggal 3 berkas lagi yang belum kita selesaikan."Seru David dengan kesal.


"Baik Tuan. Biar besok saya yang menyelesaikannya. Lagipula berkas-berkas itu besok belum kita gunakan."Jawab Rendi.


*Huuhh melihat Tuan David yang marah seperti ini kenapa aku jadi takut. Padahal sudah biasa aku melihatnya marah, bahkan lebih dari ini. Bagaimana jika dia tahu aku dan Miska menjalin hubungan, apa aku bakal di hajar sama Tuan David.*Gumam Rendi dalam hati.


David melirik ke arah Rendi, dilihatnya Rendi yang tidak seperti biasanya. David melihat Rendi seperti sedang gugup dan sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa?." Tanya David mengagetkan Rendi.


"Tidak, tidak apa-apa Tuan."Jawab Rendi gugup.


"Apa kamu mau menggantikan peran orang yang kamu hubungi tadi?."Tanya David sambil memicingkan matanya.


Membayangkan saja tidak pernah, apalagi harus menggantikan peran untuk hal yang sangat menjijikan. Dikasih gratis bahkan dibayar pun dia tidak akan mau.


********


Dikamar David, Kelly gelisah karena menunggu kedatangan David tak kunjung datang juga. Jam sudah menunjukan pukul 11 malam.


"Kenapa kak David sampai sekarang belum masuk juga. Padahal ini sudah jam 11 malam, dia pasti sudah meminum kopinya dan obat itu pasti sudah bereaksi. Tapi kenapa belum masuk juga atau jangan-jangan memang kak David belum meminum kopinya? Tapi mana mungkin, sudah hampir 1 jam kok belum diminum yang pasti kopi itu akan dingin."Ucap Kelly bermonolog pada dirinya sendiri.


Ceklekkk


Tiba-tiba pintu kamar ada yang membuka dari luar. Kelly sudah memasang badannya dan menetralisir rasa gugupnya. Dia yakin jika saat ini David lah yang masuk ke kamarnya. Tidak mungkin orang lain, sebab kamar ini hanya ditempati David dan Nia. Sedangkan Nia tidur dan terkunci di kamar Nada.


Kelly mencoba melihat siapa yang masuk namun pandangan dia tidak begitu jelas, karena lampu begitu redup. Tang pasti Kelly tahu jika yang masuk ke kamar adalah seorang pria dan sudah pasti itu David. Samar-samar Kelly melihat tubuh pria itu sempoyongan dan nafas yang memburu, sudah dapat di pastikan jika obat itu sudah bekerja dengan baik.


* Akhirnya kak David masuk juga, dengan begitu aku dan dia akan melakukannya malam ini. Selamat tinggal wanita miskin, sebentar lagi kamu pasti akan ditendang oleh kak David dari rumah ini.*Gumam Kelly dalam hatinya.


Yang masuk ke kamar David memang benar seorang laki-laki. Namun pria itu bukanlah David, tetapi seseorang yang tadi dihubungi oleh Rendi. Namun Kelly tidak menyadari jika pria itu bukanlah David, sebab memang cahaya di kamar tidak seberapa terang. Salah siapa kamu matikan lampunya? Bakal nyesel deh kamu, Kelly.


Pria itu naik ke atas kasur, lalu dia mematikan lampu tidur yang ada di atas naskah sampingnya. Lalu dia berbaring di samping Kelly. Setelah berbaeing pria itu langsung memeluk Kelly dengan erat, dan menciumi Kelly tanpa mengeluarkan sepatah kata pun agar Kelly tidak mengetahui jika pria itu memang bukanlah David.


"Sayang, kenapa baru masuk kamar? Aku sudah menunggumu dari tadi."Ucap Kelly dengan manja. Kelly mengira jika David saat ini sudah terpengaruh dengan obat yang dia berikan di kopinya sehingga David terlihat lebih agresif.


Pria yang di sangka David itu pun kini sudah melepas pakaiannya sendiri dan melemparnya sembarang arah. Tidak sampai di situ saja, dia juga melepaskan pakain Kelly dengan tidak sabarnya sehingga lingerie yang dipakai Kelly sobek dan dia melemparnya sembarang arah.


"Sayang pelan-pelan ya. Oh iya kenapa kamu tidak bersuara, apa kamu sangat menginginkannya sehingga kamu tidak mau bersuara."Seru Kelly yang saat ini sudah mengalungkan tangannya di leher sang pria.

__ADS_1


"Heemm."Pria itu hanya berdehem saja.


Kelly tersenyum senang, akhirnya keinginannya untuk bisa tidur dan melakukan dengan David tercapai juga. Sudah bertahun-tahun dia menantikan saat-saat seperti ini. Dan malam ini semuanya akhirnya tercapai.


"Sayang, bagaimana kalau kita hidupkan lampunya biar kita sama-sama enak saat main."Seru Kelly hendak menghidupkan lampunya.


Kelly tahu jika pria yang di anggapnya David itu saat ini sudah dipengaruhi obat, sehingga jika lampu menyalapun dia tidak akan sadar jika saat ini yang bersamanya adalah Kelly bukan Nia. Kelly sudah hafal betul bagaimana pria yang sudah terpengaruh obat, bagi mereka yang penting bisa segera melepaskan h4sr4tnya saja tidak peduli siapa wanita nya.


