Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Bakso dan Rujak


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Mama ... !! Mama sudah pulang."Seru Nada berlari kearah Nia sambil merentangkan kedua tangannya.


Nia pun langsung mensejajarkan tubuhnya dan memeluk Nada serta menciumi Nada secara bertubi-tubi. Terlihat sekali jika Nia memang sangat merindukan Nada. Dua minggu Nia meninggalkan Nada dan selama dua minggu juga mereka tidak berkomunikasi.


" Nada mama kangen. Mama kira Nada masih di rumah Oma dan Opa. Tidak tahunya sudah di rumah ini. Nada kangen mama tidak?."Ucap Nia lalu melepaskan pelukannya.


" Tadi pagi Nada pulang sama papa, di dalam ada aunti Miska juga Ma. Ma, Aunti lagi marah sama papa."Seru Nada sedikit berbisik di telinga Nia.


Nia menautkan kedua alisnya lalu dia menatap David yang ada di sampingnya. Namun David pura-pura tidak tahu apa yang dibicarakan Nia dan Nada. David melangkah masuk rumah sambil menarik koper Nia, Nia tahu pasti sudah terjadi sesuatu antara David dan Miska.


* Apa jangan-jangan Hubby sudah tahu ya soal hubungan Miska dan Rendi? Dan hubby tidak menyetujuinya makanya Miska marah sama hubby. Hemm kalau begini ceritanya aku harus membantu Miska untuk memberi pengertian hubby.*Gumam Nia dalam hati.


Nia hanya menanggapi ucapan Nada dengan mengulas senyum manis nya saja. Lalu diapun mengak Nada untuk masuk ke rumah. Nada bersenandung riang dengan tangan yang menggandeng tangan Nia dengan erat.


" Kak Nia, kangen."Seru Miska langsung menghambur di pelukan Nia.


" Idih manja banget sih."Seru Nia lalu mencubit hidung Miska pelan.


" Ahhh hidungku sakit kak. "Gerutu Miska dengan manja.


Miska, Nia dan Nada kini sudah duduk di ruang keluarga. Minuman dingin sudah terhidang di atas meja, namun David tidak muncul batang hidungnya. Sepertinya dia beristirahat dikamar, atau memang memberikan kesempatan Nia untuk melepas rindu dengan Nada dan Miska.


" Kata Nada kamu marah sama David?."Tanya Nia sedikit berbisik agar tidak di dengar Nada.


" Husstt nanti Miska cerita sama kak Nia, tapi tidak disini."Jawab Miska sambil melirik Nada.


Nada tidak memperdulikan apa yang dibahas oleh Miska dan Nia, dia sedang sibuk memeluk Nia di pangkuan Nia. Miska izin pulang dulu, sebab dia ada janji dengan temannya, Maya. Setelah Miska pulang, Nia membawa Nada ke kamarnya. Sepertinya anak itu mengantuk sebab matanya sudah mulai sayu.


" Mbak Nur, sepertinya Nada mengantuk. Biar saya yang temani dia tidur ya, nanti kalau Tuan nyariin bilang saja kalau saya ada di kamar Nada."Ucap Nia saat berpapasan dengan mbak Nur saat mau kekamar Nada.


" Baik Non."Jawab mbak Nur dengan patuh.


Nia masuk ke kamar Nada, padahal dia sendiri belum ke kamarnya sama sekali. Dia akan mengurus dan menidurkan Nada lebih dulu baru dia akan kekamarnya menemui sang suami. David juga pasti mengerti dengan kondisi saat ini.


" Alhamdulillah dia sudah tidur, sekarang aku harus segera ke kamar pribadiku. Kalau tidak cepat si tuan arogan itu pasti akan marah, hemm sepertinya aku ada ide untuk mengerjainya."Seru Nia punya ide untuk mengerjai David.


Nia melangkah menuju kamarnya dengan senyum yang terus mengembang. Saat dia masuk terlihat David yang sudah berganti pakaian santai dan bau wangi sabun mandi semerbak di dalam kamar.

__ADS_1


" Hubby habis mandi?."Tanya Nia dengan heran sebab tidak biasanya sang suami mandi di siang bolong begini.


" Hemm... Kamu menyiksaku. Sudah aku tunggu dari tadi tapi tidak masuk kamar juga, terpaksa mandi disiang bolong."Jawab David setengah kesal.


