
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Nia meminta izin kepada suaminya untuk datang ke acara reuni SMA yang di adakan di salah satu rumah temen Nia, Sabita. Sabita adalah teman SMA Nia yang paling kaya, dia anak dari pemilik yayasan tempat Nia bersekolah. Awalnya Nia tidak mau datang sebab memang dia tidak dekat dengan teman-teman SMA nya selain Berta dan Rindi.
Acaranya di adakan sekitar jam 11 siang sampai selesai. Reuni ini khusus untuk lulusan Nia saja, Berta dan Rini sengaja datang menunggu Nia. Mereka menuunggu di depan komplek perumahan tempat tinggal Sabita.
" Hubby aku berangkat ya."Seru Nia berpamitan dengan David.
" Yakin berangkat sendiri tanpa mau mengajak Miska? Miska bisa loh menemani kamu, Sayang?."Seru David agak ragu membiarkan Nia sendirian.
Seandainya siang nanti dia tidak meeting dengan klien sudah pasti dia akan ikut ke acara reuni itu. Namun pekerjaan yang menghalanginya untuk bisa ikut.
" Yakin Hubby. Ada Rindi sama Berta juga kan disana. Nanti kalau ada apa-apa pasti aku menghubungi, Hubby."Ucap Nia menyakinkan David.
" Hemmm kenapa teman kamu itu tidak mau menjemput kamu kesini? Mereka menunggu dimana?."Tanya David.
" Mereka kalau kesini dulu kejauhan Hubby, harus putar balik dong. Mereka menunggu di dekat komplek perumahan tuan rumah nya. Ya sudah aku berangkat ya Hubby, pokoknya sebelum Hubby pulang kantor nanti aku pasti sudah pulang."Ucap Nia berjanji pada suaminya.
Hari ini David memang sengaja tidak berangkat ke kantor, namun dia hanya akan ikut meeting saja dengan kliennya di salah satu restoran bintang 5.
David mengantar Nia sampai ke mobil, kali ini Nia dia izinkan mengendarai mobilnya sendiri. Mobil yang David hadiahkan saat kabar kehamilan Nia dia ketahui.
" Hati-hati sayang."Seru David lalu mencium kening Nia.
" Iya hubby."Jawab Nia singkat.
* Huhhh padahal juga cuma mau pergi reuni, pamitan saja dibikin lama begini. Perasaan hampir 40 menit sendiri untuk pamit.*Gumam Nia dalam hatinya.
Nia melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumahnya menuju dimana rumah Sabita berada. Hanya butuh waktu 35 menit mobil yang di kendarai Nia sudah sampai di gerbang komplek perumahan Dahlia dimana rumah Sabita berada.
Terlihat mobil Berta ada di pinggir jalan, Nia memberhentikan mobilnya dan membuka kaca mobilnya untuk menyapa sahabatnya.
" Berta, Rindi yuk langsung saja. Sudah panas banget ini."Seru Nia dari dalam mobil.
" Wahh Nyonya besar mengendarai sendiri. Oke kamu duluan."Seru Berta lalu kembali masuk ke mobilnya.
Mobil Nia dan Berta beriringan memasuki gerbang komplek. Kedua teman Nia itu senang melihat perubahan Nia, Nia terlihat bahagia dan sudah mau memakai fasilitas mahal dari suaminya. Mobil yang dipakai Nia saja jika dibelikan mobil seperti punya Berta bisa dapat 4 mobil.
Kini mobil Nia sudah berhenti tepat di depan rumah Sabita. Mobil Nia parkir paling depan sesuai dengan arahan satpam rumah Sabita. Para tamu belum banyak yang datang, baru ada sekitar 10 mobil saja. Acara reuni di adakan di halaman belakang rumah, sehingga yang sudah pada datang pun ada di belakang sana.
__ADS_1
" Lewat mana ini pak?."Tanya Rindi kepada pak Satpam.
" Bisa lewat samping sina saja Non, jalan lurus saja terus belok kiri. Disana sudah ada beberapa tamu yang datang, kalau Non Sabita sepertinya masih ada di kamar. Biasa, tuan rumah pasti ingin tampil maksimal."Ucap pak Satpam dengan ramah.
" Sudah kita ikutin saja arahan pak Satpam."Ucap Rindi.
Nia, Berta dan Rindi pun berjalan beriringan menuju tempat yang sudah di arahkan oleh pak Satpam. Nia akui, rumah Sabita ini cukup besar dan luas. Bangunanya juga masih terlihat baru, sepertinya rumah ini baru saja di renovasi.
" Wahh tiga sekawan ini datang juga. Berta, kamu masih saja berteman dengan Rindi dan Nia. Kalau Rindi sih tidak masalah, Nia ini loh bukannya dia ini dulu siswa termiskin di sekolahan? Bahkan untuk sekolah saja dia pakai beasiswa. Hemm tapi dengar-dengar sih dia sudah menjadi dokter. Benar tidak Nia?."Tanya Sabita dengan menunjukan senyum sinisnya. Ternyata dia sudah ada di tempat acara, sudah tidak dikamarnya lagi.
