
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dikantin perusahaan Widjaya Group, saat ini para karyawan sedang membicarakan David. Mereka sudah nengetahui soal pernikahan David.
" Ehh benar tidak sih kalau Tuan David itu sekarang bukan hot duda lagi?" Tanya Lena pada Serin teman kerjanya.
Kabar pernikahan David sudah menyebar dikalangan karyawan kantornya. Namun mereka tidak ada yang tahu siapa sosok wanita yang bisa meluluhkan hati sang hot duda arogan itu. Semua para karyawan wanitapun merasakan patah hati berjamaah, terutama Lena yang memang menaruh hati kepada David.
" Kabarnya sih begitu. Tapi aku tidak tahu siapa wanita yang dinikahi Tuan David. Mungkin saja wanita kaya raya dari negeri seberang atau puteri salah satu dari klien nya." Jawab Serin.
" Bener dah, aku penasaran sekali siapa wanita yang bisa meluluhkan hatinya hot duda itu. Eh tapi sekarang bukan hot duda lagi. Biarpun tuan David itu dingin dan arogan ,tetapi aura ketampanannya tidak akan pernah pudar sedikitpun."Seru Lena semakin mengagumi David.
" Sudah jangan banyak berharap, nanti kamu gila."Seru Serin sambil tertawa dan diikuti oleh temannya yang lainnya.
Bukan hanya Lena saja yang penasaran dengan sosok wanita yang menjadi istri David. Terlebih pernikahan David terkesan tertutup dan dirahasiakan, mereka menduga-duga jika wanita yang dinikahi David sombong dan tidak mau tersorot kamera.
" Pasti istri Tuan David itu sombong, buktinya pernikahannya saja tersembunyi. Tidak seperti pernikahannya yang pertama, dulu pesta sangat meriah serta para karyawan juga semua di undang. Beritanya dimana-mana, yang ini pasti sombong dan anti sama kamera wartawan." Seru Lena berfikir buruk terhadap istri baru David.
" Husss jangan bicara seperti itu. Nanti ada yang dengar dan dilaporkan kepada Tuan David, bisa tamat riwayat kamu, Len. Kamu pasti akan dipecat, dan jika sudah dipecat dari Widjaya group cari pekerjaan diluar sana bakalan susah." Seru Serin mengingatkan Lena agat bisa menjaga ucapannya.
" Iya itu, Len." Seru beberapa teman yang lainnya.
Jam makan siang sudah hampir habis, Serin dan Lena beserta teman-temannya yang lain segera menghabiskan makanannya.
Sementara ini, selesai jam makan siang David memanggil menejer devisi marketing dan pemasarn. Sebulan kedepan perusahaan akan meluncurkan produk baru dan David mau semua itu berjalan lancar tanpa ada kendala sedikitpun. Proses pembuatan iklanpun harus maksimal dan memakai model yang kompeten serta profesional, bukan hanya modal cantik saja.
" Bagaimana kalau model yang Tuan rekomendasikan waktu itu kita pakai lagi. Biarpun dia model pendatang baru, tetapi dia membawa hoki untuk perusahaan kita. Terbukti penjualan kita melesan berkali-kali lipat, Tuan." Seru menejer marketing.
" Benar Tuan. Saya setuju dengan idenya pak Basuki."Ucap menejer pemasaran.
Braaakkkk
Bukannya menjawab David justru menggebrak meja dengan kuat, sehingga kedua menejer yang ada dihadapannya terlonjak kaget. Dua menejer itu tidak tahu apa yang terjadi dengan David, kenapa David bisa semarah itu.
__ADS_1
Rendi yang mendengarkan saja merasa ngeri, dia takut David akan mengamuk. Mengingat model yang dipakai itu adalah Nia, yang saat ini sudah menjadi istri sah David. Tapi kedua menejer itu tidak ada salahnya juga, mereka tidak tahu jika model yang dulu adalah istri dari sang Ceo perusahaan.
" Siapa yang meminta kalian memberikan saran memakai model itu? Jika kalian berani memanggil wanita itu untuk menjadi model, aku pastikan kalian tidak akan selamat!! Sekarang kalian keluar dari ruanganku, sebelum aku menghajar kalian." Seru David penuh amarah.