Nia terkekeh geli mendengar jawaban suaminya, ternyata suaminya tadi menginginkannya tapi justru dia sibuk dengan Nada. Lagi pula Nia juga lelah, ada untungnya juga dia mengurus Nada terlebih dahulu.


" Maaf Hubby, tadi aku menidurkan Nada lebih dulu. Nanti malam saja ya kita mainnya, lagi pula saat ini aku sangat lapar hubby." Seru Nia sambil mengusap perutnya dengan bibir mengerucut sempurna.


" Hahh !! Istriku lapar? Jadi anak ku yang di dalam sini juga ikut lapar? Ya sudah kalau begitu sekarang makan dulu ya, setelah makan terus istirahat. Tenang saja, siang ini aku tidak akan memakan mu tapi tidak tahu kalau nanti malam."Seru David.


Nia menggelengkan kepalanya, membuat David jadi bingung. Lapar tapi tidak mau makan, lalu apa yang diminta sang istri.


" Kok tidak mau makan? Katanya lapar?."Tanya David serius sambil memegang kedua pundak Nia.


" Aku tidak mau makan nasi, Hubby. Tapi aku mau makan rujak sama bakso yang ada di dekat kampus ku dulu. Mau kan hubby membelikab rujak dan bakso itu? Ini anak kita loh yang minta, bukan aku sendiri."Seru Nia dengan wajah dibuat sesedih mungkin.


Hahhhhh


David tercengang dengan permintaan Nia, bagaimana Nia mau makan rujak dan bakso yang di jual di outlet pinggir jalan begitu. David memang tidak pernah makan, makanan yang di jual di pinggir jalan begitu.


" Apa tidak ada tempat lain? Kenapa mesti yang disana? Bukannya itu jualannya juga di pinggir jalan kan?."Tanya David dengan heran.


" Aku tidak mau yang lain, maunya yang itu. Dan aku mau sekarang, dan harus hubby yang membelikannya. Tidak boleh menyuruh orang lain, jika Hubby menyuruh para pekerja disini aku akan mogok makan."Ucap Nia mengancam David.


" Tapi sayang....."Seru David belum selesai bicara tapi sudah disela Nia.


Awalnya Nia hanya ingin mengerjai David, namun ternyata Nia justru menginginkan beneran dan serius marah jika David tidak mau membelikannya.


Hhhuuufffff


David menghela nafas dengan berat, ternyata menghadapi orang hamil memang susah. Sama seperti istrinya terdahulu, jika menginginkan sesuatu harus cepat dengan dalih mengidam.


* Ternyata hampir semua wanita hamil itu sama ya. Jika sudah mengidam tidak bisa di tunda-tunda lagi, tapi masa iya bayi bisa minta makanan seperti itu? Padahal bayinya juga masih dalam perut. Arrgghhh benar-benar membingungkan.*Gumam David dalam hati.


" Baiklah sayang, aku akan mencarikannya. Kamu di rumah saja ya, nanti kalau sudah dapat pasti aku akan segera pulang."Ucap David menenangkan Nia.


" Terima kasih hubby. Tapi awas ya kalau tidak beli yang di dekat kampus itu, kalau beli di tempat lain aku pasti tahu. Dan aku bakalan marah, tidak ada jatah selama 2 bulan !!."Ancaman Nia semakin menakutkan David.


Tanpa menunggu lama lagi, David pun akhirnya berangkat mencari makanan yang di inginkan istrinya. Rencana ingin melepas rindu pun tidak terlaksanakan, demi memenuhi ngidam sang istri tercintanya.


Di rumah Rindi, saat ini Rindi sedang melakukan sambungan telepon dengan Berta. Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu sekarang sudah bergosip lagi lewat sambungan telepon.


[ Ehh Berta, kira-kira Nia sudah sampai kota belum ya?.]


[ Mana aku tahu Rindi yang cantik dan imut. Coba saja kamu sambungkan teleponnya, kalau di angkat sih berarti dia sudah sampai di kota ini. Kalau tidak di angkat ya berarti memang masih dalam perjalanan.] Ucap Berta panjang lebar.

