
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Bu, untuk hari ini mumgkin Nia tidak bisa menemani ibu. Tetapi Nia sudah meminta tolong suster untuk menemani ibu disini. Nia ada pekerjaan diluar." Ucap Nia pagi ini memberitahu ibunya jika dia akan ada pekerjaan diluar rumah sakit.
Hari ini Nia ada jadwal pemotretan, kemungkinan dalam 2 hari ini Nia akan sibuk dengan pekerjaan diluar sana. David semalam sudah mengabarinya jika hari ini dia sudah mulai pemitretan dan syuting untuk iklan.
" Nia, ibu ini sudah sembuh. Apa tidak lebih baik ibu pulang saja. Biaya disini itu pasti sudah habis pulahan juta Nia, ibu sudah tidak apa - apa kok Nia." Ucap ibu Karti dengan pelan.
" Soal biaya ibu tidak perlu khawatir, bukannya dari awal Nia sudah memberitahu ibu jika biaya memakai asuransi kesehatan Nia. Ibu pasti akan keluar dari rumah sakit tapi tunggu ibu benar-benar sembuh. Luka dikepala ibu itu masih perlu perawatan dari dokter, meskipun Nia juga dokter tetapi disini ibu ditangani langsung sama dokter ahlinya. Apalagi luka di kaki dan tangan juga belum mengering." Ucap Nia tidak mengizinkan ibunya untuk pulang.
" Baiklah. Tapi ibu rindu sama rumah dan para tetangga Nia." Seru ibu Karti.
" Kemarinkan para tetangga sudah ada yang datang menjenguk ibu. Nanti kalau sudah sembuh pasti ibu boleh pulang. Sekarang ibu makan ya, setelah ini minum obat lalu ibu istirahat ya. Nia ada pekerjaan diluar, nanti kalau sudah selesai pasti Nia akan cepat pulang." Ucap Nia dengan lembut.
Ibu Karti mengangguk menurut apa kata Nia, dia tidak mau membuat Nia terlalu banyak fikiran. Nia selama ini sudah cukup menderita, jadi sekarang lebih baik ibu Karti mengikuti apa kata Nia agar cepat sembuh dan segera keluar dari rumah sakit. Selesai menyuapi ibunya, Nia memberikan obat untuk ibunya.
Setelah ibunya beristirahat, jam 8 pagi Nia meninggalkan rumah sakit dengan menaiki taksi online. Nia menuju tempat pemotretan yang sudah diberitahu oleh David. Ternyata tempat yang dipilih oleh David tidak jauh dari rumah sakit, sepertinya David sengaja agar saat Nia kembali kerumah sakit tidak lama diperjalanan.
" Akhirnya kamu datang juga. Kamu segera siap - siap, disana kamu bisa mekup dan menganti pakaian yang sudah disediakan oleh team." Seru David bicara dengan santai.
Para team heran dengan tingkah David, sebab dia ikut turun tangan langsung dalam pemotretan dan pembuatan video iklan. Padahal sudah ada yang memegangnya sendiri. Para team jadi ketar - ketir sebab jika melakukan kesalahan pasti David akan marah besar.
" Iya Tuan." Jawab Nia dengan patuh.
Nia langsung menuju tempat yang sudah diarahkan oleh team, disana sudah ada petugas yang akan membantu Nia. Karena ini iklan cream kecantikan jadi Nia meminta tidak di mek up menor, cukup tipis - tipis saja sehingga terlihat naturalnya.
__ADS_1
" Mbak Nia ini model darimana sih? Apa selama ini tinggal diluar kota? Kok saya tidak pernah tahu mbak?." Tanya pria gemulai yang saat ini sedang mendandani Nia.
" Saya tinggal dikota ini didaerah XX, saya bukan model mas. Saya ini seorang dokter yang bekerja di rumah sakit milik Tuan David." Jawab Nia jujur apa adanya.
Sebenarnya Nia agak risih dengan pria gemulai yang saat ini sedang menata rambutnya. Sebab seumur hidup Nia baru kali ini dia dirias oleh pria gemulai. Memang pada dasarnya Nia juga tidak pernah mek up kesalon, wisuda saja mek up sendiri. Potong rambut juga selalu dipotong ibunya jadi dia agak risih dengan pria gemulai itu.