Saat Kelly hendak turun dari ranjang untuk menghidupkan lampu. Tiba-tiba sang pria menarik tangannya dan tidak membiarkan Kelly untuk turun.


"Oh kamu sudah tidak sabar ya sayang. Baiklah kita main gelap seperti ini tidak masalah,ayo kita main sayang. Malam ini aku milikmu seutuhnya dan begitupun dengan mu, kamu adalah milikku seutuhnya. Setalah ini kamu harus menikah denganku , Sayang."Seru Kelly dengan bodohnya.


Pria itu dengan cepat melaksanakan aksinya, sebenarnya ini bukan pertama kali untuk Kelly dan sang pria. Sebelumnya mereka sudah pernah bahkan sudah sering melakukannya.


"Ahhh... Sayang."Seru Kelly saat ada sesuatu yang menyeruak masuk secara paksa.


*Aku kira punya kak David besar dan kokoh. Tapi ternyata kok sama saja dengan miliknya, Keanu. Ah tidak masalah, yang penting aku bisa mendapatkan Kak David. Dengan begitu aku tidak akan pernah kekurangan uang.*Gumam Kelly dalam hatinya.


Kelly sangat menikmati olah raga malamnya, suara-suara aneh sudah mulai keluar. Dan suara Kelly yang mendominan, pria yang ada diatas itu mengulas senyum dengan bahagia. Selain bisa melakukan tanpa pengaman, dia juga akan mendapat bayaran 50 juta dari David. Benar-benar pekerjaan yang menyenangkan.


*Kenapa aku merasa tidak asing dengan pria ini, bau parfumnya? Mana mungkin , ini kak David. Sudah jelas-jelas ini kak David dan sudah pasti ini kak David. Sudahlah Kelly kamu nikmati saja permainan malam ini.*Gumam Kelly dalam hatinya.


"Ah.. David. David sayang, kamu benar-benar luar biasa sayang." Seru Kelly meracau tidak karuan.


*Sial ! Kelly menyebut nama pria lain saat berolah raga dengan ku. Tapi memang dia tahunya aku ini Tuan David. Bodoh kamu Kelly, masa kamu tidak bisa mengetahui jika ini aku pacarmu, Keanu.*Gumam Keanu dengan kesal.


Pria yang dihubungi oleh Rendi tadi adalah Keanu. Keanu adalah pacar Kelly yang sudah menjalin hubungan selama satu tahun terakhir ini. Bahkan hubungan pacaran mereka sudah melewati batas, dan melebihi seperti sepasang suami istri. Hampir setiap kali mereka bertemu pasti mereka akan melakukannya.


Sementara itu, saat ini di ruang kerjanya David dan Rendi sedang membicarakan apa yang terjadi dengan Kelly dan Keanu didalam kamar sana.


"Ternyata wanita itu tak ubahnya seperti wanita p3l4cur murahan. Baru pacaran sudah mau berolah raga bersama, bahkan hampir setiap kali bertemu. Semoga saja adikku nanti terhindar dari hubungan bebas seperti itu."Ucap David penuh harap.


"Non Miska saya jamin tidak akan seperti itu dan dia itu akan mendapatkan pria baik-baik yang bisa menjaga dan membahagiakannya."Ucap Rendi seakan dia membanggakan dirinya sendiri. Dia bicara dengan senyum bangganya sehingga membuat David semakin curiga.


David sedang tidak mau membahas soal Miska, sehingga dia tidak menanyakan maksud perkataan Rendi barusan.


"Besok aku mau ranjangku ganti yang baru. Yang lama kamu bakar saja, aku tidak mau memakai ranjang bekas mereka."Ucap David memberikan perintah.


"Baik tuan."Jawab Rendi dengan singkat.


David mengajak Rendi keluar dari ruang kerja untuk melihat aksi permainan Kelly dan Keanu. Rendi pasrah ikut begitu saja, dia sebagai pria yang belum menikah tentunya malu melihat hal begituan.


"Menjijikan !!."Seru David saat berada di depan pintu kamarnya.


"Apa tuan mau masuk?."Tanya Rendi.


"Menurut kamu?." Tanya balik David.


"Terserah tuan David saja."Jawab Rendi juga bingung dengan pertanyaan David.


Rendi terlihat bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil senyum nyengir kuda.


FLASHBACK ON


Saat Kelly sudah lebih dulu masuk kekamarnya dengan membawa secangkir kopi susu yang dibuatkan oleh Bik Jum. Bik Jum tidak serta merta membawa kopi nya ke ruangan kerja David. Namun Bik Jum membuang dua cangkir kopi itu dan menggantinya yang baru.


Dia tahu saat Kelly memasukkan sesuatu kedalam kopi hitam milik David. Namun dia tetap mengganti keduanya agar kopi tetap dalam keadaan panas saat diantar.


"Apa dikira saya tidak tahu apa yang tadi dimasukkan Non, Kelly. Pasti obat yang bisa bikin orang lupa diri. Non Kelly jangan harap kamu bisa merusak rumah tangga Tuan David."Ucap bik Jum sembari membuat kopi baru untuk David dan Rendi.

__ADS_1


Selesai membuat kopi yang baru bik Jum mengantarkan kopi itu keruang kerja David. Dan dia juga menceritakan apa yang tadi dilakukan oleh Kelly kepada David dan Rendi.


FLASHBACK OFF


__ADS_2