Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Apakah menyesal


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pagi-pagi sekali Leni bangun lebih dulu dan memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai kamar tamu. Vito masih terlelap dan mendengkur dengan halus, tanpa mandi lebih dulu Leni langsung memakai pakaiannya.


Setelah mengenakan pakaiannya, Leni keluar dari kamar. Saat ini baru setengah 6 pagi, cuaca sangat dingin bahkan hujan pun masih turun rintik-rintik. Leni menghidupkan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan pekarangan rumah Vito.


Vito terbangun karena mendengar suara mobil, saat dia bangun Leni sudah tidak ada di sampingnya lagi.


" Sepertinya mama sudah pergi."Ucap Vito.


Dia bangun dan dia mendapati keadaan tubuhnya yang polos dan melihat pakaiannya yang masih berserakan di lantai. Dia langsung teringat pertempurannya dengan Leni semalam, dan baru dia menyesali perbuatannya. Namun mereka melakukan atas dasar mau sama mau dan tidak ada paksaan sedikitpun. Mereka juga sama-sama menikmati permainan mereka semalam.


" Huuuhhh aku tidak menyangka jika aku semalam habis bermain dengan mantan mama mertuaku sendiri. Aku tak ubahnya seperti Bella dan Baskoro, tapi kami melakukan nya saat kami sudah tidak mempunyai pasangan. Aarrggghhh... Vito bodoh !!."Seru Vito tetap memaki dirinya sendiri.


Vito turun dan memunguti pakaiannya, dia membawanya tanpa memakainya. Tanpa ada rasa risih dia berjalan kekamarnya dengan tetap dalam keadaan polos. Dia langsung mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin, air pagi itu terasa lebih dingin dari hari biasanya.


Sementara itu, di perjalanan pulang Leni menyetir mobilnya sambil menangis. Dia menangisi kebodohannya semalam, dengan mudahnya dia mau tidur dengan mantan menantunya sendiri. Dia tidak menyalahkan Vito, sebab dia juga yang mau.


" Seandainya semalam aku tidak kerumah Vito, pasti peristiwa semalam tidak akan pernah terjadi. Aku saja yang bodoh kenapa kerumahnya malam-malam seperti itu."Ucap Leni dengan air mata yang terus mengalir.


" Apa bedanya aku dan Bella?." Ucap Leni lagi.


Leni terus memaju mobilnya membelah jalanan yang masih sepi. Sehingga dia bisa dengan cepat sampai dirumahnya, saat dia sampai di rumahnya bik Lastri pun heran melihat mata majikannya yang bengkak seperti habis menangis.


" Ibu kenapa?."Tanya Bik Lastri.


" Tidak apa-apa,bik. Bik saya mau istirahat, jika ada orang yang datang mencariku tolong bilang saya tidak ada dirumah. Saya sangat lelah sekali, jadi mau istirahat saja."Ucap Leni beralasan.

__ADS_1


" Baik bu. Oh iya, apa ibu mau sarapan?." Tanya bik Lastri.


" Tidak usah bik. Nanti kalau saya lapar, saya akan turun." Ucap Leni.


Selesai bicara dengan bik Lastri, Leni langsung menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada. Sesampainya dikamar dia langsung menjatuhkan bobot tubuhnya di atas ranjang king size nya. Bayangan semalam berolah raga dengan Vito pun menari-nari di fikirannya.


" Vito, kenapa semalam kita melakukannya?."Ucap Leni pada dirinya sendiri.


Leni terus membayang-bayangkan permainannya dengan Vito. Tidak tahu jurus apa yang dipakai Vito sehingga semalam Leni sampai bisa tahan 1 setengah jam. Dan itu rekor pertama kali dalam hidupnya.


" Vito."Seru Leni.


Leni bangkit lalu dia duduk di depan meja riasnya, dia memandangi wajahnya yang terpantul dalam cermin. Leni akui, meskipun dia sudah berumur 48 tahun tapi dia masih kelihatan sangat muda. Kulit wajahnya pun masih kencang, tentunya itu semua karena dia rajin perawatan.


Dulu dengan papanya Bella, Leni memang menikah muda. Dan saat dia berusia 21 tahun dia sudah punya anak Bella. Jika orang yang tidak tahu, orang mengira Leni dan Bella adalah kakak beradik.


" Apa aku masih pantas mendapatkan pria yang lebih muda dariku?."Tanya Leni pada dirinya sendiri.


Dia memandangi pantulan tubuhnya yang ada di cermin, sampai pandangannya terfokus pada satu titik. Dimana ada bekas merah-merah di bagian d4d4nya.