" Waaoouwww ternyata mbak Nia ini seorang dokter? Tapi cantiknya seperti model papan atas loh, ini cuma polos sedikit saja kecantikannya sudah menyaingi Luna Maya itu." Ucap pria gemulai yang maunya dipanggil Sisil padahal nama aslinya Susilo.
" Ahhh mas bisa aja." Ucap Nia dengan senyum ramahnya.
" Adududuuu jangan panggil mas dong. Masa cantik begini dipanggil mas. Panggi Sisil, you now." Seru Sisil dengan tingkah gemulainya.
Saat sedang asik berbincang, tiba-tiba David masuk dan mengagetkan Nia dan Sisil. David meminta Sisil untuk segera menyelesaikan tugasnya, sebab waktu sudah semakin siang dan ia harus melakukan pemotretan dan pembuatan video iklan.
" Susilo cepat kerjakan tugasmu!! Jangan banyak bicara kamu!."Seru David dengan suara dinginnya.
" Yeeah nama aku itu Sisil bukan Susilo, Tuan David .Tuan David ini lupa apa pura-pura lupa sih."Seru Sisil tidak takut dengan David.
" Kamu itu laki-laki kenapa minta dipanggil dengan Sisil? Jangan menyalahi kodrat, cepat kerjakan tugas kamu. Aku beri waktu 5 menit lagi, sampai kamu telat aku pastikan tidak akan pernah lagi memakai jasamu. Aku keluarkan kamu dari timku, kamu akan aku pecat." Seru David dengan tegas sembari melirik ke arah Nia yang mencoba menahan tawanya.
* Kenapa dia semakin cantik? Padahal hanya polesan sedikit saja dan tidak ada make up tebal sama sekali. Kenapa jantung ini juga tidak bisa diajak kompromi, dia berdetak semakin kencang saat memandang wajah Nia. Kalau begini terus lama-lama aku juga akan terkena serangan jantung.*Gumam David dalam batinnya.
"Yeeh Tuan David terpesona ya dengan mbak Nia. Gimana cantik kan? Sudah nikahin saja sekalian." Seru Sisil tidak diperdulikan oleh David.
Nia menunduk malu saat pandangan mereka saling beradu dengan David. Nia semakin salah tingkah, Nia meminta Sisil untuk segera menyelesaikan tatanan rambutnya. Agar pemotretan dan pembuatan video iklan segera dimulai. Sebab Nia tidak tenang meninggalkan ibunya berlama-lama.
Setelah 10 menit, Nia sudah siap dan saat ini sudah ada di lokasi pemotretan dan pembuatan video iklan. Sebelumnya David sudah memberitahu tema iklan dan video yang akan mereka ambil hari ini, sehingga Nia sendiri sudah mempelajarinya sebelum harinya tiba. Sang fotographer pun mengarahkan Nia untuk gaya berfotonya namun tiba-tiba dikagetkan oleh bentakan dari David.
" Kalau mengarahkan gaya tinggal arahkan saja tidak perlu pegang-pegang seperti itu! Lepaskan tanganmu dari pundaknya."Seru David dengan tegas membuat sang fotografer itu langsung melepaskan tangannya dari pundak Nia.
Nia sebenarnya heran dengan tingkah David. Kenapa sepertinya sedari tadi David terlalu over protektif terhadap dirinya, padahal dirinya saja bukan siapa-siapa bagi David.
__ADS_1
" Iya Tuan maaf."Seru sang fotografer dengan lesu.
* Kalau lagi kerja ada Tuan David begini memang susah dikit-dikit salah, dikit-dikit salah. Memangnya aku harus bagaimana cara mengarahkan kepada model ini kalau tidak aku berikan contoh. Apalagi dia ini bukan model, Tuan David dapat dari mana model seperti ini. Kalau soal cantik si cantik tapi kalau tidak ada pengalaman begini membuat aku stress. Justru membuat pekerjaanku semakin kacau apalagi ada monster yang menunggu seperti ini.* Gumam sang fotografer dalam batinnya.