Penghinaan Sabita, bagi Nia sudah biasa. Sehingga Nia tidak tersinggung, dia hanya menanggapinya dengan senyuman saja. Bagi Nia tidak begitu penting menunjukan sekarang ini dirinya siapa. Dia datang ke acara reuni itu hanya untuk bertemu dengan teman-temannya saja, tidak ada niat untuk mencari ribut.
" Iya aku sudah jadi dokter. Oh iya apa kabar Sabita dan kalian semua?."Tanya Nia lalu mengulurkan tangannya didepan Sabita. Namun sayang nya Sabita tidak mau menerima uluran tangan Nia.
Berta dan Rinda sangat geram melihat kelakuan Sabita. Saat Berta ingin menegur Sabita, Nia dengan cepat menggelengkan kepalanya sehingga Berta mengurungkan niatnya. Dua teman Sabita, Mayang dan Noni mendekati Sabita dan berdiri di samping kanan dan kiri Sabita.
Keriuhan terdengar dari luar sana, ternyata teman-teman yang lainnya sudah berdatangan sehingga Sabita meninggalkan Nia dan menyambut teman-temannya lebih dulu.
" Tahu seperti ini tadi tidak usah datang."Gerutu Rindi kesal.
" Sudah biarkan saja. Nanti kalau dia masih saja sombong dan menghina Nia, kita kasih tahu siapa Nia yang sesungguhnya. Yang aku tahu perusahaan orang tua Sabita itu juga bekerja sama dengan Widjaya Group, jika sampai kerja sama itu putus aku bisa pastikan orang tua Sabita bakalan rugi besar."Seru Berta sedikit berbisik di telinga Rindi.
" Kalian bicara apa sih?."Tanya Nia tidak tahu apa yang dibicarakan oleh kedua temannya itu.
Teman-teman yang datang semakin ramai, ada yang membawa pacar nya dan ada juga yang membawa istri dan suaminya bagi mereka yang sudah menikah.
" Sabita di depan itu mobil kamu? Asli itu bagus banget, mobil impianku. Kapan ya kira-kira aku bisa punya mobil sebagus itu."Ucap Arin salah satu teman sekolah.
Sabita kebingungan, mobil apa yang dimaksud Arin. Setahu Sabita mobilnya tetap sama saja mobil yang dia pakai 2 tahun yang lalu dan bukan mobil keluaran terbaru.
* Mobil ? Hemm mobil siapa yang dimaksud Arin? Sedari tadi pagi aku memang tidak keluar dari rumah, jadi tidak tahu kalau ada mobil mewah. Oh atau jangan-jangan itu mobil baru hadiah dari papa? Hari ini selain reuni aku memang ulang tahun, sepertinya memang mobil dari papa.*Gumam Sabita tersenyum dengan bangga.
" Oh iya itu mobil dari papa ku, baru juga 4 hari yang lalu dibeli. Itu mobil sebagai hadiah ulang tahun ku. Bagaimana? Bagus ya?."Seru Sabita berbangga diri tanpa melihat mobil terlebih dahulu.
Nia dan kedua temannya tidak perduli dengan pembahasan Sabita dan yang lainnya. Mereka bertiga memilih duduk bersantai sambil memainkan ponsel ditangannya. Bicara soal mobil, tahukah Sabita mobil siapa yang kira-kira yang ditanyakan oleh Arin tadi. Dan dengan bangganya dia mengira jika itu mobil kado ulang tahun dari papanya.
" Hai Nia kamu tidak ikut memberikan aku selamat atas mobil baru ku?."Tanya Sabita berdiri tepat dihadapan Nia yang duduk.
" Oh iya, selamat ya Sabita. Semoga nanti aku juga bisa punya mobil mewah seperti punya kamu itu."Ucap Nia dengan polosnya.
Haaahaaa Haaaahaaaa
Sabita dan teman - temanya tertawa lebar. Mereka menertawakan kehaluan Nia, mana bisa Nia sang wanita miskin itu bisa mempunyai mobil semewah itu. Mereka benar-benar merendahkan Nia.
" Sadar diri woeee !! Kamu itu cuma orang miskin mana bisa beli mobil seperti itu. Dokter sih, tapi tetap saja miskin. Aku yakin barang-barang yang kamu pakai ini saja semuanya KW. Kalau aku sih malu pakai barang KW hanya untuk bisa terlihat mewah. Orang yang katarak saja pasti tahu jika semua nya itu barang KW alias palsu."Seru Mayang dengan lantang.
