Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Gym pagi hari


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pagi sekali David sudah turun dari lantai atas, bahkan bik Jum pun belum selesai masak sarapan. Bik Jum dan temannya pun buru-buru menyelesaikan masakannya karena khawatir David mau sarapan lebih awal.


" Bik Jum, tolong nanti antarkan air putih dan jus mangga ke ruangan Gym."Seru David memberi perintah bik Jum.


" Baik tuan. Apa tuan mau sekalian dibawakan sarapannya?." Tanya bik Jum sopan.


" Tidak usah. Saya sarapan nanti saja setelah Gym."Jawab David sambil berlalu menuju ruangan Gym.


Bik Jum segera membuatkan minuman yang sudah diminta oleh David tadi. Bik Jum sangat cekatan menyiapkan apa yang diminta oleh David tadi.


" Bik, aku mau beresin kamar nya Non Nada dulu ya bik. Nanti kalau sudah selesai Nur bantu bibik beberes yang lainnya."Ucap Mbak Nur.


" Iya sudah sana kerjakan tugas kamu saja. Saya juga ada Sum yang bantuin. Kamu siapkan saja pakaian Non Nada, siapa tahu nanti Tuan David mau menyusul ke rumah mertuanya."Seru Bik Jum memberitahu.


" Baik bik."Jawab mbak Nur sambil mengangguk.


Minuman yang diminta David sudah di antarkan bik Jum di ruangan Gym. Saat bik Jum baru keluar dari ruangan Gym ternyata di luar sudah ada Rendi yang datang dengan memakai pakaian olah Raga.


" Pak Rendi mau Gym juga? Mau saya buatkan minum apa pak?."Tanya bik Jum dengan ramah.


" Iya bik, padahal mau tidur karena hari libur. Ternyata pagi-pagi buta si Tuan Arogan itu memintaku datang kesini untuk menemaninya Gym. Boleh lah bik buatkan aku teh manis saja, kalau tidak merepotkan sama jus jambu tapi tanpa es ya bik."Ucap Rendi.


" Yang sabar pak Rendi, ya sudah bibik buatkan minumannya. Cepat masuk sana, nanti Tuan keburu marah." Ucap Bik Jum sambil menunjuk kearah ruangan Gym.


Rendi hanya mengangguk pelan, wajahnya masih terlihat mengantuk. Namun demi perintah sang Boss, mengantukpun dia tetap berangkat. Demi bisa mendapat nama baik didepan Bossnya, siapa tahu dia akan mudah mendapatkan restu dari sang calon kakak ipar.


" Akhirnya datang juga kamu ! Lama sekali !." Seru David.

__ADS_1


" Maaf tuan, tadi perut saya sedikit mulas. Jadi saya lama di toilet."Jawab Rendi berbohong.


" Aku kenal kamu bukan sebulan dua bulan, Rendi. Aku tahu mana yang bohong atau yang tidak, kalau kamu tidak mau ikut Gym kamu tidak perlu datang kesini."Ucap David dengan sorot mata tajam nya.


Ggleekk


Rendi menelan salivanya sendiri sampai beberapa kali. David bukanlah orang yang mudah untuk dibohongi, hal ini yang membuat Rendi was-was. Dia khawatir, David tahu hubungannya dengan Miska sebelum mereka sendiri yang memberitahunya.


" Maaf tuan." Seru Rendi.


David tidak peduli dengan permintaan maaf Rendi. David pun menyudahi pemanasannya, laku dia memulai kegiatan Gym nya. Begitupun dengan Rendi, tetapi Rendi melakukan peregangan otot terlebih dahulu.


" Setelah ini kamu mau kemana?." Tanya David.


" Tidak kemana-mana, Tuan."Jawab Rendi berbohong.


Padahal jam 9 nanti Rendi sudah ada janji dengan Miska. Mereka akan pergi jalan-jalan ke pantai, namun sepertinya akan gagal karena pasti David akan memberi pekerjaan di hari libur untuk Rendi. Begitulah biasanya David, selalu memberi banyak pekerjaan sampai di hari liburpun Rendi harus lembur.


" Hari ini kamu bebas tugas, setelah menemani aku Gym kamu boleh pulang. Karena aku mau pergi sendiri kerumah mertuaku." Ucap David, membuat Rendi mengucap rasa syukurnya dalam hati.


* Alhamdulillah, akhirnya aku bisa jalan juga sama Miska. Kira-kira apa Tuan sudah tahu ya kalau aku menjalin hubungan dengan Miska? Sebab Nona Nia saja sudah tahu, semoga saja Nona Nia belum memberitahu Tuan.* Gumam Rendi dalam hatinya.