Kedua menejer itu tanpa membantah langsung bangkit dan secara bersamaan keluar dari ruangan David. Mereka berdua sangat ketakutan melihat David yang marah dengan wajah memerah seperti akan memakan mereka berdua.
" Tuan David, tenangkan diri anda. Mereka tidak tahu jika model itu Nona Nia yang saat ini sudah menjadi istri anda. Jadi Tuan jangan marah seperti ini, jangan sampai amarah anda menguasai diri anda, Tuan." Seru Rendi bicara dengan pelan menenangkan David.
" Kamu membela dua menejer sinting tadi?." Seru David tidak terima dengan nasehat yang diberukan oleh Rendi.
" Maaf tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu, hanya saja mereka memang tidak tahu jika model itu istri, Tuan. Mereka memang tidak tahu kan, siapa istri anda?."Seru Rendi mengingatkan David.
David terdiam dan mencoba mengontrol emosinya, dia duduk kembali di kursi kebesarannya. Melihat David yang sudah mulai tenang, Rendi pun keluar dari ruangan David.
***********
" Kamu sudah menikah, Nia?."Tanya Kesa saat jam praktek Nia sudah habis.
Nia jujur dengan Kesa jika, liburnya selama hampir seminggu kemarin karena dia menikah. Mata Kesa melotot dan bola mata seperti mau melompat dari kelopak matanya.
" Iya mbak, Kesa. Tapi aku sengaja tidak mengundang orang rumah sakit, sebab memang tidak ada pesta. Hanya akad nikah saja yang dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja. Maaf ya mbak." Seru Kesa merasa tidak enak dengan Kesa.
" Oh begitu. Ya sudah tidak apa-apa, aku cuma mendoakan semoga kamu dan suami kamu hidup bahagia dan segera diberi momongan. Kalau boleh tahu siapa suami kamu?."Seru Kesa ingin sekali mengetahui identitas suami Nia.
" Aku akan kasih tahu mbak Kesa, tapi janji ya mbak jangan kasih tahu yang lainnya. Aku tidak mau orang beranggapan aku aji mumpung atau ingin memanfaatkan suamiku." Seru Nia.
" Heemm kok aku jadu semakin penasaran begini ya ? Siapa sih suami kamu? Baiklah aku tidak akan memberitahu siapapun, kamu bisa pegang janjiku kok." Ucap Kesa yang sudah tidak sabar lagi mengetahui siapa suami Nia.
Nia mengangguk, dengan pelan dia mengambil ponsel dalam saku jas kerjanya lalu membuka galeri dan mencari foto pernikahannya dengan David. Nia tidak mau dibilang membual, sehingga dia menunjukan foto-foto pernilahannya kepada Kesa.
" Ini mbak bisa lihat sendiri foto-fotonya." Seru Nia sembari menyerahkan ponselnya kepada Kesa.
Kesa dengan rasa penasarannya langsung menerima ponsel dari tangan Nia. Dengan cepat Kesa melihat foto-foto itu, Kesa dibuat semakin terkejut dengan apa yang dia lihat diponsel Nia.
" Tuan David!!." Seru Kesa dengan keras.
Kebetulan mereka memang ada di ruang praktek sehingga terbilang aman dan tidak akan ada orang yang mendengar percakapan mereka. Terkecuali jika ada orang yang sengaja untuk menguping.
" Jadi suami kamu itu tuan David, Nia?."Tanya Kesa lagi agar dia semakin yakin.
__ADS_1
" Iya mbak. Seperti yang mbak Kesa lihat. Suamiku memang Tuan David. Aku saja tidak menyangka bisa menikah dengan duda arogan itu." Seru Nia dengan santainya.
" Duda ? Hussst jangan menyebutnya duda, dia sekarang bukan duda lagi. Sekarang tuan David itu suami kamu loh."Seru Kesa tidak menyukai perkataan Nia.
Heheeee
Nia hanya tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kesa sendiri tidak pernah menyangka jika Nia berhasil menaklukkan David sang boss yang terkenal Arogan dan semena-mena.