__ADS_1


[ Takut aku sama suaminya, siapa tahu dia sudah sampai dan sedang beristirahat dengan sang suami. Huuhhh yang ada kena getok deh nanti sama suaminya itu, tahu sendirikan bagaimana suami si Nia. ]


[ Ya juga sih. Ehhh Rindi, sudah dulu ya aku mau istirahat. By Rindi yang cantik imut.]


Tttuuuuutttt


Sambungan telepon pun terputus, Rindi mendengus kesal dengan kelakuan temannya yang main langsung matikan telepon. Padahal tadi dia yang telepon duluan.


" Si Berta ini dari zaman dulu selalu deh seenaknya, aku yang telepon tapi dia duluan yang mematikannya. Untung saja sahabat, kalau bukan sahabat sudah aku getok itu kepalanya biar benjol sekalian."Ucap Rindi menggerutu sendiri.


Sementara itu saat ini David sudah berada di depan tukang rujak yang mangkal tepat di samping tukang bakso. Letaknya memang dekat kampus tempat Nia kuliah dulu, lebih tepatnya kampus milik Widjaya Group.


" Haahhh mana tukang rujaknya ramai seperti itu, nah buah-buahan yang dia pakai itu kira-kira bagus tidak ya? Istriku ini ada-ada saja, bagaimana kalau aku beli rujak yang di jual di supermarket saja ya. Tidak, istriku pasti tahu jika itu bukan rujak yang dia mau. Haahhh terpaksa deh ikut mengantri."Ucap David bermonolog pada dirinya sendiri.


David turun dari mobil, lalu mendekati tukang rujak lebih dulu. Disana banyak para mahasiswi yang memang juga ikut mengantri rujak. Mereka terpesona melihat ada pria tampan yang ikut membeli rujak.


" Rujaknya dua bang dibungkus, cepat ya !."Seru David memesan tapi dengan memaksa.


" Maaf tuan, harap antri dulu ya. Saya buatkan punya yang duluan datang. Tidak banyak kok cuma 6 orang saja."Ucap abang penjual rujak dengan sopan.


" Tidak mau !! Pokoknya aku mau duluan, jangan sampai aku larang kamu untuk berjualan di area kampus ini. Cepat buatkan dua, 1 pedas dan yang satu sedang. "Ucap David tetap mau di dahulukan.


Abang penjual rujak itupun kebingungan, dia takut dengan ancaman David karena dia melihat David seperti bukan orang biasa. Namun bagaimana dengan pelanggannya yang sudah mengantri lebih dulu. Sebab abang rujak memang menjual rujak dengan sambal dadakan yang akan dia buat sesuai dengan request sang pembeli.


" Sudah tidak apa-apa bang, buatkan saja duluan untuk Tuan ganteng ini. Siapa tahu istrinya sedang ngidam."Ucap salah satu mahasiswi yang sedari tadi curi-curi pandang dengan David.


" Kok kamu tahu kalau istriku sedang ngidam? Anehnya kenapa istriku mau rujak yang disini, kalau aku mau bisa aku beli di supermarket. Tapi anehnya dia mau yang didekat kampus ini. Wanita hamil memang aneh."Ucap David malah sedikit curhat.


" Selera nya makan yang disini Tuan."Jawab tukang rujak menimpali.


Hemmmm


David hanya berdehem saja, lalu dia menuju kedai bakso untuk memesan bakso. Begitupun di tempat bakso, sama saja dia mau di layani lebih dulu. Namun dia memberikan uang lebih, harga bakso 2 porsi 50 ribu dia membayar 200 ribu.


Selesai dari kedai bakso, David kembali di kedai rujak mengambil rujaknya.


" Ini bayarannya."Seru David mengulurkan uang 10 lembar merah kepada pedagang rujak itu.


" Hahh kebanyakan tuan, 2 porsi hanya 40 ribu saja. "Ucap abang rujak.


" Sisanya buat kamu dan sekalian bayar untuk mereka."Seru David menunjuk ke arah 6 orang yang sedang mengantri rujak.


" Terima kasih tuan."Jawab abang tukang rujak.


" Terima kasih tuan."Seru semuanya.

__ADS_1


David tidak menjawab, tapi hanya mengangguk pelan saja. Selesai urusan rujak dan bakso, Davidpun langsung masuk mobil dan melajukan kuda besinya menuju rumah nya.


*******??


__ADS_2