Leni membuka bajunya dan hanya mengenakan branya saja, dan benar saja saat dia membuka bajunya ternya bekas itu lebih banyak. Leni meraba itu satu persatu dengan senyum-senyum sendiri. Ternyata semalam Vito serakus itu sampai-sampai d4d4 Leni penuh dengan merah-merah.


Dreeet Dreeet Dreeet


Ponsel Leni berdering, Leni mengambil ponsel yang ada didalam tasnya. Ternyata itu panggilan video call dari Vito. Leni ragu untuk menganggkatnya, namu ponsel Leni terus berdering sehingga Leni pun terpaksa mengangkatnya. Leni lupa jika saat ini dia hanya mengenakan bra saja dan terlihat jelas d4d4nya menyumbul dan bekas merahnya terpampang jelas.


[ Hallo Vito. Ada apa?.] Tanya Leni tanpa menyadari keadaan tubuhnya.


[ Emmm... Ma.. Mama sudah sampai rumah. Kenapa tidak pamit sama Vito.] Tanya Vito tergagap.


[ Maaf mama buru-buru jadi tidak pamit, lagi pula kamu juga masih lelap. Mama tidak mau mengganggu tidur kamu, apalagi kamu capek.]


[ Emm.. Soal semalam Vito benar-benar minta maaf ya ma. Vito sangat menyesal karena tidak bisa mengendalikan hasrat Vito. Emm, Ma apa itu hasil perbuatan Vito semalam? Jika iya, berati semalam aku sangat rakus ya ma.]

__ADS_1


Haaahhhh


Leni melihat kearah dirinya sendiri dan dia pun baru tahu jika saat ini dia sedang tidak memakai baju. Dengan cepat Leni menarik selimut untuk menutupi d4d4nya.


[ Hahaa.. Untuk apa di tutup ma. Lagi pula sedari tadi Vito sudah melihatnya. Jadi itu beneran ulah Vito, Ma.]


[ Emmm. Mama malu Vito, tadi mama mau mandi tapi kamu telepon. Iya, itu ulah kamu semalam. Mama juga baru tahu ini, ternyata kamu rakus dan luar biasa. Membuat mama benar-benar rekor bisa sampai satu jam setengah.]


Obrolan mereka sudah semakin tidak jelas, namun baik Leni maupun Vito sama sekali tidak ada yang malu ataupun sungkan. Justru obrolan mereka semakin menjerumus ke arah hal-hal yang lebih sensitif lagi.


Leni seperti mengalami masa puber keduanya, dan dia merasa nyaman saat bersama Vito. Saat bertelepon dengan Vito pun dia terasa nyaman dan bahagia. Tapi tidak tahu jika dengan Vito sendiri.


[ Maaf ya ma, semalam Vito sangat liar. Soalnya sudah sangat lama tidak tersalurkan. Bahkan jauh sebelum Vito tahu Bella ada hubungan dengan Baskoro. Mungkin ada 3 bulan tidak tersalurkan, karena Vito sama sekali tidak bergairah dengan Bella. Tapi tidak tahu kenapa saat sama mama semalam dia langsung bangun.] Jawab Vito jujur apa adanya.


[ Ahh Vito, masa sih. Kamu kok membuat mama malu seperti ini. Mama mau mandi dulu ya, badan mama sudah sangat lengket banget ini.]


[ Ikut dong ma, Vito mau ikut mandi bareng mama. Jangan dimatiin sambungan Video call nya ya, sekarang mama bawa ke kamar mandi saja ponselnya. Vito, ikut mama mandi dari sini.]


Wajah Leni bersemu merah seperti kepiting rebus, rasa menyesalnya tadi seketika hilang begitu saja. Padahal tadi dia menyesal kenapa sampai bisa bermain dengan Vito, namun kini justru dia senyum-senyum dan bahagia saat Vito merayunya.


[ Jangan dong Vito, itu tidak sopan. Aku ini mama mertua kamu loh.]


[ Mantan mama mertua, aku dan Bella sudah bercerai. Kata talak 3 sudah aku jatuhkan untuk Bella. Ya sudah kalau tidak boleh, heheee Vito tadi hanya bercanda saja kok Ma. Mana mungkin Vito mau kurangajar sama mama.]


[ Ihhh kamu ini sudah buat mama, GR loh. Ya sudah mama mau mandi.]


[ Mandi yang bersih ma.]


Sambungan video call pun dimatikan oleh Vito. Leni senyum-senyum sambil memeluk ponselnya.


Apakah Leni sudah jatuh cinta dengan, Vito?.


Setujukah jika Vito sama Leni?.

__ADS_1


************


Bab besok khusus Nia dan David dulu ya 😘😘😘


__ADS_2