Pemotretan pun berlangsung kembali, Nia sudah mulai mengerti apa yang diarahkan oleh fotografer. Fotografer itu pun segera melakukan tugasnya dengan cepat agar cepat selesai. Beruntung ternyata Nia mudah sekali menangkap arahan dari fotografer sehingga pemotretan bisa segera selesai.
* Akhirnya tugasku selesai juga, bisa mati berdiri aku kalau bekerja ditungguo Tuan David. Ternyata model ini lumayan juga, bolehlah jika ada projek memakai dia lagi. Tadi aku sempat meragukan kemampuannya. Tapi yang bikin aku heran kenapa Tuan David mengadakan pemotretan sesederhana ini. Biasanya modelnya akan dia perkenalkan dan konferensi pers terlebih dahulu. Atau mungkin karena ini iklan perbaikan saja.* Gumam sang fotografer dalam batinnya.
" Bagaimana? Apa sudah selesai pemotretannya? Kalau sudah selesai bisa langsung lanjut pembuatan video iklannya. Dan aku akan tetap menunggu di sini sampai semuanya selesai. Aku ingin melihat proses pembuatan iklan ini benar benar serius tidak seperti kemarin yang mengakibatkan penjualan produk semakin anjlok. Berkat iklan yang tidak bermutu itu aku mengalami kerugian besar."Seru David dengan aura dinginnya.
" Iya Tuan kita lakukan sekarang sepertinya mbak Nia ini mudah mengerti apa yang saya arahkan. Tetapi untuk pembuatan video iklan ini bukan lagi saya, tetapi ada sutradaranya tersendiri. Saya hanya fotografer untuk foto iklannya saja, kalau untuk video iklan ada tim tersendiri." Seru fotografer tadi menjelaskan.
" Tanpa kamu kasih tau pun aku sudah tahu."Seru David dengan ketus.
Nia kembali diarahkan ke tempat pembuatan video iklan. Di sana sudah ada orang yang menunggunya, David tetap berada di tempat pembuatan iklan sebab dia ingin mengawasi Nia. Hatinya tidak tenang meninggalkan Nia, apalagi jika ada yang memegang-megang Nia. Padahal sudah biasa jika seorang model atau video iklan diarahkan gaya oleh fotografer atau sang sutradara.
" Kamu nanti begini ya gaya nya, terus produknya pegang seperti ini. Jika shot kali ini gagal jangan harap kamu akan dipakai lagi." Seru sang sutradara bicara dengan ketus.
" Maaf saya memang bukan model dan saya sampai sini juga karena permintaan dari Tuan David. Jika anda mau protes silahkan protes dengan Tuan David. " Ucap Nia juga tidak kalah kesal.
Pengambilan Video pun dimulai, untuk pengambilan video pertama masih kurang bagus dan akhirnya harus diulang kembali. Tatapan mata David tetap tertuju kearah Nia, dia mengawasi siapa saja yang mendekat kearah Nia. Tatapan mata David bagaikan bodyguard untuk Nia yang mengikuti kemanapun langkah kaki Nia.
" Cut " Sutradara menghentikan pengambilan Video untuk istirahat.
Sisil menghampiri Nia dan memperbsiki mek up Nia dan tatanan rambut Nia.
* Beruntung Vito tidak aku perbolehkan datang ke lokasi syuting. Jika dia tahu Nia yang menjadi Modelnya pasti dia akan cari perhatian. * Gumam David dalambatinnya.
Sudah hampir dua jam syuting belum juga selesai padahal cuma syuting video iklan. Nia sudah kelelahan, beruntungnya saat ini dia sedang tidak sholat sehingga waktu istirahat dia pakai untuk membaca naskah.
" Ini makan, jangan sampai kamu pingsan dan membuat aku rugi. Sebab aku mau hari ini semua harus selesai, aku tidak mau keluar budget lebih banyak lagi untuk iklan ini." Seru David sembari memberikan Nia makanan lalu pergi lagi.
__ADS_1
Belum sempat Nia mengucapkan terimakasih David sudah melangkah menjauh dari Nia.
************