" Semoga pernikahan kamu dan tuan David langgeng sampai Jannah. Dan segera diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah."Seru Kesa mendoakan yang terbaik untuk pernikahan Nia dan David.
" Aamiin. Terimakasih ya mbak atas doanya, janji ya jangan kasih tahu yang lain. Aku hanya tidak mau mereka menganggap aku matre. Dirumah sakit ini yang tahu hanya Pak Irawan dan mbak Kesa saja." Ucap Nia lagi.
Kesa mengangguk sembari mengacungkan jari kelingkingnya, dan disambut oleh jari kelingking Nia. Selesai berbincang dengan Kesa, Nia merapikan peralatan dokternya dan segera untuk pulang. Dia harus pulang lebih cepat sebab dia saat ini sudah menjadi seorang istri dan ibu yang mempunyai tanggung jawab. Meskipun bekerja, Nia tidak akan melupakan kewajibannya.
Sebelum pulang kerumah, Nia mampir ke supermarket telebih dahulu untuk membeli bahan makanan yang akan dia masak untuk makan malam. Kebetulan memang isi kulkasnya juga habis sehingga Nia sekalian belanja banyak untuk stok dirumah.
" Aku belanja sebanyak ini apa uangku cukup? Semoga saja cukuplah. Heeehhhh terpaksa belanja pakai uang pribadi, aku lupa meminta uang sama David. David juga kenapa tidak memberiku uang, apa dia lupa atau memang sengaja tidak mau memberi aku uang."Seru Nia bermonolog sendiri.
Nia ikut mengantri di barisan pelanggan yang lain, saat dia sedang menunggu giliran tiba-tiba Nia melihat Baskoro juga ada di antrian kasir. Baskoro berdiri disamping Nia tepat, dia mengantri di kasir lain.
" Ayah." Seru Nia dengan pelan.
Baskoro sayup-sayup mendengar apa yang diucapkan oleh Nia sehingga dia menoleh kearah Nia. Baskoro terdiam dan terus memperhatikan Nia. Nia langsung salah tingkah dan buru-buru mengalihkan pandangannya.
" Eheeemm.. Hai kamu ini wanita yang datang kepertunangan anakku kan? Yang sempat ribut dengan Bella? Sebenarnya ada hubungan apa kamu sama Bella dan Vito sampai waktu itu kamu datang dan ingin mengacaukan pesta pertunangan anakku?."Tanya Baskoro menghampiri Nia.
Baskoro mengingat jika Nia adalah wanita yang hampir saja membuat kacau pesta pertunangan Bella dan Vito. Waktu itu dia sengaja tidak menegur atau memarahi Nia, sebab dia menjaga harga dirinya. Sebab banyak orang-orang penting yang datang.
" Hanya kesalah pahaman saja." Jawab Nia singkat.
" Awas saja kalau kamu sampai membuat kebahagiaan anakku kacau. Aku pastikan kamu akan menyesal, dan aku tidak akan tinggal diam, hidupmu pasti tidak akan bahagia. Camkan itu !!."Seru Baskoro mengancam Nia.
Deggghhh
Hati Nia terasa sakit dan perih, bagaikan di iris-iris dengan pisau yang tajam. Ayahnya sendiri mengancam akan menghancurkan kebahagiaannya. Jika Baskoro tahu, wanita yang baru saja dia ancam itu adalah anak kandungnya, apakah dia akan menyesal?
*Ayah ku sendiri mengancam ku demi kebahagiaan anak tirinya? Padahal Bella sendiri yang sudah merebut kebahagiaanku. Ayah, aku ini Kurnia anakmu? Apakah sedikitpun kamu tidak mengingatku?.*Gumam Nia dalam batinnya.
Giliran Nia pun tiba, dengan segera dia membayar semua barang belanjaanya agar dia bisa cepat keluar dari supermarket itu. Ingin sekali Nia menumpahkan air matanya, namun dia tahan karena tidak mungkin dia menangis di supermarket dan dihadapan Baskoro. Yang ada dia akan malu sendiri.
__ADS_1
**********