__ADS_1
" Hehh Mayang ! Kamu mengatakan Nia orang miskin, lantas kamu sendiri sudah kaya gitu? Jangan belagu kalau uang saja masih minta sama orang tua. Biarpun miskin, yang penting Nia sekarang sudah bekerja dan menghasilkan uang. Lah kamu? Lulus kuliah saja belum tapi belagu banget, heran deh sama kamu masa iya sudah mau 5 tahun kagak lulus juga."Seru Rindi mencibir Mayang.
Wajah Mayang langsung berubah merah, dia merasa jika Rindi sudah menghina nya dan mempermalukannya. Padahal dia mengaku dengan teman-temannya jika dia itu sudah bekerja menjadi sekertaris CEO Widjaya Group.
" Loh Mayang, bukannya kamu tadi bilang sudah bekerja di Widjaya Group. Katanya bekerja sebagai sekertaris CEO kok Rindi bilang kamu belum kelar kuliah."Seru Arin dengan wajah keheranan.
" Emmm aku memang kuliah baru kelar sebulan yang lalu dan sekarang benar bekerja di Perusahaan Widjaya group kok. Kamu ini jangan percaya sama Rindi. Dia mana tahu kehidupanku."Ucap Mayang tetap saja berbohong.
Kedua teman Nia, Berta dan Rindi sudah mencari tahu semua nya tentang Sabita, Mayang dan Noni. Mereka sengaja mencari tahu informasi tiga sekawan itu, agar jika ada masalah seperti saat ini mereka ada bahan untuk melawan. Dan ternyata perkiraan Berta dan Rindi benar, jika ajang pesta ulang tahun dan reuni ini hanya akan dijadikan tempat untuk saling hina dan pamer.
" Oh berarti kamu tahu dong siapa nama CEO Widjaya Group?."Tanya Berta dengan santainya.
" Ya jelas tahu dong. Nama CEO nya Tuan David Putra Widjaya."Jawab Mayang dengan angkuhnya.
" Terus nama istrinya?."Tanya Berta lagi yang mendapat pelototan dari Nia.
Nia tidak mau membuka siapa dia didepan teman-teman SMA nya. Nia hanya tidak mau semua menjadi baik dan hormat hanya karena dia istri dari CEO Widjaya Group. Namun Berta dan Rindi sepertinya tidak akan membiarkan Nia terus menerus dihina dan direndahkan oleh teman-temannya.
" Emm itu urusan pribadi Tuan David. Jadi mana saya tahu siapa istrinya."Jawab Mayang gugup.
" Kalau kamu benar sekertaris Tuan David, sudah pasti kamu tahu dong siapa istrinya. Secara istrinya juga sering datang ke perusahaan untuk menemui suaminya. Duhh Mayang, kalau bohong itu pakai ot4k dong. "Seru Rindi kalau bicara memang terkadang sedikit kasar.
" Sudah-sudah !! Kamu ini apa-apaan sih? Ini tuh acara ku, untuk apa kalian ribut seperti ini. Jika kalian cuma mau ribut, pergi saja dari sini."Seru Sabita dengan ketus.
Nia pun bangkit dari duduknya dan mendekati kedua temannya. Nia meminta Berta dan Rindi untuk tidak terus cari masalah, mereka seperti itu hanya untuk membela dirinya saja.
" Berta, Rindi sudah ya. Terima kasih kalian sudah mau membela ku, tapi sekarang lebih baik kita diam saja. Kita datang ke sini untuk bersilaturahmi dengan teman-teman, bukan untuk mencari keributan seperti ini."Ucap Nia sembari menatap ramah kedua temannya itu.
" Lebih baik kita pulang saja. Kedatangan kita memang tidak mereka harapkan, lagipula mereka sengaja memgundang kita hanya untuk menghina kamu, Nia. Yuk pulang."Seru Rindi memutuskan untuk pulang.
" Sudah sana pulang saja."Seru Sabita ketus.
Hhuuhuuu.. Huuuuuuu
Suara seruan Noni, Mayang dan teman-teman yang lainnya membuat Nia dan kedua temannya menjadi ingin segera mungkin pergi dari tempat itu.
" Oh iya Mayang, Noni apa kalian tidak malu pakai barang-barang KW."Seru Nia dengan berani dia berkata seperti itu sebelum dia meninggalkan tempat itu.
" Kurang4j4r !! Kamu !!."Seru Mayang dan Noni bersamaan.
Nia tersenyum sinis, dia dan kedua temannya pun berjalan menuju arah keluar. Mayang dan Noni tersinggung dengan perkataan Nia tadi, sehingga dia pun mengejar Nia sampai halaman depan dimana mobil-mobil terparkir. Sabita dan yang lainnya juga penasaran apa yang akan di lakukan oleh Mayang dan Noni sehingga mereka juga mengikuti Noni dan Mayang.
* Wahhh itu kah mobil ku? Mobil yang dihadiahkan papa? Papa benar-benar the best, dengan begini aku kan jadi bisa pamer maksimal depan teman-teman ku.*Gumam Sabita dengan senang.
***********
__ADS_1