Bik Jum masuk membawakan minuman untuk Rendi, Rendi pun tidak lupa mengucapkan terima kasih.


Sementara itu di tempat lain, saat ini Hesti datang ke rumah Vito untuk melihat keadaan Vito. Dan sekalian dia juga ingin bertemu Bella, untuk mengajaknya ke arisan teman sosialitanya.


Teman-teman Hesti memang banyak yang sudah mengenal Bella. Hesti lah yang mengenalkan Bella kepada teman-temannya, setiap kali arisan dan ada acara dengan para teman-temannya Hesti selalu mengajak Bella.


" Mana Vito?." Tanya Hesti dengan sombong nya.


" Sepertinya masih ada di kamar, Bu. Saya juga dari tadi belum melihat Non ataupun pak Vito keluar dari kamar." Jawab Minah jujur.


Minah memang tidak menginap di rumah Vito, dia akan datang pagi-pagi dan pulang saat malam. Jadi dia tidak tahu jika semalam Bella sudah di usir oleh Vito.


" Buatkan aku teh tapi jangan terlalu manis. Oh iya, kamu masak sarapan apa?." Tanya Hesti lagi.

__ADS_1


" Saya masak nasi goreng sama ayam goreng saja bu. Soalnya stock sayuran di kulkas sudah habis dari kemarin tapi Non Bella belum kasih uang belanja lagi." Jawab Minah takut-takut.


" Ya sudah sana buatkan aku teh. Aku mau membangunkan mereka dulu."Ucap Hesti langsung berjalan menuju kamar utama yang ditempsti oleh Vito dan Bella.


* Sudah hampir jam 8, mereka belum bangun juga. Apa mereka habis lembur? Huhh dasar Vito, sakit-sakit masih saja lembur. Katanya sudah tidak mau dengan Bella. Tapi baguslah kalau Vito masih mau sama Bella, jadi aku tidak susah membujuk dia untuk tidak menceraikan Bella. Apa jadinya kalau mereka bercerai dan teman-temanku tahu. Hemm bisa malu aku.*Gumam Hesti dalam hati.


Hesti sudah sampai di depan kamar utama, ternyata pintu kamar itu tidak tertutup dengan rapat. Hesti membukanya dengan pelan-pelan dan menyumbukan kepalanya kedalam lebih dulu untuk memastikan jika keadaan aman. Tidak ada adegan yang perlu di hindari oleh Hesti.


" Loh kok cuma Vito sendiri yang tidur? Bella mana? Apa dia di dalam kamar mandi?." Ucap Hesti bertanya pada dirinya sendiri.


Hesti melangkah mendekat ranjang Vito, dilihatnya Vito masih tertidur dengan nyenyak sekali dengan wajah yang sudah tidak terlalu bengkak seperti kemarin.


" Vito, Vito bangun." Seru Hesti membangunkan Vito.


" Emmm... Apaan sih ma, aku masih mengantuk." Seru Vito yang hafal betul dengan suara Hesti sehingga dia tahu jika mamanya yang sudah membangunkannya.


" Ihh ini anak, oh iya Bella mana? Kok dia tidak ada, di kamar mandipun sepertinya kosong?." Tanya Hesti sambil melirik ke arah kamar mandi yang pintunya terbuka.


Aaarrrggghhh


Vito kesal, dia pun bangun dengan mengacak rambutnya. Padahal dia ingin tidur sampai siang namun siapa sangka sang mama datang membangunkannya.


" Bella sudah aku usir dan aku talak tadi malam !"Seru Vito ketus.


" Haahhh ? Maksud kamu apa mengusir dan menceraikan, Bella? Kamu mau melihat mama kamu malu, Vito?." Seru Hesti lantang.


" Justru mama akan semakin malu jika aku tidak menceraikan, Bella. Apa mama tidak tahu jika menantu kesayangan mama itu diam-diam sudah menikah dengan papa tirinya. Bahkan mereka menikah karena di gerebek sama warga dan dinikahkan saat itu juga. Vito tidak mungkin akan tetap mempertahankan, Bella. Mama, harus mengerti perasaan Vito, Ma. Apa wanita seperti itu pantas untuk di pertahankan?."Tanya Vito dengan memandang sinis kearah mamanya.


Deegghhh


Jantung Hesti seakan berhenti berdetak, dia tidak menyangka jika Bella dan Baskoro masih saja berhubungan. Bahkan sekarang justru mereka menikah, disaat Bella masih sah istri Vito.


Bbruuukkk


Tiba-tiba tubuh Hesti ambruk di dekat ranjang Vito.

__ADS_1


" Mama."Teriak Vito dengan keras.


***********


__ADS_2